Hallo teman blogger yang mungkin kelewatan informasi kalau saya dan +nyonya sepatu sedang mengadakan Giveaway dengan hadiah menginap 2 malam gratis di Alila Hotel Jakarta dan juga uang tunai. Lihat di link ini ya : http://www.jalan2liburan.com/2017/02/giveaway-voucher-menginap-gratis-di-Alila-Hotel-jakarta-dan-uang-tunai.html
Masih ditunggu sampai akhir bulan Februari 2017!

Rasanya hampir semua lidah orang Belgia suka akan rasa manis, beragam penganan diciptakan menggunakan resep ratusan tahun dengan bahan dasar yang memiliki kualitas tinggi. Berikut 5 pilihan tipikal jajanan manis khas Belgia yang pastinya akan menggugah selera :

 

1. COKELAT

Jika ada pertanyaan apa yang terlintas di pikiran ketika mendengar nama negara Belgia, bisa dipastikan banyak yang akan menjawab cokelat. Seperti hal nya minuman beer, cokelat Belgia memang sulit terbandingi. Walaupun bukan negara penghasil tanaman cokelat, namun karena proses pembuatannya yang didukung oleh teknologi tinggi membuat cokelat yang dihasilkan memiliki kualitas terbaik.
Sampai saat ini buah cokelat mesti diimport dari beberapa negara penghasil cokelat di  benua Afrika bahkan Indonesia. 



Jenis cokelat yang menjadi favorit di Belgia adalah Praline, pertama kali diperkenalkan sejak tahun 1912 oleh Jean Neuhaus II, anak dari Jean Neuhaus salah satu pengusaha cokelat dengan merek Neuhaus yang memulai bisnisnya sejak 1857 di Belgia.  Cokelat praline adalah olahan cokelat yang diberi filling atau isian berbagai rasa, sejak diperkenalkan Pralines menjadi pilihan utama keluarga bangsawan dalam memberikan hadiah kepada orang-orang yang mereka anggap penting bagi hidup mereka, Praline pun sampai saat ini termasuk dalam jenis cokelat premium dan eksklusif karena harganya yang tidak murah.

2. WAFFLE

Banyak negara seperti Belanda, Skandinavia dan Jerman yang mengadopsi budaya makan waffle, bahan adonan pembuatan pada dasarnya adalah sama, hanya yang membedakan adalah penyajiannya. Di Belgia sendiri tiap propinsi memiliki jenis waffle nya masing-masing, diantara yang paling terkenal adalah Brussels Waffle dan Liège waffle.
Keduanya berbeda pada bentuk cetakkannya, Brussels waffle memiliki bentuk persegi panjang dan terasa renyah, sedangkan versi Liège berbentuk sedikit lebih lonjong. Alat panggang waffle bermotif kotak-kotak menggunakan dua pelat logam yang dihubungkan dengan engsel.




Tradisi makan waffle dalam keluarga Belgia sampai turun temurun masih dilakukan, biasanya tiap keluarga memiliki ritualnya masing-masing, berkumpul bersama pada waktu yang telah disepakati sambil memanggang waffle dan menikmatinya.
Pada penyajiannya orang Belgia biasanya memakan waffle tanpa topping, kelezatan waffle telah terasa pada cita rasa dan tekstur adonannya yang terasa renyah di luar namun lembut di dalam, namun karena alasan atraksi wisatawan, banyak juga penjual waffle  yang menawarkan waffle dengan ragam topping, mulai dari roam, buah-buahan atau saus cokelat.


3. SPECULOOS [speky’lo:s]

Speculoos bisa dibilang kue kering paling populer di Belgia. Jika Anda memesan minuman panas seperti teh panas atau secangkir kopi di kedai, kemungkinan Anda akan mendapatkan speculoos di samping cangkirnya.
Pada awal mula tradisi Belgia, speculoos diberikan dan dimakan oleh anak-anak ketika St Nicholas membawa hadiah pada setiap tanggal 6 Desember, tradisi tinggal tradisi karena saat ini speculoos dapat dinikmati kapan saja dan dimana saja. 

Pada setiap gigitan speculoos yang renyah Anda akan merasakan rasa rempah karena memang adonan speculoos menghadirkan kayumanis, cengkeh, pala, jahe, lada dan kapulaga. 
Nama speculoos sendiri hadir dari bahasa Latin “spekulum” yang berarti cermin, hal ini menjelaskan bagaimana kue kering ini dibuat. Speculoos dibuat di atas cetakkan dari pahatan kayu dengan motif gambar seperti gambar burung dara atau rumah tradisional Belgia, sampai mengikuti hari besar yang terjadi di Belgia seperti gambar sepeda ketika turnamen sepeda Tour de Flanders diselenggarakan.


4. KOFFIEKOEKEN

Secara harafiah berarti kue teman minum kopi, Koffiekoeken dapat dibeli di seantero toko roti di Belgia, mulai dari toko roti langganan dekat rumah sampai toko roti yang ada di stasiun kereta. Rasanya tidak lengkap menikmati secangkir kopi atau minuman hangat lainnya tanpa ditemani ragam koffiekoeken.
Koffiekoeken yang paling banyak terlihat pada display di toko roti adalah Boterkoek ( butter cookies ), Appelflap ( apple turnover ), Boule de Berlin ( Berliner doughnut ), Chocoladebroodje ( chocolate bread ) dan masih banyak lagi.





Jika berada di toko roti khas Belgia, bukan saja Koffiekoeken yang dapat Anda pilih dan nikmati karena pilihan ragam tart ( lemon meringue taart, apricot tart, eclair, profiteroles, dan lain-lain ) juga adalah sebagai ritual teman minum kopi.
Tampilan tart yang dibuat dengan sangat cantik dan menggemaskan, Anda pasti akan kesulitan memulai potongan pertamanya. 

