Traveling saat bulan semi adalah favorit saya, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan seperti cuaca yang sangat menyenangkan, tidak terlalu panas ataupun dingin, musim semi juga relatif lebih sepi dari turis, yang artinya harga tiket dan hotel juga biasanya banyak promo, rajin-rajin saja membaca email notifikasi dari maskapai-maskapai penerbangan ya. 

Untuk mereka yang tinggal di empat musim, pilihan destinasi yang sedikit lebih hangat banyak dipilih, dan pilihannya biasanya jatuh pada negara-negara yang dilewati laut Mediterania.

Malta

Malta adalah salah satu dari negara kecil di Eropa yang letaknya berbatasan dengan laut Mediterania, sebelah selatan Sicily, Italia dan sekitar 200 kilometer dari pantai benua Afrika.
Ibarat kecil-kecil cabai rawit, negara dengan luas 316 km2 ini justru tidak kalah dengan negara Eropa lainnya, Malta sangatlah cantik menawan, menawarkan banyak potensi wisata alam, dan kultur budaya Malta yang merupakan perpaduan Arab dan Eropa menjadikan negara ini memiliki eksotismenya tersendiri.

Valetta, Malta


Cyprus

Nama negara Siprus bisa jadi tenggelam dibalik bayang-bayang tersohornya negeri Yunani yang berdekatan dengannya, bahkan masih banyak yang beranggapan bahwa Siprus merupakan bagian negara Yunani. Yunani memang pernah menjadi bagian sejarah dari Siprus di masa lalu. 

Related Posts : 



Untuk memulai menyusuri Siprus, pilihlah kota Paphos sebagai basisnya. Paphos atau yang juga disebut Pafos layaknya permata negara Siprus, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, banyak bukti arkeologi yang mendukung keberadaan kota ini telah ada sejak periode Neolitik.

Paphos, Cyprus


Meteora, Greece

Walaupun bernama sama seperti batu meteor, namun pegunungan batu yang terlihat di Meteora bukan karena adanya meteor namun muncul melalui erosi fluvial yang terjadi 60 juta tahun yang lalu,  Metéora sendiri dalam bahasa Yunani secara harfiah berarti 'melayang di udara'.

Panorama spektakuler, desis angin dan cicitan suara burung membuat saya lupa kalau treking bukan aktifitas favorit saya padahal aksesnya mudah saja. Entah bagaimana para biarawan-biarawati pada abad ke 9 silam dapat membuat biara-biara yang kata nya berjumlah lebih dari 20 itu, bagaimana dengan akses mereka menuju ke bukit-bukit tinggi itu, pengadaan air nya, menggotong batu dan segala teknis lainnya, pikirkan saja sendiri.

Meteora, Greece


Southern France

Tidak pernah bosan deh menempatkan destinasi Prancis Selatan di setiap daftar liburan apapun musimnya, sepertinya saya telah sangat jatuh cinta.
Khusus untuk Prancis Selatan, saya telah menuliskan itinerary jalan-jalan kesana, bisa dibaca di link ini ya : http://www.jalan2liburan.com/2016/11/vlog-itinerary-liburan-ke-prancis-selatan.html

Atau nonton saja vlog kita waktu road trip kesana disini :

 
Southern France


Madeira

Portugal bukan saja Porto dan Lisbon, sebagai negara kepulauan, pulau-pulau di seantero Portugal wajib untuk didatangi. Yang paling terkenal adalah pulau Madeira dan pulau Azores, untuk banyak travelers pulau-pulau Madeira ini seperti hidden paradise, gunung, national parks, air terjun, tanaman bunga dimana-mana, dan the good thing is Portugal masih relatif sangat murah dibandingkan Eropa Barat dan Utara. 



Madeira, Portugal

Bagaimana dengan destinasi pilihan saya untuk berlibur saat musim semi ini? Ada yang menjadi bucket list kalian juga?
Atau apa sih travel plan kalian untuk liburan berikutnya, share ya di kolom komen, saya kepo berat nih :-)



Beruntung ya pemegang paspor kek kita-kita gini gak perlu pakai visa kalau mau ke Maroko karena sesungguhnya Maroko ini gak bisa deh dikunjungi hanya sekali, rasanya pengen balik lagi dan lagi. Karena sukses mengunjungi Maroko saat kunjungan perdana beberapa tahun lalu, meninggalkan rasa penasaran ingin melihat kota lain di Maroko. Kalau yang pertama kali kita sempat ke Marrakesh dan Essaouira, kali ini mengunjungi Fes, Chefchaouen, Meknes, Mulay Idris dan Volubilis.
Rutenya memang kesana kemari sih tapi kami memutuskan untuk tinggal di satu tempat saja selama di Maroko dan tiap harinya excursion ke kota-kota lain yang jaraknya masih dalam jangkauan Fes.

 Klik di video ini ↑  untuk nonton vlog kita, seperti apa sih penampakkan Medina di Fes itu, dan ada apa aja disana ☺

Bab Bou Jeloud / Blue Gate

Gerbang berwarna biru sebagai pintu masuk raksasa yang menghubungkan kota tua Medina Fes dan kota baru. Sebagai bayangan, di dalam Medina seperti layaknya kota tua dimana semua aktifitas sehari-hari orang lokal dilakukan. Untuk turis jelas ini atraksi utama.
Walaupun seperti labirin yang menyesatkan, ternyata dibandingkan dengan Medina milik Marrakesh, di Fes bisa dibilang lebih kompleks, mungkin lebih kecil dalam ukuran sehingga rasanya banyak spot yang bisa dijadikan tanda navigasi untuk menghindari tersesat.  Nah, yang sering dipakai sebagai navigasi adalah Bab Bou Jeloud ini, banyak pemilik Riad yang menjemput tamunya di plataran depan gerbang biru ini supaya memudahkan para tamu mereka.

Madrasa Al-Attarine

Berada di Maroko pastinya akan membuat kita menghabiskan waktu masuk dari madrasa yang satu ke madrasa lainnya. Tidak semua bisa kita masuki karena persyaratan agama dan juga kadang mereka sedang ada aktifitas yang tidak bisa diganggu.
Maroko sadar betul bahwa salah satu pemasukkan negara mereka yang terbesar adalah dari wisatawan, oleh karena itu mereka menyediakan satu Madrasa yang dibuka untuk umum dengan membayar tiket masuk. Madrasa Al-Attarine dibangun sejak tahun 1310 dan diberi nama Attarine karena terletak di antara pasar penjual parfum dan herbal.

