Itinerary dan estimasi biaya traveling ke Iran di bawah ini tentunya bisa disesuaikan dengan kebutuhan berapa lama waktu yang Anda punya, demiikian juga dengan kota asal keberangkatan.
 
Durasi waktu 2 minggu traveling ke Iran pastinya kurang sehingga saya harus melewatkan beberapa kota penting di Iran seperti Mashdad, Tabriz, Nishapur dan masih banyak lagi. Basically kota-kota yang saya datangi ini adalah Iran's top tourist destination bagi wisatawan yang baru pertama kali datang kesana.

1. Penginapan Selama di Iran
Menginap dengan orang lokal selama di Iran tentunya menjadi salah satu highlight selama perjalanan saya di Iran, sayangnya Couchsurfing dilarang di Iran walaupun situsnya masih bisa diakses disana dan anggotanya juga lumayan banyak dan aktif. 
Bagaimana saya bisa menginap di Couchsurfing? Sebenarnya bukan menginap gratis juga, kebetulan sebelum berangkat ke Iran saya bertanya di forum Couchsurfing jika ada diantara anggota yang dapat memberikan informasi mengenai jasa sewa mobil dan supirnya, dari forum inilah akhirnya saya mendapatkan informasi tersebut. 
Singkat cerita setelah saya mendapatkan seseorang yang dapat menjadi supir pribadi selama saya di Shiraz dan juga bersedia mengantar ke Yazd dengan biaya tertentu, ternyata saya ditawarkan menginap gratis di rumahnya selama saya di kotanya, tentunya penawaran tersebut saya terima dan tinggal bersama-sama orang lokal di Iran menjadi kenangan yang tak terlupakan.

Nama-nama akomodasi yang saya tulis di itinerary di bawah ini dapat saya rekomendasikan untuk Anda. Nanti review nya masing-masing akan saya tulis terpisah di postingan lain. 

Tipikal Traditional House di Iran yang dijadikan hotel

2. Transportasi Selama di Iran
Bus umum di Iran yang melayani antar kota benar-benar memuaskan servis nya, harga terjangkau walau jarak yang ditempuh lumayan jauh. Selama di Iran saya menggunakan bus umum selama 2 kali, yaitu dari Yazd ke Isfahan dan dari Kashan ke Tehran. 
Bus umum yang saya pilih adalah business class dimana kita akan mendapatkan nomor kursi, AC/heater, snack dan minum selama perjalanan. 

Sewa mobil dan supirnya juga bisa dijadikan pilihan jika kenyamanan sangat penting untuk Anda dan juga ketika Anda ingin melakukan pemberhentian di beberapa titik sepanjang perjalanan. Selama di Iran saya menggunakan 2 kali jasa sewa mobil dan supirnya. 
Saya dapat merekomendasikan kedua sewa mobil dan supir ini jika Anda memerlukannya, detil nya bisa dibaca di itineray. 
Khusus untuk Shiraz, bisa langsung email saya di : flawalata@me.com jika memerlukan informasi lebih lanjut.

3. Perihal Pesawat Domestik di Iran
Karena masih dalam pengaruh embargo, melakukan reservasi pesawat domestik di Iran dari luar negeri Iran masih belum bisa dilakukan. 
Saya memesan tiket pesawat domestik dari Tehran ke Shiraz melalui travel agency di Shiraz yang mempercayai saya untuk melakukan pembayaran sesampainya di Shiraz dan tentunya saya tidak bisa melupakan kebaikan staf travel agency ini. 
Setibanya saya di Shiraz saya temui staf ini di kantornya di pusat kota Shiraz, kantor travel ini ternyata cukup besar dan qualified.

Sebagai rekomendasi untuk pemesanan tiket domestik di Iran, penginapan di Iran dan  excursion selama di Iran, Anda bisa menghubungi travel ini : www.keypersia.com 

4. Siapkan Itinerary & Reservasi Penginapan
Jika Anda telah membaca bagaimana proses Visa on Arrival Iran bagi pemegang paspor Indonesia ( klik disini ),  saya tuliskan bahwa konfirmasi  penginapan hendaknya dibawa karena ada pertanyaan di formulir mengenai hal tersebut. 
Staf imigrasi juga menanyakan akan kemana saja kita selama di Iran dan menginap dimana, maka dengan memiliki itinerary tentunya akan membantu mempermudah Anda.

5.Estimasi Biaya Penginapan di Iran
Seperti yang bisa dilihat di itinerary di bawah ini, biaya penginapan yang saya pilih telah saya tuliskan disana. 
Untuk jenis kamar dormitory, kisaran per orang adalah US$ 10.
Untuk kamar double standard di traditional hotel, kisaran per kamar adalah US$ 50 per kamar. 

Sedangkan kamar hotel di Tehran kisarannya sedikit lebih mahal daripada kota lain di Iran. Karena penerbangan di Tehran biasanya subuh, begitu juga dengan jam ketibaan, mungkin bisa dipilih International chain hotel seperti Ibis Hotel Tehran dan Novotel Hotel Tehran yang lokasinya berhadap-hadapan dengan bandara Imam Khomeini.

[ Travel tips : Dari bandara Imam Khomeini menuju pusat kota Tehran tidak ada kendaraan umum dan hanya taxi dengan biaya sekitar US$ 20 one way ]



Postingan ini akan saya update setiap saat jika ada informasi yang terlewatkan dan jika dirasa perlu untuk ditambahkan.