5. CUBERDONS

Permen kenyal berbentuk kerucut yang hadir dalam tampilan warna warni tidak bisa dipisahkan dari deretan daftar jajanan manis khas Belgia. Disebut juga dengan sebutan permen hidung karena sepintas memang seperti hidung, Cuberdons  yang berasal dari kata cul de bourdon dikreasikan sejak 150 tahun yang lalu.



Di dalam permen Cuberdons yang asli berwarna ungu terdapat sirup manis dengan rasa rasperry, kemudian dikreasikan dalam berbagai warna dan rasa, misalnya warna kuning dengan sirup rasa jeruk.
Sampai sekarang resep dan pembuatan 'permen hidung' ini masih dirahasiakan dan hanya beberapa ahli yang tahu yang memproduksinya.


Bagaimana? Kira-kira kamu bakalan suka sama penganan manis khas Belgia yang mana nih? :-)

Note : 
Tulisan ini telah ditayangkan sebelumnya di portal milik Wego ( link )
Traveling Secara Spontan Atau Terencana ?

Suka baca cerita atau alur film tentang seorang yang putus cinta dan langsung bergegas traveling tanpa tujuan karena sedang sakit hati? Melamun di bus dengan tujuan yang dia sendiri tidak tahu berakhir di terminal kota apa. Atau cerita lainnya mengenai orang yang memutuskan untuk berhenti kerja dalam jeda waktu yang lama dan memutuskan untuk pack his/her luggage and leave. Duh keknya semacam gampang banget ya traveling spontan seperti itu, gak perlu pakai rencana dan itinerary, tinggal bawa badan dan tas, lalu selanjutnya 'lihat saja nanti'.
Oh well, seandainya memang bisa semudah itu karena pada setiap aksi pasti ada konsekuensinya. 


Sewaktu almarhum mertua saya divonis penyakit kanker oleh dokter, beliaupun melakukan hal yang sama. Pulang dari rumah sakit, langsung ke bank dan mengambil uang tunai sebanyak mungkin dan menyetir tanpa tujuan, selama beberapa hari tidak bisa dihubungi. Jiwanya memang petualang dan mungkin dengan pelarian seperti ini bisa membuat jiwa nya sedikit tenang, tapi bagaimana dengan istri dan anak-anaknya yang resah mencari dan menunggu walaupun mereka tahu beliau tidak akan kekurangan dana selama pelarian itu sehingga bisa dipastikan bisa tetap tidur di hotel dan makan yang cukup.

Selama traveling berdua sepertinya bisa dihitung berapa kali kami bepergian secara spontan, spontan disini dalam hitungan satu hari sejak dibicarakan ya, kalau sudah seminggu sebelumnya menurut saya sih sudah gak spontan lagi. Mengapa traveling secara spontan ini belum menjadi pilihan utama kami, karena masih ada kewajiban untuk bekerja di kantor dan tentunya traveling dengan skema seperti ini bisa dipastikan justru memerlukan dana yang tidak sedikit because for an unplanned trip, you have no idea where the road will bring you and how much it will cost. 


Memilih perjalanan dengan rencana yang telah terkonsep sebelumnya tidak membuat pejalan tersebut terlihat kurang keren kok, justru ini salah satu bentuk tanggung jawab untuk diri sendiri dan tidak cuek dengan keadaan, masa mau dipecat boss hanya karena mau traveling spontan, lalu pulang mau kerja apa. Atau masa mau luntang lantung di jalan di negara orang karena kehabisan uang, bisa-bisa malah dideportasi dan black list. Ini contoh sederhana mengenai apa yang sebut tanggung jawab untuk diri sendiri.

{ Plan The Unplanned Trip }

Katanya bepergian secara spontan dan tanpa rencana memberikan sebagian ruangan untuk berpetualang untuk mendapatkan pengalaman yang tidak ternilai. An unplanned trip gives a thrill, but I believe all of the trips that you ve never had before always give a same feeling. A thrill.
Tidak perlu merapikan koper sekarang dan berangkat tanpa tujuan untuk merasakan getaran ini, karena pejalanan yang telah kalian siapkan jauh-jauh hari sebelumnya pun akan memberikan sensasi yang sama jika kalian mengijinkannya. 

 

Jadi, apakah traveling spontan lebih baik daripada traveling yang berencana atau sebaliknya? It s like an apple to an orange, it s not the same but we do know that those two different fruits are good for our health, so why dont we mixed them all together.
Bepergianlah ketika low season ke destinasi yang telah direncanakan sebelumnya, it s ok, it fine, dengan siasat seperti ini kita tetap bisa bertanggung jawab untuk diri sendiri dan di waktu yang bersamaan juga bisa merasakan sensasi bepergian tanpa rencana, saat low season kamar hotel banyak yang kosong sehingga tidak usah kuatir akan kemungkinan tidur di jalan, juga di saat yang bersamaan tidak perlu pusing mengatur agenda akan kemana pada hari pertama, kedua dan selanjutnya, biarkan daftar itinerary itu kosong, melainkan isilah buku travel diary mu dengan kejadian yang ditemui di hari itu.
Makan Siang Halal di Pasar Ikan Sydney

Sedang berada di Sydney dan bingung ingin makan siang dimana? Kenapa tidak mengunjungi Sydney Fish Market yang tercatat sebagai pasar ikan nomor tiga terbesar di dunia setelah Tsukiji fish market di Tokyo dan La Nueva Viga Market di Mexico City.  Makan siang di pasar ikan ini juga bisa menjadi pilihan untuk teman-teman muslim yang mencari makanan halal.


Di pasar ikan Sydney, selain ada aktifitas pelelangan ikan setiap paginya, ada juga aula yang menjual ikan dan hasil laut segar lainnya seperti kepiting, tiram, cumi-cumi, dan udang.
Para pengunjung juga dapat menikmati hasil olahannya, banyak restoran siap saji yang menyediakan menu seafood segar, mulai dari fish and chips ( ikan goreng dan kentang goreng ), calamari, kepiting, olahan oyster dan lainnya.