Related Posts :



Di dalam Al Attarine kita dapat menikmati desain bangunan yang sangat details dan menawan, masuk ke dalam langsung terlihat courtyard dengan kolam air mancur, mozaik di dinding nya berwarna dominan hijau tosca dan putih. Di lantai atas terdapat kamar-kamar milik pelajar, seperti kita ketahui Madrasa adalah sekolah mendalami ilmu agama, dan di madrasa ini juga para pelajar tinggal dan belajar.

Al-Qarawiyyin University & Library

Siapa yang menyangka bahwa di balik dinding megah nan tebal yang mengitari Medina kota tua Fes di Maroko terdapat bangunan bersejarah yang menjadi bukti peradaban manusia dalam ilmu pendidikan, bangunan tersebut adalah universitas tertua di dunia berikut perpustakaannya yang juga merupakan perpustakaan tertua di dunia.

Universitas Al-Qarawiyyin adalah universitas pertama di dunia yang berlokasi di Fes, Maroko yang didirikan pada tahun 859. Pada awalnya, bangunan universitas ini adalah sebuah masjid yang kemudian berkembang jadi tempat menimba ilmu, terutama ilmu pengetahuan alam sekaligus menjadi salah satu pusat spiritual Muslim dunia.

Didirikan pada tahun 859 oleh Fatima al-Fihria, putri seorang pedagang kaya asli Tunisia yang hijrah ke Fes pada awal abad ke-9,  Fatima mewarisi sejumlah besar uang dari ayahnya dan berjanji untuk menghabiskan seluruh warisannya pada pembangunan masjid.

Di area Al-Qarawiyyi, kita juga akan melihat perpustakaan tertua dunia dengan nama yang sama. Perpustakaan yang masuk dalam halaman Guinness World Records ini memiliki ruangan khusus untuk pemeliharaan naskah-naskah kuno. Manuskrip dan naskah-naskah kuno tersebut kini dijaga lebih banyak petugas keamanan, yang memang berjaga karena kecintaan mereka terhadap sejarah.

Tannery

Kota Fes di Maroko terkenal di dunia selama ratusan tahun sebagai surga belanja kerajinan kulit dengan kualitas tinggi. Di dalam labirin medina kota tua di Fes kita bisa melihat secara langsung proses penyamakkan kulit yang masih menggunakan cara tradisional. Kulit yang digunakan berasal dari kulit binatang sapi, kambing, domba dan yang termahal adalah kulit unta.

Proses pertama dalam penyamakkan kulit adalah membuat kulit tersebut menjadi lembut, karena masih dengan cara tradisional maka bahan yang digunakan adalah juga bahan alami, kulit direndam dalam campuran urin sapi, kapur, air, dan garam selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, kulit direndam dalam campuran air dan kotoran merpati yang mengandung amonia. Proses ini agar kulit menjadi lunak sehingga mudah untuk menyerap warna.
Jangan heran jika berada di area tannery ini akan berbau tidak sedap, pihak pemandu wisata akan memberikan setangkai daun mint kepada para tamu untuk meminimalisir aroma tidak sedap pada proses ini.

Kulit yang telah lembut lalu kemudian kembali dibersihkan untuk kemudian diberi warna secara alami, kulit-kulit tersebut dimasukkan ke dalam gentong besar dimana masing-masing gentong berisi pewarna alami. Warna kuning berasal dari saffron, biru dari indigo, orange dari henna, hijau dari daun mint dan merah dari bunga poppy, lalu supaya mengkilat diberi minyak olive.

Kulit yang sudah diberi warna kemudian dikeringkan dan siap untuk dibuat berbagai macam barang kerajinan, mulai dari dompet, sepatu, tas, jaket, sarung bantal dan masih banyak lagi.
Harga satu tas kecil dibandrol seharga 160 dirham atau sekitar Rp. 215.000,- dan untuk dompet seharga 60 dirham atau sekitar Rp. 86.000,- , tidak usah ragu untuk menawar jika memang tertarik ingin membeli. 


Maskapai penerbangan China Southern akhir-akhir ini sering memberikan paket promo dengan harga bersaing, salah satu alasan kenapa kita mencoba maskapai ini saat traveling ke Australia, saat itu kita terbang dari Amsterdam Schiphol airport dan transit dua kali di Cina tepatnya di kota Beijing dan Guangzhou. Walaupun ini kedua kalinya kita ke Cina tapi Beijing belum pernah didatangi dan setelah saya pelajari ketentuan transit di Beijing kek gimana, akhirnya saya mantap untuk memilih maskapai yang tergabung dalam Skyteam ini yaitu karena penerbangan ini berbonus akan menibakan kita berdua di Beijing walaupun dalam waktu singkat.
Review tentang maskapai China Southern rencananya akan saya tulis terpisah, tapi untuk vlog nya bisa dilihat disini bagaimana penampakkan pesawat yang kita pakai : 



Transit 10 Jam di Beijing

Pilihan jam transit di Beijing ada beberapa dan saya memilih yang 10 jam dengan ketentuan tiba pagi hari dan berangkat malam harinya, karena dengan demikian kita bisa melihat kota Beijing di jam yang tepat. Sebelum keberangkatan saya sudah mengurus visa transit Cina ke kedutaan Cina, jadi saya yakin saya bisa keluar dari bandara, di beberapa blog orang Indonesia saya pernah membaca kalau mereka tidak pakai visa untuk keluar, tapi itu pun sepertinya mau-maunya pihak imigrasi aja memperbolehkan keluar atau tidak, so demi amannya udahlah ya saya urus aja visa dan bayar visa nya seharga €55 atau sekitar Rp. 800.000,- , kalau urus di Jakarta sih kena seharga Rp. 300.000,- aja. 