Klik image dibawah ini untuk memperbesar!


Itinerary dan Estimasi Biaya Traveling ke Iran
Itinerary dan Estimasi Biaya Traveling ke Iran
Itinerary dan Estimasi Biaya Traveling ke Iran

 
 
Salah satu ritual yang menyenangkan ketika menyelesaikan satu periode perjalanan adalah mentransfer foto dari memory card ke laptop dan melihat satu per satu hasilnya. Di balik setiap foto ada kenangan juga cerita. Seperti yang diucapkan Ibn Battuta : "Traveling — it leaves you speechless, then turns you into a storyteller" , saking banyaknya hal yang ingin diceritakan mengenai perjalanan itu, akhirnya malah hanya bisa tersenyum sendiri ketika melihat foto-fotonya. 

Seberapa penting kamera ketika kita traveling? Pertanyaan yang rancu untuk ditanyakan karena jawaban dari setiap orang pasti berbeda, untuk jurnalis tentunya tidak membawa kamera adalah mimpi buruk, sedangkan bagi orang lain mungkin kamera tidak begitu penting karena prinsip mereka bahwa mata adalah kamera yang mendokumentasikan kenangan dalam perjalanan.

#CeritaJalanAsik kali ini mengangkat tema The Best UnPhotographed Moment, terus terang bukan tema yang mudah untuk diceritakan karena terlalu banyak kenangan indah dan berkesan yang saya tidak punya dokumentasi fotonya dan kadang kenangan indah itu ingin disimpan sendiri, itulah alasan mengapa saya susah membaginya disini. 
But let me share you a story, cerita akan satu kejadian yang membuat saya berpikiran bahwa malaikat itu bisa hadir dalam berbagai sosok, dan anak berusia 8 tahun yang sempat kami temui di Dompu, Nusa Tenggara Barat pada suatu hari di bulan April beberapa tahun lalu adalah buktinya.

Malam itu bukan malam terbaik kami, bisa dibilang salah satu malam terburuk dalam sejarah traveling kami karena kami baru saja terselamatkan dari kecelakaan bus antar kota di Dompu. Bus kota dari perusahaan transportasi bodoh yang kami tumpangi itu dengan secara sengaja mengisi bus sampai di luar batas kapasitas, bukan saja di dalam bus namun sampai di atapnya, dipenuhi dengan para petani sewaan yang biasa dipekerjakan di desa lain yang sedang panen padi. Ayakkan padi, minyak tanah, kompor, barang bawaan, istri, anak kecil yang sedang sakit mata, semua memenuhi bus yang sungguh tidak layak itu. 
 
Singkat cerita, kecelakaan tidak terelakkan. Memang tidak membuat luka tapi lumayan membuat trauma. Tepat di depan area kecelakaan itu, ada kantor polisi juga penginapan sederhana, kalau kata orang Indonesia 'untung' dekat kantor polisi dan 'untung' ada penginapan, sehingga kami bisa menyegarkan badan sedikit dan berusaha tidur walaupun akhirnya tetap terjaga. 
 
Penginapan sederhana itu sungguh tidak nyaman, membuat saya memutuskan mencari bus yang bisa membawa kami ke Lombok, tentunya kali ini exclusive bus yang besar lengkap dengan nomor kursi, sehingga kejadian pada bus sebelumnya tidak kejadian. 
 
Syukurlah ada jadwal bus pada malam itu, kami tiba di terminal beberapa menit sebelum bus berangkat, duduk di depan warung yang dari sana kami membeli persiapan minum untuk di jalan. 
Di antara remang-remang lampu di terminal bus Dompu, ada bocah lelaki yang senyum-senyum dari kejauhan, gigi nya kelihatan jelas betul, dan dia terlihat sangat antusias mendatangi kami berdua. 
 
"do you know him?" tanya suami saya. Saya menggeleng tapi tetap tersenyum membalas senyuman bocah yang sangat tulus itu.
"aku lihat kalian tadi di bus" ucapnya masih dengan senyum malu-malu
"bus yang kecelakaan tadi?"
"iya, aku dan nenek juga di bus itu, lalu naik ojek pulang" sambungnya singkat

Saya mencoba menterjemahkan percakapan saya dengannya untuk suami saya yang terlihat ingin sekali mengetahui jalan cerita ngobrol singkat itu. 
 
"tapi kamu nya gak pa pa kan? tanya saya kuatir
"tidak, tapi aku lihat kamu sangat sedih tadi" katanya
"iya tadi aku memang sedih karena kaget, tapi sekarang gapapa kok, kamu umur berapa?" lanjut saya bertanya
"umur 8 tahun! "
"wah mau jadi apa besar nanti?" lanjut saya bertanya
"aku ingin jatuh cinta!" ujarnya tersipu
"apa? jatuh cinta?"
"iya! aku ingin jatuh cinta!" katanya memastikan supaya saya mengerti maksudnya.

Jawaban singkat ingin jatuh cinta itu membuat saya tersenyum dan lupa akan kejadian yang seharian itu rasanya mengesalkan, bocah laki 8 tahun di Dompu itu made my day, our day! Dirinya ingin jatuh cinta suatu saat nanti, tahukah dia jika saya mendadak jatuh cinta padanya karena dirinya sendiri adalah cinta.
 
