Walaupun masih awal tahun, tidak ada salahnya mulai memikirkan dan merencanakan akan traveling kemana saja di tahun ini, bukan? Kalau untuk saya sih ya, merencanakan perjalananan itu sebisa mungkin memang dari jauh-jauh hari, the earlier the better.

Banyak keuntungan yang bisa kita dapat dengan mengurus dari jauh-jauh hari, seperti misalnya kita bisa memesan penginapan dengan “early bird rate” , mendapatkan tiket pesawat dengan harga promo, dan tentunya setiap hari kita jadi semangat menyongsong hari menuju hari liburan kan.

Masih bingung mau kemana liburan tahun ini, berikut 5 destinasi di Indonesia yang bisa dijadikan destinasi berlibur kamu selanjutnya :


☀ SUMBA
Pantai dengan pasir putih yang sepi, bukit yang ijo royo-royo, budaya yang kental,adalah sedikitnya alasan mengapa Sumba wajib didatangi. Ada 2 bandara yang mengakomodasi perjalanan kalian, bisa pilih mendarat di Sumba Barat atau Sumba Timur, dan terbangnya juga bisa dari Jakarta atau Denpasar, tinggal pilih.

Festival Pasola adalah salah satu festival budaya yang dimiliki oleh tanah Sumba, festival ini menampilkan adu ketangkasan antar kampung dengan menunggang kuda sambil melempar lembing ke lawan sampai lawan berdarah. Festival ini biasanya diadakan di bulan Februari – Maret, nah masih cukup waktu nih kalau berminat untuk melihatnya.

But anyway Sumba selalu menawan walaupun tanpa festival, saya biasa menghabiskan waktu dari pagi sampai matahari terbenam dengan menyusuri pantai-pantai sepi yang ada disana, atau belanja kain ikat khas Sumba langsung di kampung-kampungnya.




☀ GUNUNG BROMO
Sampai kapanpun Gunung Bromo tidak akan pernah kehabisan pesona, setiap subuh para pencari matahari terbit tidak bosan-bosannya menghabiskan waktu menunggu datangnya sang surya. Malu ah kalau belum pernah ngerasain matahari terbit di depan Gunung Bromo kebangggaan tanah air kita itu.





☀ KEPULAUAN KEI
Besok pagi kalau kamu bangun pagi, kamu akan melihat gurun pasir di depan cottage “ , saya ingat betul kalimat yang disampaikan oleh tamu di sebelah kamar dimana kami menginap di salah satu cottage di pulau Kei, tepat 10 tahun yang lalu. Saat itu kami sedang merayakan bulan madu kami dan salah satu destinasi yang kami pilih adalah kepulauan Kei di Maluku.

Benar sekali apa yang dikatakan oleh tamu asal Italia itu, pantai berpasir halus yang konon terhalus di dunia itu bagaikan gurun pasir. Pantai Ohoidertawun di Kei Kecil memang unik, kalau sedang surut, kita bisa berjalan berkilo meter.




Sesekali rombongan anak sekolah dasar yang berjalan menuju ke sekolah mereka melewati penginapan kami, serempak dengan senyuman mereka berucap 'Selamat Pagi'. Rasanya hati menghangat dengan kesederhanaan-kesederhanaan yang membuat pengalaman traveling ke Kei menjadi sangat menyenangkan.

Bagaimana, tertarik mengalami hal-hal kecil yang bikin tersenyum itu juga?


☀ NUSA LEMBONGAN
Ketika Bali sudah rutin didatangi, mengapa tidak melirik pulau sebelahnya, Nusa Lembongan. Hanya sekitar 40 menit sampai 1 jam perjalanan dengan kapal dari Sanur, Tanjung Benoa dan Padang Bai menuju Nusa Lembongan.
Sightseeing spot di Nusa Lembongan juga gak kalah kece dan instagramable banget lho!




☀ BUKIT LAWANG
Untuk kamu yang ingin menghabiskan waktu berlibur bersama anak-anak, bisa memilih Bukit Lawang sebagai destinasi yang mendidik. Berjalan di tengah hutan mencari sosok orang utan yang dibangga-banggakan seluruh penjuru dunia sebagai hewan langka yang sangat unik, kenapa gak? Cinta alam Indonesia gak melulu harus ke pantai dan gunung kan, hutan pun bisa dilirik untuk didatangi.

