We are back to the travel world. Wooohoo so grateful about this fact that we finally able to search one destination, pack and just go! 
Akhirnya kami pergi lagi dan kali ini pakai visa untuk aku artinya bukan di sekitaran Eropa tapi kami menjelajahi salah satu negara di Afrika Utara, yup we are just back from our pleasant trip to Tunisia

Sejak Februari yang lalu, tepatnya pas kejadian perang Rusia - Ukraina, rasa-rasanya berita Covid kayak langsung hilang, nggak ada sama sekali updatenya di berita nasional, entah ya yang di Indonesia kayak gimana, ini mungkin karena negara kita tinggal dekat dengan zona perang dan jadilah berita perang lebih diutamakan saat itu. 
Perlahan tapi pasti ketatnya peraturan yang berhubungan dengan antisipasi Covid pun dilonggarkan dan hilang sama sekali, nggak perlu pakai masker di keramaian ( kecuali kunjungan ke Rumah Sakit dan Panti Jompo ), nggak perlu lagi ngisi-ngisi formulir kalau mau traveling, semuanya peraturan pokoknya dihilangkan, di saat itulah kami yakin this is it, we need to go somewhere new!

Walaupun aku perlu ngurus visa Tunisia sebelum keberangkatan, tapi beneran deh nggak pake males2an, semangat banget walaupun kali ini yang ngurus dibantu agent, not a big deal karena biayanya nggak beda banyak dan effortless. Dalam waktu 3 minggu visa Tunisia diapprove dan jadilah ini negara ke 82 untuk aku dan suami dan negara ke 13 untuk si kecil. 

Karena sudah tahu mau kemana aja di Tunisia, aku bikin itinerary lumayan cepet, yang pasti aku mau liat kota-kota peninggalan Roman Empire di Tunisia, nah ini yang bikin aku ngajuin ide ke suami kenapa aku mau ke Tunisia, karena disana ada amphitheatre terbesar di Afrika dan yang kedua terbesar di dunia setelah Colosseum di Roma.



Untuk yang beberapa kali baca artikel perjalanan aku atau lihat di Instagram Jalan2Liburan, aku memang pengen banget bisa datengin semua amphitheatre, ambisius banget ya mbaknya ha ha ha ya gapapa kan katanya kita harus dream big kalau bermimpi. amphitheatre ini walaupun pusat Roman Empire itu ya adanya di Roma, tapi karena kekuasaannya menjangkau banyak area dari Eropa sampai Afrika, jadi memang tersebar dimana-mana. Mulai dari Kroasia, Maroko, Libya, wah pokoknya daftar amphitheatre itu panjang banget guys. 
Sayangnya gak semua amphitheatre itu masih preserved, banyak yang sudah puing-puing aja, dan El Djem amphitheatre di Tunisia adalah contoh amphitheatre masih sangat terawat, bahkan lbh preserved daripada yang di Colosseum lho. I dont about you, tapi berada di tengah-tengah arena amphitheatre itu kayak bikin time travel untuk aku, merinding ngebayangin kalau hidup ditakdirkan menjadi gladiator atau istri gladiator, dan manusia lainnya sangat menikmati pertarungan hidup mati itu di depan mata. Manusia kadang lebih ganas dari hewan. 

Well, back to the itinerary, selain mengunjungi sightseeing spot yang berhubungan dengan peninggalan Roman di Tunisia, aku selipin juga untuk berada di kota-kota cozy di Tunisia, bahkan aku milih penginapannya tuh di kota yang super cozy, namanya Sidi Bou Said, lokasinya sekitar 20 menit berkendara dari Tunis, ibukota Tunisia.  Sidi Bou Said ini mini Santorini gitu deh, semua arsitektur bangunan dicat warna biru dan putih, jalanan turun naik dan menghadap ke tebing laut. 
Yang bikin beda bukan saja ukuran dengan Santorini yang jauh lebih grande, tapi juga dari jumlah pengunjung, enak banget deh strolling around di kota kece dan estetik tanpa banyak turis yang keliaran. 

Setelah Sidi Bou Said dan Tunis, kita lanjut ke coastal town, Sousse, salah satu kota pesisir Tunisia yang pernah ngetop pada jamannya, aku bilang ngetop pada jamannya karena saat ini sepi banget, entah karena pandemik atau mungkinkah turis masih trauma karena di Sousse ini pernah beberapa kali terjadi penyerangan oleh teroris. Hotel-hotel bintang 5 kayak Marriott gitu aku lihat nyaris gak ada orang, padahal udah akhir bulan Mei, biasanya turis-turis Eropa tumpah ruah di Tunisia. 



