Dari berbagai persiapan sebelum traveling, salah satu tahapan yang saya suka banget adalah mencari penginapan jauh-jauh hari, tentunya setelah punya tiket di tangan dan dokumen seperti visa telah diurus ya. Penginapan itu memang memerlukan waktu dalam pencariannya, gimana ga makan waktu coba kan, harus cek dimana lokasinya, ada fasilitas apa aja dan yang paling penting adalah membaca satu per satu review yang ditulis oleh tamu-tamu sebelumnya yang pernah menginap disana.

Di sisi lain saya juga maunya buru-buru melakukan reservasi, karena biasanya early rate lebih murah jika dilakukan jauh-jauh hari, dan tentunya mengantisipasi supaya penginapan yang saya incar gak kehabisan kamarnya.

Saat ini kebetulan keluarga besar saya sedang disibukkan dengan rencana pernikahan cucu dari papi mami saya, kebetulan ini cucu pertama yang akan melangsukan pernikahan, jadi otomatis semua orang di keluarga sangat excited.

Lokasi pemilihan pesta pernikahan rencananya akan diadakan di Bali di bulan Agustus mendatang. Bisa dibayangin dong Agustus adalah salah satu bulan high season di Bali, karena bulan ini wisatawan mancanegara liburan anak sekolah di negaranya sana, ditambah pula bakalan ada long weekend 17 Agustusan.

Tentunya salah satu hal yang paling penting untuk diurus jauh-jauh hari adalah mencari penginapan untuk seluruh keluarga, masalahnya di antara beberapa anggota keluarga ada yang masih harap-harap cemas menunggu persetujuan cuti dari kantor, jadinya ya antara ragu-ragu mau pesen hotel dan bayar dimuka eh tahu-tahu gak bisa kabur dari kantor, wah melayang deh uang hotel.


Nah di saat-saat seperti ini untung banget ada fasilitas baru dari situs Traveloka yang menawarkan 'pay at hotel', sesuai namanya fasilitas ini memungkinkan tamu untuk memesan kamar tanpa harus membayar terlebih dahulu. Pembayaran dapat dilakukan nanti pada saat menginap di properti tersebut, baik secara tunai maupun dengan kartu.


Caranya tuh gampang banget, basically sama kayak kalau kita mau reservasi hotel gitu kok :

1. Masuk ke situs Traveloka
Lalu klik 'hotel' dan masukkan di kolom pencarian kota atau nama hotel yang kamu tuju. Dan dilanjutkan dengan memasukkan tanggal kapan check in dan check out

2. Setelah mesin pencarian mengeluarkan hasil daftar di lokasi yang dituju, kita tinggal klik di 'pay at hotel', ini semacam filter hotel-hotel apa aja yang memungkinkan tamu untuk menggunakan fasilitas pembayaran langsung on the spot seperti ini.



3. Jika sudah memilih hotel favorit, selanjutnya tinggal mengisi formulir yang berisikan data diri dan nomor kartu kredit. Eitssss, jangan salah dulu, kartu kredit di sini bukan berarti kamu akan dikenakan tagihan ya. Detil kartu kredit perlu diisi sebagai jaminan kamar yang akan kamu pesan. Jadi, kartu kredit kamu tetap aman kok. Jika proses berhasil, Traveloka akan mengirimkan voucher hotel dari reservasi yang kita lakukan. See, gampang banget.




4. Nah kalau seandainya pada hari H karena satu dan lain hal kita tidak bisa pergi sesuai rencana sebelumnya, namanya juga manusia berencana Tuhan yang menentukan, reservasi tersebut bisa kita cancel sebelum hari H melalui customer servicenya Traveloka. Menariknya, kamu tidak akan dikenakan biaya apa-apa lho. Tapi, selama masih dalam syarat dan ketentuan masing-masing hotel ya. Jadi, kamu perlu teliti saat memesan.

“ Pay At Hotel “ Cocok Juga Untuk Proses Pengajuan Visa Lho !


Satu tips lagi nih dari saya untuk kamu-kamu yang lagi mau apply visa, apakah itu visa Schengen, Australia atau Amerika. Salah satu syarat yang wajib disertakan saat melakukan proses pengajuan visa-visa negara tersebut adalah dengan melampirkan voucher hotel tempat kalian menginap selama berlibur disana.



Dengan memesan hotel dengan menggunakan feature “pay at hotel” semacam ini pastinya akan membuat kamu tenang, tenang dalam artian kalau seandainya ( knock on the wood ) visa tersebut tidak disetujui oleh pihak kedutaan, kamu tidak akan kehilangan uang dari pemesanan hotel tersebut karena kamu bisa cancel reservasi dengan mudah melalui metode “pay at hotel”nya Traveloka ini.