Selamat bingung ya milih destinasi yang mana karena sesungguhnya memang kita perlu lahir dua kali untuk menikmati Indonesia sampai keseluruhan, but if you do it right, once is enough :)

🚩 So now lets we talk about some tips about the things you need to do / know before leaving for a holiday , ini sebenarnya hal remeh temeh tapi sangat penting untuk diingat dan dilakukan demi kelancaran liburanmu :

1. Untuk kamu yang bekerja kantoran sebaiknya atur pekerjaan supaya menjelang liburan tidak dikejar-kejar dateline, make sure you get the holiday approval before purchase the flight tickets

2. Atas nama profesionalisme, jangan lupa nyalakan ' out of office ' di akun email kantor kamu selama durasi cuti


3. Bayar tagihan bulanan supaya tidak menganggu liburan

4. Siapkan dokumen seperti KTP dan Paspor, dan cek tanggal pada dokumen tersebut apakah masih berlaku. Perhatian nih guys, untuk paspor harus ada lembar kosong di dalamnya dan masa berlaku paling tidak 6 bulan ya, kurang dari itu bisa beresiko membuat kamu tidak bisa terbang

5. Menjelang keberangkatan, paling tidak 24 jam sebelumnya kamu lakukan check-in online. Manfaatkan fitur Check-in Online di Traveloka jika kamu sebelumnya booking tiket di aplikasi tersebut. Hal ini memudahkan kamu untuk tidak lagi antre di loket check-in di bandara dan bisa pilih tempat duduk lebih cepat.

6. Pada hari H jangan lupa matikan listrik di rumah supaya tidak terjadi pemborosan & juga lebih aman


Sudah siap berangkat liburan sekarang? Jangan lupa untuk berbagi foto dan cerita-cerita seru selama berlibur yah! Safe travels !


Perjalanan ke Azerbaijan sudah dipastikan akan sayang sekali jika hanya melihat ibukota dan sekitarnya saja karena pesona Azerbaijan justru ada di luar Baku. Permasalahan muncul jika jatah hari yang Anda miliki terbatas sedangkan transportasi ke beberapa daerah di Azerbaijan memang tidak begitu mudah aksesnya.

Karena trip ke Azerbaijan ini kami menghabiskan waktu lebih dari dua minggu, maklum slow traveling, jadi di itinerary ini saya tidak akan menuliskan hari per hari harus kemana dan ngapain, tapi lebih ke rute yang bisa dijadikan pilihan jika ingin berkeliling Azerbaijan.

🚩 BAKU
Ibukota Azerbaijan ini kami jadikan gerbang masuk kami ke Azerbaijan, banyak pelancong yang masuk dari perbatasan dengan Georgia melalui jalan darat, namun karena kami sudah pernah mengunjungi Georgia dan Armenia, pilihan yang paling tepat adalah naik pesawat ke Baku. 
Sampai saat ini perbatasan darat dengan Armenia tutup karena konflik antara kedua negara yang masih berlangsung sampai sekarang.

Kami menginap di penginapan di tengah-tengah kota tua Baku, hanya semalam, karena perjalanan selanjutnya ke destinasi berikutnya rencananya akan langsung kami lakukan keesokkan harinya. Di akhir trip kami akan kembali ke Baku dan menghabiskan waktu lebih lama.

Baku sebagai ibukota tentunya selain memiliki bandar udara Internasional, juga memiliki stasiun kereta dan terminal bus, dan menjadikan kota ini sebagai titik jika ingin melanjutkan perjalanan ke kota lainnya di Azerbaijan.

🏡  Dimana menginap di Baku : 
Penginapan kami dapat dari situs booking.com, namanya Old Town Guest House


🚩 QUBA & XINALIQ
Bisa dilihat di peta di bawah ini dimana Quba dan dimana Xinaliq. Xinaliq adalah desa tertinggi di Azerbaijan yang digadang-gadang jika saja Azerbaijan masuk dalam geografis Eropa, sudah pasti Xinaliq ini adalah desa tertinggi di Eropa juga.