Waktu keberangkatan bus hampir tiba dan kami harus naik ke bus, bocah Dompu itu mengantar keberangkatan kami sampai kami benar-benar duduk di kursi bus, lalu mengucapkan salam perpisahan karena bus benar-benar harus berangkat, suami saya memeluknya dan memintanya untuk pulang karena hari sudah makin malam. Ia turun dari bus dan masih dengan setia menunggu di luar bus sambil melambaikan tangan ketika bus pergi berlalu dari terminal itu. 

Semoga suatu hari nanti kami bisa berjumpa lagi dengannya, wahai sosok malaikat pembawa cinta yang menghibur hati! Semoga kamu menemukan arti cinta sesuai keinginanmu.
 
 
 
 
 

* * *

Cerita Jalan Asik mengenai "unphotographed moment" lainnya, diceritakan juga oleh kawan saya Noni ( baca disini ) dan Aggy ( baca disini ). Jangan lewatkan untuk dibaca juga ya. 

* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check out our posts every Wednesday!

This week’s theme: Best "Unphotographed" Moment
 



Negara Iran belakangan mendapatkan perhatian lebih dari kalangan para traveler dan menjadikan negeri Persia ini sebagai hot destination to visit.

Hal pertama yang saya cari informasinya adalah perihal visa kedatangan ke Iran bagi pemegang paspor Indonesia, banyak sumber informasi memberikan data yang tidak sama, ada yang menyebutkan kita hanya memerlukan Visa on Arrival, ada yang memberi tahu bahwa pendatang perlu authorization code yang dikeluarkan oleh travel agency di Iran, dan berita simpang siur lainnya. 

Berdasarkan pengalaman mengunjungi Iran pada bulan Juni dan Juli 2016, maka ketentuan visa Iran untuk pemegang paspor Indonesia adalah : VISA ON ARRIVAL dengan biaya  €40. 

1. )  VOA Iran dikeluarkan oleh beberapa perbatasan negara, untuk kasus saya, saya mendapatkannya ketika mendarat di bandar udara International Imam Khomeini, Tehran. 

2.  ) Ada 3 loket pengurusan visa, masing-masing loket tersebut adalah : 

- Loket pengambilan formulir VOA yang harus diisi jelas
- Loket pembelian asuransi 
- Loket Bank Melli Iran untuk membayar VOA

3. ) Formulir yang telah diisi lalu dikembalikan ke staf yang bertugas, setelah dicek formulir tersebut lalu akan diinformasikan berapa kita harus membayar. 
Pembayaran dilakukan di loket Bank Melli tersebut. 

Formulir pengisian VOA Iran dan slip pembayaran VOA


Untuk asuransi di Iran, biaya nya adalah €19 per orang dan wajib dilakukan. Saya kebetulan punya beberapa asuransi yang dikeluarkan perusahaan asuransi Belgia dan men-cover travel ke Iran. Premi atau kartu asuransi biasanya ditanyakan oleh staff tersebut. 

4. ) Setelah pembayaran VOA dilakukan di Bank Melli,  tunjukkan resi pembayaran tersebut untuk mengambil paspor kita yang telah ditempel visa Iran, ijin tinggal maksimum selama 30 hari. 

Proses pengurusan VOA ini bisa jadi agak lama menunggunya jika banyak penumpang pesawat yang juga membutuhkan VOA tapi pada dasarnya pengurusannya sangat mudah. 

Visa on Arrival Iran yang telah ditempel di Paspor Indonesia


5. ) Siapkan Euro karena pembayaran hanya bisa dilakukan dengan mata uang Euro. 
Pembayaran VOA ini memang berbeda-beda biaya nya antar warga negara, seperti saya membayar €40 karena pemegang paspor Indonesia, lalu paspor negara Schengen membayar €80, dan ada turis asal Cina yang wajib membayar €100. Jadi jangan bingung dengan perbedaan biaya ini ya.

6. ) Keterangan akomodasi di Iran juga diperlukan karena pada formulir pengisian ada pertanyaan dimana kita tinggal selama di Iran, saya hanya menuliskan nama 1 hotel di salah satu kota tujuan saya di Iran. 
Pastikan Anda memegang bukti email konfirmasi dari hotel karena sewaktu-waktu staff imigrasi mengecek data tersebut dengan menelpon langsung hotel tersebut.

7. ) Di atas saya menyebut-nyebut 'authorization code' , kode ini didapat dari travel agency yang ada di Iran. Namun kode ini hanya diperlukan jika pengurusan visa dilakukan di kedutaan Iran di negara lain. 
Untuk mendapatkan kode ini, diperlukan waktu menunggu sekitar 1-2 minggu dan biaya antara €45-€50 per paspor. 
Jika itinerary Iran Anda hanya memerlukan single entry dan tinggal tidak lebih dari 30 hari di Iran, maka pengurusan Visa On Arrival saja sudah cukup sehingga authorization code ini tidak diperlukan lagi.

8. ) Kadang maskapai penerbangan tidak paham betul bahwa pemegang paspor Indonesia berhak menerima Visa Iran secara On Arrival, sebagai pegangan sila mengunjungi situs Timaticweb dari IATA yang selalu update dengan ketentuan visa setiap negara. Lalu cetak keterangan yang ada disana dan bawa sebagai pegangan just in case proses check in Anda dipersulit. 



9. ) Paspor yang terdapat visa Israel akan ditolak kedatangannya di Iran.

