Ada beberapa pekerjaan yang menuntut orang untuk selalu bisa online dimanapun, as much as I dont like to keep online whenever I m traveling namun sesekali online itu tetap diperlukan, yang paling penting adalah untuk mengetahui keberadaan keluarga yang nun jauh disana dan juga supaya mereka tenang ketika mendengar bahwa kami baik-baik saja apalagi kalau travelingnya ke destinasi yang menurut mereka berbahaya. 
Untuk  orang Indonesia yang sudah terbiasa eksis di sosial media ya, traveling ke luar negeri mesti banget deh harus bisa online, demi upload foto di Instagram dan Facebook :-) Gakpapa kok, sah-sah aja namanya berbagi kesenangan, ya gak?

Untuk kami pribadi, selain untuk menghubungi dan bisa dihubungi oleh keluarga, sebagai travel blogger pastilah ingin memberikan update secara online mengenai destinasi yang dikunjungi untuk para follower, plus juga mengecek email secara berkala siapa tahu ada pekerjaan yang minta untuk di follow up secara cepat, I just dont want miss any job opportunities.

Memang sih mudah untuk sesekali mampir ke kedai kopi dan minta password wifi disana, namun kadang tidak semudah itu juga, bisa saja internet di cafe itu lemot koneksinya dan tidak banyak cafe yang buka 24 jam ketika saya membutuhkan koneksi atau ketika saya ingin online di pinggir pantai sambil sunbathing, yup I can work wherever I want literally.

TEP WIRELESS

Jika masalah yang saya tulis sama seperti yang kalian hadapi ketika traveling, saatnya kamu beralih ke TEP Wireless kalau gitu, modem portable yang bisa membuat kita online dimana saja saat traveling. 
 
Kotak kecil modem ini akan terhubung ke jaringan seluler 3G / 4G lokal dan membuat jaringan Wi-Fi pribadi, dan juga bisa di share untuk 5 gadgets lainnya dalam waktu bersamaan. Nah inilah bedanya dengan membeli SIM Card dan data internet, kalau TEP Wireless ini kita bisa online dari gadget manapun. Jika ingin menelpon ya tinggal nyalain aja Skype atau sekarang kita juga bisa telpon dari Whatsapp kan. 


Bagaimana Cara Memesan TEP WIRELESS? 

Modem TEP Wireless ini dapat dibeli secara online atau juga bisa disewakan, semua dilakukan melalui website mereka disini. 
Tinggal masukkan destinasi yang akan kamu kunjungi dan berapa lama kamu mau menyewanya. TEP Wireless akan mengirimkan modem sewaan ini ke hotel kamu atau alamat yang sudah kamu tulis saat memesan. 
Kalau sudah selesai menggunakannya, tinggal kirim balik melalui kantor pos di kota kamu berada. Mudah banget lah pokoknya. 

Untuk kamu yang akan traveling ke Inggris, bisa langsung mendapatkan perangkat TEP langsung di bandara London Heathrow Airport and London Padding Station karena homebase TEP Wireless emang ada di Inggris. 



Berapa Biaya Sewa TEP WIRELESS?

Total harga tergantung pada panjang sewa dan destinasi yang dikunjungi. Semakin lama periode sewa, semakin murah. 
Dari websitenya kamu bisa menghitung simulasi nya sendiri kok, harga yang tercantum itulah yang dibayarkan, no hidden cost. 

Dan yang paling penting adalah data yang bisa dipakai adalah UNLIMITED. Yup, UNLIMITED! 

Bisa Dipakai Mana Saja?

Puluhan negara, asli banyak banget : 




dan kalau kamu mau ke beberapa negara di Eropa, nah tinggal pesan yang European Pocket Wifi, terus kalau mau pergi ke Australia dan lanjut ke New Zealand, tinggal pesan yang Ocenia Pocket Wifi. 

Dengan memesan paket-paket ini kamu bisa online di semua kota yang kamu tuju tanpa harus mengembalikan perangkat nya saat meninggalkan satu negara melainkan mengembalikan di kota terakhir kamu traveling.  


Gimana? Tertarik untuk tetap bisa online ketika traveling? 

Dont look any further, pesan sekarang karena ada diskon 20% dengan memasukkan kode:

TEP4LIFE

www.tepwireless.com




Karena postingan sebelumnya mengenai perlengkapan make up apa yang saya bawa saat traveling, kali ini saya mau lanjutkan mengenai toiletries nya. 

Biasanya saya membuat checklist untuk apa yang dibawa saat traveling, hal ini untuk menghindari lupa atau ada yang tertinggal. Demikian juga untuk toiletries, checklist sangat membantu. 
Tips supaya hemat waktu ketika melakukan packing, lebih baik simpan selalu toiletries khusus yang akan dibawa bepergian dalam satu tas, ketika setiap kali akan berangkat tinggal langsung angkut, lebih mudah kan?

[ Tulisan mengenai toiletries saat traveling juga ditulis oleh rekan blogger saya Nyonya Sepatu, jangan lupa dibaca di link ini, siapa tahu memberi inspirasi juga ]
 

1. Checklist For The Essentials Toiletries

Semoga checklist ini berguna ya untuk dijadikan panduan. Karena kami adalah travel couple maka untuk menghemat tempat bawaan biasanya kami jadikan satu semua toiletries ke dalam satu tas yang sama. Beberapa produk yang bisa dipakai secara unisex itulah yang biasa kami pilih, misalnya deodorant antiperspirant, krim tabir surya, sabun dan pasta gigi. 
Produk lain seperti krim wajah atau parfum tentunya selalu bawa masing-masing.