Xinaliq adalah highlight perjalanan kami ke Azerbaijan, entah karena aksesnya yang terbatas, atau karena panorama alamnya yang bikin gemetar saking cantiknya, pastinya saya terpaksa harus menitikkan air mata saat berpisah dengan Xinaliq.

Menuju Xinaliq dengan aksesnya yang terbatas itu sebenarnya bisa dibilang susah-susah gampang, persoalan paling dasar adalah perbedaan bahasa. Untungnya kami dipertemukan dengan pemilik guest house di Baku yang fasih bahasa Inggris dan cekatan membantu. Saya sudah memiliki nama dan nomor telepon penginapan di Xinaliq, dan pemilik penginapan di Baku membantu menghubungkan kami dengan yang tinggal di Xinaliq.



Zaour our host in Xinaliq - and his house

4 x 4 car from Quba to Xinaliq

Xinaliq Azerbaijan

Quba sendiri adalah kota kuno yang terletak tepat di bawah kaki pegunungan Caucasus, menjadikan Quba kota yang tepat untuk menghubungkan Baku dan Xinaliq, dan tentunya bisa dijadikan pilihan jika Anda ingin bermalam di kota ini sebelum melanjutkan perjalanan ke Xinaliq, atau bisa juga sebagai tempat stop over untuk makan siang.

🚕  Biaya transportasi dari Baku – Quba – Xinaliq
Dari kota tua Baku menggunakan taksi menuju terminal bus di Baku : 7 Manat
Dari terminal bus Baku menggunakan shared taxi ke terminal Quba : 13 Manat
Dari Quba menggunakan kendaraan jeep yang telah disiapkan oleh pemilik penginapan di Xinaliq : 13 Manat

Untuk kembali dari Xinaliq ke Baku juga demikian, rute yang bisa dilalui hanya : Xinaliq – Quba – Baku. Literally kemanapun tujuannya, harus lewat Baku.

🏡  Mengenai Penginapan di Xinaliq : 
Rumah Zaur Lalayev ( mobile: +994-51830-9720 ) biasa menerima pelancong, sayangnya ia tidak bisa bahasa Inggris. Untuk membantu Anda melakukan booking, bisa minta tolong penginapan Anda di Baku untuk bicara dengan Zaur, sampaikan waktu dan tanggal kapan Anda akan menginap di rumahnya. Zaur juga biasanya mengatur kendaraan 4 x 4 untuk tamunya yang datang dari Quba ke Xinaliq.

Biaya per malam per orang adalah 30 Manat, termasuk makan 3 kali sehari dan teh nonstop. 



🚩 SHEKI
Setelah kami mengunjungi Xinaliq, tujuan berikutnya adalah kota Sheki, jika dilihat peta di bawah ini, Sheki hanya terletak di balik gunung dan semestinya bisa dilewati, iya bisa dilewati kalau gunungnya ada di Swiss, sayangnya ini di Azerbaijan dengan infrastruktur yang masih kuno walaupun negaranya ga kalah kaya sama Swiss.

Terpaksa tidak ada pilihan lain dengan kembali lagi ke Baku, demi melanjutkan perjalanan kembali ke Sheki. Kamipun kembali menginap semalam di penginapan kami di Baku.


from Xinaliq - Baku - Sheki

Dari awal sebelum berangkat ke Azerbaijan dan membaca beberapa catatan perjalanan beberapa orang, rasanya saya mengambil kesan kalau Sheki adalah kota yang tepat untuk hibernasi. Kota kecil yang nyaman dan masih sangat kental ambiance tradisional khas Azerbaijan. 

Walaupun kecil namun kota ini telah eksis selama 3000 tahun dan juga menjadi rute jalan sutra, menghubungi para pedagang pada masanya yang berjalan dari Asia menuju Rusia. 



Winter Palace in Sheki

Di Sheki kami bertemu hanya sekitar 8 orang turis Eropa dan rata-rata mereka menghabiskan waktu paling lama di Sheki dibanding di kota lain di Azerbaijan.