Demikian travel tips mengenai pengurusan visa on arrival Iran bagi pemegang paspor Indonesia, jika ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut sila tuliskan di kolom komen di bawah ini. 

Apakah ada yang ingin ke Iran juga ? :-)



Cerita Jalan Asik dengan berbagai tema yang hadir setiap hari Rabu tidak terasa sudah memasuki minggu ke 10, berarti sudah ada 10 tema yang saya, Aggy dan Noni bahas. Hari ini kami sepakat bercerita mengenai foodie paradise atau destinasi dengan jajanan kuliner.

[ Baca disini cerita Aggy mengenai kuliner di Bucharest yang ternyata juga memiliki kekayaan kuliner, lalu Noni yang bercerita mengenai jelajah kulinernya di Budapest ]

Karena saya masih ada di Prancis Selatan saat ini, sepertinya untuk tema ini tidak berlebihan jika saya mengangkat destinasi ini sebagai surga kuliner sambil cerita kita makan apa saja sih selama di Prancis.
Seperti negara Mediterania lainnya, Prancis khususnya Prancis Selatan dianugerahi sinar matahari yang melimpah, walaupun di musim dingin sekalipun sinar matahari dan langit biru kerap kali menyinari, salah satu alasan mengapa bahan makanan yang diproduksi secara lokal memiliki kualitas tinggi, as you know makanan enak pastinya berasal dari bahan makanan yang berkualitas dong ya, only with fresh garlic and olive oil they can do the magic in the kitchen. 

Menikmati Kuliner Prancis - Foto diatas adalah tartare de boeuf / steak tartare - daging cincang mentah yang disajikan dengan bawang, capers,  worcestershire sauce


Orang Prancis memang terbukti menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan keindahan, pakaian yang indah, harum semerbak, design bangunan yang cantik, taman yang terurus sampai ke penyajian makan di atas piring yang tertata juga indah, mata diberikan penghargaan tertinggi karena apa yang disajikan di atas meja makan menambah selera.

Selama di Prancis kami lebih menyukai menikmati beragam menu setiap harinya, pagi hari pun kami lebih memilih menikmati secangkir kopi dan croissant hangat & fresh dari toko roti di kota tempat kami tinggal dibandingkan sarapan di hotel.
Makan siang biasanya kami mampir di brasseries yang cozy dan memesan menu du jour atau menu hari ini - spesialisasi dari chef yang bertugas di hari itu.
Tidak melulu makan siang di brasseries atau restoran, beberapa kali kami mampir di boulangerie untuk membeli baguette - itu tuh roti panjang khas Prancis yang mirip pentungan - , lalu membeli isian roti dan salad di boucherie lokal, lengkap sudah persediaan untuk makan siang a la pique-nique di taman sambil menikmati sinar matahari. 

Keju dan olahan daging yang dijual di boucherie lokal

Piknik di taman nasional Gorge du Verdon


Makan malam kami kembali mengunjungi restoran, diawali dengan memesan apéritifs atau minuman pembuka yang ditemani dengan snack kecil seperti buah olives, potongan keju kecil, crackers, pâté, dan lain-lain. Apéritifs biasanya menimbulkan selera makan walaupun bukan kewajiban untuk dilakukan oleh turis yang tidak bisa meminum minuman alkohol. 

apéritifs di kafe teras sambil menunggu jam makan malam

Dilanjutkan untuk menu makan malam biasanya saya menanyakan apa spesialisasi makanan dari kota tersebut atau pilihan dari chef karena biasanya menu ini jarang mengecewakan dan juga pengalaman akan kuliner kita akan bertambah kaya, that s the essence of traveling, right? One of the reason traveling ke negara yang kaya akan kuliner susah ngirit karena sayang sekali jika melewatkan kuliner asal mereka. 


 La gardianne de taureau marinèe à la Provençale - beef stew yang dimasak dengan red wine sampai lunak

Grilled lambs & frites ( french fries )



Moules & frites

salmon fillet , ratatouille & fresh salad

Bon Appétit !


#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander. 
Check out our posts every Wednesday!

This week’s theme: Hello Foodie Paradise!




Selamat hari raya Idul Fitri, teman. Bagaimana perayaan hari raya nya? Sukses ya pastinya dengan keriaan bersama keluarga dan sahabat. 

#CeritaJalanAsik hari ini karena tepat bersamaan dengan hari raya Lebaran, kami memutuskan membahas ritual Ramadhan di kota tempat kita tinggal, namun karena baru saja menyelesaikan traveling ke Iran dimana bertepatan dengan hari raya puasa, maka saya mau cerita sedikit mengenai pengalaman saya traveling di bulan puasa di Iran

Sebagai non Moslem, tanggal puasa dan lebaran tidak begitu saya ingat, maka ketika memutuskan traveling ke Iran tepat di bulan Juni kemarin membuat saya kaget juga ketika mengetahui periode saya traveling kesana adalah bersamaan dengan bulan puasa, memundurkan jadwal traveling tentunya bukan pilihan, dan kita memilih untuk lebih ke positive thinking saja bahwa segala sesuatunya akan baik-baik saja.