Checklist for toiletries - Print it if necessary



Above : Hand Lotion from Korres  - Body Wash from Korres - Face Wash from L'Occitane - 
Dune Body Lotion from Dior

Down : Toothpaste from Theramed - Purol multi function cream - Sun Cream from Kruidvat - Body Mist from L'Occitane 

 

2. Travel Mini Toiletries

Saya hampir jarang membawa travel mini toiletries ketika bepergian karena toh penggunaannya untuk berdua dan biasanya kita traveling dengan durasi lebih dari seminggu dimana membutuhkan toiletries yang tidak mini, beda kalau pergi solo travel atau terbang dengan hanya menggunakan cabin bag saat weekend trip barulah toiletries ukuran mini yang saya pilih. 
Perlu diingat juga jika kamu memilih tinggal di hotel berbintang biasanya toiletries lengkap disediakan walaupun terbatas dan mungkin tidak cocok dengan keperluan kamu. Namun jika memutuskan tinggal di hostel, dormitory atau couchsurfing, jangan sampai tertinggal koleksi toiletriesnya karena biasanya mereka tidak menyediakan.

4. Non Essential 

Tidak wajib dibawa namun kadang membawa pillow spray untuk beberapa orang berguna ketika susah tidur, atau saya yang sering juga membawa lulur dalam kemasan sachet seperti ini, sangat membantu membersihkan kulit setelah seharian melakukan aktifitas di luar ruangan atau di bawah matahari. 
Tentunya non essential toiletries bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. 

Not a sponsored post ! :-)

5. First Aid Kit

Toiletries pada dasarnya tidak hanya melulu mengenai perlengkapan mandi, tapi juga pertolongan pertama saat dibutuhkan, seperti plasters, antibacterial hand gel, obat-obat yang biasa dipakai saat diare, flu dan demam, batuk. 
Untuk wanita jangan lupa membawa tampons atau pembalut. 
Yang dapat saya kategorikan dalam first aid kit juga adalah peniti, cotton buds, kapas wajah, jarum dan benang, penjempit rambut. Terdengar sederhana tapi percayalah kamu akan berterimakasih jika membawa printilan ini.


Bagaimana dengan ritual membawa toiletries kamu saat traveling? Apakah kamu cenderung orang yang lebih simple, atau lebih rempong daripada saya? Share di kolom komen ya :-)




Bagi kaum perempuan tas berisi make up wajib dibawa saat bepergian, mau keluar rumah sebentar saja pasti kan kita ingin terlihat segar, bersih dan cantik, ya apalagi kalau jalan-jalan ke luar kota atau keluar negeri dalam waktu lama. 

Karena hari Rabu ini saatnya #CeritaJalanAsik, maka saya dan Noni dari NyonyaSepatu akan kasih lihat apa sih essentials make up yang selalu kita bawa saat bepergian. 
Penasaran apa yang dibawa Noni? Baca di link ini ya ! 

Simplicity at Its Best

Make up saat traveling itu sebenarnya bisa sangat sederhana sekali tanpa perlu bawa semua yang ada di meja rias kamu saat traveling, selain tidak jadi berat juga supaya tidak hilang kececer saat traveling. Siapkan tas atau pouch khusus make up dengan ukuran kecil atau medium, ini cara paling tokcer supaya kamu tidak ingin membawa segala macam barang, semakin compact ukuran tasnya, maka kita jadi semacam terpaksa membawa yang penting-penting saja.

Keep Hydrated & Stay Pretty

Untuk mencegah kulit yang kering karena pengaruh cuaca, makan buah dan sayuran juga banyak minum air putih, ini pencegahan dari dalam tubuh. Sedangkan untuk menjaga supaya kulit tetap lembab, jangan lupa untuk membawa dan menggunakan krim wajah yang mengandung tabir surya. 



Setelah menggunakan krim wajah dan tabir surya, penggunaan foundation ( bisa juga BB/CC cream) atau alas bedak kerap saya gunakan kecuali jika tahu akan ada agenda bermain air, memang sih ada foundation yang anti air tapi saya lebih prefer jika tidak menggunakan foundation sama sekali. 

Sehari-hari jika bepergian ke acara tertentu, my ultimate favourite foundation yang saya gunakan adalah Luminous Silk Foundation dari Giorgio Armani tapi jika traveling saya lebih suka membawa matte foundation dari drug store dengan packaging yang lebih aman, jika hilang atau rusak packagingnya wont hurt my heart :) 

Bedak Andalan

Penggunaan foundation bisa sangat optional dipakai, beda halnya dengan bedak yang wajib digunakan. Natural Pressed Powder dari Chanel really stole my heart for quite long time, bukan saja karena kualitas bedaknya yang memang cocok dengan kulit, shade tone nya juga cocok dengan warna kulit saya juga, dan packagingnya benar-benar tahan banting mulai dari kaca sampai bedak yang tidak rentan retak.  

Lipstik 

Saya hanya akan membawa 3 warna lipstik dari entah berapa puluh koleksi lipstik yang saya punya di rumah, I just cant stop purchase it damn it:)

Yang jadi andalan sekarang untuk dibawa-bawa saat traveling adalah lip gloss dari Anastasia Beverly Hills, namanya lip gloss tapi tetap memberikan warna, konturnya yang membuat bibir lembab tanpa rasa lengket plus ada efek warna. 
Untuk lipgloss dari Anastasia, saya selalu membawa warna nude dan merah, nude untuk pagi sampai sore hari. Lalu sesekali merah untuk malam hari, cause why not?! :-)



Satu warna lipstik lainnya adalah warna pink dalam bentuk matte liquid lipstick, my recent fave adalah warna Polly keluaran dari Lime Crime yang tahan lama dipakai seharian juga, warnanya juga membuat wajah cerah tanpa orang harus tahu kalau sebenarnya kita sedang terkena jet lagged parah. 

Lime Crime warna Polly ini sering saya ganti juga dengan membawa warna berry jika kebetulan sedang musim gugur, berry and autumn is a perfect match.
Jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembab bibir sebelum mengaplikasikan pewarna lipstik. 