Penginapan yang kami tinggali lokasinya juara banget, buka pagar dan langsung menuju ke arah pantai, tentunya pantainya sepi karena ya nggak ada turis itu tadi, biasanya hari Minggu yang penuh oleh orang lokal yang piknik. 
Anakku happy banget bisa main tiap hari nggak kenal waktu main di pantai sampai sepuasnya. 





Setelah dari Sousse, kita melanjutkan perjalanan ke pulau paling ngetop di Tunisia yaitu Djerba, saking ngetopnya di kalangan turis2 Eropa, banyak banget lho maskapai penerbangan yang terbang to and from Djerba langsung dari kota-kota besar Eropa. Jadi kami sengaja pulang kembali ke Brussels dari Djerba karena ada international flight straight to Brussels from Djerba.

Selama di Pulau Djerba kita bener2 staycation, karena saat kita di Djerba itu sudah bulan Juni awal dan panasnya omaigot I cannot deh buat keluar dari hotel. 
African heat is a real thing ya, nggak kebayang bulan Juli dan Agustus itu kayak gimana :-) 





Selama traveling around Tunisia, antar lokasi yang jauh-jauh kita sewa mobil dengan drivernya, karena transportasi umum disana gak se oke di Maroko dan karena bawa toddler juga jadinya we'd prefer something easy and less hustle. 

 












Beberapa hari lalu saya membaca instastories seorang ( kayaknya ) influencer yang tinggal di Bali dan ia menanyakan jika punya balita usia 2,5 tahun apakah sudah bisa dimasukkan ke preschool atau tunggu dulu sampai siap. 

Tadinya saya mau ikutan jawab tapi kayaknya percuma karena saya dan sistem pendidikan yang anak saya jalani sekarang juga bukan di Indonesia, tapi sengaja saya jadikan content di blog saja sekalian mengingat lagi tentang sistem pendidikan di Belgia untuk balita itu kayak gimana. 

Pada dasarnya sekolah diwajibkan untuk usia anak mulai dari 5 tahun. Wajib disini adalah setiap hari masuk, dan tidak bisa seenaknya ijin untuk jalan-jalan, saat sakitpun harus disertakan surat dokter. Ini semacam SD kalau di Indonesia. 

Lalu untuk persiapan masuk sekolah tersebut, ada yang namanya pre school yang dimulai dari usia 2,5 tahun. Jadwal masuknya juga tiap hari, dari Senin - Jumat dari jam 08:30 - 15:30 kecuali hari Rabu yang hanya sampai jam 12:00. 
Pre school ini semacam menyiapkan mental si anak sebelum masuk ke dunia sekolah sesungguhnya, sekaligus belajar sambil bermain, mandiri, disiplin dan berlatih untuk berpisah dengan orang tua setiap paginya, karena balita itu terkenal memiliki anxiety of separation atau takut berpisah dengan orang tuanya which is wajar banget. 

Walaupun terkesan ketat, tapi pre school ini bisa dibilang slowly but sure, kalau mau traveling atau liburan di luar hari liburan diperbolehkan, atau jika ingin memasukkan anak hanya 2 - 3 hari seminggu juga ok, dan ada juga yang setiap hari pulan jam 12 siang. Tapi selama 5 bulan si kecil masuk sekolah kayaknya saya sendiri nggak melihat itu sih, rata2 anak2 ya masuk dan pulang sesuai jam sekolah, demikian juga anak saya. Karena intinya itu tadi,  belajar disiplin dan rutin. 

Ngapain aja sih anak di preschool itu? kurikulumnya seperti apa? 
Kalau di Belgia, kurikulum preschool itu lebih ke belajar sambil bermain, dan mengasah motorik halusnya. Jam 10 pagi jam mereka makan snack buah, lalu jam 12 makan siang dan jam 3 sore makan cookies yang semuanya dibawa dari rumah. 
Di antara selang jam-jam itu, mayoritas waktu mereka berada di luar kelas sambil belajar, outdoor is very important. 



Apa gak kekecilan sudah masuk pre school ? 
Anak saya dari usia 5 bulan sudah dimasukkan ke daycare, tujuannya untuk lebih mengenal dunia luar dan pandai bersosialisasi. Daycare dsini bukan hanya penitipan anak tapi hampir sama dengan preschool, hanya bedanya di daycare, anak2 masih bisa bobo siang, sedangkan di preschool tidak ( bisa sih kalau anaknya ngantuk parah, karena memang disediakan tempat tidur, tapi usia 2,5 tahun biasanya sudah menolak untuk napping )