Di dalam pasar ikan disediakan kursi dan meja panjang untuk kenyamanan pengunjung menikmati makan siang seafood yang dibeli, jika udara bersahabat bisa juga duduk di luar di pinggir tepi laut yang berudara segar, disana juga disediakan meja dan kursi yang tertata rapi. Sambil menikmati hidangan hasil laut yang segar, pasukan burung camar dan pelican beraksi berebutan ikan yang dilemapar nelayan ke arah mereka. 


Giveaway : Voucher Menginap Gratis di Alila Hotel Jakarta dan Uang Tunai


Hallo semua, 
Sepertinya sudah lama sekali saya tidak pernah bagi-bagi giveaway ya di blog ini, ok deh kalau gitu kali ini saya berkolaborasi dengan blog Nyonya Sepatu bakal bagi-bagi giveaway berupa hadiah seperti di bawah ini :

Hadiah Pertama
Satu voucher menginap 2 Malam di Alila Jakarta Hotel* included breakfast untuk satu orang pemenang. ( Worth for more than Rp.2.000.000,- )


Hadiah Kedua
Uang tunai sebesar Rp.250.000,- untuk satu orang pemenang.


Hadiah Ketiga
Kartu pos dari destinasi liburan Nyonya Sepatu & Jalan2Liburan selanjutnya untuk 2 orang yang terpilih.


Giveaway : Voucher Menginap Gratis di Alila Hotel Jakarta dan Uang Tunai


Cara ikutannya gimana? Gampang kok, begini caranya :

1. Posting di blog kalian artikel mengenai destinasi impian dan mengapa ingin sekali kesana.
Kalau belum ada inspirasi ingin kemana, bisa tengok blog kami berdua dan cantumkan link nya.

Di akhir artikel tersebut, cantumkan footnote berikut :
" Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatu dan Jalan2liburan "


2. Tinggalkan komen berisi link tulisan / url di blog mu di kolom komen di bawah ini atau di postingannya milik Nyonya Sepatu juga boleh, terserah aja pilih kolom komen yang gampang menurut platform blog kamu.

3. Share tulisan kalian di sosial media yang kalian miliki dengan mention/tagged ke akun @nyonyasepatu dan @jalan2liburan

Sebelumnya jangan lupa untuk follow akun sosial media kita juga :


Nyonya Sepatu : Instagram Twitter Youtube
Jalan2Liburan   : Instagram ⎟ Twitter  Youtube


* * *
 
- Periode giveaway mulai tanggal 10 Februari 2017 sampai tanggal 28 Februari 2017

- Keputusan pemilihan pemenang adalah mutlak dan jika pemenang tidak merespon selama 2 hari, maka akan segera di pilih pemenang baru ya.



* Terms & Condition Voucher Alila Jakarta Hotel :
- Single or Double Occupancy
- Reservation should be made in advance, and are subject to room availability
- Enjoyment of other service not stated in the voucher will be charged to your personal account
- Validity : until 1 April 2017
- Not valid during high/peak season/public holiday
'Please wake me up when February ends' kalau kata orang yang lagi single di bulan ini, Februari selalu deh ya bikin kalang kabut baik itu untuk mereka yang masih sendiri atau sudah berpasangan, mulai cari kado valentine untuk pasangan, cari restoran yang masih available untuk tanggal 14 malam sampai pembicaraan apakah Valentine boleh dirayakan atau tidak. Ah mumet, padahal sih mestinya santai saja ya, jangan dijadikan beban tapi untuk mengingat untuk lebih menyayangi pasangan ya gak ada salahnya juga kok.

Related Posts :

10 Idea Untuk Merayakan Valentine by +Noni khairani 

5 Walks for the Romantic Souls by +Aggy F

Untuk postingan kali ini saya mau kasih 8 ide sederhana mengingat dan merayakan hari kasih sayang bersama pasangan ( saya doakan segera bertemu jodoh bagi yang masih single & available )

1. Berlibur Bersama di Hari Valentine
Yang namanya berlibur ya gak perlu juga ke Paris sih, yang penting minta persetujuan cuti aja dulu sama kantor jauh-jauh hari. Bangun tidur sampai siang saat Valentine berdua pasangan pastinya enak banget ya, bisa breakfast on bed atau brunch di kedai kopi favorit saat orang lain harus ngantor.

Valentine Day at Taj Mahal - February 14th 2012
2. Make A Romantic Dinner at Home
Seperti saya tulis di atas, mencari restoran yang masih available di tanggal 14 Februari tuh bisa challenging banget deh, so why not prepare your own Valentine dinner at home. Menu makan malam nya bisa dengan mencoba resep makanan hasil kuliner saat kalian berdua traveling, ingat-ingat lagi deh kuliner dimana yang berhasil bikin kalian bahagia banget, kenapa gak diulang lagi kenangannya dengan membuat menu tersebut berdua.


3. Spend A Day At...
Kapan terakhir kali kalian berdua menghabiskan waktu mengunjungi museum? Menonton konser? Melihat pertandingan olahraga? Atau apapun yang berhubungan dengan hobi berdua.

4. Have A Talk About The Future Travel Plan
Ini sih favorit saya banget, biasanya kita membicarakan rencana traveling itu menjelang akhir tahun ( membicarakannya saat Valentine is also ok kok ) , mulai membuat timeline nya supaya bisa mengajukan cuti, destinasi yang menjadi impian masing-masing-masing kita, sampai ngebahas mengenai rencana menabungnya demi destinasi impian.

6. Buy His/Her Favorite Perfume
Scent is forever karena harum wangi parfum bisa membawa kita ke kenangan dan nostalgia. Coba deh cek di lemari pasangan, koleksi parfum apa yang dia miliki dan sudah habis namun botolnya masih disimpan, kenapa gak kamu belikan dan hadiahi parfum dengan merek yang sama? Letakkan hadiah parfum tersebut di tempat yang dia gak bakal nyangka, seperti di jok mobil, tumpukkan underwear nya, tas kerja, pokoknya tempat yang selalu ia lihat setiap hari.