Belanda di mata wisatawan mancanegara memiliki 1001 pesona, bukan saja kota-kotanya yang metropolis dan bangunan kuno yang masih terawat sangat baik tapi juga Belanda memilik banyak desa unik yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah desa Giethoorn yang berlokasi sekitar 2 jam berkendara dari Amsterdam

Keunikkan dari desa Giethoorn adalah desa ini bebas dari asap polusi kendaraan bermotor karena di desa ini memang tidak memiliki akses jalanan untuk kendaraan, yang tersedia hanyalah kapal karena desa ini dikelilingi kanal-kanal dan 176 jembatan yang menjadi jalur pejalan kaki dan sepeda.
Jika pengunjung tiba dengan kendaraan bermotor maka sedianya kendaraan tersebut dapat di parkir di luar area desa untuk selanjutnya dapat menyewa kapal, berjalan kaki atau naik sepeda. Udah bisa dibayangin kan damainya desa ini, beda banget sama hiruk pikuknya Amsterdam. 












Biaya sewa kapal untuk 2 jam adalah 30 Euro atau setara dengan Rp.500.000,- , kapalnya sangat mudah dioperasikan tanpa pemandu kok alias kita bisa nyetir santai sendiri. Kapal-kapal yang disewakan di Giethoorn memiliki mesin yang nyaris tidak bersuara sehingga disebut dengan julukan whisper boats atau kapal yang berbisik. Hal ini untuk menjaga supaya tidak ada polusi suara di area desa Giethoorn yang sampai sekarang masih ditinggali orang lokal, tidak heran jika suara angsa dan burung sangat merdu terdengar dengan jelas, suasana yang sangat cocok untuk beristirahat bersama keluarga sambil menikmati arsitektur rumah kayu tradisional khas Belanda di desa yang telah ada sejak tahun 1230 ini.



Kalau masih belum PD untuk sewa dan nyetir kapal sendiri, worry not, karena ada juga tersedia semacam public boat dengan pemandunya, untuk kapal jenis ini biayanya €7 untuk per orang, kalau saat low season sepertinya tiket akan selalu tersedia, sedangkan saat high season dan weekend bisa di reservasi tiketnya secara online, bisa di cek disini ya : http://www.smitgiethoorn.nl/english/ , kebetulan saya awalnya mau pakai yang public boat ini dengan perusahaan tersebut tapi keknya lebih seru kalau bisa explore dan nyetir kapal sendiri.
Untuk yang datang dengan kendaraan, mobil kalian bisa diparkir juga kok di plataran parkir dari restoran Smit ini , plus toiletnya juga banyak dan baru di dalam restoran. Sebelum jalan-jalan dengan kapal atau sesudahnya, bisa juga makan siang di restoran ini.



Di Giethoorn tidak ada hotel berbintang, melainkan beberapa penginapan bed and breakfast yang sederhana namun nyaman, dilengkapi juga dengan restoran, kedai kopi, toko penjual suvenir dan 2 museum yaitu museum Het Olde Maat Uus dimana pengunjung melihat bagaimana rumah pertanian khas di Giethoorn pada seabad yang lalu, dan museum de Oude Aarde yang menampilkan koleksi batu permata dan mineral.





Dan akhirnya pun Iceland! Lebay gak sih kalau saya bilang kita pengen banget ke Iceland sudah dari lama, jauh dari sebelum film Mitty muncul dan bikin Iceland kebanjiran turis. Saya masih ingat beli buku panduannya juga sudah dari lama tapi ada aja halangannya sampai akhirnya baru kejadian pergi ke Iceland awal tahun ini. Malah kita sempat berencana untuk menempatkan Iceland sebagai negara terakhir di Eropa yang bakal kita kunjungin, karena sebenarnya tidak begitu banyak negara di Eropa yang belum kita datangi, we are working on it, dan salah satunya adalah Iceland ini.

Oh well, rencana menempatkan Iceland sebagai negara terakhir di Eropa untuk dikunjungi ternyata gak kejadian, justru hadir di waktu terbaik yaitu sebagai trip ulang tahun saya yang ke hmmmm rahasia :) dan karena ulang tahunnya dekatan sama Valentine, so yeah kita memulai trip ke negara Ice and Fire ini tepat di tanggal 14 Februari yang lalu.

Tanggal keberangkatan boleh aja romantis, sayangnya maskapai penerbangannya gak seromantis itu, diawali delay berkepanjangan dan diakhiri dengan koper saya yang gak tiba di Reykjavik. Perih bo, semua winter gear saya ada disitu, tripod ada di dalam koper, dimana malamnya saya perlu banget untuk foto Aurora. Untungnya snow boots sudah saya pakai sejak dari rumah. 
Inilah challengingnya traveling saat winter yang keras, tahun ini musim dingin memang agak lebih menggila, beberapa kali badai salju dan apalagi di Iceland kan ya. Akibat badai salju ini membuat pintu pesawat tidak bisa dibuka, pintu dimana bagasi penumpang disimpan. Ini kejadian biasa menurut mereka, begitupun dengan pintu mobil yang kadang tidak bisa dibuka karena es yang bagai perekat antar elemen di pintu tersebut.

Tiba di Reykjavik dengan dramanya itu tentunya bikin mood agak on off, this is the moment you gotta handle all of those mood by yourself, heck I wont let this stuff ruined my trip. Namaste! I m back to the normal mood and so excited to explore the country.


Sampai di AirBnB yang nyaman banget mood saya semakin tambah ok, cepat-cepat mandi, suami saya ke supermarket untuk beli keperluan toiletries, setelah mandi tubuhpun jadi bersih dan otomatis hangat, siap untuk hunting Aurora malam itu juga.