Serunya hari-hari di preschool, belajar tapi tetap fun, setiap hari ada ada aktifitas serunya

belajar seni rupa dan mengasah motorik halusnya

menteri Belgia datang berkunjung di kelas si kecil

jalan menuju ke sekolah saat musim dingin, sunrisenya cantik banget, ini pemandangan sehari-hari

ada ambulance datang ke sekolah, dan anak-anak bisa naik ke dalam mobilnya sambil belajar, kadang mobil pemadam kebakaran, traktor dan transportasi2 lainnya

Awalnya saya mengira sepertinya kemudaan deh kalau anak kok masih kecil begini sudah masuk sekolah, tapi ternyata saya under estimate dengan kekuatan anak itu, walaupun usianya masih belum 3 tahun tapi ternyata ia dan anak-anak seusianya sebenarnya sudah mampu untuk diajarkan banyak hal yang nggak pernah saya pikirkan sebelumnya. Dan khasanah ilmu yang ia terima dari orang tuanya di rumah justru menjadi lebih sangat luas ketika ada pendidik / guru yang lebih expert yang juga membagikan ilmu untuk mereka. 

ada aja hasil karya yang dibawa pulang tiap hari, gemas!


Jadi saya saran saya untuk yang punya balita, coba deh nggak ada salahnya untuk mengikuti sistem pendidikan seperti ini, sukur-sukur ada preschool dekat rumah atau misalnya gym untuk anak yang bisa diikuti kelasnya, semakin energi anak itu tersalurkan justru semakin baik, karena jika tidak disalurkan justru bisa menyerang mental dan keseimbangan prilaku. 

Berapa biaya masuk preschool sih? 
Nah kalau ini saya gak bisa share, seperti tertulis di disclaimer di atas kalau saya tidak tinggal di Indonesia, tapi pendidikan di Belgia itu gratis dari preschool sampa anak usia 18 tahun ( dan untuk perguruan tinggi, biaya kuliah per tahun sekitar 800€ atau sekitar 12 juta setahun ).
Nevertheless, certain costs of schooling can be charged to the parents. (certain books, outside activities, school trips, sports activities, personal equipment) , tapi ini biasanya dianggap diganti pemerintah karena orang tua di Belgia setiap bulannya sejak anak itu lahir telah mendapatkan uang santunan anak.

Saat ini si kecil sudah bisa mengikuti rutin setiap hari untuk sekolah, ketika alarm bunyi, ia tahu tombol mana yang harus dipencet untuk stop dan biasanya langsung terbangun dan tidak menolak untuk bersiap-siap, seperti sarapan, ganti baju, berdoa sebelum berangkat dan cium mama atau papa yang antar sebelum ia masuk kelas.
Beberapa kali jika moodnya gak enak, semua rutinitas bisa ambyar, semua itu wajar dan akan kembali ke rutinitas lagi jika mood sudah membaik. Learning by doing ini memang nyata kalau punya balita kayaknya ya :-) 





Berhiaskan sejuta lampion, juntaian bunga bougenville bergradasi warna merah yang sedang mekar-mekarnya dan bangunan berasitektur perpaduan antara budaya Tiongkok dan kolonial Prancis, Hoi An adalah kota tua di Vietnam yang sigap mencuri hati setiap pelancong yang berkunjung.

Berada di kota kuno penuh sejarah ini, waktu seakan berjalan lambat dan santai, slow living kalau kata orang. Terletak di provinsi Quang Nam, Vietnam bagian tengah, Hoi An dianugerahi Situs Warisan Dunia oleh Unesco dan pernah menyandang sebagai kota terbaik dan teraman di dunia tahun 2019 versi Travel + Leisure, tentunya bukan hal yang berlebihan karena Hoi An memiliki banyak peninggalan sejarah, salah satunya adalah jembatan tertutup Jepang ( Japanese Covered Bridge ) atau Cau Pagoda yang telah berdiri sejak abad ke 16. Jembatan ini sebagai simbol harmonisasi budaya antara Vietnam, Jepang dan Cina.



Hal yang paling dominan lainnya yang juga tidak kalah indahnya adalah adanya jutaan lampion yang terbuat dari kain sutra Vietnam beraneka warna dan model yang dibiarkan bergelantungan di atas pohon, di depan rumah, dan di sepanjang jalan utama, bukan hanya saat menjelang Imlek melainkan setiap hari sepanjang tahun. 

Lampion memiliki makna yang sangat kuat bagi kehidupan orang Hoi An, bukan saja fungsinya yang dapat menerangi, tapi juga sebagai simbol pengharapan, rejeki dan kebahagiaan. Lampion juga dijadikan suvernir utama yang bisa dibeli di gerai-gerai suvenir untuk dibawa pulang ketika kamu traveling ke Hoi An.