🚕  Menuju Sheki hampir sama halnya dengan ke Xinaliq, kami menggunakan taksi dari kota tua Baku menuju terminal bis di Sheki dan dilanjutkan dengan angkot menuju Sheki.
Jarak Baku – Sheki adalah sekitar dengan jarak tempuh hampir 5 jam.
Biaya taksi dari kota tua Baku ke terminal bis Baku : 
Angkot dari terminal bis Baku ke Sheki : 

🏡  Dimana menginap di Sheki :
Dari awal saya ingin menginap di Karvansaray, ini adalah tipikal penginapan yang telah ada sejak jaman Silk Route dimana saat ini karvansaray dijadikan penginapan ala hotel dan merupakan salah satu sightseeing spot paling ngetop di Azerbaijan.


Where to stay in Sheki : Karvansaray

Karvansraray


Sayangnya melakukan reservasi di karavansaray tidak bisa online dan saya tidak mau gambling apakah nanti kami akan mendapatkan kamar atau tidak. Untuk mengatisipasi hal tersebut saya sengaja memesan kamar di penginapan melalui online untuk 2 malam, lalu di saat ketibaan kami di Sheki kami mendatangi karavansaray untuk reservasi di hari-hari berikutnya di Sheki.

Sheki Karvansaray Hotel
Mirzə Fətəli Axundzade küçəsi 185
Sheki, Şəki, Azerbaijan
+994 55 755 55 70



🚩  KISH
Terletak hanya 10 kilometer dari Sheki, bisa dilakukan dengan half day trip menggunakan taksi. Panorama Kish yang terletak di lembah membuat rute Sheki – Kish ini rute favorit untuk mereka yang hobi tracking.

Bangunan paling ikonis di Kish adalah sebuah gereja Albania, yang dibangun oleh orang-orang Albania Kaukasia ( tidak ada kaitannya dengan negara Albania ), klan ini misterius dan mereka adalah penganut agama kristen dan pernah tinggal di bagian utara Azerbaijan.


Armenian Church in Sheki



🚩 SHEKI to GEORGIA or SHEKI back to BAKU
Hampir rata-rata turis yang kami temui memang akan melanjutkan perjalanan darat ke Georgia, sedangkan kami kembali ke Baku.

🚫Baca disini perjalanan kami ke Georgia
🚫 Baca disini cara mengurus visa Georgia untuk pemegang paspor Indonesia


🚩  BAKU dan SEKITARNYA
Baku adalah kota dengan perpaduan modern dan tua, konon sih katanya the next Dubai tapi rasanya masih jauh sekali untuk bersanding dengan Dubai walaupun saat ini pun terlihat Baku yang terus-terusan mempercantik diri disana sini.
Untuk turis Indonesia yang mungkin sudah bosen dengan kelap kelip Jakarta, bisa jadi Baku biasa saja di mata kalian, walaupun ada banyak bangunan di Baku yang bisa bikin panik para arsitektur saking futuristiknya.

Kami lebih prefer menikmati Baku dari sisi mengapa Azerbaijan disebut The Land of Fire, oleh karena itu untuk membuktikan kalau negeri ini memang kaya akan api dan gas, kami pun bergabung dengan excursion tour. Tur ini dibandrol dengan harga USD 31 atau sekitar hampir Rp. 400.000,- per orangnya lengkap dengan pemandu wisata dan luxurious van.

Tur yang saya pilih ini dimulai dari jam 10 pagi sampai sekitar jam 7 malam, dimulai dengan mengujungi volcano muds, Gobustan yang adalah UNESCO Heritage Site, Fire temple Ateshgah , Yanar Dag, dan melewati penambangan oil pertama Azerbaijan saat masih bergabung dengan Uni Soviet.

Gobustan  National Park

Mud Volcano 

Mud Volcano

Mud Volcano


Tur seperti ini banyak dijual di kota tua di Baku, bukan hanya tur seputar Baku, tapi juga excursion sehari menuju Sheki atau Xinaliq, kalau Anda tipe pelancong yang ingin melihat semuanya dalam waktu singkat dan tidak perduli harganya, tur seperti ini tentunya bisa dijadikan pilihan.