Riasan Mata

Riasan mata yang terdiri dari maskara, eyeliner dan eyeshadow biasanya  saya gunakan lengkap  untuk aktifitas malam hari seperti makan malam di restoran atau going out at the local lounge. 
Untuk aktifitas pagi dan siang saya hanya menggunakan eyeliner dan maskara, actually this two are my holy essentials I cant live without. 
 
Karena minimalisnya penggunaan eyeshadow, saya hanya membawa eye shadow pallet yang kecil tapi lengkap semua warna shade, mau smokey ada, mau nature colour juga ada di pallet itu.  

Banyak orang yang tidak bisa hidup tanpa pensil alis, namun untuk saya ini pengecualian karena thank God kalau alis saya tidak perlu banyak penataan. 



Blush On

I love everything about sun kissed make up, like many Indonesian women we are so blessed with natural golden brown skin, untuk karena itulah blush on dengan warna serupa dengan warna kulit selalu jadi andalan.  




So, now you know what is inside my travel make up bag, kalau kamu sendiri ( atau istri/pasangan kamu jika kamu pria ) make up apa yang wajib selalu dibawa saat bepergian? 



* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.
Check our posts every Wednesday!

This week's theme: Makeup for Traveling

Memiliki pasangan yang bukan orang Indonesia pastinya banyak cerita seru yang mungkin sedikit berbeda dengan mereka yang memiliki pasangan sebangsa. Kalau bicara hal ini pasti deh hal pertama yang akan dibahas adalah bagaimana ritual menu makan di rumah, mengenai makanan apa yang biasa dimasak dan disajikan sehari-hari.

Sebenarnya sih saya sangat beruntung sekali karena suami saya pemakan segala kecuali durian dan binatang-binatang aneh, saya bilang beruntung karena ada beberapa teman mixed couple lainnya yang harus menghadapi pasangannya yang tidak suka atau tidak mau mencoba makanan Indonesia, jadilah teman saya itu harus menyiapkan dua menu berbeda jika kebetulan dia ingin menyantap makan makanan Indonesia.

Untuk di rumah biasanya sehari-hari saya telah menyiapkan menu mingguan dimana seminggu itu selang seling antara makanan Indonesia, makanan khas barat dan menu makanan dari negara lain seperti Maroko, Yunani atau Middle East, selain memasak makanan sendiri tentunya kami juga kerap kali makan di luar entah itu makan siang atau makan malam di restoran. 
Beruntung adalah ketika saya membuat makanan Indonesia, maka saya tidak perlu pusing memikirkan menu apa yang suami yang mau karena kita bisa berbagi dengan menu makanan yang sama.

Saya ingat betul tahun pertama dirinya berkenalan dengan makanan Indonesia, saat itu yang menjadi kesukaannya adalah Soto Ayam, saya rasa Soto Ayam memang aman di perut asing namun rasa di lidah sangat berbeda dan eksotis. Jadilah Soto Ayam semacam menu wajib jika ingin makan makanan Indonesia. 

Petualangan suami saya dalam hal mencoba kuliner Indonesia ini sebenarnya membuat saya bangga juga, segala macam sambal pun ia berani coba dan yang menjadi favoritnya adalah sambal terasi dan sambal matah, tapi jangan tanya bagaimana reaksinya ketika terasi tersebut digoreng, walaupun tidak suka bau menyengat nya tapi anehnya suka sekali ia menyatapnya :) 

Sambal Matah Khas Bali

Aneka Sambal


Selain sambal, makanan kaki lima pun tidak masalah, bahkan menjadi kenangan yang selalu diingat dan juga diceritakan ke rekan-rekannya mengenai  pengalamannya menikmati semangkok bakso di Lombok seharga 30 sen Euro, atau ketika makan malam di warung tenda penjual ayam penyet di Lembata dengan pemilik yang adalah pendatang dari Banyuwangi. Bukan saja cerita mengenai kenikmatan makanan tersebut, tapi juga cerita seru di baliknya.

Semakin bertambahnya tahun kami hidup bersama ( tahun ini kami menikah hampir 9 tahun ) , maka pengalaman akan kekayaan kuliner yang ia punya juga makin banyak, ketika saya tanya untuk dia menuliskan daftar 10 menu makanan Indonesia yang paling disuka, maka tidak ditemukan lagi Soto Ayam di daftarnya, apalagi sate dan gado-gado padahal ketiga makanan tersebut adalah menu andalan dari banyak bule yang traveling atau tinggal di Indonesia.

Ikutan kelas belajar memasak di Ubud, Bali - baca disini cerita lengkapnya

1.  Coto Makassar

Antara Coto Makassar dan Rendang selalu menempati daftar paling atas as top Indonesian foods my bule husband love the most.
Tahu mengenai Coto Makassar adalah pada tahun 2009 ketika kami menyambangi Makassar, entah berapa mangkok coto Makassar yang ia habisi saat kami makan malam coto Makassar pertama kali, paduan bumbu yang eksotis dan daging yang lembut membuatnya tidak bisa berhenti di mangkok ketiga sampai saya harus menendang kaki nya ;-) "Oh, it s so good I cannot stop hun!" gitu katanya. 

Sayang resep membuat Coto Makassar ini sepertinya memang sulit untuk dibuat sendiri walaupun saya ingin sekali mencoba membuatnya, sehingga setiap kami berada di Makassar maka hal pertama yang dilakukan adalah ke Jl Gagak Makassar untuk menikmati Coto Makassar sampai puas.

2. Rendang

Kalau hal pertama yang kami lakukan ke Jl Gagak ketika baru tiba di Makassar, maka hal pertama yang wajib dikunjungi ketika tiba di Jakarta adalah mendatangi rumah makan Padang, dan berapapun piring yang disajikan oleh pelayan di RM Padang, maka yang selalu minta ditambah adalah piring berisi rendang ;-)
Kadang kalau sudah sakau berat, biasanya kita ke Den Haag di Belanda untuk menikmati nasi Padang dan rendang karena ada beberapa RM Padang disana. 