Berjalan menyusuri Hoi An akan lebih menyenangkan dengan berjalan kaki atau naik sepeda karena kendaraan roda empat tidak diijinkan berada di kota tua, dan jangan lewatkan untuk menyusuri kota tua Hoi An saat malam hari dan rasakan magisnya ketika semua lampion dinyalakan dan sungai dipenuhi lilin yang diletakkan disana bersamaan dengan harapan dan doa yang dipanjatkan.

Wah bener-bener waktu kayak gak bisa di pause banget ini, per hari ini sudah masuk ke bulan ke 5 di tahun 2022 ini. Coba dicek lagi life plan sudah sampai dimana, apa aja yang sudah di thick off. 
Kalau untuk urusan traveling, aku lagi bikin visa untuk negara baru yang rencananya bakal kita datangi, kebetuan negaranya mengharuskan WNI punya visa kalau ingin berkunjung. To be honest, kelamaan vakum gak traveling ke negara baru, agak bikin males untuk ngurus-ngurus dokumennya, padahal biasanya aku semangat banget untuk urus printilan kayak gini, apalagi negara yang belum pernah aku datengi, makanya kali ini aku dibantu agency yang bakal ngurus semuanya, sama ajalah itungannya harus bayar fee si agency sama datang ke kedutaan langsung.
Sekarang aku tinggal nunggu beberapa hari lagi sampai ada kabar dari kedutaannya, total prosesnya kurang lebih sebulan, lama banget ya!

Sudah bulan Mei, artinya sebulan lagi anakku ulang tahun, ini tahun ketiga dan akhirnya tanpa peraturan pandemik, and just like that....pandemik kayak sudah kelar disini sejak perang Rusia Ukraina, semua berita hanya ada tentang perang dan akibatnya ke kita-kita yang tinggal di benua Eropa, apalagi ada markas besar NATO dan EU di Brussels, jadi kayak berasa sibuk banget negara ini, entah covid beneran sudah hilang atau beritanya ketutup tentang perang. 

Spring means outdoor more 

Spring Bouquet from The Local Market

Absorbing as much as possible the Vitamin D

Hello May 2022

Wisteria Synensis 

Ini memasuki bulan kelima juga sejak anakku masuk sekolah, di Belgia anak sekolah dimulai dari usia 2,5 tahun, tapi si kecil sendiri sudah sibuk di luar rumah sejak 4 bulan, tepatnya di daycare sampai usianya menjelang 2,5 tahun. Jadi ngelihat dia dan hari pertamanya di sekolah dan happy-happy aja pastinya karena seperti sudah biasa ada di lingkungan lain tanpa orang tuanya. Ini impian aku banget sih ngeliat anak yang gak ribet main sama orang lain ( dalam hal ini teman di sekolah dan guru ya) walaupun mama papanya gak ada disitu, in the other word aku ingin lihat dia sosial dan mandiri. 

Sesekali ada kok yang namanya anxiety of separation, tapi itu hanya berlangsung gak sampai 5 menit, biasanya dia langsung adaptasi dengan lingkungannya sampai mama atau papanya jemput lagi. 

Di usia ini dia sudah hapal A - Z dan angka 1 - 13, well actually it was started since he was around 2 years old, untuk guru-guru disini mereka agak heran karena di sekolah baru diajarkan mulai usia 4 tahun, di rumah memang sih aku kasih ajar dia tentang ini, karena menurutku di Indonesia kayaknya ini sesuatu yang normal ya gak sih, dan anaknya juga tertarik dan dia bangga banget kalau misalnya di TV ada prakiraan cuaca berikut dengan angka derajat celsiusnya, dan dia bisa dengan lantang ngikutin!


Minggu ini dia mulai expanding dengan menyebut huruf dan kata apa yang dimulai dengan huruf tersebut, misalnya : " C " is Car , "M" is Mama dll  lalu untuk angka ketika aku memeragakan 8 jari, dia biasanya mulai menghitung dengan dimulai dari tangan yang ada angka 5 nya lalu dilanjutkan ke 3 jari lainnya. Super fun to see his milestones and we are so looking forward to see more and more of him :)

Spring is here and ohhh I m so beyond happy, semua berwarna lagi, sinar matahari dan terang sampai malam! Best season of the year! Kalau ada sinar matahari tuh kayaknya semangat banget mau ngapa-ngapain ya, apakah itu mau bersihin rumah atau rapi-rapi, mungkin karena itu ada sebutan spring cleaning kali ya? :) 
Di sela-sela kesibukkan sehari-hari, aku senang banget karena ada passive income dari kerjaan menulis artikel yang aku bikin untuk salah satu online media di Indonesia, bukan saja karena dapat honor ( yang lama-lama bisa jadi bukit ), tapi karena setiap artikel traveling yang aku tulis itu kayak jadi bikin sumber nostalgia dari setiap perjalanan yang dulu kami lakukan, dan bonusnya berbagi informasi untuk para pembaca, siapa tahu malah ada yang terinspirasi pergi di ke destinasi tersebut karena artikel yang aku tulis. 