7. Make Your Partner A Bag lunch 
Sesekali boleh lah ya siapin box lunch untuk pasangan, yang sederhana saja seperti sandwich, potongan buah, atau smoothies. Buatlah menarik dengan meletakkan pesan di atas serbet dengan kata-kata cinta yang penuh perhatian, ditanggung ia akan senyum-senyum sendiri saat melihatnya. 

Perhatian dan kash sayang memang seharusnya dilakukan setiap hari dan bukan hanya saat tanggal 14 Februari, demikian juga bukan hanya ditujukan untuk pasangan, namun sesama manusia, hewan dan tumbuhan.
Happy Valentines Day!
Traveling ke Tehran Iran, Jangan Lewatkan Mengunjungi Area Ini
 
 
Itinerary jalan-jalan saya ke Iran memang mungkin agak berbeda dengan wisatawan lain, bukannya menjelajahi Tehran di hari-hari awal ketibaan melainkan langsung melanjutkan penerbangan domestik ke Shiraz di bagian Selatan Iran lalu kemudian menyusuri naik lagi ke Utara menuju Tehran 2 minggu kemudian. 
 
 
Selama di Tehran ada satu lokasi yang harus sekali saya datangi yaitu bangunan bekas Kedutaan Amerika di Tehran, ini semua gara-gara film yang sempat kami tonton di tahun 2012, yup apalagi kalau bukan film fenomenal Argo yang dibintangi Ben Affleck itu. Untuk yang belum pernah nonton filmnya, Argo ini berkisah mengenai kejadian nyata tentang penyerangan kedutaan Amerika di Tehran oleh para mahasiswa Iran karena dicurigai sebagai sarang mata-mata. 
Mulai dari menit pertama film ini ditayangkan sampai selesai, film ini sukses membuat tegang, mungkin karena based on true story itu kali ya. 
 
Film Argo ini bukan hanya saja menuai banyak piala Oscar tapi juga kritik karena banyak yang menilai kalau banyak kejanggalan disana sini. Apalagi di Iran, sudah pasti film ini tidak bakal ditayangkan ya. 
Sebenarnya film ini tidak terlalu banyak membahas mengenai politik internal Iran, melainkan usaha CIA untuk melepaskan 50 orang tawanan para staff Kedutaan Amerika yang saat itu disandera dan 7 orang lainnya yang sempat kabur dan bersembunyi di rumah duta besar Kanada. 
 
Sebelum keberangkatan saya ke Iran, ada beberapa travel blog yang saya baca mengenai Kedutaan Amerika di Tehran ini, sebenanya bangunan ini ditutup untuk umum karena dipakai sebagai kantor pemerintahan Iran, tapi jika jago bernego maka ada kemungkinan Anda diijinkan untuk masuk, walaupun akan dikawal selama di dalam, bahkan ada yang berpura-pura sebagai turis juga walaupun kenyataannya bukan demikian. 
 
 
Saya tiba disana dengan menggunakan metro, menurut peta sih letak bekas kedutaan Amerika ini tepat di depan stasiun Taleghani, dengan berbekal info tersebut dan tanya sana sini, malah sempat ada yang berbaik hati mengantar sampai di stasiun metro nya, akhirnya kami tiba juga di stasiun ini. 
Naik dengan tangga menuju pintu keluar metro dan disana satu graffiti di dinding yang saya lihat pertama kali adalah 'Down with USA', oh no langsung jantung rasanya berdegup lebih kencang sambil bertanya ke diri sendiri, aman nggak ya kami kesini, bukan untuk saya sih karena obviously kalau saya orang Asia, tapi bagaimana dengan suami bule saya. Tahu kan ya, bule itu identik dengan Amerika.
 
Ex American Embassy in Tehran Iran - In Front of Teleghani Metro Station

Ex American Embassy in Tehran Iran

Ex American Embassy in Tehran Iran

Ex American Embassy in Tehran Iran

Ex American Embassy in Tehran Iran
 

Perlahan kami berjalan menyusuri bagian luar bangunan ini, sepanjang dinding dan pagarnya banyak graffiti mengenai anti Amerika, mulai dari tengkorak patung Liberty, bendera Amerika yang terkoyak, gambar senjata dengan warna bendera Amerika, dan masih banyak lagi graffiti lainnya yang nggak kalah mencekam.
Sambil berjalan pelan di depan bangunan ini kami sembari cek-cek ombak juga kira-kira aman apa gak, apa boleh foto disini, apa ada penjaga yang bertugas. 
Area bangunan bekas kedutaan ini kebetulan lokasinya seperti memutar, ada gang perumahan di sebelahnya dimana kami bisa memutari bangunan ini tanpa terlihat mencurigakan. Di saat yang bersamaan orang lokal hilir mudik seperti biasa saja melakukan aktifitas mereka sehari-hari, sesekali mereka memberikan senyuman tipikal orang Iran yang ramah. Graffiti tengkorak dan rasa benci rasanya bertolak belakang dengan praktek nya, justru jika Anda adalah turis Amerika maka orang lokal lebih-lebih menggangap Anda sebagai guest star di negaranya. 
 
Ex American Embassy in Tehran Iran - In Front of Teleghani Metro Station
 
No Photo - Hoax :)
 

Kami berjalan memutar ke belakang bangunan bekas kedutaan ini sambil mengingat-ingat kembali tayangan klip di berita yang kami tonton di Youtube saat kejadian pengambil alihan ini terjadi. Dinding tinggi bangunan ini dinaikki para demonstran, berlari masuk ke dalam kedutaan, sementara para pekerja kedutaan Amerika saat itu menghancurkan semua dokumen yang mereka punya. 
 