🏁 Hal - hal yang patut diketahui sebelum berangkat ke Azerbaijan : 

1. Untuk pengurusan visa electronik Azerbaijan dan bagaimana cara prosesnya

2. Untuk Anda yang telah pernah berada di Nagorno Karabach, dilarang masuk ke Azerbaijan.


3. Jika Anda akan menghabiskan lebih dari 10 hari di Azerbaijan, wajib melakukan registrasi. Registrasi bisa dilakukan online atau bisa minta karyawan hotel tempat Anda menginap untuk meregistrasikan paspor Anda. Jika tidak melakukan registrasi, akan dikenakan denda sebesar €200 atau sekitar Rp. 3.000.000,- dan deportasi.

4. Dilarang melakukan dokumentasi dalam bentuk foto ketika Anda berada di stasiun, terminal bis, bandar udara dan kantor pemerintahan lainnya.

5. Tidak semua orang Azerbaijan senang membicarakan politik negara mereka, terutama kasus antara Azerbaijan dan Armenia.


6 Rekomendasi perusahaan tour agency di Baku : 
TES Baku Travel Agency  https://www.testour.az


Our travel journey in Social Media






Menjelang akhir tahun saat yang asyik untuk melihat-lihat lagi perjalanan sudah kemana dan mengingat cerita-cerita di balik perjalanan itu. Dari hasil rekapan itu mestinya sih ya bikin gak sedih kalau lihat tabungan karena tahu uangnya lari kemana kan ya ha ha ha kidding !

We thank God for a safe travels this year, dan dari best nine Instagram yang paling banyak menerima loves di tahun ini adalah 9 foto di bawah ini.



Actually I simply love the colour tone in this photos collection and makes me smile by remembering every stories behind those picture.


No. 1 
Berlokasi di Azerbaijan dan saat itu kami sedang berada di kendaraan sewaan menuju desa tertinggi di Azerbaijan bernama Xinaliq. Di tengah perjalanan tiba-tiba mobil tua yang kami tumpangi mengeluarkan asap parah yang bikin kaget setengah mati, manalah kita di tengah-tengah antar berantah, udara dingin dan nyaris tidak ada mobil lain yang lewat. 


Saya pun melompat keluar dari mobil karena asap yang makin parah keluar dari mesin mobil, supir tua setua mobilnya kelihatan panik tapi kita juga tidak bisa banyak membantu, so we'd better leave him alone, kebetulan saat itu ada kawannya yang ikut di dalam mobil yang membantu memperbaiki mesin mobil. Ya sambil killing time kami pun berjalan di dekat mobil sambil foto sana sini, dan ini salah satu foto dari moment tersebut. 



No. 2
Berlokasi di Rivne, Ukraina
To be honest with you, thanks to Instagram saya menemukan lokasi yang diberi nama Tunnel of Love ini. Ngetop dan viral di Instagram bukan berarti ngetop juga di daerah aslinya karena beberapa orang Ukraina yang saya temui dan ketika saya informasikan kalau kami akan melanjutkan perjalanan dari Kiev ke Rivne adalah untuk melihat tunnel of love ini, mereka pun seperti no clue tentang dimana tunnel of love ini berada.



Seperti halnya foto No 1 yang tidak begitu mudah untuk ditempuh dari ibukota, demikian juga dengan tunnel of love, informasi di internet kurang begitu jelas, sampai akhirnya we finally did it setelah duduk berjam-jam di bus umum reot, dilanjuti taksi dengan supir yang hanya mengerti body language, dan hujan yang sebelumnya nonstop turun.
It s really not easy as it s look, but I do believe kalau niat yang baik niscaya alam semesta akan mendukung. It turned out supir taksi yang membawa kita ke tunnel of love baik bukan main walaupun hanya sebatas bisa senyum dan bahasa isyarat, dan hujan yang sebelumnya turun tidak berhenti dan ketika kami datang justru seperti langsung berhenti sama sekali, bahkan ada matahari sedikit tembus dari pohon-pohon di tengah hutannya. It s a sign kalau alam semesta seperti menyiapkan jalannya supaya kami bisa menikmati terowongan cinta tanpa ramai pengunjung lain. And the most epic part, kereta api yang tidak ada satu orang pun yang tahu kapan jadwalnya akan melewati terowongan ini justru lewat ketika kami akan beranjak. Oh ya btw terowongan ini sebenarnya dibuat sejak jaman perang dulu dan rute rel keretanya adalah dilewati kereta yang berisi tentara dan perlengkapan perang, jadi ya pas kereta itu lewat memang begitu adanya, penuh tentara, tank dan tentunya senjata perlengkapan perang lainnya, actually it s pretty cool.