Kami bergabung dengan trip pencari Aurora dari travel organizer di Reykjavik, dijemput di dekat AirBnB sekitar jam 8 malam dan mulai deg-degan kayak mau ketemu pacar, serius. Rasanya semua peserta trip malam itu sama seperti saya, di belakang saya ada yang ribet banget dengan setting kameranya, ada yang gelisah ha ha ha lucu banget situasi malam itu menuju tempat dimana bus kita akan parkir dan mulai menunggu hadirnya Aurora. Saya sih ya sudah siap dengan kemungkinan gak akan bisa foto Aurora karena salah satu syarat foto Aurora adalah dengan tripod, padahal saya sudah belajar setting kameranya sebelum berangkat, gapapa, mungkin kalau Aurora beneran hadir artinya benar-benar harus saya nikmati.

Pemandu wisata kita ini kocaknya minta ampun, spiritnya luar biasa untuk nyemangatin kita kalau seandainya Aurora gak muncul, kita bisa ikutan lagi trip berikutnya sampai kita bisa lihat dan trip pengulangan itu tentunya gratis, jadi bikin hati tenang juga lah ya, namanya juga excursion di Iceland ini amit-amit mahalnya.

Sebelum tiba di puncak national parkÞingvellir (Thingvellir) tempat dimana bus kita akan parkir, pemandu wisata sudah wanti wanti dari awal kalau kita sama sekali tidak diperbolehkan menyalakan blitz kamera atau lampu apapun itu, layar hp juga seminim mungkin, karena jika ada cahaya sedikitpun maka Aurora akan menghilang.

It was a valentine night and universe gave us so beautiful natural phenomenon, ngeliat pelangi aja kita suka amaze ya, apalagi ngelihat garis-garis hijau di atas langit yang gelap seperti itu. Cant thank enough for that night, saya gak meminta alam untuk memberikan Aurora yang menari-nari dengan perubahan warna yang fantastis tapi yang kami lihat malam itu sudah cukup. We ve kissed not under the moonlight but under the Aurora. So grateful!

saya rasa kamu akan ketagihan ngajak nyari Aurora terus nih keknya” bisik suami saya yang saya yakin dia tahu banget saya over the moon. 

Probably yes”, I answered! ;-)

Aurora through my iPhone X



Merayakan satu dekade usia pernikahan pastinya kita menghadiahi diri sendiri dengan jalan-jalan dong, ini memang seperti ritual setiap tanggal 8 Desember, daripada bingung ngasih hadiah apa ke pasangan kita lebih prefer menggunakan budget beli hadiahnya untuk jalan-jalan aja, walaupun kok dipikir-pikir murahan ngasih kado ya daripada budget untuk tripnya ha ha ha Ah ini intermezo aja, kita berdua memang sepakat dari awal untuk bukan lebay sih tapi untuk mengingat salahsatu milestones dalam kehidupan berdua dan so far kita konsisten melakukan hal ini.

Sudah dari beberapa sebelumnya saya mengesksekusi tiket ke Israel untuk periode minggu di tanggal 8 Desember 2017 yang lalu, apa daya terpaksa tiketnya hangus karena visa Israel yang gak bakal saya terima tepat waktu karena paspornya saya pakai ke Azerbaijan dan Turki. Tahun ini jadi tahun terbanyak saya buang-buang tiket, sebelumnya tiket ke Lebanon sempat saya buang juga karena alasan serupa, yup visa Lebanon perlu lebih dari 3 bulan untuk ngurusnya, so bare in mind kalau kalian mau kesana.
Ya sudah ini yang namanya manusia berencana, visa juga yang menentukan ya, dibawa happy aja karena bersyukur banget masih bisa beli tiket untuk destinasi lainnya.

Anniversary trip yang awalnya telah saya arrange ke Israel, saya banting setir untuk cari destinasi yang punya syarat harus lebih hangat dari di Belgia, dan gak perlu visa deh untuk saya. Karena saya punya residence card negara Schengen, saya pun melirik Spanyol, rasanya sudah lama sekali tidak mengunjungi matador ini dan pastinya banyak propinsi yang belum saya lihat.
Saya pun membeli tiket ke Valencia, ini bukan destinasi pertama untuk suami tapi untuk saya iya, walaupun demikian kita tetap excited menyambut perjalanan ulang tahun pernikahan ke 10 ini.

Setelah tiket di tangan, hal selanjutnya yang saya cari adalah AirBnB, seperti biasa urusan penginapan saya suka banget yang unik dan cozy, walaupun ya baru terlihat di layar monitor ya, dan saya beruntung banget dapat AirBnB dengan lokasi yang strategis dan karena hostnya ini seniman dari Italia, jadi detail pernak pernik mereka sangat artistik sekali. 

