All photos are taken by our photographer in Gran Canaria, if you are looking for a great photographer for a family photoshoot, I recommended Nesa Foto Art.
She is a passionate photographer, good with toddlers and kids. And she will deliver all the photos good on time, so you can bring home your unforgettable memories with you back home too.


Here is her details :  
http://nessafotoart.com/
https://www.instagram.com/nessafotoart/?hl=en


Sudah lama pengen foto keluarga yang difotoin sama fotografer beneran, sayangnya either waktu yang gak cocok, cuaca yang kacrut sampai kadang rate fotografer yang aku taksir itu kok ya kebangetan banget mahalnya padahal juga lokasi fotonya gak spekta2 banget. 

Nah pas kebetulan akhirnya kita jalan-jalan agak jauhan sampai ke Gran Canaria di akhir tahun kemarin, langsung dong aku kepikiran mau ah foto sama fotografer, kebetulan di Gran Canaria itu banyak banget spot lokasi foto yang keren, ada nih ya kota dimana-mana penuh sama bugenvile, sumpah cantik banget kotanya, terus banyak pantai yang juga ok, sampai ada kampung nelayan yang fotogenik banget.
Akhirnya setelah dipikir-pikir aku milih gurun pasir aja sebagai lokasi pemotretan ( eaaaaa.. ) kita saat itu. Kebetulan ini gurun pasir pertama untuk si kecil, jadi pastinya memorable untuk suatu saat kita lihat lagi foto-fotonya. 

Hanya sebentar saja aku browsing untuk cari fotografer di Gran Canaria yang surprisingly harganya di bawah rate di Belgia, langsung aku confirm aja bookingannya. Si fotografer yang juga punya anak kecil ini memang sudah sering kali fotoin keluarga dengan toddler di gurun pasir Gran Canaria yang bernama Maspalomas. 

Related Post : Trip Akhir Tahun ke Gran Canaria 


Si fotografer menyarankan untuk pemotretan dilakukan pagi hari saat matahari terbit, sepertinya dia ngejar golden hour dan udah kebayang kan warna keemasan di pasir pasti bikin efek yang kece banget. Aku sih yes banget, karena biasanya anakku justru lebih aktif saat masih pagi. 

Karena apartemen kami searah dengan rumah si fotografer, dia berniat untuk menjemput jadi gak cari-carian on the spot, apalagi kita ngejar waktu harus on time demi sunrise. 





Ternyata pagi itu anakku moodnya lagi gak ok, mungkin karena dia harus bangun lebih pagi dari biasanya, apalagi hari sebelumnya dia main di pantai seharian, pasti capek banget, but unfortunately the show must go on, my boy! Untungnya karena si fotografer jg seorang ibu, jadi dia malah pinter nyari moment, menurutnya foto anak kecil itu gak harus tersenyum atau keliatan happy, all feelings are valid dan aku setuju banget. 

Ah happy banget karena beberapa hari kemudian, foto-fotonya sudah jadi dan malah sudah diprint juga untuk kita bisa bawa pulang, honestly that was the most memorable souvenirs to bring home with, one day we re going to cherish those pictures over and over again!


 



Akhirnya kita traveling lagi dengan..............pesawat! Omg kayak telur pecah gak sih, setelah terakhir naik pesawat itu dari Bali ke Paris pas puncak2nya covid di bulan Maret 2019, itu pun naik pesawat evakuasi pemerintah Prancis yang mengijikan kita bisa ikutan pulang ke Eropa karena tertolong bawa anak bayi. 
Setelah itu kita memang tetap sesekali traveling dengan mobil ke negara terdekat saja, tentunya dengan update selalu dengan peraturan yang berlaku di masing-masing negara, karena walaupun ke negara tetangga yang cuman 50 kilometer jaraknya aja bisa udah gak sama peraturannya. 