No. 3
Cerita foto ini masih sama seperti di foto No. 2, ada komen dari teman saya yang menanyakan gimana saya bikin foto ini, apakah membawa tripod or something? Absolutely not lah, ini kebetulan ada pasangan orang lokal yang lagi foto-foto disitu, dari kejauhan saya sudah melihat mereka dan niat kalau sampai kita berhadapan saya akan minta tolong. Ya kan kapan lagi ya bisa foto berduaan, susah bo bisa sampai sininya :-)
" omg , you guys really know how to pose ! " kata si fotografer dadakan ha ha ha



No. 4
Berlokasi di Fes, Maroko
Ini kali kedua kami ke Maroko, dan masih dengan asumsi kalau Maroko memang bisa mencuri hati, buktinya kami kembali kan. Foto ini di ambil di salah satu madrasah di kota tua Fes yang memang disiapkan atau dibuka pintunya untuk turis. Sebenarnya banyak madrasah yang lebih ciamik dari ini, bahkan di Fes ada juga universitas tertua di dunia yang sekarang menjadi madrasah, apa daya untuk turis yang non moslem tidak diperkenankan untuk masuk. Sedih ya.


No. 5
Berlokasi di dekat rumah :-))
My fave season is spring, so it s obviously saat yang tepat untuk hunting foto di musim ini.



No. 6
Berlokasi di Cumalikizik, Turki
Cumalikizik ini adalah salah satu desa tradisional yang masih mencerminkan bagaimana desa tradisional Turki saat Ottoman masih berkuasa. Terletak sekitar 20 menit berkendara dari kota Bursa yang sempat menjadi ibukota Ottoman itu sendiri. Bursa memang overshadow dibanding Istanbul, kotanya lebih cozy, sangat tradisional, pokoknya kota yang tepat kalau mau leha-leha deh.




No. 7
Berlokasi di Dunkirk, Prancis
Untuk para pecinta film Hollywood pastinya tahu dong ya film Dunkirk yang menceritakan mengenai operasi penyelamatan tentara sekutu terbesar dalam sejarah kemiliteran pasca meletusnya perang dunia ke 2. Nah setelah kami nonton film Dunkirk tersebut saya pun mengusulkan untuk mengunjungi Dunkirk, sebenarnya beberapa kali kami melewati kota ini, maklum ya kebetulan kotanya semacam backyard dari kota kami tinggal, dan karena saya orangnya visual banget, setelah nonton film jadi akan lebih semangat untuk datangi kotanya juga.



No. 8
Berlokasi di Chefchaouen, Maroko. Kota biru yang sepertinya banyak mendapat sorotan sejak hadirnya instagram. Sebenarnya saya agak mixed feeling dengan kota biru ini, mungkin karena beberapa tahun sebelumnya saya pernah ke Jodhpur yang juga disebut dengan kota biru, kota biru di Jodhpur terlihat lebih natural dibandingkan dengan Chefchaouen yang memang dibuat untuk menarik minat turis. But there is always something positive in every trip, selalu ada kejutan yang menyenangkan, or at least make one !



Di tengah saya menyusuri gang-gang Chefchaouen, dari belokkan muncul gadis keriting yang melihat saya dari atas sampai bawah, sedikit senyuman ternyata berbalas juga dengan senyuman manis darinya. Dari kejauhan suami saya melihat moment tersebut dan terciptalah foto ini.


No. 9 Masih berlokasi sama dengan cerita dari foto No. 5, the best season deserves a best smile, dont you think ? :-)

Well guys, we wish you a wonderful 2017 too and have a blessed New Year 2018, semoga makin banyak rejeki, kesehatan sehingga rencana-rencana traveling di tahun depan bisa berjalan dengan baik! See you in 2018 !



Our travel journey in Social Media














Kalau lagi musim dingin seperti sekarang hmmm enaknya lihat-lihat album foto dari musim semi dan musim panas deh, dan ada satu cerita mengenai ladang rapeseed yang belum sempat aku ceritain di blog, so ya cerita balik ke musim semi yang lalu dulu yah :)




* * *

Musim bunga tulip dan sakura telah berlalu, saatnya warna kuning keemasan dari ladang bunga rapeseed yang unjuk gigi. Hektaran ladang rapeseed di pedesaan Prancis Utara bagaikan permadani yang tidak berujung ketika musim semi tiba seperti sekarang.