Ok friends, segini dulu update blog dari Jalan2Liburan, yang berkenan mau subscribe youtube kita boleh banget, go ahead to this link and show us some love : 

https://www.youtube.com/channel/UC8r7Njd8mwViAU1MFVosN3w


Sampai jumpa di postingan berikutnya!☺











Sudah 2 tahun ini aku dan suami bikin vision board untuk keluarga kita, apa yang kita mau lakukan dalam tahun itu, mau renovasi apa, mau kemana dan ngapain aja. Sejak punya vision board ini kita ngerasa kalau hidup kita jadi kayak lebih termotivasi dan terarah. 

Kalau orang-orang biasanya bikin vision board setiap tahun, nah kita justru bikinnya untuk setiap 5 tahun, karena impiannya juga besar dan otomatis perlu waktu yang gak singkat juga.
Namanya juga vision board berdua, kita bikinnya pun berdua. Berdasarkan bincang-bincang kita mau apa, aku semangat bikin draftnya, dan suami aku yang bikin ilustrasinya alias dia yang gambarin satu-satu. 

Nah tahun ini aku memutuskan untuk juga membuat vision board untuk diri aku sendiri, masih ada korelasinya dengan vision board keluarga. 

Sebenarnya apa sih vision board itu? Kalau dirangkum dengan menggunakan bahasa aku sendiri, vision board adalah papan berisi impian dan rencana hidup yang ingin dilakukan dan bagian dari manifestasi hidup. Apa saja yang tertuang di papan itu, harus telah kita percaya kalau semua point-pointnya telah menjadi kenyataan. Papan impian yang kita letakkan di tempat yang strategis dan setiap saat kita lihat, niscaya akan menjadi motivator dan inspirasi, karena pada saat kita mampu memimpikannya maka kita akan mampu melihat hal tersebut ketika menjadi kenyataan. 

Di vision board pribadi aku, ada point-point penting yang aku tuliskan disana, tentang hubungan aku dengan Tuhan, kehidupan pernikahan, travel plans mau kemana tahun ini dan lagi ingin apa yang harus dibeli tahun ini. Semua lengkap aku bikin videonya di Youtube dan sekalian tahapan pembuatan vision boardnya.  Penasaran ? Langsung lihat aja di vlog ini dan jangan lupa subscribe ya!
 






Dari awal nikah kita sepakat untuk ngerayain hari ulang tahun pernikahan di suatu tempat yang bukan di negara tempat kita tinggal, buat seru-seruan aja daripada ngabisin uang beli kado untuk diberikan ke masing-masing partner, lebih baik kita alokasikan ke keseruan yang lebih everlasting dan memorable, apalagi kalau bukan exploring new places. Honestly budget kado malah jauh lebih murah daripada budget traveling kan, aku bakalan udah punya berapa cincin berlian & Birkin kalau dijadiin kado hi hi hi


Anniversary kita jatuh di bulan Desember, jadinya kita lanjutkan perjalanan kita dari Gran Canaria menuju Malaga pas hari anniversarynya. Sebenarnya ini bukan disengaja sih, kebetulan pesawat pulang kita dari Spanyol memang aku ambil dari Malaga karena banyak direct flight ke Brussels, sedangkan kalau dari Gran Canaria banyak flight yang harus transit dulu beberapa jam, biasanya di Madrid Airport.

Ini dikarenan karena kita paham banget kondisi si kecil yang masih belum bisa harus berlama-lama berada di tengah2 kesibukkan bandara dan harus transit pula, dia lebih bisa handle naik pesawat dalam jangka waktu lama dalam sekali terbang, tapi kalau harus transit wah bisa kecapekkan banget dan ujung2nya bisa malah jadi gak fun.
Apalagi aku pikir kita harus nonstop pake masker juga, kalau pakai transit2 gak kebayang sumpeknya kayak apa.
Dari Gran Canaria sendiri kita ambil direct flight ke Malaga dengan durasi hanya sekitar 2 jam an, ini kondisi yang aman untuk si kecil. 



Ternyata dalam 14 tahun anniversary, kita sudah 2 kali ada di Spanyol di tanggal yang sama, dimana di periode itu Spanyol sedang long weekend karena ada perayaan The Solemnity of the Immaculate Conception. Ini perayaan agama Katolik merayakan momen dimana Bunda Maria mengandung karena roh kudus. Aku sendiri gak tahu perayaan ini ada padahal lumayan dirayakan besar2an, karena di Protestan gak ada perayaan ini.