Karena China Southern Airline ini termasuk dalam Skyteam, maka dari Amsterdam kita kebagian dapat pesawat KLM, tiba di Beijing Capital International Airport sekitar jam 09:55 pagi, langsung menuju antrian imigrasi supaya cepat keluar juga ke pusat kota, saya agak bingung dengan sistem bandara ini karena setiap penumpang entah itu penumpang transit, penumpang yang destinasi akhirnya disitu, atau penumpang transit yang mau keluar bandara, semuanya harus melewati imigrasi. Bandingkan dengan bandara lain yang punya jalur sendiri untuk para penumpang yang hanya ingin transit dan tinggal di bandara karena tidak punya visa, nah di Beijing Airport semua harus melalui imigrasi, saya mikirnya kalau gak punya visa lah gimana atuh ya. 

To make a long story short, setelah urusan keluar imigrasi, bagasi, dan perintilan lainnya, kami lalu menuju kereta api cepat yang ada di basement bandara Beijing setelah sebelumnya membeli kartu terusan.

Ini vlog mengenai kereta cepat tersebut : 



Forbidden City atau Great Wall

Dua pilihan ini sempat bingungin juga, dengan waktu terbatas kita hanya bisa memilih salah satu jalur ini, apakah itu Forbidden City atau Great Wall, tidak mungkin keduanya jika hanya punya waktu kurang dari 12 jam transit. 
Karena pertimbangan cuaca yang sedang musim dingin, pilihan Great Wall kami singkirkan dan city tour Beijing nampaknya lebih bijaksana untuk dipilih. Kita bisa kembali kapan aja ke Beijing di musim yang lebih hangat untuk menjelajahi Great Wall.
Dari rumah saya sudah mencetak peta kota Beijing dan memilih paling tidak 3 - 4 sightseeing spots paling ngetop disana supaya tidak terlalu ambisius.  
Berikut pilihan saya selama di Beijing dalam rangka menghabiskan waktu transit, urutannya tiba di Qianmen lalu berjalan kaki menuju Tiananmen Square, The Forbidden City dan ke Wangfujing Snack Market. Tadinya mau nambahin lihat Temple of Heaven juga, saya pernah baca kalau pagi-pagi kesini bisa lihat banyak orang tua yang sedang melakukan Tai Chi, kan seru ya, sayang waktunya terbatas.










Walaupun hanya punya waktu 10 jam sejak pesawat landing tapi ternyata gak ambisius juga kok, kita sampai kembali ke bandara masih dalam waktu yang ok banget juga, semua ini karena transportasi kereta cepat yang menghubungkan Beijing International Airport dan pusat kota Beijing, dalam hal ini Tiananmen Square, kebetulan sightseeing paling ngetop di pusat kota Beijing ini jaraknya semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, yang penting bawa peta deh karena saya sampir gak melihat ada loket tourism board selama disana, mungkin ada tapi di hotel kali ya.

Related Posts : 

What to do in transit by +Noni khairani 

What to Eat in KLIA2 Airport, Kuala Lumpur Malaysia  by +Aggy F 


Selain itu siapkan dan tukarkan juga uang lokal setelah landing, jadi bisa langsung beli tiket kereta dan gak buang-buang waktu harus cari money changer. Untuk hal ini kita sudah siapkan sekitar equivalent €100 atau 750 Yuan sebelum berangkat ke Cina, jadi ga perlu lagi nyari dan ngantri di money changer.

Beijing Layover Tour

Sayang sih ya China Southern gak punya transit program yang membawa penumpang transit untuk keliling kota, gak kayak maskapai lain seperti Etihad atau Qatar yang punya program gratis seperti yang saya maksud untuk keliling Dubai untuk Etihad atau keliling Doha untuk Qatar. China Southern hanya memberikan hotel gratis kalau kita mau istirahat, dan ini sudah termasuk lumayan juga sih ya daripada manyun di bandara. Di Guangzhou saya sempat ambil fasilitas menginap di hotel gratis ini.

Walaupun maskapai ini tidak menfasilitasi penumpang transit dengan program city tour, tapi banyak kok tour dan travel yang menawarkan paket keliling Beijing selama transit, cari aja deh di google dan masukkan "Beijing Layover Tour" di kotak pencarian.
Paketnya beragam berdasarkan jam transit yang kamu punya dan minatnya ingin melihat apa. Biasanya kalau mau melihat Great Wall, kita akan diajak ke Great Wall yang Mutianyu karena jaraknya yang paling dekat, dan harga yang ditawarkan sekitar US$ 65/orang. Sedangkan untuk paket transit ke rute yang saya sebutkan di atas sekitar US$ 59/orang, not bad lah untuk memaksimalkan waktu transit menjadi lebih bermakna, ha ha ha bermakna karena gak perlu beli tiket ke Beijing tapi bisa lihat kotanya walaupun gak nginap berhari-hari, selalu ada waktu untuk kembali lagi nantinya toh? :-)




Sarapan pagi untuk banyak orang sangatlah penting untuk dilakukan, bagaikan isi bensin sebelum beraktifitas seharian penuh, apalagi saat traveling dimana energi sudah pasti diperlukan. Sayangnya tidak semua destinasi kaya akan kuliner termasuk variasi sarapannya, atau malah kadang tidak cocok dengan ritme sarapan pagi kita sehari-hari, ah namanya juga traveling, cherish the moment aja kali ya and have a breakie like the locals do. 
Related posts : 

Sarapan di Maroko

Ritual sarapan di Maroko sangat menyenangkan, apalagi kalau menginap di Riad, para tamu akan dimanjakan dengan ragam sarapan yang membahagiakan, bahkan dari piring dan gelas yang digunakan sudah cantik-cantik sekali. 
Ragam nya dimulai dari teh mint, jus jeruk manis, potongan buah, roti dan selai, madu, buah olive, pilihan telur, lalu kue manis khas Maroko. 
Setiap hari kurang lebih sama seperti itu jenisnya, yang berubah misalnya buah yang diberikan, sisanya kurang lebih sama. 

Sarapan di Finlandia

Ikan Herring dan lingonberries dan sisa menu lainnya kurang lebih sama seperti menu sarapan continental breakfast lainnya. 
Lingonberries ini adalah sejenis buah berries yang banyak ditemukan di dalam hutan di Swedia dan negara Nordic lainnya. Lingoberries ini buah yang kaya akan zat kimia yang bisa menurunkan tekanan darah dan membuat jantung lebih sehat, dijadikan selai untuk makanan apapun, kadang di atas kentang atau kadang dijadikan selai. 