Well, kami memilih menghabiskan 2 minggu dengan mencari hangatnya sinar matahari tapi maunya tetap di area Uni Eropa supaya gak ribet harus PCR tes apalagi ada balita kan, aku masih belum tega hanya karena orang tuanya mau traveling for pleasure tapi anaknya harus melewati tes PCR, it will probably make him trauma dan aku gak mau ambil resiko itu, karena traveling buat kita harus fun dan ga perlu ada yang sampai harus menjerit-jerit nangis. 

Pilihan jatuh ke kepulauan yang paling ngetop seantero Eropa karena menjadi pulau terpanas dengan curah matahari banyak walaupun di musim dingin, yes we went to Gran Canaria and it was such a great decision ever. Jarak tempuh dengan pesawat yang hanya kurang lebih 3,5 jam saja dan dengan peraturan yang masih bisa penuhi. Kami hanya perlu menunjukkan covid certificate dan form passenger locator forms, just thats it ! 




Kami tinggal di apartemen yang baru direnovasi di area La Playa de Arguineguín, tepat di depan pantai dan merupakan salah satu kampung nelayan yang masih ditinggali oleh orang lokal, pas kita baca deskripsinya kita langsung ngebayangin ambiancenya yang pasti seru, ramai penuh kehangatan dan untuk groceries kebutuhan sehari-hari pasti gak ribet krn banyak supermarket, restoran sampai apotik, maklum nih kalau tentengannya balita daripada bawa pampers banyak2 atau susu kan mendingan beli di tempat aja ya, apalagi kl masih satu EU yang biasanya produknya sama saja. 



Tiap pagi kamu terbangun karena sinar matahari terbit dari balik gordijn yang memang dibiarkan sedikit terbuka, anggap saja alarm alami supaya kita bisa langsung terbangun bersamaan dengan naiknya matahari. Biasanya setelah itu kami malas-malasin di tempat tidur, main sama bocah, quick breakfast dan langsung bersiap-siap menuju ke pantai. 
Kebetulan ada spot pantai yang kami temukan dimana karena posisinya yang sedemikian rupa sehingga tidak ada ombak, spot ini jadi favorit banyak pasangan yang punya anak kecil, jadi mereka bebas main di pinggir pantai tanpa ada ombak tinggi. 
Suprisingly Keiko happy banget pas jalan di pasir, awalnya aku ragu dia bisa langsung mau adaptasi dan main di pasir apalagi main di air yang lumayan dingin, eh ternyata aku salah total, memang dasar anak berdarah setengah tropis sih, setelah aku buka sepatunya, dia langsung happy banget , ga jijikan sama pasir, air dingin dan malah gak mau diangkat dari laut sama sekali. Beberapa kali aku lihat anak yang lebih besar darinya bahkan gak mau lepas sepatu. 









Rata-rata turis di Gran Canaria adalah sun seekers, bisa dibilang 90 persen dari mereka adalah dari Nordic di utara sana, konon mereka banyak mengincar Gran Canaria bukan saja untuk liburan tapi juga memiliki rumah kedua, sampai disebut kalau Gran Canaria itu Oslo dari Selatan. 

Sebelum Natal kami kembali ke rumah, menikmati musim dingin bersama dengan pikiran dan raga yang telah direcharge oleh vitamin D yang berkelimpahan. Minggu pertama Januari 2022 Keiko mulai masuk ke taman bermain setelah ia menyelesaikan masa-masa di daycare sejak 5 bulan sampai sekarang, semua ia selesaikan dengan baik and we are so proud to him and cannot wait to bring him to school tomorrow! 