Respek 
Kunci utama demi traveling moment yang sukses adalah respek kepada orang lokal dan tradisi yang mereka anut, dalam hal ini menghormati orang Iran yang sedang berpuasa. Di Iran sendiri menkonsumsi makanan dan minum di keramaian adalah dilarang, namun banyak juga yang melakukannya seperti para penumpang bus umum antar kota atau transportasi lainnya. 
Untuk mereka, para pejalan adalah musafir yang diperkenankan untuk tidak berpuasa. Hal ini tentunya berbeda ya dengan di Indonesia, jika naik pesawat para penumpang juga biasanya masih berpuasa, contoh yang paling berbeda karena pengalaman saya naik pesawat domestik dari Tehran ke Shiraz, pramugari Asaman Airlines yang saya tumpangi memberikan snack dan serentak para penumpang yang terlihat adalah orang lokal langsung membuka dan menikmati snack tersebut. 

Foto perjalanan kami ke Iran, bisa dilihat di halaman Instagram : @Jalan2Liburan
Jangan lupa follow ya!

Menyiapkan Diri 
Perlu diperhatikan disini berpuasa pada pertengahan tahun atau pada saat musim panas untuk sebagian belahan dunia lain cukup berat, karena puasa selama 16 jam an dalam sehari, ditambah lagi jika di Iran cuaca setiap harinya berkisar di angka 38-40 derajat. Bagaimana melakukan perjalanan jika harus puasa atau lingkungan sekitar berpuasa? Inilah salah satu tantangannya, kami sengaja mengatur itinerary sesantai mungkin, memulai excursion setiap harinya pagi-pagi betul ketika udara masih bersahabat, sehingga bisa selesai sebelum matahari benar-benar terik. 


Lalu di semua hotel tempat kami menginap selama di Iran disediakan sarapan untuk para tamu, manfaatkan sarapan tersebut sebaik mungkin karena sampai malam tiba tidak ada rumah makan yang buka kecuali restoran di hotel-hotel. 
Toko-toko buah tetap buka seperti biasa sepanjang hari, biasanya jadi penyelamat mengganjal perut dengan cara sehat dan mudah karena bisa dimakan di dalam kamar. 

Less Tourists = The Better
Pada dasarnya Iran adalah negara yang masih out of radar di mata turis, sepi turis sudah pasti, ditambah lagi bulan puasa dan musim panas adalah bulan-bulan yang dihindari pendatang yang tidak seberapa itu. 
Hotel-hotel banyak yang kosong, bahkan ketika melakukan reservasi bisa ditanya apakah ada diskon. Beberapa kali saya menanyakan hal ini dan betul saja mereka bisa memberikan diskon karena saya tamu satu-satunya di hotel mereka, asyik kan? :)

Saat Ramadhan, kota di Iran yang banyak didatangi pilgrims seperti di Qom dan Mashad lain cerita, penginapan sudah pasti penuh karena membludaknya wisatawan lokal yang beribadah di kedua kota ini. Perhatikan itinerary jika ingin kesana ya.

Dari awal saya sudah menyakini bahwa perjalanan ke Iran ini akan menyenangkan tidak perduli apapun musimnya, dan memang benar saja, pada dasarnya positive thinking itu akan memudahkan saat perjalanan dilakukan. 


* * *

Simak juga cerita mengeni tradisi bulan Ramadhan di Yogyakarta yang ditulis Aggy dari Dream Explore Wander yang adalah orang lokal Yogyakarta.
Lalu artikel dengan tema serupa juga ditulis Noni Nyonya Sepatu, jangan lupa untuk dibaca di link ini ya !


 * * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check our posts every Wednesday!This week's theme: Traveling In Ramadhan Month






Romantic travel tidak melulu seputaran valentines day atau jalan-jalan bersama pasangan, pada dasarnya saya mengkategorikan romantic travel sebagai bagian aktifitas bepergian dan berbagi kenangan akan hal yang disukai, tidak perduli dengan siapa kita pergi.



Menyelesaikan Masalah
Banyak yang berpikiran traveling bersama pasangan itu akan terasa indah setiap detiknya, mungkin itu realita yang dilihat di sosial media, pada kenyataannya pro dan kontra dalam menyelesaikan masalah dalam perjalanan pastilah ada. Namun jangan dilihat masalahnya, melainkan moment ketika permasalahan tersebut dapat diselesaikan tanpa ada pihak yang tersakiti.
 

First Time of Everything
Setiap tahunnya kami sepakat untuk melakukan hal baru yang belum pernah kami lakukan sebelumnya dan mengunjungi destinasi baru yang belum pernah kami kunjungi, satu negara baru is great, more is even better,  yang pasti prioritas hidup sandang pangan papan harus diutamakan and there is no way we are traveling on debt. 
 
Buatlah semacam daftar: UNESCO Heritage Site apa yang ingin dilihat, amphitheater mana yang ingin dikunjungi, festival tahunan yang ingin didatangi, just dont miss a moment in life!


Do Act Like Honeymooners
Tidak ada salahnya memanjakan diri bersama pasangan ketika traveling, pesan hotel unik yang nyaman, makan di restoran dengan pemandangan cantik, piknik di taman kota dengan bekal roti dari kedai roti ternama di kota itu, karena intinya traveling bukan untuk menyiksa diri.

Jika sedang merayakan sesuatu, seperti ulang tahun atau anniversary of everything, sampaikan ke pihak maskapai penerbangan atau hotel beberapa hari sebelum hari H, karena mereka punya sejuta kejutan untuk dapat dinikmati.