3. The Malang Thing

Maksudnya Cwie Mie Malang dan bakwannya. Karena kesusahan mengingat nama Cwie Mie, jadi dia suka nyebutnya 'you know, that noodle from Malang' karena saya suka cerita setiap menghidangkan makanan Indonesia, biasanya saya ceritakan juga dari mana makanan itu berasal. 

4. Betawi

Dan Betawi disini maksudnya mengacu pada Soto Betawi :-)
Suami saya memang suka banget makanan yang memiliki banyak kuah, salah satunya adalah Soto Betawi ini. Soto Betawi dengan bahan dasar bumbu yang hampir sama dengan Coto Makassar yaitu ada jinten dan cengkeh lalu dengan daging seperti babat, usus, paru, namun kuah Soto Betawi dicampur dengan santan sehingga rasa menjadi lebih gurih. 

Saya masih punya peer sebenarnya untuk membawa suami saya menikmati Soto Betawi Haji Hussein yang menjadi favorit banyak orang jika ingin makan Soto Betawi. Next mudik maybe!

5. Rawon

Rawon merupakan sop daging asal Jawa Timur dengan kuah bewarna hitam karena bumbu kluwak, pertama kali makan Rawon langsung di propinsi asal nya di Jawa Timur sana. Jadi suatu hari saya sarapan dan memilih makan Rawon, karena saya tahu penampakkan Rawon ini kurang sedap dilihat karena gelap pekat, maka saya hanya memesan satu porsi untuk saya sendiri, ternyata ketika suami saya ingin mencoba nya eh malah ketagihan dan jadilah sejak saat itu Rawon menjadi menu Indonesia favoritnya juga. 

Menikmati Rawon di Malang, Jawa Timur

6. Potatoes with pinda sauce, kecap, sambal and the other things

Alias Siomay !☺
Siomay  lengkap dengan kentang rebus, telur, tahu lalu disiram bumbu kacang yang memang saya buat sendiri menurutnya salah satu menu favoritnya, tapi khusus siomay ini menurutnya saya membuat bumbu kacang paling enak yang pernah dia rasa, ah jadi gimana gitu rasanya ;-) 

Siomay memang bukan menu asli Indonesia karena merupakan jenis dim sum asal Cina namun kehadiran siomay di tanah air dapat dinikmati dimana saja dan kapan saja.

7. Fish Soup Sanur

Sop ikan warung Mak Beng pun dimasukkan ke dalam menu makanan paling favorit, tidak perduli betapa pedas rasanya dan betapa crowded warung Mak Beng saat makan siang, dia selalu menikmati makan sop ikan disini setiap kali kami berada di Bali. 

Di warung Mak Beng menu andalan memang hanya sop ikan, ikan goreng plus nasi dan sambalnya, dan kalau gak salah harganya sekitar Rp.30.000,- per paketnya. 
Ikan laut yang biasa digunakan di Mak Beng adalah ikan kakap merah atau cakalang yang masih segar, makanya gak heran kan kalau rasanya memang saya amin-i jika enak sekali.
Terakhir kita kesana saat mudik yang lalu warung Mak Beng sudah direnovasi dan lebih luas daripada sebelumnya, tapi antrian tetap sama panjangnya.

8. Daging Manise

alias daging bacem, duh maaf ya suka ganti-ganti nama sendiri gini! ;-) 
Bumbu ketumbar dan rasa manis dari gula merah sepertinya memang asing di lidahnya yang biasa menyatap makanan khas Barat, namun karena rasa yang unik itu justru menjadikan daging bacem sebagai salah satu makanan favoritnya padahal seingat saya justru ketika di Indonesia kami tidak pernah makan daging bacem ini. Yang menarik daging bacem adalah salah satu olahan daging yang paling saya suka sejak saya masih kecil, jadilah sekarang kalau di rumah saya membuat daging bacem, sudah bisa dipastikan kalau akan rebutan siapa yang mengambil potongan terarkhir :-)

9. Ikan Bakar dan Colo Colo

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu colo-colo. Colo-colo adalah semacam sambal teman makan ikan bakar jika berada di Maluku, terbuat dari potongan tomat segar, cabai dan bawang merah lalu diberikan kecap manis dan perasan jeruk nipis atau jeruk limo khas Maluku. 
Rasanya yang segar dan pedas memang cocok dengan ikan bakar atau makanan asal laut lainnya, apalagi kalau makannya sambil melihat laut lepas khas Maluku.

Colo-colo, sambal khas Maluku

10. Oxtail Soup

Kalau ingat oxtail soup atau sop buntut maka yang kita berdua ingat justru Miami, karena pertama kali suami saya makan dan langsung ngefans berat sama sop buntut itu malah di Miami. Waktu itu kita mengunjungi teman Indonesia yang tinggal di Miami, if you know Rey Wowor? Penyanyi kawakan Indonesia yang ngetop di era 80 dan 90 an dan sekarang telah lama menetap di Amerika, nah kak Rey saat kita mengunjunginya benar-benar memanjakan kita dengan makanan khas Indonesia salah satunya Sop Buntut, dan memang perlu saya akui the best sop buntut I ever had in my life, oh thank you so much kak Rey!
Jadilah sejak makan malam di Miami itu, suami saya tergila-gila dengan sop buntut dan selalu saja dibanding-bandingkan dengan sop buntut buatan kak Rey di Miami, ya gimana gitu ya kita makannya di balkoni depan-depanan sama rumahnya Ricky Martin dan Enrique Iglesias, maksud ngana? :D 

Perdana menikmati sop buntut di Miami, Amerika Serikat

* * *

Cerita Jalan Asik adalah artikel tematik yang hadir tiap hari Rabu, ditulis oleh Noni Nyonya Sepatu dan Aggy Dream Explore Wander.
Karena hari ini bertepatan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71, tema yang dipilih adalah serba serbi traveling di Indonesia berikut cerita kuliner khas Indonesia. 