Sarapan di Jawa

Wah ini suami saya bakal pusing kalau berhari-hari traveling di Jawa karena biasanya ragam sarapan disana lumayan berat ya, bahkan untuk saya yang tidak terbiasa makan berat saat pagi juga bisa kewalahan, untungnya masih ada bubur seperti bubur kacang ijo atau bubur ayam to the rescue. Sisanya biasanya nasi lengkap dengan lauk pauknya, untung-untung kalau tinggal di hotel yang agak modern, biasanya ada pilihan roti dan paling tidak bisa pesan sunny side up eggs. 

Sarapan di Costa Rica

Sama seperti turis bule yang ke Indonesia dan melihat sarapan mayoritas orang Indonesia yang makan nasi lengkap untuk sarapan, kurang lebih seperti itulah ketika saya berada di Costa Rica. Menu sarapan disana juga hampir tidak ubahnya menu makan malam, di piring akan terlihat nasi, kacang merah, ayam goreng, pisang goreng dan salad, semua dalam satu piring. 
Lalu makan siangnya berkisar di menu yang sama lagi, mungkin yang berubah jenis buah nya, jika biasanya menggunakan pisang goreng, diganti dengan alpukat atau mangga, ayam nya berubah juga menjadi ikan goreng. 
Bingung ya lihat pisang goreng dimakan bersamaan dengan nasi? Iya betul sekali pisang goreng disana dimakan bersamaan dengan nasi, unik ya. 

Sarapan di Australia

Tipikal kuliner di Australia itu berasal dari a little bit of here and there, jadi hampir tidak ada menu yang asli dari sana. Dan untuk sarapan rasanya mereka lebih suka grab a coffee and go, dan brunch menjadi favorit. 
Brunch di Aussie itu sangat menyenangkan karena kayanya ragam makanan yang saya tadi tulis di atas, kadang saya makan French crepes, lalu di hari berikutnya corn fritters with avocado salsa dan besoknya memesan eggs benedict dengan toast. Ah pokoknya asyik lah brunch di Aussie, selain gampang nemuin tempat makan yang dasar menu nya adalah brunch, juga ragam pilihannya, mungkin salah satu keuntungan jadi turis di negara yang tidak memiliki kuliner asli ya, jadi gak bersalah memesan brunch dengan menu seperti itu. 

Sarapan di Iran

Selama di Iran selain menginap di hotel yang berbasis international chain, juga di penginapan ala guest house dan juga menginap di rumah penduduk. Karena menginap di tempat yang berbeda seperti ini saya jadi merasakan ragamnya sarapan tergantung menginap dimana. Kalau di international hotel chain ya biasalah ya standard makanan buffet dengan menu international. 
Kalau menginap di rumah penduduk, makanan sarapan mereka lebih sederhana, hampir tidak ada daging, hanya roti, selai yang biasanya dibuat sendiri berbahan buah yang sedang musim, lalu paling mewah ada telur rebus, sisanya sebisa mungkin sayuran dan porsi roti yang banyak. 
Sedangkan di penginapan ala guest house, menu nya di antara kedua jenis penginapan sebelumnya, roti dan telur rebus sudah pasti, buah olive, feta cheese, kentang rebus dan butter dingin. 

Sarapan di Prancis

Konon orang lokal di Prancis sendiri kalau breakfast ya hanya ke bakery lalu pesan croissant dan kopi, lalu di weekend barulah mereka menikmati sarapan lengkap walaupun tidak dalam menu besar, yang pasti ada keju, ragam roti karena Prancis benar-benar negara roti, lalu pastries seperti Pain au chocolat alias roti isi coklat, pain aux raisins, chausson aux pommes yang adalah semacam pastry berisi applesauce, rata-rata bisa ditemukan di toko roti di seantero Prancis.



Bagaimana dengan kamu? Sarapan saat liburan yang menjadi favoritmu yang seperti apa? Share dong di kolom komen.





Antwerp has many things to offer no matter what is your favorite elements are. From antique hunting, dinner and dance with friends, hopping on off museums or just simply enjoy local beer with Belgian Côte d'Or piece of chocolate in the river bank. 

Related Posts : 

This end of year is going to be my 10th year living in Antwerp, spent my time so far by enjoying the city in every seasons and playing tourist every single time.
So, to sum it up, here is my 7 favorite things to do in Antwerp, Belgium : 

Vlaaikensgang - The Tiniest Alley in Town

The feeling of walking in the alley that dated since 1591 make this alley is one of my favorite spot in Antwerp, there is a magic in the air especially when the Cathedral bell is ringing.
Even though Vlaaikensgang  is mentioned several times in many travel guides as the top things to do when you are in Antwerp, but sometimes I hardly see any tourists when I was there, probably because the alley is located pretty hidden so it s hard to find.

Vlaaikensgang


Sunday Shopping in Vintage Streets

All of the shops and businesses in Antwerp are close on Sunday except for the first Sunday of the month, it makes Antwerp a bit quiet in you are a tourist on Sunday. But worry not because there is a Kloosterstraat that is open every Sunday. 
After a great Sunday brunch, visiting Kloosterstraat is a must. It s a gem of the city where you can find many antique collection and a vintage things with reasonable price.


→   Read Here : Top 7 Awesome Museums To See in Antwerp


Late Lunch in a Former Palace of Napoleon

Antwerp is a rich city full of histories and cultures that the locals are so proud of. Having an immense harbour made someone like Napoleon decided to lived in Antwerp and purchased one building as his palace to stay. Napoleon is a history by now, but you can still enjoying his palace as this one is become a restaurant in the heart of the city. 
Either you just want to have an afternoon high tea or late lunch, you can just come to Café Impérial and be ready to admire all of those architectures inside, and of course they have such a delicious a bowl of Bouillabaisse - a traditional Provençal fish stew originating from the port city of Marseille. 



Chasing Sunset in A Scheldt River

The great thing of spring and summer is to chase sunset. Antwerp has no beaches but it has a Scheldt River and in the some region of the river is the best spot to see the sunset. Every summer there is a tons of summer pop up bar and resto all around the river.  





Watching Movie at An Independent Cinema

Small, cozy and smart. I was talking about an independent cinema. 
Watching a movie in a regular cinema is good but in an independent one is awesome. They may be a little harder to find because many of them are either close or bankrupt. 
In Antwerp at least there is 4 famous independent cinemas that I know : Cinema Cartoon's, De Roma, Cinema Zuid and Filmhuis Klappei. Please put in the comment box if you know more!