Tidak Melulu Bersama Pasangan
Even lovers need a holiday kalau kata Phil Collins, literally saya artikan saja dengan sekali dalam setahun atau 2-3 kali untuk traveling sendiri tanpa pasangan, karena pada dasarnya setiap pasangan normal ingin merasakan 'me time' dengan sahabat-sahabat mereka, tentunya hal ini wajib dilakukan dengan bertanggung jawab.  

Saya baru saja kembali dari Berlin bersama sahabat-sahabat perempuan, tentunya ritme traveling nya pun berbeda ditambah juga sebenarnya Berlin bukan destinasi baru bagi masing-masing kami, we went there for having fun between us.
3 malam bersama-sama, window shopping bareng di KaDeWe - yang adalah department store terbesar di Eropa - lalu menghabiskan malam panjang di lounge ternama di Berlin, lalu kembali ke hotel. Karena keterbatasan koneksi internet, maka saya dan teman-teman yang juga memiliki pasangan  bahkan anak, tidak serta merta repot mengupdate / laporan kepada pasangan, hal itu dapat dilakukan ketika kami tiba di rumah masing-masing.


Kembali Dengan Kenangan
As much as we love to travel, we also love our home so dearly, saya rindu dapur seperti suami saya rindu dengan tanaman-tanamannya.  Most romantic travel moments akan terus berlanjut walaupun kami ada di rumah, dengan sedikit kenangan yang dibawa dari destinasi yang dikunjungi, deretan gelas sloki dan magnet kulkas yang kami bawa sendiri dari tempat asalnya, musik tradisional Armenia yang membawa kenangan akan Armenia kembali hadir di rumah, sampai dengan menu masakan Yunani yang saya buat sambil teringat makan malam kami di taverne sederhana di Athena. Something simple but meaningful and only two of us that understand the meaning.


* * *

Bagaimana dengan kalian? Apa sih arti kenangan akan traveling yang romantis itu? 

Jangan lewatkan juga membaca artikel dengan tema serupa yang ditulis oleh :


dan



* * *


#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check our posts every Wednesday!This week's theme: Most Romantic Travel Moments




No matter how many years you are living in Europe and no matter how many times you visit this continent, selalu ada saja bagian Eropa lainnya yang belum sempat dijelajahi. Belakangan rute Eropa Timur mulai banyak dilirik wisatawan Indonesia yang biasanya memilih rute aman Amsterdam - Brussels - Paris. 
Trend rute Eropa Timur yang banyak dipilih sekarang adalah Praha - ( plus Vienna ) -  Bratislava - Budapest. 

Menurut daftar Persatuan Bangsa-Bangsa, saat ini tercatat 44 negara termasuk dalam benua Eropa dimana populasi terbesar adalah Rusia. Negara Eropa yang terbentuk sekarang banyak yang merupakan negara baru pecahan dari negara lama seperti :

- Negara-negara ex Uni Soviet : Lithuania, Estonia, Latvia, Moldova, Belarus, Ukraina dan Rusia
- Negara-negara ex Yugoslavia : Serbia, Bosnia, Kroasia, Montenegro, Macedonia, Slovania&Kosovo
- Negara-negara ex Cekoslovakia : Ceko dan Slovakia 

Trip ke negara-negara Ex Yugoslavia, sempat saya tuliskan itinerary dan biaya transportasi juga detil penginapan, [ klik disini untuk membaca postingan tersebut ]

Berikut 7 Europe's Hidden Gems to Visit, beberapa negara dari ke 7 destinasi negara ini walaupun tidak tergabung pada visa Schengen, namun jika Anda pemilik visa Schengen yang masih berlaku diijinkan masuk ke area teritori mereka dengan visa Schengen tersebut. 


1. SOFIA, BULGARIA
Kota Sofia secantik namanya. Tiba di musim dingin yang lumayan parah untuk periode awal bulan Desember ternyata tidak membuat ibukota Bulgaria ini kehilangan kecantikannya, justru kebalikannya, dari balik pohon tanpa daun dan tumpukkan salju di pinggir jalan, rasanya sayang melewatkan kunjungan ke Bulgaria ketika Anda menjelajah Eropa Timur. 

Kota yang dinamis dengan latar belakang perbedaan agama membuat kota Sofia semakin menarik. Peninggalan Ottoman dapat dilihat dari mesjid Banya Bashi yang dibangun hampir 450 tahun oleh arsitek yang sama dengan Blue Mosque.  



2. SARAJEVO, BOSNIA & HERZEGOVINA
Sejarah pahit karena perang saudara yang menimpa Bosnia dan wilayah lainnya ketika masih dalam kesatuan Yugoslavia membuat Bosnia dan saudara senegara lainnya menderita cukup parah, korban mati tidak terhitung dan kenangan buruk tersebut masih terlihat nyata melalui lubang-lubang tembakkan di dinding-dinding bangunan yang sengaja tidak direnovasi. 

Sarajevo tak melulu mengenai kesedihan, ada sisi lain kota tua yang cantik dan menawan, menunggu untuk dinikmati. Adalah Stari Grad yang merupakan titik pertemuan antara budaya Asia dan Eropa, adanya sisi budaya Asia karena pada abad ke 16 Kerajaan Ottoman pernah menguasai dataran Bosnia-Herzegovina selama 4 abad lebih lamanya, dan kemudian dilanjutkan dikuasai oleh kerajaan Austro-Hungarian.
Di sekitar kawasan Stari Grad ini, baik arsitektur dan interior bangunan masih dibiarkan serupa sebagaimana pada abad ke 16 yang lampau.