 
 
Merinding sekali berada disini karena bisa dibilang sejak saat itulah kondisi politik kedua negara memanas, Amerika memberikan sangsi embargo yang baru ditarik kembali saat pemerintahan Obama, sayangnya seperti kita tahu sehari sesudah pelantikkan Trump sebagai presiden, kondisi kedua negara kembali tidak baik. Trump melarang warga negara Iran untuk mendapatkan visa Amerika. Dan Iran sebagai bangsa yang memiliki prinsip nasionalisnya yang tinggi melakukan hal yang sama kepada turis Amerika, mereka dilarang masuk ke Iran. Sungguh menyedihkan karena Iran is such a beautiful nation and history, my heart goes to American travelers who is willing to go there. 

Setelah memutari bangunan ini dengan berjalan santai, kami tiba lagi di depan pintu gerbang nya yang tinggi dan berkawat, tidak ada petugas disana yang bisa ditanya apakah kami bisa masuk ke dalam. Kondisi sekitar sepertinya baik-baik saja untuk kami mengabadikan sedikit dari bangunan saksi bisu ini. Kekuatiran di awal perjalanan sama sekali tidak terbukti, malah sebaliknya.

Ada dua hal yang membuat suatu obyek wisata menjadi sangat menyedihkan, yang pertama adalah karena latar belakang sejarah yang tragis dan yang kedua adalah yang menjadi tragis karena ulah manusia, seperti timbunan sampah. Apapun penyebabnya membuktikan kalau traveling tidak melulu mengenai keindahan dan tidak selalu instagram-able.

Tanggal 27 Januari yang lalu dunia baru saja memperingati Holocaust Day, hari yang dikhususkan untuk mengenang korban Holocaust, sekaligus mengingatkan bahwa ada peristiwa kelam dalam sejarah manusia. Dipilih tanggal 27 Januari karena tepat di tanggal tersebut di tahun 1945, kamp konsentrasi terbesar di dunia yang ada di Auschwitz-Birkenau dibebaskan oleh tentara Uni Soviet.

Related Posts :

Peringatan ini tentunya mengingatkan kita yang sekarang masih hidup di generasi ini untuk menghargai perdamaian dan kemanusiaan. Slogan yang mestinya tidak bosan-bosan untuk disuarakan di tengah-tengah gundahnya dunia saat ini.

 'Work Will Set You Free' at the main gate of the Auschwitz


Auschwitz-Birkenau di Polandia saat ini hanya tinggal saksi bisu pembantaian jutaan manusia tidak berdosa, seadainya jam berhenti di situ. Sayangnya pada setiap helaan nafas kita, mungkin ada satu manusia di belahan dunia lain yang menghembuskan nafas terakhirnya akibat perang. Sudan, Syria, Somalia, Afghanistan, Central African Republic, Yemen, Iraq, Palestina dan masih banyak negara lainnya. Kalau mengikuti pemberitaan ini, kita mestinya lebih menghargai sesama walaupun beda pilihan calon gubernur.

Museum Genosida di Vilnius, Lithuania

Ketika berada di Vilnius, satu tempat yang ada di agenda perjalanan saya adalah mengunjungi museum ini. Terletak di bekas bangunan KGB asli, terdiri dari 2 lantai tempat para staff KGB bekerja alias stalking para pembangkang negeri, lalu di luar ada area eksekusi tembak mati, dan kemudian yang paling gelap adalah di bawah tanah.

Di bawah tanah ini para tahanan disiksa, ditempatkan di ruangan sempit tanpa penerangan, dinding-dindingnya kedap suara sehingga teriakan dari sisi manapun tidak akan terdengar. Headquarter KGB di Lithuania ini ditinggalkan Uni Soviet tahun 1991 ketika akhirnya Lithuania mendeklarasikan kemerdekaannya.

Sarajevo, Bosnia

Awal tahun 90 an bukan saja tahun perpisahan negara raksasa Uni Soviet, namun juga Yugoslavia. Perang saudara di Yugoslavia disebut-sebut sebagai perang paling mematikan di Eropa setelah Perang Dunia II.
Berada di seantero kota Bosnia masih terlihat peninggalannya, tidak perlu masuk ke museum karena dari dinding bangunan apartemen saja masih penuh lubang bekas tembakkan, generasi tua disana pun masih irit senyum seakan-akan trauma masih ada.

Bosnia, Sarajevo


Bali Bombing Memorial, Bali

Serangan bom di Bali tahun 2002 dan 2005 menorehkan kisah kelabu bagai negara Indonesia, Bali yang dianggap paradise on earth berubah citranya, sumber utama pariwisata negara pun lumpuh, dan perlu waktu sampai akhirnya Bali kembali bangkit mengkembalikan image nya di mata dunia. 

Bali Bombing Memorial


Anne Frank House, Amsterdam

Terletak di depan sebuah kanal di Amsterdam, bangunan rumah Anne Frank seperti rumah biasa saja. Rumah ini menjadi saksi bisu tempat persembunyian Anne, kakak Anne dan orang tua mereka dari kejaran tentara NAZI dalam usaha mereka menghabiskan ras Yahudi. Rumah yang awalnya ada tempat tinggal mereka, menjadi tempat persembunyian sampai akhirnya tentara NAZI mengetahui keberadaan mereka dan menangkap dan membawa mereka ke kamp konsentrasi di Bergen Belsen, Jerman. Anne Frank, Margot kakak Anne dan ibu mereka tewas mengenaskan karena kelaparan dan sakit typus selama di kamp konsentrasi.

Selama dalam persembunyiannya di dalam rumah di Amsterdam itu, Anne Frank menulis kisah sehari-harinya dalam buku diary. Pada tahun 1947 buku hariannya  diterbitkan pertama kali pada tahun 1947, dan diberi judul The Diary of a Young Girl.

Anne Frank


Menulis daftar kecil obyek wisata menyedihkan ini membuat saya teringat akan video yang lumayan viral beberapa hari ini, yang intinya adalah dimanapun kita berada untuk tidak acuh dengan sejarah setempat, bagaimana mungkin bisa punya hati untuk pose bak model di tempat dimana jutaan orang merenggut nyawa? Think twice and wise before you do so !