Selamat Tahun Baru 2022 untuk teman yang pas kebetulan lewat di blog aku ini ya, semoga yang terbaik boleh terjadi di tahun ini dan semua mimpi boleh menjadi kenyataan, amin ☺

Menjelang bulan terakhir di tahun 2021 yang lalu aku sempat scrolling tiktok yang jarang banget aku buka appsnya, lalu gak sengaja FYP menibakan aku di satu akun yang sedang membahas tentang pengalamannya mengikuti tantangan menabung 100 amplop, wah kok seru banget ya untuk aku ikuti tantangan ini, dan supaya lebih seru lagi aku ajak Noni untuk gabung dalam tantangan ini. Pembicaraan dengan Noni membuat kami beride untuk membuat Youtube bareng yang menceritakan secara gamblang tentang tantangan menabung yang akan kami lakukan tersebut.

Dari scrolling2 killing time itu akhirnya tayanglah video perdana kami di akun youtube Nabung Yuk, contentnya kelak akan beragam, masih berhubungan dengan tantangan menabung dan manifestasi.

Sebagai video pembuka ini aku akan bercerita dan berbagi tips membuat vision board untuk tahun 2022, dan selanjutnya 2 minggu berikutnya Noni akan ambil alih Youtube dan menampilkan vision board sederhana yang dia buat juga. 


It will be great jika teman-teman berkenan untuk subscribe, siapa tahu bisa menginspirasi atau sekedar berbagi cerita ☺

Salam!



Summer tahun ini sepertinya tidak akan dirindukan karena walaupun agak sedikit relax tapi pandemic masih menghantui dan bahkan di Indonesia seperti diterjang kematian, tiap hari ada berita dukacita, sedangkan disini cuaca kacrut gak karuan, ya hujan ya berawan gelap, boro-boro ada heatwave, wong pohon tomatku pada susah payah untuk tumbuh, si kangkung malah sama sekali ga mau muncul, padahal biasanya bisa panen sampai lebih dari 3 kali dalam satu musim panas.

Dari yang awalnya berencana mau pasang AC jadi berubah pikiran karena kok ya yang nyala malah pemanas udara.
Walaupun demikian satu musim berlalu, begitu juga usia kita, kalau kata orang sih embrace it, lagi musim ya sedikit-sedikit kosakata 'embrace' ini muncul di permukaan. Kita seperti dituntut untuk nerimo berbagai hal, bukan hanya nerimo tapi bersukacita di dalamnya. Easier said than done! 

Tadi baru selesai nulis di buku jurnal, sebisa mungkin pikirkan apa yang membuat kita bersukacita, karena sebenarnya di balik kesusahan masih banyak sekali juga daftar kebahagiaannya, meskipun hanya kecil sekali tapi tetap ada. Sejak dari awal tahun kuterbiasa untuk menulis lagi di buku dengan pena, sesekali dipermanis dengan washi tape walaupun gak terlalu artsy, gak papa karena bukan itu tujuannya. Banyak alasan untuk aku kembali lagi menulis lembar demi lembar di kertas dan bukan mengetik di gadget, semua kejadian hari per hari yang mungkin gak akan aku ingat lagi di kemudian waktu, banyak cerita lucu, ngenes, nyebelin, kebahagiaan yang setimpal untuk dikenang.

Musim panas tahun ini mungkin boleh berlalu tapi  kenangan akan ada untuk selalu dikenang. Sekarang kami sedang menikmati musim berikutnya, musim yang banyak difavoriti banyak turis karena cantik untuk foto content. Tapi untuk yang tinggal di negara 4 musim, menghadapi musim gugur artinya siap-siap berpakaian lebih tebal lagi, bayar tagihan gas lebih tinggi lagi, dan harus berlari-lari supaya tidak kehujanan. Autumn mungkin indah dan romantis, asal gak pake becek aja! 

Alam meninggalkan kenangan manis dengan menghadirkan banyak sinar matahari dan kehangatannya di bulan September dan awal Oktober ini, demikian juga dengan update dari covid yang mulai mereda, kita kembali bisa berkumpul bersama-sama dan mengadakan home party, bisa ke supermarket tanpa sesak masker. Dan di rumah kitapun kehadiran keluarga lagi, happy banget setelah sekian lama gak bisa nerima tamu, sekarang bisa ngumpul sama-sama lagi. 
My kid's godfather was coming from LA dan aku undang keluarga dari Belanda untuk easy brunch at home, boys only sekalian anakku ketemu lagi dengan keluarganya dan bermain bersama. 