Ngomongin host AirBnB yang dari Italia dan tinggal di Spanyol ini kok jadi mengingatkan saya kalau tepat setahun sebelumnya kan kita juga anniversary trip ke Sydney dan Melbourne, kok bisa ya ada hal yang mirip yaitu host AirBnB kita di Sydney juga orang Italia yang jadi imigran di Australia, coincidence banget ya :)


Karena kita hanya hideaway beberapa hari di Valencia ini, gak terlalu ambisius sih, walaupun demikian saya tetap bikin list mau ngapain dan kemana aja dalam waktu yang singkat. Untuk sightseeing spots yang regular biasanya sangat mudah ditemukan di artikel-artikel di internet, sedangkan untuk yang unik dan ga biasa, saya biasanya baca di buku Atlas Obscura, dan untuk rekomendasi kuliner dan makan dimana, saya biasanya nodong ke AirBnB untuk kasih tau ke kita rekomendasi restoran favorit mereka dimana!


Valencia = Festivals

Valencia itu terkenal sama festival-festival yang diadain rutin tiap tahun, banyak banget kalau saya baca agendanya. Nah kebetulan pas kita disana eh tanggal 8 Desember itu dirayakan sebagai The Feast of the Immaculate Conception, saya sebenarnya gak ngeh sih sama perayaan ini karena ini perayaan ini dirayakan oleh orang Katolik.
Saking pentingnya hari raya ini, kota Valencia sampai tumpah ruah sama pengunjung sudah dari pagi hari, misa di gereja-gereja keknya nonstop dan di alun-alun depan Katedralnya omg ramai banget.
Tapi yang seru banyak dari orang lokal yang pakai pakaian tradisional mereka lengkap gitu karena kebetulan juga banyak panggung hiburan.
Jadi ya tips nih kalau rencana ke Valencia harus lihat agenda festival dan perayaan deh karena bakal surprisingly awesome banget.





Hopping On Off churches

Namanya juga negara dengan mayoritas penduduk beragama Katolik, bisa dipastikan setiap jengkal ada bangunan gereja. Dari banyaknya gereja-gereja bersejarah di Valencia kami hanya masuk ke 2 gereja saja yaitu tentunya gereja Katedral lah ya sebagai yang terbesar di Valencia dan juga memiliki harta berharga yaitu cawan yang Santo Caliz.
Cawan ini dipercaya sebagai Holy Grail atau Cawan Suci yang digunakan Yesus sebelum kematiannya, tepatnya saat perjamuan terakhir.
Mengenai cawan suci ini memang banyak spekulasi karena banyak gereja yang bilang mereka juga punya cawan serupa, tapi dari karbon dan penelitian, keuskupan di Vatican membenarkan bahwa cawan suci yang dimiliki oleh Katedral Valencia adalah yang the one.
Kita muter-muter nyari di dalam gereja yang besar banget itu dimana mereka menyimpan cawan ini , sampai setelah kita bertanya ke pastur gereja yang pas kebetulan lewat. Ternyata di dalam gereja ada kapel mininya lagi, menurut saya sih lebih menarik karena intimate, atau mungkin karena di depan mimbar ada cawan tersebut? Terus terang sih saya merinding karena saya bisa sedekat itu dengan cawan yang dipakai oleh Yesus, padahal cuman cawannya doang ya :)



Cawan yang terlihat memang lebih besar dengan ukiran emas di bawahnya, rasanya gak mungkin ya cawan Yesus semewah itu karena image Yesus yang hadir kan selalu dengan kesederhanaan. Ternyata cawan tersebut memang telah ditambah bentuknya diberi tambahan semacam dudukan cawan sehingga terlihat lebih besar dan kokoh.

Gereja lain yang saya pilih untuk didatangi adalah Parroquia de San Nicolás Obispo atau gereja San Nicolas, sebenarnya saya malas masuk gereja yang harus bayar dengan tiket masuk, it just against my principle tapi ya sudah anggap saja bantu maintainance.
Saya memilih gereja ini adalah karena pertama sesuai namanya gereja ini ditujukan untuk San Nicolas atau santo yang mengispirasi figur Sinterklas karena San Nicolas adalah santo yang gemar mendonasikan harta miliknya.
Dan alasan kedua adalah karena gereja ini disebut-sebut Sistine Chapel nya Valencia, untuk kamu yang sudah pernah ke Vatican dan masuk ke Sistine Chapel pasti paham maksudnya.





Stasiun Utara Valencia

Valencia adalah kota terbesar nomor 3 dan salah satu yang terpenting di Spanyol. Dihuni oleh sekitar 814.000 orang, Valencia menawarkan pesona obyek wisata yang artistik dan kaya akan sejarah dan budaya. Pesona kota Valencia bisa disusuri mulai dari Estació del Nord atau stasiun bagian utara yang telah berusia 100 tahun. Walaupun telah cukup tua, kecantikkan stasiun yang didesain oleh arsitek asli Valencia, Demetrio Ribes, ini tidak lekang oleh waktu, langit-langit dan dinding di bagian lobi stasiun dihiasi keramik dan mozaik yang berbentuk seperti lukisan panorama dan kehidupan rakyat Valencia.



Arena Adu Banteng

Tepat di sebelah stasiun utara Valencia, spot menarik selanjutnya adalah bangunan bergaya neoclassic yang dibangun sejak tahun 1850 bernama Plaza De Toros. Bangunan ini adalah arena adu banteng yang merupakan kebudayaan khas Spanyol.