Aku jadi ingat beberapa tahun lalu saat merayakan anniversary di Valencia, Spanyol dan bertepatan dengan perayaan ini juga, kita berdua khusuk banget berdoa di Katedral Valencia dan requestnya adalah minta anak, kan momentnya sama ya sama Bunda Maria yang juga mengandung saat itu, Puji Tuhan tahun berikutnya kami beneran hamil dan saat kembali ke Spanyol tepat di perayaan ini lagi, kami bisa datang bertiga dengan si kecil. Our anniversaries wont be the same again, happier for sure :-) 



Malaga saat pandemik dan winter membuat aku harus cerdas memilih penginapan, seperti biasa aku nginap di AirBnB dan memilih lokasi airbnb yang agak jauh dari centrum Malaga tapi lebih dekat ke area pantai dan bandara. Gak jauh-jauh banget juga sih ke centrumnya, hanya naik kereta aja sekitar 30 menit, which is a good bargain in terms of safety karena masih pandemik kan ya, dan centrum pasti bakalan rame banget. 

Selama di Malaga kita malah senang main di area pantai yang walaupun dingin tapi banyak sinar mataharinya, jadi bukan dingin yang freezing, masih bisa having fun lah intinya. Memang kayak kota mati sih ya, banyak hotel depan pantai yang rata-rata tutup, karena memang hibernasi saat winter, buat kami ini malah jadi keuntungan karena gak perlu ada di keramaian dan kita juga sudah puas main di pantai saat di Gran Canaria. 

Kami mengunjungi centrum Malaga hanya satu kali kesempatan, dan benar aja dugaan kita kalau ramenya minta ampun, karena ya itu tadi, Spanyol lagi long weekend dan semua turis dan orang lokal mau masuk ke dalam gereja untuk misa, lalu biasanya mereka menghabiskan waktu di tengah kota dengan lunch atau dinner bersama keluarga. 

Our anniversary trip 2021 was really fun, full of joy and gratitude! 

Btw, kamu sudah subscribe Youtube kami? Please do if you like supaya gak ketinggalan update dari kita!
❤ https://www.youtube.com/jalanjalanliburan ❤

















All photos are taken by our photographer in Gran Canaria, if you are looking for a great photographer for a family photoshoot, I recommended Nesa Foto Art.
She is a passionate photographer, good with toddlers and kids. And she will deliver all the photos good on time, so you can bring home your unforgettable memories with you back home too.


Here is her details :  
http://nessafotoart.com/
https://www.instagram.com/nessafotoart/?hl=en


Sudah lama pengen foto keluarga yang difotoin sama fotografer beneran, sayangnya either waktu yang gak cocok, cuaca yang kacrut sampai kadang rate fotografer yang aku taksir itu kok ya kebangetan banget mahalnya padahal juga lokasi fotonya gak spekta2 banget. 

Nah pas kebetulan akhirnya kita jalan-jalan agak jauhan sampai ke Gran Canaria di akhir tahun kemarin, langsung dong aku kepikiran mau ah foto sama fotografer, kebetulan di Gran Canaria itu banyak banget spot lokasi foto yang keren, ada nih ya kota dimana-mana penuh sama bugenvile, sumpah cantik banget kotanya, terus banyak pantai yang juga ok, sampai ada kampung nelayan yang fotogenik banget.
Akhirnya setelah dipikir-pikir aku milih gurun pasir aja sebagai lokasi pemotretan ( eaaaaa.. ) kita saat itu. Kebetulan ini gurun pasir pertama untuk si kecil, jadi pastinya memorable untuk suatu saat kita lihat lagi foto-fotonya. 

Hanya sebentar saja aku browsing untuk cari fotografer di Gran Canaria yang surprisingly harganya di bawah rate di Belgia, langsung aku confirm aja bookingannya. Si fotografer yang juga punya anak kecil ini memang sudah sering kali fotoin keluarga dengan toddler di gurun pasir Gran Canaria yang bernama Maspalomas. 

Related Post : Trip Akhir Tahun ke Gran Canaria 


Si fotografer menyarankan untuk pemotretan dilakukan pagi hari saat matahari terbit, sepertinya dia ngejar golden hour dan udah kebayang kan warna keemasan di pasir pasti bikin efek yang kece banget. Aku sih yes banget, karena biasanya anakku justru lebih aktif saat masih pagi. 

Karena apartemen kami searah dengan rumah si fotografer, dia berniat untuk menjemput jadi gak cari-carian on the spot, apalagi kita ngejar waktu harus on time demi sunrise. 





Ternyata pagi itu anakku moodnya lagi gak ok, mungkin karena dia harus bangun lebih pagi dari biasanya, apalagi hari sebelumnya dia main di pantai seharian, pasti capek banget, but unfortunately the show must go on, my boy! Untungnya karena si fotografer jg seorang ibu, jadi dia malah pinter nyari moment, menurutnya foto anak kecil itu gak harus tersenyum atau keliatan happy, all feelings are valid dan aku setuju banget. 