3. BERAT, ALBANIA
Mendengar nama Albania tidak ubahnya dengan kondisi Korea Utara sekarang ini, negara dengan kekuatan tirani dan tertutup dari dunia luar. Tidak ada penduduknya yang diperbolehkan memiliki paspor karena keluar dari Albani adalah terlarang. Tapi itu cerita lama, Albania yang sekarang adalah negara yang terbuka untuk para pendatang, pantai-pantai tersembunyi bagaikan milik sendiri jamak dijumpai.

Berat adalah salah satu kota di Albania yang dianugerahi UNESCO Heritage List karena merupakan peninggalan Ottoman yang masih preserved. Disebut sebagai kota seribu jendela karena tipikal design rumah-rumah yang sangat khas yang terletak di tepi tebing.



4. VIANDEN, LUXEMBOURG
Pertanyaan apakah Luxembourg City worth a visit jika hanya memiliki 1-2 hari, tentunya saya jawab tidak. Sayangnya asumsi orang mengenai negara Luxembourg hanyalah ibukota saja, padahal Luxembourg memiliki pedesaan yang menawan dan sayang jika dilewatkan. 

Salah satunya adalah Vianden, yang telah mencuri hati penulis sekaliber Victor Hugo. Kota Vianden dialiri sungai Our dan kastil Vianden yang dibangun sejak abad ke 11.  



5. MADEIRA, PORTUGAL
Portugal tidak hanya Lisbon dan Porto yang kerap dikunjungi wisatawan karena memang cocok untuk city trips. Portugal memiliki pulau-pulau yang tidak kalah menariknya dan salahs satunya adalah Pulau Madeira, panorama alam dan laut lepas Samudera Atlantik, budaya khas Portugis yang masih kental dan cuaca yang sangat menyenangkan sepanjang tahunnya, jadi tidak ada alasan kapan waktu terbaik mengunjungi Madeira. Kontur alam Madeira sangat dramatis dan alami liarnya, dikelilingi tebing, salah satunya adalah  Cabo Girão yang merupakan salah satu tebing tertinggi di Eropa

Pulau yang melahirkan pesepakbola Ronaldo ini dapat ditempuh dengan penerbangan selama 1 jam 45 menit. Karena alasan tidan ingin melupakan pulau yang melahirkannya, Ronaldo membuat museum Ronaldo di Pulau Madeira.



6. WATERLOO, BELGIA
Tahu lagu ABBA yang berjudul Waterloo? Yang karena lagu inilah ABBA memenangkan festival Eurovision pada tahun 1974.  
Sedikit jauh masih berhubungan dengan lirik lagu ABBA ini, Waterloo yang ingin saya bahas adalah kota yang berlokasi sekitar 20 km dari kota Brussels, lumayan dekat dan kaya akan sejarah karena di kota inilah akhirnya Napoleon dan pasukkannya menyerah pada the battle of Waterloo, tepat di tahun ini terjadi 201 tahun yang lalu.

Atraksi yang dapat dinikmati sekarang di Waterloo adalah monumen memorial Mount of Waterloo, di bawah nya terdapat museum mengenai segala hal mengenai perang tersebut. 


7. MDINA, MALTA
Semenjak Games of Thrones makin semarak dan diminati penonton, maka banyak orang yang mulai melakukan napak tilas ke lokasi-lokasi shootingnya. Salah satu lokasi pembuatan TV Serial ini adalah di kota Mdina di Malta. Mdina yang merupakan ibukota Malta sebelum akhirnya dipindahkan ke Valetta terlihat khas seperti kota-kota di Timur Tengah. 

Kota tua nya dikelilingi benteng besar yang kokoh, gerbang tinggi membuat kita nampak kecil saat melewatinya, di dalam ternyata kota tua Mdina sangatlah luas, rumah-rumah penduduk tertata rapi, jalanan masih terbuat dari conblock yang licin karena terkikis usia, persis seperti tinggal pada abad pertengahan.
Berada di dalam Mdina, kendaraan bermotor dilarang masuk ke dalamnya, membuat suasana lebih nyaman dan asri karena berjalan kaki menjadi begitu menyenangkan.




* * *


Apakah Anda sudah pernah mengunjungi ke 7 destinasi di atas? Atau adakah diantaranya yang menjadi destinasi impian? 

Simak juga ya artikel dari Dream Explore Wander mengenai The Buried Ones: Herculaneum and Oplontis dan hidden gems versi Nyonya Sepatu yang pastinya menarik untuk dibaca. 


* * *


#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check our posts every Wednesday!This week's theme: Hidden Treasure


Wise man ever said that the cure of anything is saltwater - sweat, tears or the sea. I believe it s true because that s what I felt when we arrived in Rovinj from Porec, fall in love at the first sight to this coastal city that ever mentioned as one of the most beautiful coastal town by Travel and Leisure Magazine on 2014.

Due to the limited time, Rovinj was our last stop in this Istria Peninsula,  the last but not the least. During our stay we were so lucky that the weather getting improved with blue sky and made everything looks even more beautiful.
Rovinj deserved 3 days or more, many things that you still can explore if the time is allowed. But here is 5 things to do in the city of Rovinj, Croatia.