Jangan lewatkan untuk membaca artikel versi  Nyonya Sepatu dan Dream Explore Wander ya !

Selamat hari jadi yang ke 71 untuk bangsa Indonesia !

I enjoy autumn, winter, spring and summer equally much. Still, there is something special about summertime. Seperti yang udah gw rencanain dari akhir tahun lalu pengen ngapain aja saat spring/summer ini, rencanain jauh-jauh hari udah jd kebiasaan sih, jadi tahu mesti ngapain aja selama kita ada di destinasi tersebut, dan juga bisa tahu mesti saving berapa kalau kesana.

Untuk yang follow gw di Instagram @Jalan2Liburan , selain ke Iran kita melanjutkan perjalanan ke Prancis Selatan, rute favorit orang sini karena ya negara tetangga ya, dan juga jaminan mutu krn summer disana biasanya lebih ok dengan curahan sinar matahari dan air pantai yang sudah menghangat.
Durasi perjalanan kurang lebih 800 km - 1000 km, tapi bedanya luar biasa sama di Benelux yang sering hujan atau berawan khususnya summer tahun ini yang cenderung lebih basah, so no wonder entah berapa puluh mobil plat BE lalu lalang sepanjang kita 2 minggu road trip disana karena bertepatan juga dengan liburan anak sekolah. Liburan anak sekolah di Belgia mulai dari tanggal 1 Juli - 31 Agustus dan periode libur ini serentak, biasanya di negara lain kan dibagi-bagi periode nya per wilayah bagian, karena serentak inilah bandara jadi super ramai sampai disediain free shuttle segala lho, ditambah lagi kan Brussels Airport pasca bom April lalu masih bertahap direnovasi.

Untuk yang road trip ya begitu juga, tanggal 30 Juni malam biasanya jalanan udah ramai aja, penuh sama karavan, atau mobil dengan sepeda di atas mobil, seru lah semua orang  mau jalan-jalan ke luar negeri intinya, u know the perks of living in Europe, beberapa kilometer aja sudah ke luar negeri kan :)

Biasanya kita gak ikutan liburan di periode ini karena ya peak season, tempat penginapan jadi gak ok banget rate nya, kamar ala ala masa rate nya kayak bintang 5 sih, itu baru urusan hotel ya, belum lagi sightseeing spot yang bakalan ngantri parah. Mungkin terakhir gw jalan-jalan pas bulan Juli Agustus itu pas kakak gw datang dari Indonesia dan kita ke Roma dan Venice bareng, aduh mau nangis deh, kek cendol aja dimana-mana gitu, kanal di Venice yang kalau kata orang itu bau, ya beneran bau parah. Hiks. Dan semua orang jadi berkeringat, lalu ya cerita selanjutnya gw ga perlu tulis lagi :)

Tahun ini lagi-lagi gw mengulang kesalahan yang sama yaitu traveling saat musim liburan, tapi beneran kalau kali ini gak ada pilihan lain karena tempat itu harus didatangi di bulan Juli-Agustus. Yup, salah satu impian gw ngelihat ladang bunga lavender di Prancis Selatan dimana bakal mekar-mekarnya di bulan Juli sebelum akhirnya dipanen sekitar awal Agustus.

Jauh sebelum keberangkatan gw udah mulai ceki-ceki di kota apa di Prancis Selatan ladang lavender ini akan banyak terlihat, gw jg yang bikin itinerary nya berdasarkan berapa ratus kilometer per hari kita akan nyetir. Suami gw yang kasih tau beberapa kota yang mesti banget gw lihat and memastikan gw mesti masukkin ke itinerarynya, jadilah gw browsing around juga ngecek nama-nama kota itu, secara dalam hal ini gw kan pendatang baru dan banyak kota baru yang masih harus gw lihat. He knows me the best karena dia juga nunjukkin kota-kota di Prancis Selatan yang memiliki peninggalan Romawi Kuno as I love it.

To make a long story short, hari ketiga road trip akhirnya tibalah kita di kota Monasque, kota terdekat dengan Valensole yang adalah spot paling terkenal di Prancis Selatan kalau mau lihat ladang lavender. Di Monasque nya sendiri gak ada ladang nya tapi pabrik dan headquarter L'Occitane ada kota ini, sekitar 3 km dari hotel kita inapi, niatnya emang gw mesti banget ke L'Occitane and indeed I visited it and did a tour in the factory✔ Seru banget karena akhirnya gw bisa lihat tempat darimana produk-produk yang banyak gw pakai untuk perawatan kulit sehari-hari berasal.



Valensole saat kita datangi sekitar jam 7 malam ( sunset jam 10 malam ) udah padat turis, bukit-bukit dipenuhi warna ungu bikin hati deg-degan kek mau ketemu gebetan, seriusan deh bukan lebay, tapi gimana ya gw suka banget sama ladang-ladang bunga apapun bunganya and this is what I imagine what heaven will be like, plus sama anjing gold retriever yang lari-lari kalau kata suami gw :-)
Harum bunga lavender kayak sebotol besar essence oil wangi Lavender yang tumpah ke baju lu, ya begitulah wanginya, sampai beberapa hari keknya masih nempel aja di hidung gw tuh wanginya.
Namun saat itu gw agak kecewa karena gumpalan awan tebal, why oh why, kenapa mesti hari ini sih berawannya, lah kemarin-kemarin setitik awan pun ga ada lho, mau ngajak berantem banget ga sih nih awan!?
'Yuk kita cari ladang lain sambil nunggu awannya pindah arah!' kata suami gw yang gw tahu banget dia sedikit paham dengan cuaca plus dibantu aplikasi cuaca juga. Eh bener lho, ladang lavender sepi kita temuin dan tanpa awan di langit. Benar-benar kosong ladang ini dan berasa milik sendiri, mau foto macam apa juga gak bother orang lain. 
 