Alun – Alun Kota Valencia

Valencia memiliki banyak alun-alun kota, tempat dimana orang lokal berbaur dengan turis menikmati suasana outdoor khas Spanyol yang meriah tidak mengenal waktu. Alun-alun yang terdekat denga stasiun utara dan salah satu yang terkenal adalah Plaza del Ayuntamiento, lengkap dengan air mancur dan taman kota, dikelilingi beberapa bangunan megah dari abad ke-19 dan awal abad ke-20 yang bergaya neo-baroque. Yang paling mudah dikenali adalah gedung balai kota, Ayuntamiento.



Ciudad de Las Aetes y Las Ciencias

Valencia tidak melulu bangunan klasik berusia tua, ia pun memiliki kompleks raksasa yang luas dan sangat modern bernama 'Kota Seni dan Ilmu Pengetahuan" atau yang dalam bahasa lokalnya disebut dengan "Ciudad de las Artes y las Ciencias".
Bangunan di dalam kompleks luas tersebut terdiri atas bioskop IMAX, museum sains, Oceanografic ( aquarius terbesar di Eropa ), dan Opera House. Masing-masing bangunan dibuat sangat futuristik dan spektakuler oleh arsitek lokal Valencia dengan reputasi International.
Untuk opera housenya sendiri, karena tepat tahun lalu kita juga melihat langsung opera house Sydney yang kalau kata teman-teman mirip keong mas hehehe, opera house di Valencia ini memang wow, desainnya yang detail banget, hanya kalah setting aja sama opera house Sydney yang langsung menghadap laut, tapi untuk urusan printilan desain yang di Valencia lebih menarik. #MainMending :p


 



Free Walking Tour

Salah satu cara asyik berkeliling kota Valencia adalah dengan bergabung dengan free walking tour Valencia setiap pagi, tur seperti ini dipandu oleh anak muda yang telah fasih betul mengenai kota mereka. Tidak ada biaya untuk bergabung dengan tur ini, cukup berikan tips di akhir program jika puas dengan tur tersebut.
Sialnya kita dapat pemandu yang aslinya orang Italia ( wondering deh kenapa banyak orang Italia ya di Spanyol? ) , dengan logat Italia yang kental banget malah bikin pusing dengar dia cerita padahal menarik sih bahan ceritaannya.
Dan yang anehnya kalau free walking tour di Valencia itu walaupun judulnya kasih tips sukarela, tapi kalau di Valencia dilihat betul berapa yang kamu kasih, biasanya kalau di kota lain kan pemandunya ngasih tas kosong terus kita isi, boro-boro dia lihat uangnya dan ngitung jumlahnya, nah kalau di Valencia malah kita dapat kwitansi, awkward jadinya.


Nonton Tarian Flamenco

Walaupun Flamenco berasal dari lucia, tapi sebisa mungkin dimanapun di Spanyol kita usahain nonton pertunjukannya live. Nah di Valencia selain di teater, ada satu cafe yang kalau malam menggelar pertunjukkan flamenco, gak setiap hari sih dan kita beruntung banget pas kesana pas banget juga dengan hari mereka tampil.
Yang mau ke Valencia dan nonton flamenco, bisa ke cafe del duende, tiketnya per orang 10 euro berupa voucher untuk beli minuman.
Karena kita datang pas pintu cafe dibuka, kita dapat front row barengan beberapa turis dari Scandic. Pertunjukannya berlangsung selama 1 jam dan gak berasa banget tahu-tahu sudah sejam saja.





Walaupun masih awal tahun, tidak ada salahnya mulai memikirkan dan merencanakan akan traveling kemana saja di tahun ini, bukan? Kalau untuk saya sih ya, merencanakan perjalananan itu sebisa mungkin memang dari jauh-jauh hari, the earlier the better.

Banyak keuntungan yang bisa kita dapat dengan mengurus dari jauh-jauh hari, seperti misalnya kita bisa memesan penginapan dengan “early bird rate” , mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo, dan tentunya setiap hari kita jadi semangat menyongsong hari menuju hari liburan kan.

Masih bingung mau kemana liburan tahun ini, berikut 5 destinasi di Indonesia yang bisa dijadikan destinasi berlibur kamu selanjutnya :


☀ SUMBA
Pantai dengan pasir putih yang sepi, bukit yang ijo royo-royo, budaya yang kental,adalah sedikitnya alasan mengapa Sumba wajib didatangi. Ada 2 bandara yang mengakomodasi perjalanan kalian, bisa pilih mendarat di Sumba Barat atau Sumba Timur, dan terbangnya juga bisa dari Jakarta atau Denpasar, tinggal pilih.

Festival Pasola adalah salah satu festival budaya yang dimiliki oleh tanah Sumba, festival ini menampilkan adu ketangkasan antar kampung dengan menunggang kuda sambil melempar lembing ke lawan sampai lawan berdarah. Festival ini biasanya diadakan di bulan Februari – Maret, nah masih cukup waktu nih kalau berminat untuk melihatnya.

But anyway Sumba selalu menawan walaupun tanpa festival, saya biasa menghabiskan waktu dari pagi sampai matahari terbenam dengan menyusuri pantai-pantai sepi yang ada disana, atau belanja kain ikat khas Sumba langsung di kampung-kampungnya.