De Roma Cinema ⎟ via


Asian Groceries at China Town

As an Asian by birth, having a china town in Antwerp is great, meaning that I can do my groceries list so easy in many Asian shops in there. 

Though you are not an Asian, visiting China Town can be a joyful too where you can have a bowl of Chinese noodle or Peking duck. Our favorite Chinese noodle bar in Antwerp is Ting Kee Mie, a stone throw away from the Chinese gate. By far this small restaurant is the best in town, the Chinese chef and his wife are a dynamite duo who will serve the best bowl of noodle soup. Just bare in mind that during lunch time it will be packed.


China Town Antwerp ⎟ via


→  Read Here : My Favourite Brunch Spot in Antwerp


Enjoying Beautiful Square at Hendrik Conscienceplein

Like many European cities, you'll find Antwerp's squares everywhere, the perfect place to chill and listen to a street entertainer played his guitar. My favorite square in Antwerp is the one in Hendrik Conscienceplein, it s pretty compact and small comparing to the one in Grote Markt or Groenplaats. 
In Hendrik Conscienceplein square you will see Carolus Borromeus' church with its exquisite baroque facade, built in between 1615 and 1621. 

Carolus Borromeus' church


And in front of the church, there is a Hendrik Conscienceplein library where inside the library they have a jewel called The Nottebohm Room. Unfortunately this secret room is only open where there is an exhibitions. I have a bit luck visited this Notthebohm Room last summer, the interior was mind blowing , it s really one of the best-kept secrets in Antwerp.

Notthebohm Room

So, how do you like Antwerp? Some place that you love it too and looking forward to visit ?
I love it madly and it s exactly where I want to be, beside my tropical hometown of course ;-)





Sebelum saya lanjutkan artikel ini, saya mau menginformasikan kalau kamu baru pertama kali akan menggunakan AirBnB, saya punya kode yang bisa dipakai supaya kamu mendapatkan diskon sebesar Rp. 500.000,- an atau US$ 35 untuk pemesanan AirBnB pertama kali, lumayan banget kan?

Caranya gampang, register AirBnB kalian melalui link ini : www.airbnb.com/c/fjozephine

Cobain ya :-)

* * *

Desember lalu kita baru aja liburan ke Australia, karena waktunya terbatas jadi terbatas juga hanya bisa mengunjungi Sydney dan Melbourne. Trip yang bertepatan dengan merayakan ulang tahun pernikahan kami ke 9 ini menibakan kami di Sydney setelah perjalanan panjang dari Amsterdam ke Beijing lalu ke Guangzhou dan akhirnya ke Sydney. Lalu demi konser Coldplay kami melanjutkan perjalanan ke Melbourne. 


Bulan Desember tuh kalau di Australia bertepatan dengan high season karena anak-anak sekolah pada liburan musim panas, jadi nyari hotel tuh sangat challenging, maksudnya yang menawarkan rate yang reasonable dengan kualitas yang ok. Banyak sih yang available tapi ya rate nya udah gak masuk di akal. Thanks to AirBnB, pilihan akomodasi untuk traveling tuh jadi semacam beragam dengan harga yang juga cocok.
Dan as always, milih AirBnB itu seru banget, belum juga berangkat tapi udah berasa liburan saking foto-foto rumah yang ditampilkan cakep-cakep. 

Dan akhirnya di  Sydney saya memilih rumah nya Fede yang hanya 3 menit jalan kaki ke pantai, Fede ini seorang photographer dan pacarnya koki di restoran Italia, mereka baru datang ke Australia dari Italia untuk memulai hidup baru, pasangan muda ini outgoing banget dan yang terpenting lokasi rumah mereka yang bukan saja dekat dari pantai Coogee ( alasan kami ke Sydney memang mau menghabiskan banyak waktu di pantai ) , tapi juga depannya pas banget ada halte bus dengan banyak tujuan termasuk ke Sydney Central dan Stasiun Sydney. Asyik banget kan. 

Rumah Fede ini mirip banget deh kayak katalog-katalog di Pinterest, namanya juga photographer sih ya, jadi jago juga dia ngerapiin rumahnya. 





 

Nah untuk di Melbourne, saya memilih apartement yang letaknya gak jauh-jauh banget dari Etihad Stadium karena kan tujuannya emang mau nonton konser Coldplay ya, nah dari apartemen milik Penny ini kita cuman jalan kaki aja kurang dari 10 menit. Setelah konser Coldplay kelar dan semua penonton nya berhaburan keluar untuk nyari hotel, metro, kereta, bus, kami berdua santai aja jalan kaki kembali ke apartemen punya Penny. 





Lokasi Etihad Stadium itu emang di tengah-tengah pusat kota Melbourne, jadinya kemana-mana gampang banget, geret2 koper dari stasiun Melboune pun gak sampai 10 menit deh, easy peasy. 

Kenapa saya tertarik banget saat lihat apartemen nya Penny ini? Karena menurut yang saya baca Penny ini unik orangnya, dia semacam pencinta Burlesque, jadi sudah bisa dibayangin kan ya interiornya apartemennya berwarna hitam, merah dengan poster Dita von Teese dimana-mana. Oh my saya suka banget emang sama burlesque dan perempuan-perempuan yang menurut saya cantik-cantik banget ini, saya langsung nulis message ke Penny dan menyakinkan dia supaya dia approve reservasi AirBnB.  Dan benar aja Penny menyetujui permohonan saya itu. 

Jadilah pilihan AirBnB selama di Sydney dan Melbourne ini merupakan AirBnB yang tema interior nya adalah kesukaan saya dan tentunya berinteraksi langsung dengan orang lokal telah berawal dengan host AirBnB ini.



Seperti namanya Eropa Timur pastinya berada di benua Eropa bagian Timur. Belakangan saya perhatikan pamor traveling ke destinasi di Eropa Timur mulai mendapat tempat di hati para wisatawan Indonesia. Perpaduan antara sejarah bekas komunis, korban Perang Dunia, dan ditambah dengan situs budaya peninggalan Ottoman, membuat Eropa Timur menjadi sangat unik dan berbeda dengan bagian Eropa lainnya. 
Untuk biaya hidup sehari-hari bisa dipastikan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya hidup di Eropa Barat, tentunya menjadi sangat good bargain ya liburan kesana.