Gak kebayang deh betapa happy nya gw saat itu :-) Entah berapa lama kita disana walaupun ngeri digigit lebah yang pasukannya banyak banget, antara suara angin, suara lebah plus wangi lavender, kombo nya kek gitulah kurang lebih.

Jalur antara deretan bunga nya lumayan besar untuk dilewati jadi bisa dipastikan gak ada bunga lavender yang keinjek. Nanti deh di postingan-postingan berikutnya gw tulis details perjalanan mencari ladang si ungu unyu ini, siapa tahu yang punya rencana untuk kesana juga musim panas tahun depan.

So tell me, apakah lavender bunga favoritmu juga? :)
 
Every holiday destination is also someone else's home and that we should leave place as we found them, I always remember this everywhere I go. Seandainya semua orang yang berwisata memegang paham ini pastinya kejadian menginjak dan merusak bunga amaryllis tidak akan pernah kejadian, bukan? Ini baru satu hal yang diangkat di sosial media dan ramai dibicarakan, bahkan pelakunya dirundung massal yang pastinya akan membuat dia kapok untuk tidak melakukan hal serupa lagi. 

Inilah jadinya ketika traveling adalah trend yang wajib diikuti dan bukan karena kebutuhan, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya. Sudah saatnya didikan mengenai traveler yang bertanggung jawab lebih viral disuarakan, jangan saja menyuarakan ajakkan untuk mengunjungi suatu destinasi dengan slogan-slogan VISIT xxx, lalu di beberapa tahun kemudian tujuan wisata yang ramai dipromosikan tersebut menjadi hancur lalu kemudian kembali kita berteriak, PLEASE SAVE xxx ! 

Bukan untuk membandingkan, wisata seperti Machu Pichu pun memiliki kuota hanya menerima berapa ratus orang per hari untuk dapat mengunjungi Machu Picchu, lalu Bhutan pun memiliki peraturan visa yang cukup ketat yaitu membayar USD 250 per orang per harinya, kesemuanya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem alam yang mereka miliki.

Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan sebagai traveler untuk menjadi traveler yang bertanggung jawab, sepertinya terkesan sederhana tapi sangat berarti untuk dilakukan :

Pilih Penginapan dengan Konsep Green Hotel

Sebelum keberangkatan, pilihlah penginapan yang memiliki konsep green hotel. Bukan berarti hotel yang memiliki banyak pohon saja, namun konsep mereka yang menghargai lingkungan seperti misalnya bagaimana mereka mendaur ulang sampah, menanam sendiri bahan makanan yang digunakan di restorannya, sabun deterjen yang bagaimana yang mereka gunakan, dan lainnya.

Eco hostel in a tent at Costa Rica

Matikan & Cabut Steker Listrik 

Hal sepele memang, kadang kita membiarkan colokan listrik yang tidak digunakan tetap di stekernya, biasanya charger untuk barang elektronik.  Tagihan tetap akan berjalan karena charger tersebut berisi kumparan, jadi selama terpasang akan terus memutar listrik, otomatis tagihan pun akan berjalan. Terlebih ketika kita akan traveling lama, perhatikan betul sebelum berangkat.

Bawa Botol Plastik & Shopping Bag

Aksi tas plastik berbayar jika berbelanja di supermarket memang baru-baru saja dilakukan di Indonesia, kalau pun membeli hanya Rp 200,- sehingga saya masih suka melihat 1 trolley milik ibu-ibu yang berbelanja dipenuhi tas-tas plastik yang dibelinya juga, toh 10 tas plastik hanya Rp 2000,- saja. Jangan harap bisa mendapatkan tas plastik dengan harga serupa ketika Anda traveling di luar negeri, kalaupun nekat melakukannya, siap saja akan dilihat orang lain dengan tatapan aneh, karena yang Anda lakukan memang tidak wajar.
Menyiapkan shopping tote sendiri yang bisa dilipat kecil dan bisa dengan mudah dibawa kemana saja, sehingga kapapun dibutuhkan Anda bisa menggunakannya. 

Eating Locally

Salah satu cara memberi dukungan secara langsung kepada komunitas di destinasi dimana kita berkunjung adalah dengan cara memilih tempat makan di restoran lokal. Dengan Anda membelanjakan uang Anda langsung ke orang lokal melalui bisnis yang mereka punya, maka Anda telah memberi dukungan. 
Hal ini juga dapat Anda lakukan jika ingin berbelanja oleh-oleh di toko pusat cenderamata yang dikelola oleh artisan.

Souvenir shopping by the locals

Walking Tour

Kemanapun saya pergi ke suatu kota, hal pertama yang saya pikirkan apakah di kota tersebut ada kelompok walking tour. Jalan kaki menyusuri kota bersama pemandu yang adalah juga orang lokal biasanya memberikan insight yang tidak didapat dari buku panduan, selain itu jalan kaki tentunya sehat dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Jejak & That s It ! 

Ingatlah bahwa kemanapun kita pergi, yang kita kunjungi itu adalah rumah bagi orang lain. Selesaikan perjalanan Anda dengan hanya meninggalkan jejak dan kenangan, coretan di batu dan goresan di badan pohon ' I was here ' tidak perlu dilakukan. 

Yuk sama-sama jadi traveler yang cerdas dan bertanggung jawab !

* * *

Tulisan ini merupakan bagian dari Cerita Jalan Asik yang adalah artikel mingguan dengan tema tertentu, selain Jalan2Liburan, ada juga tulisan Noni dari Nyonya Sepatu ( baca disini ) dan Aggy dari Dream Explore Wander  ( baca disini ) yang juga menuliskan mengenai ' Green Travel '.
Jangan lupa dibaca juga ya karena pasti akan mengispirasi juga!