☀ GUNUNG BROMO
Sampai kapanpun Gunung Bromo tidak akan pernah kehabisan pesona, setiap subuh para pencari matahari terbit tidak bosan-bosannya menghabiskan waktu menunggu datangnya sang surya. Malu ah kalau belum pernah ngerasain matahari terbit di depan Gunung Bromo kebangggaan tanah air kita itu.





☀ KEPULAUAN KEI
Besok pagi kalau kamu bangun pagi, kamu akan melihat gurun pasir di depan cottage “ , saya ingat betul kalimat yang disampaikan oleh tamu di sebelah kamar dimana kami menginap di salah satu cottage di pulau Kei, tepat 10 tahun yang lalu. Saat itu kami sedang merayakan bulan madu kami dan salah satu destinasi yang kami pilih adalah kepulauan Kei di Maluku.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh tamu asal Italia itu, pantai berpasir halus yang konon terhalus di dunia itu bagaikan gurun pasir. Pantai Ohoidertawun di Kei Kecil memang unik, kalau sedang surut, kita bisa berjalan berkilo meter.




Sesekali rombongan anak sekolah dasar yang berjalan menuju ke sekolah mereka melewati penginapan kami, serempak dengan senyuman mereka berucap 'Selamat Pagi'. Rasanya hati menghangat dengan kesederhanaan-kesederhanaan yang membuat pengalaman traveling ke Kei menjadi sangat menyenangkan.

Bagaimana, tertarik mengalami hal-hal kecil yang bikin tersenyum itu juga?


☀ NUSA LEMBONGAN
Ketika Bali sudah rutin didatangi, mengapa tidak melirik pulau sebelahnya, Nusa Lembongan. Hanya sekitar 40 menit sampai 1 jam perjalanan dengan kapal dari Sanur, Tanjung Benoa dan Padang Bai menuju Nusa Lembongan.
Sightseeing spot di Nusa Lembongan juga gak kalah kece dan instagramable banget lho!




☀ BUKIT LAWANG
Untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu berlibur bersama anak-anak, bisa memilih Bukit Lawang sebagai destinasi yang mendidik. Berjalan di tengah hutan mencari sosok orang utan yang dibangga-banggakan seluruh penjuru dunia sebagai hewan langka yang sangat unik, kenapa gak? Cinta alam Indonesia gak melulu harus ke pantai dan gunung kan, hutan pun bisa dilirik untuk didatangi.

Selamat bingung ya milih destinasi yang mana karena sesungguhnya memang kita perlu lahir dua kali untuk menikmati Indonesia sampai keseluruhan, but if you do it right, once is enough :)

🚩 So now lets we talk about some tips about the things you need to do / know before leaving for a holiday , ini sebenarnya hal remeh temeh tapi sangat penting untuk diingat dan dilakukan demi kelancaran liburanmu :

1. Untuk kamu yang bekerja kantoran sebaiknya atur pekerjaan supaya menjelang liburan tidak dikejar-kejar dateline, make sure you get the holiday approval before purchase the flight tickets

2. Atas nama profesionalisme, jangan lupa nyalakan ' out of office ' di akun email kantor kamu selama durasi cuti


3. Bayar tagihan bulanan supaya tidak menganggu liburan

4. Siapkan dokumen seperti KTP dan Paspor, dan cek tanggal pada dokumen tersebut apakah masih berlaku. Perhatian nih guys, untuk paspor harus ada lembar kosong di dalamnya dan masa berlaku paling tidak 6 bulan ya, kurang dari itu bisa beresiko membuat kamu tidak bisa terbang

5. Menjelang keberangkatan, paling tidak 24 jam sebelumnya kamu lakukan check-in online. Manfaatkan fitur Check-in Online di Traveloka jika kamu sebelumnya booking tiket di aplikasi tersebut. Hal ini memudahkan kamu untuk tidak lagi antre di loket check-in di bandara dan bisa pilih tempat duduk lebih cepat.

6. Pada hari H jangan lupa matikan listrik di rumah supaya tidak terjadi pemborosan & juga lebih aman


Sudah siap berangkat liburan sekarang? Jangan lupa untuk berbagi foto dan cerita-cerita seru selama berlibur yah! Safe travels !


Perjalanan ke Azerbaijan sudah dipastikan akan sayang sekali jika hanya melihat ibukota dan sekitarnya saja karena pesona Azerbaijan justru ada di luar Baku. Permasalahan muncul jika jatah hari yang Anda miliki terbatas sedangkan transportasi ke beberapa daerah di Azerbaijan memang tidak begitu mudah aksesnya.

Karena trip ke Azerbaijan ini kami menghabiskan waktu lebih dari dua minggu, maklum slow traveling, jadi di itinerary ini saya tidak akan menuliskan hari per hari harus kemana dan ngapain, tapi lebih ke rute yang bisa dijadikan pilihan jika ingin berkeliling Azerbaijan.

🚩 BAKU
Ibukota Azerbaijan ini kami jadikan gerbang masuk kami ke Azerbaijan, banyak pelancong yang masuk dari perbatasan dengan Georgia melalui jalan darat, namun karena kami sudah pernah mengunjungi Georgia dan Armenia, pilihan yang paling tepat adalah naik pesawat ke Baku. 
Sampai saat ini perbatasan darat dengan Armenia tutup karena konflik antara kedua negara yang masih berlangsung sampai sekarang.