#ceritajalanasik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme : The Saddest Tourist Destination


Мany passengers have a long transit hours in Beijing Airport and since many nationalities could have a free visa for 24 hours or 72 hours to leave the airport, so why you dont use it to explore the city. For my case ( an Indonesian passport holder )  I applied for China visa before hand at the Chinese Embassy in my city.

The most common first question is how to reach the city centre ( Tiananmen Square most likely ) from Beijing Airport. Taxi is probably the most easiest way but just consider the crazy traffic in Beijing, surely you dont want to stuck in the street while you need to be on time to reach back the airport.



Beijing Airport has an easy Airport Express Train running from Terminal 2 and Terminal 3 of the Capital Airport to reach Dongzhimen, this is the train station if you want to reach Tiananmen Square and as well you can continue your trip to other destinations in Beijing.
The duration is around 28 kilometers or around 30 minutes ad the train started from 06:35 AM to 23:10 PM daily.
When you arrive in Capital Airport, just follow the signs to the Airport Express Train Station then purchase a "SMART TICKET"  in the locket and enter into the track direction city centre.

Smart Card - you need to purchase this card in the ticket counters before step in the train, you can refill it and refund the deposit too

The ticket price is CNY 20 for deposit and CNY 25 for one way to the city center, just refill the ticket as much as you needed it as the full deposit and the balance in the card could be refund.

Favourite Drinks From Our Travel

Vodka All Around Ex Soviet & Yugoslavia Countries

The last few years we visited several countries of the former Soviet Union and ex Yugoslavia which having a shot of Vodka in the morning during breakfast is a common thing to do, none will judge you by doing so. It s like having a cold Teh Botol somewhere on the street in Indonesia. Cheap and refreshing. While having a shot of Vodka will instantly heat your body during the harsh cold weather. 

Word 'Vodka' originally from Polish word "wódka" which is means water and it has been produced since the early Middle Ages and became a national drink of Russia in the 16th century, as well to Poland and Finland.


Ice Coffee in Santorini, Greece

I cannot missed a day without having a glass of ice coffee in Greece. Though Ouzo is a national drink of Greece, but for me is an ice coffee. Imagine after hours walking under the sun or swimming in the ocean, then having a glass of an ice coffee is the key.

Greece is famous for its black coffee and coffee breaks in Greece are serious affairs but since I m not a black coffee drinker ( my husband does ),  the ice coffee is my savior.

Ice Coffee in Kalamari Beach, Santorini →  Read My Posts About Beautiful Santorini In Here!

Wine Tasting in The Oldest Winery in Armenia

Armenia is a fantastic land, full of history and culture. Armenia also has the oldest winery in the world, the archaeologists completed excavations and found out that the prehistoric people ( in what's now Armenia ) built the world's oldest known winery, located inside the cave in Areni complex, around 1 hour driving from Yerevan, Armenia's capital.

Since then Areni is a must city to visit if you are into wine, we joined the wine tasting tour when we were in Armenia, can you imagine how is it the feeling of having a glass of red wine ( I had a pomegranate wine ) in the best-preserved archeological site, the winemaking ’s birthplace ? 

A Cup of A Warm Green Tea in Samarkand, Uzbekistan

I thought I will have my best cuppa green tea somewhere in Japan, though I never visit Japan before, but I m glad I got a best cup of green tea during our trip in Samarkand, Uzbekistan.
Sometimes I forgot that actually green tea is originally from China and it s pretty near with Uzbekistan also the history of silk route. Everything is related.
Made from camellia sinensis leaves, the green tea is one of the oldest beverages we still enjoy today.

That time, 2 afternoons in a row, after wandered around in Samarkand, we always ended up in one cafe not far from the Bibi Khanum Mosque with so beautiful blueish dome. In the 15th century this mosque was one of the largest and most magnificent in the Islamic world and it was made by an order from Tamerlane - a conqueror, a Central Asian ruler and the first person in the Timurid dynasty - to his beloved wife, Bibi Khanum.
I cannot choose a words to describe how sophisticated this building is. The elements of glazed ceramics, the delicate turquoise mosaic and the stunning facade. And not forget to mention about the folks story that spreading around the locals about the constructor of this building who was in love with the beauty of Bibi Khanum.
I enjoyed every sip of my warm green tea and admired what is standing in front of me.

Bibi Khanum Mosque in Samarkand, Uzbekistan and My Cup of Green Tea


I can continue to make this list longer and longer, until I finally get the conclusion that it s not always about what we drank and how good the taste was, but it s all about the journey and the memories during that trip.
I surely wont forget how fresh a glass of cold orange juice that I drank in the middle of Jemaa el-Fnaa, a pitcher of sangria in Plaza Mayor,  a cup of black tea without sugar in Malatya, a fancy champagne in Côte d'Azur. I wont forget the taste, like I wont forget the memories of that journey.






* * *

#ceritajalanasik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme : Favourite Drinks from Our Travels


 Review and VLOG : Naik Kereta dari Sydney ke Melbourne
Para wisatawan yang bepergian ke Australia biasanya memasukkan Sydney dan Melbourne dalam agenda wisatanya. Jarak sekitar 876 kilometer ini dapat ditempuh dengan beberapa cara yaitu dengan pesawat terbang, bus, kereta api dan menyewa kendaraan sendiri. Tentunya alternatif pilihan transportasi dapat dipilih sesuai kebutuhan dan budget. 
Sebelum keberangkatan saya sudah melakukan reservasi pemesanan tiket kereta api melalui situs resmi kereta nasional Australia karena memang disarankan untuk memesan kursi tiket jauh-jauh hari supaya mendapatkan tiket dengan harga termurah, saya agak bingung dengan sistem seperti ini karena biasa di Belgia dan Belanda jika naik kereta tujuan  masih dalam negeri, para calon penumpang bisa langsung saja go show ke loket tiket dan membeli tiket dengan harga yang sama dengan mereka yang membeli tiket jauh-jauh hari, mungkin karena tujuan Sydney ke Melbourne yang lebih jauh sehingga setiap penumpang wajib memiliki nomor kursi? Bisa jadi sih, tapi mengapa ada perbedaan harga padahal kelas nya ekonomi juga. 
Well anyway, saya sarankan jika ingin naik kereta api belilah tiket jauh-jauh hari di situs ini karena ternyata kereta bisa fully booked. 
Related posts : 


Kami memutuskan untuk memilih sarana transportasi kereta api dalam perjalanan dari Sydney ke Melbourne dengan alasan:

Punya Banyak Waktu

Mengetahui apakah kamu memiliki banyak waktu dalam trip ini sangat penting dalam memutuskan ingin naik kereta atau terbang dengan pesawat karena perbedaan waktu yang signifikan. Dengan kereta jarak tempuhnya adalah selama 10 jam sedangkan dengan pesawat hanya 2 jam. Jika memilih pesawat maka pengalaman di bawah ini selanjutnya otomatis tidak dapat kamu rasakan.