Related Posts :
 

 A Quick Foodie Guide to Singapore
by Dream Explore Wander

Berikut saya sampaikan beberapa hal yang penting untuk diperhatikan sebelum keberangkatan ke Eropa Timur :
 
→ Tiket Penerbangan
Pemilihan kota tujuan seperti kota besar di Jerman bisa dijadikan pilihan jika akan berangkat dari tanah air menuju Eropa. Dari Jerman banyak transportasi yang dapat menghubungkan Anda dengan kota di Eropa Timur. 
Sila melakukan simulasi harga tiket penerbangan melalui aplikasi seperti kayak.com atau situs pencari tiket andalan Anda lainnya. Biasanya kota di Jerman atau Belanda sedikit lebih murah jika diakali berangkat dari Kuala Lumpur atau Singapura. Simulasikan saja tanggal keberangkatan yang diingini dan destinasi awal dan tujuan pada aplikasi tersebut.

→ Visa
Untuk pemegang paspor Indonesia yang memiliki visa Schengen yang masih valid, bisa masuk ke dalam negara di Eropa Timur di bawah ini dengan menggunakan visa Schengen tersebut. 
Beberapa negara seperti Bosnia, Serbia, Bulgaria, Macedonia, Kosovo, Albania bukan termasuk dalam daftar negara Schengen namun ada pengecualiannya yaitu visa Schengen yang masih valid bisa digunakan masuk ke dalam negara-negara tersebut.

Transportasi Antar Kota
Untuk penerbangan murah antar kota di Eropa Timur, terdapat maskapai Ryan Air dan Wizz Air yang menghubungkan banyak kota dari Eropa Barat ke Eropa Timur. 

Bus umum antar kota di Eropa Timur juga sangat memadai, tiket bisa dibeli online atau sehari sebelum keberangkatan selama bukan musim liburan langsung di terminal bus.
Tipikal terminal bus di Eropa Timur biasanya terletak tidak jauh dari stasiun kereta, dan di dalam terminal tidak sembarang kendaraan bisa masuk ke area platarannya, khusus bus yang memang telah memiliki jadwal yang bisa masuk ke area terminal tersebut. Para calon penumpang diwajibkan menunggu di platform yang telah ditentukan, lalu kemudian barang bawaan harus diberi nomor dan diletakkan di dalam bagasi. 
Pembelian tiket bus di kota-kota di Eropa Timur dapat dibeli di loket resminya. 

Untuk negara Balkan, bisa dilakukan pembeliannya secara online melalui situs ini : https://www.balkanviator.com ,  saya mengandalkan situs ini waktu berangkat ke Eropa Timur ( Itinerary 2 di bawah ini ), sebagai acuan timetable dan berapa harga tiketnya.



Untuk memudahkan perjalanan, pilihan 4 itinerary di bawah ini semoga bisa dijadikan acuan ya. Itinerary ini dibuat menurut letak geografisnya sehingga memudahkan juga transportasinya. Untuk berapa hari yang ingin dihabiskan di masing-masing kota tentunya disesuaikan dengan berapa jumlah hari liburan yang Anda punya, ya minimum 2 malam di tiap kota jika ingin terburu-buru dan bisa lebih lama jika gaya liburan Anda adalah yang santai.

Itinerary 1
Krakow - Praha 
Praha - Bratislava 
Bratislava - Budapest

Itinerary 2
Sarajevo - Dubrovnik 
Dubrovnik - Kotor
Kotor - Belgrade

Itinerary 3
Sofia - Skopje 
Skopje - Kosovo 
Kosovo - Albania ( Tirana )

Itinerary 4
Vilnius - Riga
Riga - Tallinn 
Tallinn - Helsinki 

Nah kan sebenarnya mudah saja membuat itinerary ke Eropa Timur ini, jika telah tiba di kota tersebut, bisa gabung dengan Free Walking Tour yang diprakarsai oleh orang lokal, biasanya berkumpul di tempat yang telah diinformasikan sebelumnya dan tour ini berdurasi selama 2-3 jam. 
Free walking tour andalan yang biasa saya gunakan adalah : Sandeman New Europe dan Free Walking Tour.
Walaupun namanya gratisan, di akhir tour sediakan tips sukarela dan berikan untuk pemandu wisata.

Sewaktu-waktu postingan ini akan saya update dengan pilihan itinerary lainnya, untuk sementara jika ingin yang ada ditanyakan mengenai perjalanan ke Eropa Timur secara general, bisa ditulis di kolom komen di bawah ini !


Untuk para pelancong yang baru ke Eropa pertama kali biasanya akan memilih kota-kota besar yang sudah terkenal seperti Amsterdam, Paris, Roma atau mungkin kota-kota di Eropa Timur seperti Praha dan Budapest. Tidak ada yang salah dengan pilihan itu kok, kota tersebut menjadi sangat terkenal karena memang memiliki pesona yang disukai banyak orang dari berbagai penjuru dunia. 

Jika berencana ingin kembali lagi ke Eropa dan ingin melihat kota-kota lainnya yang mungkin out or radar di pemberitaan di Indonesia, berikut saya sampaikan ide kota-kota lainnya di Eropa yang mungkin bisa menjadi pilihan untuk kunjungan berikutnya. 

Rovijn 

Sejak Kroasia masuk ke dalam Uni Eropa dan memperbolehkan pemegang visa Schengen yang masih berlaku untuk berkunjung ke Kroasia dengan visa tersebut membuat Kroasia semakin banyak peminatnya. Rata-rata wisatawan dari Indonesia datang ke Kroasia untuk melihat kota Dubrovnik, salah satu lokasi shooting serial Game of Thrones. Sedangkan para wisatawan asal Eropa telah lama menempatkan Propinsi Istria sebagai destinasi musim panas favorit. 
Salah satu kota di Istria yang sangat memukau adalah Rovijn yang kota tua nya nampak berdiri di atas batu karang raksasa. Kontur jalan yang naik turun dan dikelilingi oleh birunya laut Mediterania, rasanya tidak akan lelah jika harus berjalan kaki disini. Sepintas sempat terbersit di pikiran saya jika Rovijn ini bisa sekali menyaingi Santorini di Yunani, namun dalam versi tidak banyak turis.