Kami menginap di penginapan di tengah-tengah kota tua Baku, hanya semalam, karena perjalanan selanjutnya ke destinasi berikutnya rencananya akan langsung kami lakukan keesokkan harinya. Di akhir trip kami akan kembali ke Baku dan menghabiskan waktu lebih lama.

Baku sebagai ibukota tentunya selain memiliki bandar udara Internasional, juga memiliki stasiun kereta dan terminal bus, dan menjadikan kota ini sebagai titik jika ingin melanjutkan perjalanan ke kota lainnya di Azerbaijan.

🏡  Dimana menginap di Baku : 
Penginapan kami dapat dari situs booking.com, namanya Old Town Guest House


🚩 QUBA & XINALIQ
Bisa dilihat di peta di bawah ini dimana Quba dan dimana Xinaliq. Xinaliq adalah desa tertinggi di Azerbaijan yang digadang-gadang jika saja Azerbaijan masuk dalam geografis Eropa, sudah pasti Xinaliq ini adalah desa tertinggi di Eropa juga.


Xinaliq adalah highlight perjalanan kami ke Azerbaijan, entah karena aksesnya yang terbatas, atau karena panorama alamnya yang bikin gemetar saking cantiknya, pastinya saya terpaksa harus menitikkan air mata saat berpisah dengan Xinaliq.

Menuju Xinaliq dengan aksesnya yang terbatas itu sebenarnya bisa dibilang susah-susah gampang, persoalan paling dasar adalah perbedaan bahasa. Untungnya kami dipertemukan dengan pemilik guest house di Baku yang fasih bahasa Inggris dan cekatan membantu. Saya sudah memiliki nama dan nomor telepon penginapan di Xinaliq, dan pemilik penginapan di Baku membantu menghubungkan kami dengan yang tinggal di Xinaliq.



Zaour our host in Xinaliq - and his house

4 x 4 car from Quba to Xinaliq

Xinaliq Azerbaijan

Quba sendiri adalah kota kuno yang terletak tepat di bawah kaki pegunungan Caucasus, menjadikan Quba kota yang tepat untuk menghubungkan Baku dan Xinaliq, dan tentunya bisa dijadikan pilihan jika Anda ingin bermalam di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Xinaliq, atau bisa juga sebagai tempat stop over untuk makan siang.

🚕  Biaya transportasi dari Baku – Quba – Xinaliq
Dari kota tua Baku menggunakan taksi menuju terminal bus di Baku : 7 Manat
Dari terminal bus Baku menggunakan shared taxi ke terminal Quba : 13 Manat
Dari Quba menggunakan kendaraan jeep yang telah disiapkan oleh pemilik penginapan di Xinaliq : 13 Manat

Untuk kembali dari Xinaliq ke Baku juga demikian, rute yang bisa dilalui hanya : Xinaliq – Quba – Baku. Literally kemanapun tujuannya, harus lewat Baku.

🏡  Mengenai Penginapan di Xinaliq : 
Rumah Zaur Lalayev ( mobile: +994-51830-9720 ) biasa menerima pelancong, sayangnya ia tidak bisa bahasa Inggris. Untuk membantu Anda melakukan booking, bisa minta tolong penginapan Anda di Baku untuk bicara dengan Zaur, sampaikan waktu dan tanggal kapan Anda akan menginap di rumahnya. Zaur juga biasanya mengatur kendaraan 4 x 4 untuk tamunya yang datang dari Quba ke Xinaliq.

Biaya per malam per orang adalah 30 Manat, termasuk makan 3 kali sehari dan teh nonstop. 



🚩 SHEKI
Setelah kami mengunjungi Xinaliq, tujuan berikutnya adalah kota Sheki, jika dilihat peta di bawah ini, Sheki hanya terletak di balik gunung dan semestinya bisa dilewati, iya bisa dilewati kalau gunungnya ada di Swiss, sayangnya ini di Azerbaijan dengan infrastruktur yang masih kuno walaupun negaranya ga kalah kaya sama Swiss.

Terpaksa tidak ada pilihan lain dengan kembali lagi ke Baku, demi melanjutkan perjalanan kembali ke Sheki. Kamipun kembali menginap semalam di penginapan kami di Baku.


from Xinaliq - Baku - Sheki

Dari awal sebelum berangkat ke Azerbaijan dan membaca beberapa catatan perjalanan beberapa orang, rasanya saya mengambil kesan kalau Sheki adalah kota yang tepat untuk hibernasi. Kota kecil yang nyaman dan masih sangat kental ambiance tradisional khas Azerbaijan. 

Walaupun kecil namun kota ini telah eksis selama 3000 tahun dan juga menjadi rute jalan sutra, menghubungi para pedagang pada masanya yang berjalan dari Asia menuju Rusia. 



Winter Palace in Sheki

Di Sheki kami bertemu hanya sekitar 8 orang turis Eropa dan rata-rata mereka menghabiskan waktu paling lama di Sheki dibanding di kota lain di Azerbaijan.