So that is it for our update, bisa nonton di vlog kita cerita-ceritanya ( please do subscribe if you havent ) and thanks for reading! Hope life treats you kind!














Si anak sudah usia 2 tahun dan akhirnya sukses juga bikin paspor Indonesia, terbilang agak terlambat karena di usia baru 3 bulan kita sudah bisa bikin paspor Belgia. Sebagai empunya hak memiliki dua warganegara kayaknya sayang kalau kita sebagai orang tuanya gak ngurusin anak memiliki hak sebagai Warga Negara Indonesia ya kan?

Sebenarnya saat dia usia 4 bulan saya sudah sempat ke KBRI Brussels untuk membuatkan paspor RI untuknya, sayang salah satu syarat foto itu adalah anak harus sudah bisa duduk tegak dan bisa diarahkan, tentunya hal yang sulit untuk bayi duduk tegak ya kan, ada juga dianya tidur terus.  Bahkan di usia yang ke 2 ini saja, namanya juga toddler, dia masih agak sulit melihat lensa kamera dan harus mingkem tidak boleh cengeggesan, untuk anak saya ini masih susah banget. Walaupun anaknya mau berdiri manis di depan layar dan kamera, tapi dia masih belum tahu kenapa dia tidak boleh tersenyum atau kemana mata dia harus memandang, but he did actually a very good job. It just the program is very strict dan gak bisa dicustom oleh petugas, after all thank you banget untuk semua staf KBRI Brussels yang dengan sabar tetap berusaha untuk mendapatkan foto yang sesuai dengan program paspor ini :-)

Dari duduk, dipangku sampai berdiri, susah banget asli suruh anak mingkem gak boleh senyum itu hihihi

Udah bosen dan mau kabur aja anaknya :D

Program pembuatan paspor RI dan Belgia memang berbeda, kalau RI harus datang untuk langsung dilakukan pemotretan untuk dimasukkan ke dalam program tersebut, kalau di Belgia kita bisa datang dengan membawa foto terbaru yang sudah jadi. Karena itu anakku di usia masih 3 bulan sudah punya paspor Belgia. Fotografer studio tempat pemotretan juga sudah fasih harus bagaimana sehingga pemotretan mulus.

Begini cara fotografer studio Belgia melakukan pemotretan foto ID dan paspor untuk anak bayi

Di Bulan September 2021 mumpung KBRI membuka sesi warung konsuler di kota tempat kami tinggal, jadi kita tidak perlu ke kantor KBRI di Brussels, cukup datang ke aula hotel tempat diadakan acara tersebut. Sebelumnya saya sudah email-emailan dengan petugas menyertakan scanned documents yang diperlukan, jadi pada saat hari H, selain membawa diri juga dokumen asli untuk verifikasi. 

Berikut dokumen yang diperlukan untuk pembuatan paspor RI untuk anak yang memiliki hak 2 kewarganegaraan. 

1. Salinan halaman identitas paspor RI ayah dan/atau ibu warga negara Indonesia;

2. Salinan Akta Pernikahan orang tua atau surat Cohabitation légale/Wettelijk samenwonen;

3. Salinan Surat Bukti Pencatatan Kelahiran dari KBRI Brussel;

4. Tanda Bukti lapor Diri pada situs Peduli WNI bagi anak dan/atau orang tua WNI yang berdomisili lebih dari 6 bulan di Belgia/Luksemburg;

5. Bagi residen Belgia, sesuai dengan wilayah tempat tinggal:

6. Salinan Composition de ménage dan salinan Certificat de résidence terbaru; atau Salinan Samentstelling van gezin dan salinan Uittreksel uit de registers terbaru. ( Ini bisa diminta di gemeente tempat Anda tinggal ya )

7. Salinan kartu identitas/residensi Belgia/Luksemburg orang tua;

8. Salinan kartu identitas/residensi Belgia/Luksemburg anak (jika ada);

9. Salinan Akta Kelahiran Anak (jam kelahiran harus tercantum di Akta Kelahiran)

Biaya pembuatan paspor anak ini adalah € 30 dan paspor akan jadi sekitar 1 minggu atau sesuai informasi yang nanti diberikan.