1. Old Town
Old town of Rovinj is a gem of Croatia I might say, even you only have a few hours in Rovinj, you simply cannot missed it. Those hidden alleys, pastels old Venetian buildings, terrace restaurants, and many courtyard that you can enjoy. 
The Croatians have a good taste about an arts that you can see through their galleries, you never know what kind of treasure that you probably will bring to home as a souvenirs.





2. Around The Port & Fishing
The fishing port is still active in Rovinj and looks like more busy comparing to the ones in Porec and Pula. Fishing is the most important job for people in Rovinj, part of their culture too.
If you are longing to have a new experience, maybe fishing with the local fishermen in the Adriatic Sea can be the option. 



3. Chasing Sunset 
Rovinj is famed for many things, but nightlife isn’t one of them, though still you will find a lot of wine bars for cocktails lounges, absolutely a perfect spot to have an apéritif.
Our favorite moment of the day is waiting for the sunset in Valentino Cocktail Bar located by the sea, a perfect spot to enjoy the sunset. 


4. Visit Katarina Island 
Just across of the Rovinj, you will see few islands that you can explore. One of them is Katarina Island which located only 5 minutes by public boat, the island itself is so lush and green and also as home for Santa Katarina Hotel, a recommended place to stay if you are in Rovinj. From there you can see the beauty of Rovinj old town from different angle, so stunning especially in the night.  


5.  The Church of St. Euphemia 
Cobbled streets in the old town will lead you up to the hills where one can find The Church of St Euphemia overlooking to the sea. The interior inside of the church was not really overwhelming but the location is surely do. Undoubtedly the best views of Rovinj are to be had from the top of the bell tower of the church of St Euphemia, so dont missed it.


Have you ever been to Croatia before ? 
Is it in your dream list ?



Karena belum bisa move on dari kenangan berlibur di Blitar dan menginap di Hotel Tugu Blitar, masih ada satu hal lagi yang ingin saya bagi disini, yaitu kenangan makan malam di Waroeng Djawa yang adalah nama salah satu restoran di Hotel Tugu Blitar.

[ Read our review about Hotel Tugu Blitar : click here ]

Sesuai namanya yang sangat Njawani, begitulah nuansa yang ditawarkan Waroeng Djawa ini, persis seperti warung makan di kampung-kampung, tentunya atmosfer yang sangat dirindukan. 
Awalnya kami berdua ingin merasakan candle light dinner di depan Candi Panataran, apalah daya hujan terus menerus dari sore sampai malamnya, manusia berencana alam juga yang menentukan, sampai jam 5 sore pun kami tiba di Candi Panataran memohon alam sedikit berbaik hati mengurangi curah hujannya, tapi sepertinya ada yang lebih memerlukan air hujan dibanding kami saat itu. 

Saya merasakan staf Tugu Hotel Blitar sangat kecewa karena kami tidak bisa merayakan malam itu di depan Candi Hindu terbesar di Jawa Timur, mereka sebisa mungkin langsung merubah semua planning dalam hitungan waktu yang cepat sehingga kami dapat menikmati makan malam terakhir kami yang sangat spesial bersama mereka. Tentunya semua dilakukan karena ingin membahagiakan tamu mereka.

Jam 8 malam kami menuju Waroeng Djawa yang terletak di bawah pohon tua yang rindang, gemericik hujan masih turun bersamaan dengan musik Jawa dari alat musik suling yang dimainkan secara langsung oleh seorang bapak tua di pojok warung. Seisi warung dibuat temaram dengan nyala lilin dan wangi dupa, that was really our kind of thing! So romantic, special, and the ambiance absolutely fantastic.





Mas-mas muda yang ramah dan simpatik menjadi private waitress kami malam itu dan tentunya si bapak tua peniup suling yang nonstop membawakan nada-nada gending Jawa, who doesnt love this moment? Saya yakin ini makan malam paling romantis di Blitar dengan nuansa nostalgia yang begitu menyenangkan.

[ Read about our romantic breakfast in front of Bromo Mountain : click here ]

Satu per satu makanan dikeluarkan, mulai dari makanan pembuka sampai penutup, semua menu tradisional khas Indonesia disajikan dengan penuh simpatik dan ada cinta di setiap rasanya, seperti halnya tipikal setiap makanan yang keluar dari dapur hotel ini.
Selama saya tinggal disana belum pernah kami merasakan ada yang kurang dengan cita rasa makanannya, dan satu lagi sampai sekarang suami saya ketagihan rawon, makanan khas Jawa Timur yang pertama kali dicobanya saat sarapan pagi.




Rasanya berat meninggalkan meja makan di Waroeng Djawa ini, begitu juga kenangannya karena keesokan pagi-pagi sekali kami harus melanjutkan perjalanan ke kota berikutnya, satu pertanda baik bahwa kami akan kembali lagi.



Indonesia's Cultural Dining 
by Tugu Hotel Blitar
+62 342 801 766
+62 342 801 687
or email at  : blitar@tuguhotels.com
In line with the mission to bring back to life the art, soul and romance of Indonesia, Tugu presents the Indonesia’s Best Cultural Dining, where dining is a whole theatre recreated to transport guests to the golden eras of Indonesian history.


Disclosure:
We were the guest of Tugu Hotel Blitar, all of the excursions and daily expenses were on our own. Opinions are, as always, my own.