The Magnifique Rovijn, Croatia from Katarina Island


Dijon

Pencinta kuliner pasti familiar dengan Mustard Dijon. Dan Dijon yang saya maksud disini adalah kota penghasil mustard tersebut. Terletak di Prancis bagian Timur ( sekitar 300 km dari Paris ) dan pernah menjadi ibukota Burgundy, Dijon juga dianugerahi sebagai kota gastronomi nya Prancis dan dunia. Wah kebayang kan, kota di Prancis lainnya saja sudah menawarkan kuliner dengan cita rasa tinggi, apalagi di kota semacam Dijon yang mengantongi anugerah seperti ini. 

Di seantero kota tua Dijon banyak sekali bangunan gereja berusia tua dan masih terawat, salah satunya adalah Notre Dame de Dijon yang telah ada sejak abad ke 13 dengan arsitektur Gothic.

Dijon, France

Chill lifestyle in France



Tongeren

Tongeren adalah kota tertua di Belgia dan dinyatakan sebagai kota tertua karena banyaknya artifak peninggalan Romawi Kuno yang ditemukan di seantero kota. Pada masanya Tongeren merupakan kota administratif kerajaan Romawi. Bayangkan dari Roma sampai ke kota di Belgia, betapa megahnya kerajaan Romawi ini pada masanya. 


Jika ingin mempelajari sejarah kuno tersebut, ada Museum Gallo Roman yang menyimpan barang-barang peninggalan Romawi dengan apik. 

Di sekeliling kota tua Tongeren, di beberapa sisinya masih ada tembok penjaga kota yang lazim dibangun oleh para tentara Romawi di setiap kota yang mereka duduki. Tembok Romawi di Tongeren ini tercatat dibangun sejak abad ke 2.  

Tongeren, the oldest city in Belgium


Timisoara

Kalau mendengar nama negara Romania mungkin tidak terbersit untuk mengenal kota Timisoara. Mungkin Brasov atau Kastil Drakula lebih terkenal di Romania dibandingkan Timisoara. Timisoara sering dibandingkan sebagai Little Vienna, bisa dimengerti karena sama-sama merupakan Austro-Hungarian Empire pada masanya, menjadikan wajah Timisoara serupa dengan Vienna. 
Yang uniknya di Timisoara bukan saja seperti Vienna, tapi juga pengaruh Soviet yang sangat kental seperti hadirnya gereja Orthodox Rusia di depan taman kota. 

Tahun 2008 Timisoara menjadi European Cultural Capital, ajang tahunan dari Uni Eropa yang menampilkan kota-kota 'kurang terkenal' padahal menyimpan banyak kekayaan budaya. 

Timisoara, Romania


Trier

Jika Tongeren adalah kota tertua di Belgia, maka Trier adalah kota tertua di Jerman. Kerajaan Romawi Kuno pernah hadir di kota ini dan meninggalkan amphitheater yang bisa diisi 20 ribu orang penonton, gerbang penjaga kota, pemandian ala Romawi kuno ( Roman Bath ), Roman Bridge dan Column. Selain peninggalan Romawi, kota Trier juga memiliki gereja Katedral tertua di Jerman. 
Trier memiliki 9 Situs Warisan Dunia yang dianugerahi oleh UNESCO, untuk kota yang namanya nyaris terdengar di kalangan wisatawan Indonesia, tentunya reputasi pariwisata kota ini tidak main-main ya.

Trier, the oldest city of Germany

Kalau dari daftar kota tersebut di atas, kira-kira ada yang menjadi favoritmu? Dan mengapa ingin sekali kesana?







Selamat siang!

Awal bulan Maret nih dan kita mau mengumumkan pemenang dari Giveaway yang diadakan oleh jalan2liburan dan nonikhairani.com bulan lalu.

Setelah baca semua tulisan yang masuk, kita berdua malah jadi mupeng deh, ikutan pengen pergi kesana dan kesini. Jadi tambah sadar ada banyak sekali tempat yang mungkin belum pernah kami dengar. Semuanya jadi masuk bucket list hahaha. Yang sudah pernah kita datangi pun, akhirnya malah pengen didatangi kembali. Ahh....jalan-jalan emang bikin nyandu ya.

Tapi ya gitu deh, meski semua tulisannya menginspirasi dan sama bagusnya, kami  cuma bisa milih satu pemenang untuk kategori hadiah 1 dan 2. 

Langsung aja ya, pemenangnya adalah :
Voucher Hotel Alila Jakarta 

Uang cash Rp 250.000 

Dan untuk kartu post yang bakalan kita kirim dari tempat liburan kita selanjutnya, akan diberikan untuk seluruh peserta yang ikutan Giveaway ini. Yaaayyy!
Harap kirim email alamat kalian ke globeandbag@gmail.com 
Destinasi nya rahasia deh, eh tapi bisa sih stalking di Instagram Jalan2Liburan atau Noni Khairani ;-) 

Selamat untuk yang menang ya dan semoga suka dengan hadiah dari kita.  Kita tunggu yaa responnya, paling lambat 2 hari. Kalau dalam waktu 2 hari tidak mengirimkan kita email, maka otomatis hadiahnya akan kita berikan kepada yang lainnya.

Note:
Untuk Dian Ravi 82, tolong email kita dan cantumkan nomor Whatsapp ya.
Untuk Rumahku Surgaku tolong disertakan no rekening juga, kalau bisa Bank Mandiri.
Dan yang lain, buruan kirim alamat supaya kartu pos nya tiba tepat waktu.

Terima kasih sudah ikutan giveaway kita dan semoga mimpi-mimpi kita semuanya terkabul. Amin
Sebelum saya lanjutkan artikel ini, saya mau menginformasikan kalau kamu baru pertama kali akan menggunakan AirBnB, saya punya kode yang bisa dipakai supaya kamu mendapatkan diskon sebesar Rp. 500.000,- an atau €35 untuk pemesanan AirBnB pertama kali, lumayan banget kan?