I cant thank universe enough to have Antwerp as my recent town to live. Antwerp is such a vibrant city and know how to celebrate art, history, culture and even the high end fashion, surrounded by 16th century guild houses and Art Nouveau gems. Only for this reason I m so thrill to call this city my home.

I believe everyone who ever visited Antwerp will agree if I say that Antwerp has its own beauty with beautiful tourism and everywhere you go you will find many different kind of restos, tematic cafes, traditional bistros that serve a superb dishes. If you are a culinary seeker, this city wont let you down.
This Wednesday, #CeritaJalanAsik will share an article about our fave brunch spot at our own town. Aggy from Dream Explore Wander is writing about her favorite brunch spots in Jogjakarta, and Noni from Nyonya Sepatu shares her favorite brunch spot in Medan.
Dont forget to click on the links to read more and get inspired!

Brunch in the weekend is a great time to embrace the mid-morning meal, we have selflessly brunch our way around the city and here are my fave brunch spots in Antwerp, which range from you can grab sandwiches to-go or and where you can indulge longer mornings.


WASBAR

WasBar as the name suggests, a launderette and a cafe all in one, with a chic interior, pastel chairs and tables.
The idea of this cafe is simply brilliant, one stop when when you can enjoy your hot latte and your laundry is ready to be done.
Every weekend, there is a buffet brunch, all you can eat for €20 per person ( including prosecco ) which I consider a good bargain for Antwerp's standard.
Address : Graaf van Egmontstraat 5, 2000 Antwerpen
antwerpen@wasbar.be
+32 3 344 91 04



ESCOBAR

Located pretty close to the Antwerp central station, Escobar is not a new player in town, probably they opened their first door around 3 years ago and since then it s always our fave stop to have our fresh mint tea and homemade cake.
I love the details of this cafe, so vintage and old school inspired. They also have a cozy backyard, very enjoyable to sit during warm spring or summer.
The owner and staffs are very friendly and sweet, the owner himself is originally come from Latin America ( Chile if I m not mistaken ) , so you probably will love their Latin music collections.
Ah ya btw, if your name is Escobar, come and visit Escobar and you will get a free drink! :-)

Address : Quellinstraat 32, 2018 Antwerpen
Phone: 03 336 18 11


NATIVE

Having a bio vegetarian dishes for brunch? Why not! In fact I love vegetarian menu, not only because it s healhty and actually I m not get into too much meat or fish during the day, thus Native is perfect to explore for me.
In recent years, a growing trend toward vegetarianism has arisen due to their increasing awareness of health, the environment and compassion for animals. And Native can read this opportunity well!
Everyday they serve a different kind of delicious organic foods, quiche with quinoa instead of meat, risotto with roasted cauliflower and black olive, and many more.

Muntstraat 8, 2000 Antwerpen
Phone: 0478 40 07 11



DE FOYER

Entering De Foyer is like going back in time to the 19th century era, those chandeliers, marble pillars and ornate dome that will blow you away in a second you enter this building.
De Foyer located on the 1st floor of a La Bourla Theatre, in the past this is the place where the guests come to eat before or after the show, but now they open for the public.
La Bourla Theatre itself is one of the famous building in town, the circular neo classic building is a local's pride.

La Bourla offers a good selection of food in a wide price range. I enjoyed most of their Flemish traditional dishes.

Address : Komedieplaats 18, 2000 Antwerpen
Tel: 03 233 55 17



LOJOLA

For the love of an unique decoration and interior, I put Lojola as my fave brunch in town. Located in the heart of the city, in one of most atmospheric square ( Hendrik Conscienceplein ) in Antwerp, Lojola serves different kind of pies, homemade cakes, pastries.
Every girls will fall in love immediately by just passing by this small cafe, especially in the summer where they put a lovely little chair and rug in front of the cafe.

Address: 14 Hendrik Conscienceplein, 2000 Antwerp, Belgium,
+32 4 72 22 92 86



L'ENTREPȎT DU CONGO

Like what I mentioned in the beginning, Antwerp is a city that proud with its history. For instance this L’Entrepôt du Congo, back then in early 1900s, this building was a warehouse stocking African coffee and oil transported by boat to Antwerp's port. But now, you can enjoying your brunch in this lovely resto with the original ornaments and details.
Eventhough it is located very nearby to the tourist attraction, Museum of Contemporary Art, but it always full with local customers, as local knows their best resto to hop in, right?

Address: 42 Vlaamsekaai, 2000 Antwerp, Belgium,
Phone : +32 4 75 52 82 15

via

8 Alasan Mengapa Anda Harus Traveling ke Iran


Mungkin saat ini Anda adalah salah satu calon traveler yang sedang menimbang-nimbang antara ingin pergi ke Iran atau menunda. Banyaknya media yang menceritakan hal negatif mengenai Iran membuat Anda berpikir seribu kali untuk melangkahkan kaki ke negeri Persia ini. Sama! Awalnya kami pun seperti itu, kami terus-terusan bertanya pada diri sendiri,  is it really true that Iran is safe to travel?

Sampai akhirnya untuk membuktikan berita tersebut tidak ada pilihan lain selain memesan tiket, menyiapkan keberangkatan ke Iran.

Kami menghabiskan waktu 2 minggu pada kunjungan perdana ke Iran ini, tepatnya pada bulan Juni dan Juli bertepatan juga dengan Ramadhan dimana cuaca sedang panas-panasnya yaitu sekitaran 40 derajat hampir setiap hari, that was pretty challenging but still we had such a fantastic journey that would love to return again in a heartbeat.