Ingin Melihat Panorama Sepanjang Perjalanan dari Sydney ke Melbourne 

Karena hanya 2 kota yang masuk dalam itinerary dalam perjalanan ke Australia kali membuat rasa penasaran seperti apa sih daerah pinggiran di antara kota Sydney dan Melbourne ini, dengan naik kereta api kita jadi ada sedikit bayangan dan jadi tahu ada kota yang namanya Waga Waga, The Rock, Wangaratta, Cootamundra dan tentunya melihat panorama alam ijo royo-royo sepanjang perjalanan dari kaca jendela kereta.

Sepanjang perjalanan dari kaca jendela kereta

Lucu-lucu banget nama kota yang kita lalui

Kualitas Kereta Api di Australia 

Pro : 
1. ) Tidak ada biaya tambahan jika membawa barang bawaan maksimal 20 kilo per penumpang. Dan disediakan loket khusus jika ingin menyimpan koper di dalam bagasi kereta, dengan catatan harus tiba 30 menit sebelum kereta berangkat, pelayanan ini gratis dan cukup membutuhkan. 
Saya melihat para pekerja di bagian ini adalah orang tua berusia pensiun namun masih mampu bekerja dengan cekatan dan teliti. Salut!
2. ) Tepat waktu
3. ) Toilet relatif bersih
4. ) Petugas yang sangat ramah dan siap membantu
5. ) Tersedia penjualan makanan hangat dan minuman sepanjang perjalanan dengan  harga yang reasonable
6. ) Reclining Seats

Cons :
1. ) Tidak ada wifi , colokkan listrik dan tidak ada signal dalam kereta


Stasiun Kereta

Stasiun kereta di tiap kota di dunia rasanya selalu memberikan esensi tambahan ketika kita traveling,  ada stasiun yang paling spektakuler, stasiun tua nan kuno, stasiun kereta tersibuk sampai ke stasiun kereta dengan arsitektur terbaik. Ketika bepergian kami selalu menyempatkan diri mendatangi stasiun dimana saat itu kami berada karena selalu saja ada hal unik di dalam stasiun kereta walaupun saat itu kami tidak perlu naik kereta api. Biasanya arsitektur lobi utama, kubah dan facade bangunan stasiun yang selalu mencuri perhatian.
Sydney Railway Station

Perbedaan Harga

Last but not least tentunya bicara mengenai harga, banyaknya penerbangan dengan low cost airlines JetStar yang menghubungkan Sydney ke Melbourne beberapa kali dalam sehari,  jika dibeli jauh-jauh hari kamu bisa mendapatkan harga tiket pesawat sekitar AUS 56 ditambah AUS 50 jika ingin membeli bagasi tambahan. Total dengan JetStar dari Sydney ke Melbourne adalah AUS 106.

Harga tiket kereta api kelas ekonomi promo adalah AUS 45 sudah termasuk fasilitas bagasi. 
Ada teman saya yang memilih naik kereta malam dari Sydney dan tiba di Melbourne pagi harinya sehingga hemat harga 1 malam penginapan. Tentunya semua tergantung gaya berlibur dan kebutuhan traveling mu.
 

* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme :  Rail Based Travel







Beberapa waktu lalu saya menghabiskan jam makan siang dengan mengunjungi smoothies bar di kota Antwerp yang baru saja buka, kebetulan semacam tempat yang sering saya datangi demi semangkuk kebahagiaan, the bowl of joy, karena isi smoothies yang tentunya bikin sehat. 
Dari beberapa menu yang ada, ada 1 menu yang namanya Bali Breeze, yang adalah campuran buah mangga, pisang, susu almond dengan topping granola, chia seeds dan potongan kelapa kering. Jika ada mangga dan kelapa biasanya memang identik dengan eksotis, saya pun kemudian tergugah untuk bertanya ke pemiliknya apakah dia sendiri sudah pernah ke Bali.  Ternyata jawabannya cukup menyenangkan " Aku lihat banyak foto indah mengenai Bali di Instagram, semoga suatu saat nanti saya bisa datang berkunjung, my top list! " begitu ujarnya.

Mungkin yang dia lihat adalah foto-foto dari para Instagrammers yang saya kenal, bisa jadi teman-teman saya, bisa jadi para anggota media trip yang sedang traveling ke Bali, ah bisa siapa saja. Social Media jika digunakan untuk kebaikkan memang akan menghasilkan kebaikkan, demikian juga sebaliknya. Siapa sangka foto-foto yang diunggah para Instagramers ini membuat minat banyak orang yang tinggalnya ribuan kilometer dan berhasrat untuk datang berkunjung ke destinasi foto tersebut. 

Diantara banyaknya Instagrammers yang menurut saya banyak memiliki foto menarik seputaran pariwisata Indonesia, berikut saya sampaikan beberapa favorit saya yang kebetulan juga adalah fellow bloggers. Disini mereka akan menampilkan satu foto favorit selama mereka traveling di Indonesia dan ada cerita apa di balik foto indah itu.

Simak terus dan semoga terinspirasi !