Ah happy banget karena beberapa hari kemudian, foto-fotonya sudah jadi dan malah sudah diprint juga untuk kita bisa bawa pulang, honestly that was the most memorable souvenirs to bring home with, one day we re going to cherish those pictures over and over again!


 



Akhirnya kita traveling lagi dengan..............pesawat! Omg kayak telur pecah gak sih, setelah terakhir naik pesawat itu dari Bali ke Paris pas puncak2nya covid di bulan Maret 2019, itu pun naik pesawat evakuasi pemerintah Prancis yang mengijikan kita bisa ikutan pulang ke Eropa karena tertolong bawa anak bayi. 
Setelah itu kita memang tetap sesekali traveling dengan mobil ke negara terdekat saja, tentunya dengan update selalu dengan peraturan yang berlaku di masing-masing negara, karena walaupun ke negara tetangga yang cuman 50 kilometer jaraknya aja bisa udah gak sama peraturannya. 

Well, kami memilih menghabiskan 2 minggu dengan mencari hangatnya sinar matahari tapi maunya tetap di area Uni Eropa supaya gak ribet harus PCR tes apalagi ada balita kan, aku masih belum tega hanya karena orang tuanya mau traveling for pleasure tapi anaknya harus melewati tes PCR, it will probably make him trauma dan aku gak mau ambil resiko itu, karena traveling buat kita harus fun dan ga perlu ada yang sampai harus menjerit-jerit nangis. 

Pilihan jatuh ke kepulauan yang paling ngetop seantero Eropa karena menjadi pulau terpanas dengan curah matahari banyak walaupun di musim dingin, yes we went to Gran Canaria and it was such a great decision ever. Jarak tempuh dengan pesawat yang hanya kurang lebih 3,5 jam saja dan dengan peraturan yang masih bisa penuhi. Kami hanya perlu menunjukkan covid certificate dan form passenger locator forms, just thats it ! 




Kami tinggal di apartemen yang baru direnovasi di area La Playa de Arguineguín, tepat di depan pantai dan merupakan salah satu kampung nelayan yang masih ditinggali oleh orang lokal, pas kita baca deskripsinya kita langsung ngebayangin ambiancenya yang pasti seru, ramai penuh kehangatan dan untuk groceries kebutuhan sehari-hari pasti gak ribet krn banyak supermarket, restoran sampai apotik, maklum nih kalau tentengannya balita daripada bawa pampers banyak2 atau susu kan mendingan beli di tempat aja ya, apalagi kl masih satu EU yang biasanya produknya sama saja. 



Tiap pagi kamu terbangun karena sinar matahari terbit dari balik gordijn yang memang dibiarkan sedikit terbuka, anggap saja alarm alami supaya kita bisa langsung terbangun bersamaan dengan naiknya matahari. Biasanya setelah itu kami malas-malasin di tempat tidur, main sama bocah, quick breakfast dan langsung bersiap-siap menuju ke pantai. 
Kebetulan ada spot pantai yang kami temukan dimana karena posisinya yang sedemikian rupa sehingga tidak ada ombak, spot ini jadi favorit banyak pasangan yang punya anak kecil, jadi mereka bebas main di pinggir pantai tanpa ada ombak tinggi. 
Suprisingly Keiko happy banget pas jalan di pasir, awalnya aku ragu dia bisa langsung mau adaptasi dan main di pasir apalagi main di air yang lumayan dingin, eh ternyata aku salah total, memang dasar anak berdarah setengah tropis sih, setelah aku buka sepatunya, dia langsung happy banget , ga jijikan sama pasir, air dingin dan malah gak mau diangkat dari laut sama sekali. Beberapa kali aku lihat anak yang lebih besar darinya bahkan gak mau lepas sepatu. 









Rata-rata turis di Gran Canaria adalah sun seekers, bisa dibilang 90 persen dari mereka adalah dari Nordic di utara sana, konon mereka banyak mengincar Gran Canaria bukan saja untuk liburan tapi juga memiliki rumah kedua, sampai disebut kalau Gran Canaria itu Oslo dari Selatan. 

Sebelum Natal kami kembali ke rumah, menikmati musim dingin bersama dengan pikiran dan raga yang telah direcharge oleh vitamin D yang berkelimpahan. Minggu pertama Januari 2022 Keiko mulai masuk ke taman bermain setelah ia menyelesaikan masa-masa di daycare sejak 5 bulan sampai sekarang, semua ia selesaikan dengan baik and we are so proud to him and cannot wait to bring him to school tomorrow! 