1. Iran Itu Aman

Dibandingkan dengan negara-negara tetangga nya, Iran bisa dibilang jauh lebih aman, bahkan kota besar di Eropa sekalipun.
Perhatikan saja di sosial media Instagram misalnya, para orang lokal di Iran juga wisatawan beramai-ramai menggunakan hashtag #IranIsSafe di setiap foto yang diunggah.

2. Ramahnya Orang Iran

......and only for this reason we would love to come back, really! Sebelum keberangkatan saya memang banyak membaca artikel dari blogger luar negeri mengenai hal ini, di pikiran saya ah mungkin blogger tersebut belum merasakan ramahnya orang di pedesaan Indonesia. Namun setelah baru beberapa jam saja berada di Iran sampai detik meninggalkan negara itu, hanya pengalaman yang baik yang dapat saya ceritakan mengenai interaksi saya dengan orang lokal di Iran.

'Where do you come from? Welcome in Iran!' adalah potongan kalimat yang disampaikan oleh mereka yang saya jumpai dimanapun di Iran, baik itu di subway di Tehran ataupun di tengah labirin kota tua Yazd, ketulusan terpancar betul dari bahasa tubuh yang disampaikan.

New friendship in Iran


3.  Peninggalan Sejarah Kuno

Ada apa sih di Iran ? Mau lihat apa? Memang ada apa?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut sepertinya saya harus memberikan buku sejarah untuk Anda baca karena peradaban kuno Persia yang pernah menguasai dataran dari yang sekarang adalah Yunani sampai ke India, artinya Persian Empire adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada, dan bukti sisa kemegahannya dapat Anda lihat di seantero Iran. If this is not a reason to visit Iran, I don’t know what is.

Persepolis

4. Visa On Arrival Iran Bagi Pemegang Paspor Indonesia

Rasanya pelancong Indonesia selalu semangat datang ke suatu destinasi yang menawarkan bebas visa atau minimum visa on arrival karena artinya memudahkan perjalanan.
Iran memberikan visa on arrival bagi kita pemegang paspor hijau.
VOA seharga €40 dibayarkan saat Anda tiba di bandara atau imigrasi perbatasan, mudah kan?

[ Pengurusan Visa On Arrival Iran dapat dibaca disini ]

5. Traveling di Iran itu Murah

In general speaking, traveling di Iran masih termasuk murah. Biaya terbesar biasanya adalah penerbangan dari kota besar di Indonesia menuju Tehran.
Perhatikan situs AirAsia karena maskapai low cost ini telah membuka kembali rute dari Kuala Lumpur dan Bangkok menuju Tehran. Air Asia X Malaysia setiap minggunya memiliki jadwal penerbangan ke Tehran selama 3 kali dalam sepekan.
Budget terbesar kedua adalah penginapan, jika tidak keberatan tinggal di kamar dormitory, rata-rata biaya per malam per orang di kamar tipe tersebut adalah US$ 10.
Sedangkan biaya makan sederhana per orang sekali makan sekitar US$ 3 per orang.
 
estimasi biaya penerbangan dari kuala lumpur ke tehran pulang pergi dengan air asia

6. Cita Rasa Kuliner Kaya Bumbu

Tiada kesan berkunjung ke destinasi baru tanpa menikmati kuliner nya, begitupun ketika berada di Iran. Kami mengunjungi Iran saat bulan puasa namun masih berkesempatan menikmati kuliner nya saat makan malam tiba.  
Koobideh Kebab banyak ditemui pada menu makanan di rumah makan bahkan di kedai sederhana di pinggir jalan, merupakan daging domba atau daging sapi cingcang yang dibentuk seperti sate lalu dibakar, disajikan biasanya dengan roti atau dengan nasi saffron.
Yang menarik adalah ritual orang Iran memakan roti, roti dijual dimanapun mulai dari warung sampai ke toko roti kecil 'fresh from the oven' , apalagi saat jam makan tiba, hampir semua orang menenteng-nenteng roti tanpa penutup atau plastik, pastinya eksotis untuk dilihat karena hal serupa hampir tidak terjadi di Indonesia.

just a random friendly guy we ve met on the road in Esfahan, bought a warm bread from the bakery

Cabbage Dolmeh

Koobideh Kebab, served in Oopen Restaurant, Ibis Hotel Tehran

Saffron Rice, served in Oopen Restaurant, Ibis Hotel Tehran

7. Siap Terpana dengan Seni Arsitektur Persia

Walaupun bukan lulusan arsitektur, siapapun yang berada di Iran pasti akan terpukau dengan banyaknya bangunan yang kaya detil. Bazaar di kota tua, mesjid dan madrasah dengan facade bewarna pastel, istana sampai ke traditional guest house yang dapat dijadikan pilihan menginap, sesekali tak ada salahnya menikmati sensasi menjadi Putri Persia.

Grand Bazaar di Kashan, one of my fave bazaar in the world

Amir Chakhmaq Complex in Yazd

8. Transportasi Antar Kota yang Memadai

Apakah Anda seorang traveler yang menyukai transportasi kereta atau bus malam sekalipun, di Iran Anda dapat menikmati jasa transportasi yang patut diberi jempol. Harga tiket untuk durasi perjalanan antar kota yang jauh sangat murah bahkan untuk kelas executive, terminal bus pun sangat nyaman, keamanan sepanjang jalan dapat terjamin karena hampir setiap beberapa puluh kilometer ada pengecekkan kelayakkan oleh staf yang bertugas dan polisi.
Tiket bus dan kereta dapat dibeli dimana saja ketika Anda tiba di Iran, staf hotel bahkan siap membantu pemesanan tiket tanpa ada biaya tambahan.

Pemandangan dari dalam bus antar kota di Iran


Rasanya masih  banyak alasan mengapa Anda harus traveling ke Iran sekarang juga, tapi biarlah sisanya menjadi misteri indah yang kelak akan Anda temukan ketika berada di Iran nanti !