🚕  Menuju Sheki hampir sama halnya dengan ke Xinaliq, kami menggunakan taksi dari kota tua Baku menuju terminal bis di Sheki dan dilanjutkan dengan angkot menuju Sheki.
Jarak Baku – Sheki adalah sekitar dengan jarak tempuh hampir 5 jam.
Biaya taksi dari kota tua Baku ke terminal bis Baku : 
Angkot dari terminal bis Baku ke Sheki : 

🏡  Dimana menginap di Sheki :
Dari awal saya ingin menginap di Karvansaray, ini adalah tipikal penginapan yang telah ada sejak jaman Silk Route dimana saat ini karvansaray dijadikan penginapan ala hotel dan merupakan salah satu sightseeing spot paling ngetop di Azerbaijan.


Where to stay in Sheki : Karvansaray

Karvansraray


Sayangnya melakukan reservasi di karavansaray tidak bisa online dan saya tidak mau gambling apakah nanti kami akan mendapatkan kamar atau tidak. Untuk mengatisipasi hal tersebut saya sengaja memesan kamar di penginapan melalui online untuk 2 malam, lalu di saat ketibaan kami di Sheki kami mendatangi karavansaray untuk reservasi di hari-hari berikutnya di Sheki.

Sheki Karvansaray Hotel
Mirzə Fətəli Axundzade küçəsi 185
Sheki, Şəki, Azerbaijan
+994 55 755 55 70



🚩  KISH
Terletak hanya 10 kilometer dari Sheki, bisa dilakukan dengan half day trip menggunakan taksi. Panorama Kish yang terletak di lembah membuat rute Sheki – Kish ini rute favorit untuk mereka yang hobi tracking.

Bangunan paling ikonis di Kish adalah sebuah gereja Albania, yang dibangun oleh orang-orang Albania Kaukasia ( tidak ada kaitannya dengan negara Albania ), klan ini misterius dan mereka adalah penganut agama kristen dan pernah tinggal di bagian utara Azerbaijan.


Armenian Church in Sheki



🚩 SHEKI to GEORGIA or SHEKI back to BAKU
Hampir rata-rata turis yang kami temui memang akan melanjutkan perjalanan darat ke Georgia, sedangkan kami kembali ke Baku.

🚫Baca disini perjalanan kami ke Georgia
🚫 Baca disini cara mengurus visa Georgia untuk pemegang paspor Indonesia


🚩  BAKU dan SEKITARNYA
Baku adalah kota dengan perpaduan modern dan tua, konon sih katanya the next Dubai tapi rasanya masih jauh sekali untuk bersanding dengan Dubai walaupun saat ini pun terlihat Baku yang terus-terusan mempercantik diri disana sini.
Untuk turis Indonesia yang mungkin sudah bosen dengan kelap kelip Jakarta, bisa jadi Baku biasa saja di mata kalian, walaupun ada banyak bangunan di Baku yang bisa bikin panik para arsitektur saking futuristiknya.

Kami lebih prefer menikmati Baku dari sisi mengapa Azerbaijan disebut The Land of Fire, oleh karena itu untuk membuktikan kalau negeri ini memang kaya akan api dan gas, kami pun bergabung dengan excursion tour. Tur ini dibandrol dengan harga USD 31 atau sekitar hampir Rp. 400.000,- per orangnya lengkap dengan pemandu wisata dan luxurious van.

Tur yang saya pilih ini dimulai dari jam 10 pagi sampai sekitar jam 7 malam, dimulai dengan mengujungi volcano muds, Gobustan yang adalah UNESCO Heritage Site, Fire temple Ateshgah , Yanar Dag, dan melewati penambangan oil pertama Azerbaijan saat masih bergabung dengan Uni Soviet.

Gobustan  National Park

Mud Volcano 

Mud Volcano

Mud Volcano


Tur seperti ini banyak dijual di kota tua di Baku, bukan hanya tur seputar Baku, tapi juga excursion sehari menuju Sheki atau Xinaliq, kalau Anda tipe pelancong yang ingin melihat semuanya dalam waktu singkat dan tidak perduli harganya, tur seperti ini tentunya bisa dijadikan pilihan.



🏁 Hal - hal yang patut diketahui sebelum berangkat ke Azerbaijan : 

1. Untuk pengurusan visa electronik Azerbaijan dan bagaimana cara prosesnya

2. Untuk Anda yang telah pernah berada di Nagorno Karabach, dilarang masuk ke Azerbaijan.


3. Jika Anda akan menghabiskan lebih dari 10 hari di Azerbaijan, wajib melakukan registrasi. Registrasi bisa dilakukan online atau bisa minta karyawan hotel tempat Anda menginap untuk meregistrasikan paspor Anda. Jika tidak melakukan registrasi, akan dikenakan denda sebesar €200 atau sekitar Rp. 3.000.000,- dan deportasi.

4. Dilarang melakukan dokumentasi dalam bentuk foto ketika Anda berada di stasiun, terminal bis, bandar udara dan kantor pemerintahan lainnya.

5. Tidak semua orang Azerbaijan senang membicarakan politik negara mereka, terutama kasus antara Azerbaijan dan Armenia.


6 Rekomendasi perusahaan tour agency di Baku : 
TES Baku Travel Agency  https://www.testour.az


Our travel journey in Social Media