Selamat Tahun Baru 2022 untuk teman yang pas kebetulan lewat di blog aku ini ya, semoga yang terbaik boleh terjadi di tahun ini dan semua mimpi boleh menjadi kenyataan, amin ☺

Menjelang bulan terakhir di tahun 2021 yang lalu aku sempat scrolling tiktok yang jarang banget aku buka appsnya, lalu gak sengaja FYP menibakan aku di satu akun yang sedang membahas tentang pengalamannya mengikuti tantangan menabung 100 amplop, wah kok seru banget ya untuk aku ikuti tantangan ini, dan supaya lebih seru lagi aku ajak Noni untuk gabung dalam tantangan ini. Pembicaraan dengan Noni membuat kami beride untuk membuat Youtube bareng yang menceritakan secara gamblang tentang tantangan menabung yang akan kami lakukan tersebut.

Dari scrolling2 killing time itu akhirnya tayanglah video perdana kami di akun youtube Nabung Yuk, contentnya kelak akan beragam, masih berhubungan dengan tantangan menabung dan manifestasi.

Sebagai video pembuka ini aku akan bercerita dan berbagi tips membuat vision board untuk tahun 2022, dan selanjutnya 2 minggu berikutnya Noni akan ambil alih Youtube dan menampilkan vision board sederhana yang dia buat juga. 


It will be great jika teman-teman berkenan untuk subscribe, siapa tahu bisa menginspirasi atau sekedar berbagi cerita ☺

Salam!



Summer tahun ini sepertinya tidak akan dirindukan karena walaupun agak sedikit relax tapi pandemic masih menghantui dan bahkan di Indonesia seperti diterjang kematian, tiap hari ada berita dukacita, sedangkan disini cuaca kacrut gak karuan, ya hujan ya berawan gelap, boro-boro ada heatwave, wong pohon tomatku pada susah payah untuk tumbuh, si kangkung malah sama sekali ga mau muncul, padahal biasanya bisa panen sampai lebih dari 3 kali dalam satu musim panas.

Dari yang awalnya berencana mau pasang AC jadi berubah pikiran karena kok ya yang nyala malah pemanas udara.
Walaupun demikian satu musim berlalu, begitu juga usia kita, kalau kata orang sih embrace it, lagi musim ya sedikit-sedikit kosakata 'embrace' ini muncul di permukaan. Kita seperti dituntut untuk nerimo berbagai hal, bukan hanya nerimo tapi bersukacita di dalamnya. Easier said than done! 

Tadi baru selesai nulis di buku jurnal, sebisa mungkin pikirkan apa yang membuat kita bersukacita, karena sebenarnya di balik kesusahan masih banyak sekali juga daftar kebahagiaannya, meskipun hanya kecil sekali tapi tetap ada. Sejak dari awal tahun kuterbiasa untuk menulis lagi di buku dengan pena, sesekali dipermanis dengan washi tape walaupun gak terlalu artsy, gak papa karena bukan itu tujuannya. Banyak alasan untuk aku kembali lagi menulis lembar demi lembar di kertas dan bukan mengetik di gadget, semua kejadian hari per hari yang mungkin gak akan aku ingat lagi di kemudian waktu, banyak cerita lucu, ngenes, nyebelin, kebahagiaan yang setimpal untuk dikenang.

Musim panas tahun ini mungkin boleh berlalu tapi  kenangan akan ada untuk selalu dikenang. Sekarang kami sedang menikmati musim berikutnya, musim yang banyak difavoriti banyak turis karena cantik untuk foto content. Tapi untuk yang tinggal di negara 4 musim, menghadapi musim gugur artinya siap-siap berpakaian lebih tebal lagi, bayar tagihan gas lebih tinggi lagi, dan harus berlari-lari supaya tidak kehujanan. Autumn mungkin indah dan romantis, asal gak pake becek aja! 

Alam meninggalkan kenangan manis dengan menghadirkan banyak sinar matahari dan kehangatannya di bulan September dan awal Oktober ini, demikian juga dengan update dari covid yang mulai mereda, kita kembali bisa berkumpul bersama-sama dan mengadakan home party, bisa ke supermarket tanpa sesak masker. Dan di rumah kitapun kehadiran keluarga lagi, happy banget setelah sekian lama gak bisa nerima tamu, sekarang bisa ngumpul sama-sama lagi. 
My kid's godfather was coming from LA dan aku undang keluarga dari Belanda untuk easy brunch at home, boys only sekalian anakku ketemu lagi dengan keluarganya dan bermain bersama. 

So that is it for our update, bisa nonton di vlog kita cerita-ceritanya ( please do subscribe if you havent ) and thanks for reading! Hope life treats you kind!