Baca disini juga : 
Rozenfeest - Festival Bunga Mawar dan Kostum Tahun 1800an
Ladang Bunga Lavender di Prancis Selatan

Hamparan bunga rapeseed yang tertata apik bukan saja indah untuk dipandang, bunga rapeseed ini juga sangat berguna sebagai bahan utama pembuatan minyak canola yang merupakan minyak goreng sehat karena kaya akan sumber alfa-linolenat, asam lemak omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan jantung.
Minyak canola juga kaya akan vitamin E dan K yang menyumbang kadar protein untuk perawatan kulit serta memberikan manfaat melembapkan, sehingga banyak produsen produk perawatan kulit dan rambut yang menggunakan minyak canola ini sebagai bahan dasar produk mereka.









Minyak hasil olahan dari biji brassica napus - nama biologi dari rapeseed ini - juga dapat digunakan sebagai bahan dasar BBM beroktan tinggi seperti Bio Diesel, Bio Fuel dan lain sebagainya. Sisa proses pembuatannya pun dapat dijadikan bahan pangan untuk para hewan ternak.

Bukan saja cantik dipandang, hektaran ladang bunga rapeseed di Prancis ini memiliki nilai tinggi dan banyak manfaatnya bagi manusia, jangan heran jika banyak kendaraan yang lalu lalang di jalan yang berhenti memarkir kendaraannya untuk mendokumentasikan keindahan ladang bunga rapeseed yang rutin hadir setiap bulan semi setiap tahunnya.


Tahun lalu saya sempat menuliskan tahap - tahap pembuatan visa Azerbaijan bagi pemegang paspor Indonesia, tapi sejak Januari 2017 telah ada perubahan prosesnya nih guys, menurut saya sih lebih mudah karena bisa langsung dibuat melalui website https://evisa.gov.az/en/  tanpa harus melalui travel agency lagi. Proses pembuatannya akan saya share di bawah ini, saya sendiri sejak apply hanya menunggu 1 hari saja, lalu kemudian e-visa nya disetujui dan dikirim melalui email. 

Proses e-visa Azerbaijan yang sekarang mengingatkan saya akan proses pembuatan visa Turki, mirip banget tampilannya. Bisa dibaca disini ya kalau mau tahu proses pembuatan e-visa Turki

Sebelum memulai tahapannya, ada baiknya menyimpan copy paspor kamu dalam bentuk scan dan juga detil akomodasi karena nanti akan pertanyaan tersebut.
Untuk penginapan saya sih pakai situs booking.com aja, situs ini salah satu andalan saya karena kita bisa milih properti yang bisa kita bayar belakangan, juga bisa kita cancel kalau seandainya visa gak disetujui. Serius deh ini bukan iklan berbayar :-)
Belum pernah pakai booking.com ? Cusss, register ya! 


1. Masuk ke official website ini  :  https://evisa.gov.az/en/




2. Akan muncul formulir aplikasi yang wajib diisi seperti di bawah ini.

3. Selanjutnya adalah pertanyaan tujuan kunjungan ke Azerbaijan untuk apa, karena saya turis, saya pilih tourism, berikut tanggal kedatangan. 
Tanggal ini dicocokkan dengan tiket kedatangan ya, jangan sampai salah tanggal.

 


 4. Selanjutnya adalah mengisi formulir yang berisi pertanyaan seputar biodata kamu. Pertanyaannya standard saja, kalau ada yang tidak dimengerti, di sebelah pertanyaan ada kolom penjelasannya. 

Seperti yang saya tuliskan diatas, sebelum memulai mengajukan e-visa Azerbaijan, pastikan memiliki copy paspor yang telah di scanned, dan juga akomodasi menginap di Azerbaijan, akomodasinya bisa dipilih salah satu saja dulu kalau seandainya kamu bakal pindah-pindah kota. Ini untuk memudahkan kamu mengisi formulir di bawah ini, lihat kan kalau ada pertanyaan bakal nginap dimana di Azerbaijan dan juga mereka minta scanned dari paspor kamu.