" Aku suka foto di atas karena bahagia sekali melihat taman bawah laut yang penuh dengan terumbu karang yang beragam dan sehat di Arborek, Raja Ampat. Kurangnya kesadaran para wisatawan yang menyentuh atau menginjak karang membuat kekayaaan bawah laut kita semakin berkurang.  Makanya foto ini jadi salah satu foto favorit saya sepanjang masa. "
Satya Winnie ⎟ InstagramTwitterWebsite


" Kalau ditanya dalam 24 jam paling suka waktu bagian mana ? Aku akan jawab pagi, karena pagi yang indah akan membawa mood yang happy di sepanjang hari. 
Ini adalah momen pagi favoritku dari semua perjalanan mengejar sunrise. Sebuah figur gambar sawah dengan matahari di tengahnya ini terlihat sangat familiar karena secara sadar atau tidak sadar kebanyakan orang sudah mengidolakan nya sejak kecil. Coba lihat buku gambar SD kalian :D "

Kadek Arini ⎟ Instagram TwitterWebsite

Ini adalah salah satu dari seri foto perjalanan kesukaan saya bersama suku Korowai, Papua. Diambil di tengah sungai yang membelah hutan Papua dalam perjalanan kami mengunjungi kerabat kedua lelaki suku Korowai ini. Secara geografis, saya tak bisa saya menyebutkan letak dengan tepat karena saya hanya mengekori Pak Haup dan Pak Halap. Kami berjalan menembus hutan, sungai, dan rawa selama dua jam dengan berjalan kaki. Kawan saya sempat iseng mengecek lokasi lewat GPS berbasis satelit. Informasi menunjukkan kami hampir mendekati perbatasan Papua New Guinea.

Keduanya mungkin segelintir dari suku Korowai yang memilih tetap tinggal di rumah pohon di tengah hutan daripada di kampung yang dibangun pemerintah. Selama 3 minggu tinggal di hutan bersama mereka, saya belajar banyak tentang mengambil yang secukupnya dari hutan yang merupakan rumah. 'Hutan memberi banyak tetapi kami tak membutuhkan banyak untuk hidup,' kata mereka. Inilah kearifan lokal dari suku Korowai yang membuat saya sangat menyukai Pak Haup dan Pak Halap. People do make places. Mungkin, keduanya pula yang membuat saya kerap rindu kepada Papua.
Windy Ariestanty Instagram TwitterWebsite



" One of our fave destinations in Indonesia: Flores. Alasannya: masih belum terlalu terjamah sehingga belum overcrowded dan suka dengan masyarakatnya yang santai dan ramah. 
This particular foto: Sunrise in Kelimutu. 
Kawah 3 warna yang sangat unik di dunia (warnanya bisa berubah-ubah tergantung kandungan mineral) dan moment sunrise selalu spektakuler karena sambil menunggu matahari terbit para pengunjung bisa mengobrol dengan penduduk lokal yang sengaja ikut naik ke puncak untuk berjualan kopi sehingga suasananya sangat hangat."

Susan Pergi Dulu ⎟ InstagramTwitterWebsite

" Surga yang terlupakan itu bernama Riung, sebuah lokasi di bagian utara Pulau Flores yang sempat menjadi "Bali"-nya Flores. Pepohonan yang tumbuh subur, orang-orang yang ramah, menemani Taman Laut 17 Pulau di sana. Sayang, akses jalan yang buruk, juga kendala infrastruktur dan energi kini membuat Riung terpuruk.
Sekarang, Riung jelas kalah pamor apabila disandingkan dengan Labuan Bajo yang merupakan titik keberangkatan sailing trip menuju Pulau Komodo dan sekitarnya, padahal terdapat desas-desus yang mengatakan bahwa Riung juga memiliki jenis komodonya sendiri." 

Muhammad Arif Rahman InstagramTwitterWebsite



" Ini waktu di masjid bawah tanah Taman Sari, Yogyakarta.
Yang membuatku ingin menggambar ini: karena pernah lihat video dan foto-foto mengenai masjid ini sebelumnya, dan menurutku bagus banget, serta cocok dengan seleraku dalam menggambar. 
Aku lagi suka menggambar bangunan, terutama yang unik dan oldies. Waktu mau gambar ini sebenarnya agak pesimis karena aku rada lemah dalam menggambar perspektif, sedangkan bangunan ini perspektifnya nggak umum. Tapi setelah kelar, aku merasa cukup puas dengan hasilnya, jadi senang banget. Nggak ada momen khusus waktu itu, cuma suka sama bentuk bangunannya aja. " 

Vira Indohoy ⎟ InstagramTwitterWebsite



Sunrise at Mount Ijen
" Salah satu foto favorit dan moment tak terlupakan karena ini pengalaman pertama mendaki gunung. Meski sempat mengalami sesak napas karena asma kambuh, but it was worth it! 
Saya tidak akan pernah lupa tarian Blue Fire yang menghipnotis dan cantiknya kawah Ijen yang membuat saya lupa bernapas. Indonesia is dangerously beautiful! "

Debbie Leksono ⎟ InstagramTwitterWebsite


" Foto ini diambil di desa Padukan, Yogyakarta. Walaupun jalanan di desa ini sudah diaspal dengan cantik, tapi pemandangan di sekitarnya masih dipenuhi dengan sawah-sawah hijau serta Gunung Merapi yang kadang nongol kalau sedang cerah. Jalanan yang sepi dipakai oleh para petani untuk mengeringkan berbagai hal seperti bulir-bulir ini. Sudah jarang banget lihat "kesederhanaan" yang seperti ini di kota Yogyakarta " 

Aggy ⎟ InstagramTwitter Website

Suatu pagi menanti matahari terbit di Dieng. Salah satu sunrise paling cantik yang pernah aku lihat dan tidak pernah membosankan.   


Noni Khairani ⎟ InstagramTwitter Website



* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme : Fav Instagrammers 
And dont forget to look the the other related posts about this theme on Noni's blog, she is writing about her favorite Instagrammers, curious who? :)
And at Aggy's blog about " Instagram is Where It's At! "