Perbedaan Paspor RI dan Affidavit Untuk Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas 

Awalnya saya masih belum ngeh bedanya apa sih dan apa gunanya affidavit, sehingga saya hampir saja membuatkan keduanya untuk si anak, tapi setelah diskusi dengan staf KBRI dan mereka menjelaskan bahwa pada dasarnya apabila sudah membuat paspor Indonesia, tidak perlu lagi membuat affidavit karena fungsi affidavit adalah fasilitas pengganti visa bagi anak berkewarganegaraan ganda apabila akan berkunjung ke Indonesia dengan paspor asingnya.
Namun apabila kita mengharapkan untuk membuat dua-duanya (paspor dan affidavit) mereka akan tetap buatkan, dan tentu biayanya double. 

Setelah mendapatkan informasi tersebut, ya jelas saya apply untuk pembuatan paspor RI saja. 

Dan akhirnya paspor perdana RI telah jadi, you are legally Indonesian & Belgian, kid!
Ngiri banget punya priviledge kayak gini :-)



Thank you for reading this post, dan if you d like you can subscribe our Youtube channel to see our travels and lifestyle videos! See you there ☺



#PasporIndonesia #AnakBerkewarganegaraanGandaTerbatas #UrusPaspordiKBRI #KBRIBrussels 



Menyenangkan ya jika kita bisa mengonsumsi tanaman dari hasil budidaya sendiri? Sayangnya sebagian dari kita tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas apalagi kami tinggal di negara 4 musim dimana bercocok tanam baru bisa dimulai saat musim semi tiba. Tahun lalu saat lockdown dimana-mana, orang-orang menghabiskan waktu dengan berbenah rumah atau bercocok tanam, sampai-sampai istilah plant parent muncul dimana-mana, entah deh sekarang bagaimana nasib tanaman2 yang mereka beli itu. 
Banyak tanaman yang menaikkan kasta orang, karena kita tahu banyak tanaman yang mahal banget dan buat yang punya tanaman kayak gini bikin ya itu dia kasta jadi naik :-)






Tahun ini kami menanam berbagai macam tomat, kangkung, cabai dan kemangi. #PanenKemangi sih yang aku harapkan karena jarang banget disini dijual kemangi, dan senang sekali #bibitkemangi yang aku tanam ternyata berhasil, sehingga aku bisa puas makan #ricarica dan #lalapan :-)


Related Posts :

2. Where to Find The Best Crepes in Paris




#bercocoktanam #bercocoktanamdiataprumah #menanamsayurandirumah #panensayuran #panenkangkung #panentomat #sayuranorganik

Still linger on my mind our trip to Vietnam last year ( 2020 ), when covid is just begun in several zone of the world. One thing that I will remember forever is that covidshitty and Vietnamese culinary, every day we ate like crazy and many different flavours from each cities. 

One of the menu that we always ordered is spring rolls, both the transparent one ( in vietnam they called it  gỏi cuốn )  and the fried one (  Cha Gio ) This time I will show you how to make it, step by step and very slow, so hopefully you can follow it good! 

For the fried spring rolls ( cha gio ), I normally make it a big amount and put it in the freezer as stocks 



- Recipe Transparent Vietnamese Spring Rolls (  gỏi cuốn ) -

Ingredients:

14 round rice paper wrappers  

1 cup fresh mint leaves

200 gram cooked shrimp 200g, peeled and sliced in half lengthwise 

14 lettuce leaves

2 cups cooked rice vermicelli noodles cooled down

3 cups fresh bean sprouts


How to make :

Start by softening the rice papers.  Fill a large bowl with warm water. 