5. Dari tanggal kedatangan akan dihitung 90 hari, lalu akan muncul biaya yang harus dibayarkan. 

Sistem pembayarannya hanya dengan kartu kredit Visa dan MasterCard, terserah mau pakai kartu kredit siapa sih, gak ditanyain juga, yang penting dengan kartu kredit, selain kartu kredit pokoknya gak bisa ya !


 
 



6. Setelah pembayaran dan ada notifikasi kalau pembayaran kamu telah sukses selanjutnya tinggal menunggu saja. Kalau di websitenya disebutkan prosesnya memakan waktu 3 hari, untuk kasus saja kurang dari 24 jam telah diterima di email.
Lampiran electronic visanya lalu dicetak dan dibawa saat berangkat ke Azerbaijan ya, karena biasanya saat proses check in penerbangan akan ditanyakan e-visa tersebut oleh staff dari maskapai penerbangan. Dan begitu juga saat tiba di imigrasi. 

Simpan baik-baik ya E-Visa Azerbaijan ini karena saat kepulangan nanti, lagi-lagi staf imigrasi di bandara akan minta kita untuk memperlihatkan visa tersebut.




7. Last but not least, satu hal yang paling penting dan sering terlewatkan adalah meminta registrasi jika kamu berada di Azerbaijan lebih dari 10 hari. Hal ini memang tidak diinformasikan dimanapun, tidak ada tertulis di website pengajuan visa, tidak ada ucapan dari staf imigrasi saat kedatangan, pokoknya gak ada. Boleh dicek di travel blog tetangga, banyak banget yang terkecoh dengan informasi yang missing ini dan berakhir mereka harus membayar denda  sekitar Rp. 3.000.000,- per orang atau deportasi dan ga bakal diijinkan lagi masuk ke Azerbaijan selama 3 tahun.

Nah ini yang bikin kita hampir apes, saya bilang hampir karena thanks God kita gak sampai kena denda ini, karena ada hotel yang membantu membuatkan surat registrasi di hari terakhir kita di Azerbaijan.

Gimana sih bikin surat registrasinya ? Sebenarnya ini kewajiban hotel/hostel/penginapan yang kita inapi saat di Azerbaijan, tapi sepertinya gak semua staf penginapan ini aware akan kewajibannya mendaftarkan tamu mereka, jadinya kita sebagai turis harus pro aktif meminta atau bisa juga mendaftarkan sendiri melalui website ini http://en.e.migration.gov.az/  secara online. 
Saat check in di penginapan memang sih mereka minta copy paspor kita, tapi gak berarti mereka membuat register atas nama kita. 

 Any questions, feel free to write it in the comment box below !


Our travel journey in Social Media
FACEBOOK INSTAGRAM TWITTER YOUTUBE



Maroko tidak melulu mengenai Gurun Sahara ataupun sekolah madrasah, pada abad 1 bangsa Romawi Kuno pernah menguasai area yang kita kenal sekarang sebagai Maroko dan memperluas kerajaannya sampai Afrika Utara. Adanya situs Volubilis menguatkan fakta mengenai hal tersebut dan membuat Maroko semakin unik untuk dikunjungi.

Terletak sekitar 23 kilometer dari kota Meknes, situs arkeologis Volubilis dapat ditempuh kurang dari 30 menit dengan berkendara, sepanjang perjalanan kita dapat melihat hektaran ladang pertanian zaitun dan gandum yang subur, salah satu alasan mengapa bangsa Romawi menduduki area ini dan menjadikan Volubilis sebagai pusat pertanian dan mengekspor hasil tani nya ke Roma. 




Volubilis mengalami jaman keemasan di abad 2 hingga 3 masehi dan kemudian kota ini jatuh ke tangan suku lokal pada tahun 285, namun tidak pernah direbut kembali oleh Romawi karena jaraknya yang jauh.






Dengan harga tiket sebesar 10 Dirham atau sekitar Rp. 13.000,- per orangnya, kita dapat melihat reruntuhan Volubilis yang masih utuh dan siaplah terkesima melihat kemampuan manusia pada jaman itu membuat mozaik yang cantik dan pilar-pilar kokoh di kuil nya.