Caranya gampang banget, register AirBnB kalian melalui link ini : www.airbnb.com/c/fjozephine

Cobain ya :-)
* * *

No secret that we love AirBnB sebagai alternatif penginapan saat traveling, gak dibayarpun dengan senang hati saya merekomendasikan AirBnB kepada teman lainnya yang perlu opsi penginapan. 
Yang masih bingung dengan sistem AirBnB ini, masih ragu apakah AirBnB itu aman atau bahkan baru pertama kali mendengar namanya, baca disini ya artikel lengkap mengenai AirBnB untuk pemula.

Mulai dari Athena, Kosovo, Melbourne, Sydney dan masih banyak kota lain yang sempat kami datangi dan pilihan menginapnya adalah dengan menggunakan AirBnB. Banyak sekali keuntungannya dengan menginap di AirBnB, salah satunya adalah berinteraksi dengan orang local, sering kali para host AirBnB ini lebih handal dari pemandu wisata dalam memberikan referensi dari kaca mata penduduk setempat. Selain itu, properti AirBnB itu sangat beragam dan untuk pencinta design interior bisa sangat dimanjakan. Untuk harga sih beragam ya, mau murah ada, mau mahal pun bisa, tentunya disesuaikan saja dengan kenyamanan dan budget.

Saya suka sekali traveling sambil duduk di sofa dan browsing AirBnB, "masuk ke rumah orang" tanpa harus ketuk pintu, tinggal masukkan lokasi destinasi, dan voila..puluhan properti yang terdaftar di AirBnB langsung muncul. Tidak jarang bikin langsung bermimpi ingin kesana saat itu juga. 

Related Posts : 

Di antara pilihan unik yang ada di AirBnB, ada 8 tema properti yang selalu bikin gemas karena unik, lucu, dan tidak biasa.

1. Treehouse

Apa rasanya menginap ala urban retreat di atas tree house yang menawarkan magis panorama dari ketinggian. Nah treehouse yang terletak di Atlanta, USA ini adalah pilihan impian No 1 para pengguna AirBnB di seluruh dunia lho dan desain nya kerap kali di feature oleh banyak media. 





2. Kastil

Mau merasakan bagaimana rasanya menjadi putri raja dalam sehari? Bisa banget! Cari saja penginapan ala kastil terdaftar di AirBnB. Biasanya di Eropa sih properti kastil seperti ini. 
Kalau nginep ramai-ramai seru kali ya karena biasanya kastil seperti ini punya kamar banyak banget, seperti kastil yang terletak di Inggris Utara ini, dibangun sejak tahun 1841 bergaya Victoria, punya 15 kamar dan setiap kamarnya di desain masih sama seperti aslinya. 



3. Vintage Caravan

Mau menginap di tempat yang Instagramable banget, nah gak salah lagi kalau milih vintaga caravan ini deh keknya, setiap sudut dijamin bakal banyak dapat 'likes' di Instagram ha ha ha, apalagi kalau kamu pencinta warna warni pastel yang gemesin itu. 
Lokasinya gak jauh dari San Fransisco dan rate yang ditawarkan sungguh bersaing dengan harga di hotel San Fransisco lho. 
Walaupun menginap di caravan, tapi sangat nyaman karena host nya sangat mengakomodir kebutuhan tamunya, salah satunya adalah dapur.



4. Pulau Sendiri

Kalau mau merasakan jadi ratu semalam bisa diakali dengan  memilih penginapan di kastil, lalu bagaimana jika ingin merasakan jadi jutawan? Oh gampang! Cari saja properti penginapan AirBnB yang menawarkan penginapan di tengah-tengah pulau pribadi. Serius deh banyak banget daftarnya pulau pribadi di dunia ini yang menyewakan properti mereka di AirBnB, mulai dari yang ala backpacker sampai yang luxurious. 
Salah satunya adalah penginapan di pulau pribadi di Bird Island, Belize ini. Dari banyaknya review yang ditulis oleh para tamu-tamu sebelumnya, rata-rata menyampaikan bahwa mereka kehabisan kata-kata bagaimana mendeskripsikan tempat ini.



5. Rumah Tradisional Korea

Menginap di properti yang menawarkan tradisi yang otentik dari destinasi setempat juga kerap kali menjadi pilihan ketika kita traveling. Suatu saat jika ke Korea pastinya saya akan memilih rumah tradisional Korea semacam ini untuk menginap. 
Hanok adalah sebutan rumah tradisional Korea, dan Hanok pilihan saya yang satu ini dibangun sejak tahun 1932 dan direnovasi tahun 2012. Tahu gak sih kalau co founder nya AirBnB pernah menginap di Hanok ini saat ia berkunjung ke Seoul. 



6. Bohemian

Dari banyaknya trend akan design interior, biasanya pilihan saya akan terhenti pada gaya bohemian yang bebas berekspresi, karena itu kalau ada properti menginap yang menawarkan gaya ini, sudah pasti langsung saya pilih. 
Pilihan AirBnB dengan tema bohemian di AirBnB yang mungkin sudah sering muncul di media foto-fotonya adalah AirBnB di Malibu ini. Bahkan Taylor Swift pun pernah foto disini untuk majalah Vogue. 
Lokasinya yang seperti di antah berantah jauh dari keramaian, padahal sih gak jauh banget juga dari Los Angeles, sambil melihat bintang karena jauh dari polusi cahaya lainnya. Privacy? Sudah pasti!




7. Nordic 

Sepertinya akan menjadi sangat salah jika saya tidak memasukkan properti ala Nordic ke dalam daftar properti unik AirBnB ini. Ciri desain Nordic biasanya bersatu dengan alam, minimalis, fungsional dan praktis, seperti contohnya properti milik AirBnB yang terletak di Akureyri, Iceland ini. 
Rumah kayu yang terletak di alam terbuka dan jauh dari polusi cahaya seperti ini, sudah pasti memudahkan banget nih kalau tujuan kamu ke Iceland adalah melihat Aurora Borealis. 



8. Tropical Cabin

"Secluded Tropical Reef Cabin", dari nama properti nya langsung kebayang serunya nginap disini. Terletak Bocas del Toro, Panama, kabin yang langsung menghadap ke alam lepas ini cocok banget untuk kamu yang memiliki jiwa petualang dan selalu ingin terbangun karena sinar matahari pagi, lalu sepanjang hari diisi dengan snorkeling karena tinggal lompat dari teras. Ah indah banget ya.



 

Jadi dari daftar yang saya sebutkan di atas, ada nggak yang menjadi impian kamu juga? ☺☺