Dip the rice until totally soften. 

Lay rice papers on a clean surface

Arrange it with the ingredients

Then top with about 4 shrimp halves. 


Now the rolling part. Fold uncovered sides inward, then tightly roll the rice paper, as shown on the pics. Repeat with remaining ingredients.


- Recipe Fried Vietnamese Roll (  Cha Gio ) -

Ingredients :

Rice paper sheets

Pork mince

Shallots & garlic

Vermicelli 

Egg

Salt & pepper to taste

plant based oil for frying


How to make :

Pop the broken vermicelli noodles in a small bowl and cover with boiling water. Allow to rest until cooked through, then drain.

Add the pork, vermicelli noodles, egg and salt into a bowl, as well the leftover ingredients and mix until well combined. 

For best results, use your fingers to mix evenly.

Quickly rinse the rice paper sheet in water to soften and place on a flat plate or surface.

Place a small handful of filling near one edge of the rice paper. 

Fold the paper over the filling. tuck in the sides and continue to roll to the end of the sheet.

Repeat for remaining spring rolls.

Heat the oil over a medium-high heat. Fry the spring rolls for around 5 minutes until golden brown and crispy. Remove from the oil and drain on paper towel. 



And just by the blink of an eyes our baby is turning two, but we didnt miss anything of him, we were there for him every single time. Three of us still in the phase of learning, learning to be a parent, and him being a new human in this world but I could say we are a good team and we are proud to each one of us. 

It s not always laughter and happiness, there were also a moment that we nervous, broke down and crying out loud, but we were there, will always be! 

June is a special month for us since this kid came into our life, he is the most special present that God gave to us. I m so happy to make his birthday as special as possible, though the first and now the second birthdays, we are still living side by side with the covid rules that make difficult to gather with many people to celebrate, but thats ok, sometimes we have to deal with such a thing. 


I still choose the earth tone for his birthday's theme, I find it very soothing to see such colours nowadays, and because he still cannot say what he wants for his birthday, so for this moment I m happily choosing for him. 

I made a several goodie bags for his friends in the daycare & some friends in the neighbourhood. Oh yes he loves making friends and very social, I m so proud of him of being so.
I choose wisely what to put in it, something that might be useful and not too much plastic & sugars involved. So I came with an ideas to give a colouring book and its crayon, and a bubble balloon to celebrate summer. 

I put them in a brown paper bag with stickers as a cover, my niece made a beautiful illustration that I easily print them as a stickers. He is into cars since this couple of months, as you can see in the stickers.


For the 3 teachers I gave each of them a scented candles from Zara Home and hand body lotion from Rituals, I wrapped them in a furoshiki style. Furoshiki is a Japanese style in wrapping a present, using a textiles and some greens from the garden. The teachers later can use the fabric for a tea towel too, very useful and of course less trash.


While for other teachers from other classes, the managements, and cook and cleaning service, I order a bunch of cupcakes from the bakery. They all love the gestures as much I love to prepare it. 

At home, I made his birthday cake from waffles, I arranged the waffles into tower with a butter cream in each of waffles. And earlier in the morning we let him blew the candles with pancake, his favorite breakfast beside oats :-)

As an Indonesian, I cant let my traditions left behind, I spent my time also to make a nasi tumpeng kuning for our lunch and for our side neighbour. Nasi tumpeng is a coned rice from turmeric with many assortments, you usually will see nasi tumpeng during festivals or something to celebrate. 

→ Dear son, you are two now! 

If I could keep you little, I'd keep you close to me, but then I'd miss you growing into who you re meant to be. Two sweet, two brave, two little, two cute, 2 years! Selamat ulang tahun, Biru Langit