Dont you just love a miniature village and less touristy city when you travel? Well we do! Especially in Europe where you can find and explore hundreds of unknown villages. 

Belgium is under radar country in Europe, though sometime people come and visit Brussels or Bruges in a quick way, but dont you know that Belgium is a home of many beautiful cities, one of our favorite is Torgny.
Torgny is the most southern city in Belgium where people sometimes associated it with little Provence of France, that is because Torgny lies in the border city of France with a lot of sunshines whole around the year thus you will see a vineyard here and there surrounded the village, something that uncommon for Belgium. Too bad when we were there in the autumn days, they dont have a stock of good wine from that year because Belgium had a very dry summer that time and also many heatwave. 

When they said Torgny has a similarity with Provence, I can relate it through those beautiful windows, yellow stone houses, flowers in the balcony, well maintained front yard in every houses and of course the vineyards. Not much to do in the village, but I love every minutes of it, walking around, have a coffee in the terrace cafe, saying bonjour to the locals and touching their dogs. Sometimes that s what you need!

Hi guys, we are updating weekly our Youtube channel, please CLICK HEREshow some love and hit the subscribe button!
Since our family is getting bigger, we are also expanding many features in Youtube, not only about travel but also about motherhood, lifestyle, family and everything in between☺

We always have a thought that honeymoon should be nice and sweet, but dont forget to keep the anniversaries even more special. Every December 8th we are having our wedding anniversary and the same like the previous years, we always back on the road to celebrate it, sometimes to the far destinations, sometimes to the neighbour country. 
I called it the perks of living in a small country in Europe, for around 3 hours driving we finally arrived in the Burg Eltz, Germany. 

December 8th 2019 is not just an ordinary wedding anniversary, though we didnt go to Melbourne to see Coldplay Concert like we did 3 years ago, or watched Flamengo in Valencia, Spain like what we did the last 2 years ago, but we only went to the neighbour country with our special sweetheart with us, yes that was our first wedding anniversary trip with our baby boy! 
Keiko did it well during our road trip, not his first road trip though so he kinda used to it. 

12th Wedding Anniversary
Bali, December 8th 2007
Eltz Castle, December 8th 2019

with our newest & sweetest member in the family

Burg Eltz is located in Wierschem, in between Koblenz and Trier ( the oldest city in Germany ), Germany. If you see in the maps, this castle is the beginning of romantic road or Romantische Straße, that will reach straight to many beautiful pictures villages and castles of Germany, and it will ended in the iconic Neuschwanstein Castle.  I still have this bucket list to explore those villages in romantic route, but I suppose it will be more fun to do it in summer days where the weather is fine. 

Though the Burg Eltz was closed when we were there, but still the surrounding of the castle and also the castle itself was magical, at first glance I think I prefer to like this one comparing to Neuschwanstein Castle. This castle is nestled deep into the woods atop a 75m high rock surrounded by nothing but forest, it s so beautiful, mysterious and romantic in every seasons. 
The castle was built in the 12th century and has been owned by the same family for over 850 years, and the descendants of the original owners still own this castle today. 
Though the castle was closed during our visit, but it was blessing in disguise because it means the pathway was empty and we can make a photos as much as we want without many people around. 
( Note: the pathway and the cafe are the only areas of the castle that is allow to make a photo ) 

this pathway is one of the only little areas in the castle that is allowing the tourists to make a photos, luckily it was closed then not much other people around

We spent admiring the beauty of the forest of the castle then continue the trip to Cochem. Not too far from Burg Eltz, and the easier way to go there is by car. The castle location is quiet secluded with not much public transportation options, but if you are into a power walking, then the view wont disappointed. 

Christmas Vibe in Cochem, Germany

Cochem, one pretty little town

Well, talking about Cochem, it was our second visit and still mesmerised as far as I remember it vividly, even more pretty because there was a Christmas Market here and there in the old town of Cochem. 
Cochem is one pretty little town tucked beside the gentle Moselle river, surrounded by vineyard in the steep hills, and crowned with castles, absolutely a postcard pretty town. Too bad those vineyard was bald due the winter season, it will be more impressive when you come during summer and autumn season. 

Though our son was only 5 months young and probably he wont remember a single thing, but what we know for sure that he will cherish the happy feeling and adventurous moment, forever! 

Happy 12th Wedding Anniversary, silly man! te quiero mucho !

Hi guys, we are updating weekly our Youtube channel, please CLICK HERE, show some love and hit the subscribe button!
Since our family is getting bigger, we are also expanding many features in Youtube, not only about travel but also about motherhood, lifestyle, family and everything in between☺

Liburan Tahun Baru telah usai, Anda pasti disibukkan dengan perjalanan panjang, demi menemui kerabat keluarga dan teman lama di daerah. Namun bagaimana cara untuk mengontrol investasi yang sudah Anda lakukan disaat Anda berada di bandara, kereta api, atau rumah keluarga besar? Apalagi jika kita berbicara akan kesibukkan saat bepergian keliling dunia, yang tidak ada habisnya.

Skenario ini jarang terjadi, walaupun bisa saja Anda alami. Bagi Anda yang membeli aset investasi untuk menahan setelah membeli saham, atau dikenal dengan investasi jangka panjang, peluang Anda menggunakan waktu liburan untuk menjual saham cukup kecil. Namun hal ini tidak bisa disamakan dengan trader jangka pendek. Fluktuasi harga bisa dengan cepat bergerak, dan ini bisa terjadi dalam hitungan jam setelah Anda take off pesawat. Ini adalah bacaan yang bagus tentang leverage dalam perdagangan.

Ada 3 teknologi yang dapat Anda gunakan untuk mengantisipasi hal ini :

Software Keuangan Cloud Pribadi

Cara paling tepat untuk memulai sistem ini adalah dengan kepemilikan software keuangan pribadi yang memantau investasi untuk Anda. Yang paling dasar, berarti Anda menggunakan aplikasi di HP untuk secara langsung memantau portofolio Anda. Jika Anda pengguna iPhone, ada aplikasi Stocks yang sudah tersedia sejak awal. Anda juga bisa mengunduh App dari Bloomberg, DailyFinance, Reuters dan banyak jasa keuangan lainnya. Aplikasi ini bisa menjadi langkah awal bagi Anda memantau saham yang Anda miliki.
Lebih lanjut, ada pilihan khusus untuk Anda untuk memantau investasi dan akun secara menyeluruh. Saat ini, yang paling favorit adalah Personal Capital yang bisa digunakan memantau portofolio Anda. Situs mereka sangat rapi, dan juga ada aplikasi mobile yang bisa Anda gunakan untuk akses akun Anda di saat yang sama.
Hal terpenting yang perlu Anda ingat adalah software keuangan pribadi akan bisa Anda gunakan untuk melihat nominal akun, namun Anda tidak bisa melakukan transaksi apapun dengan itu. Jadi cocok digunakan untuk memantau aset, namun bukan untuk trading secara langsung.

Aplikasi Trading Mobile

Jika Anda perlu melakukan transaksi saat sedang dalam perjalanan, Anda perlu memastikan untuk mengunduh aplikasi yang broker sediakan sebelum mulai berangkat. Kebanyakan perusahaan broker saat ini menawarkan aplikasi trading mobile yang akan memberikan Anda akses untuk transaksi dari akun Anda secara langsung dimana saja Anda berada.
Apalagi sekarang ada banyak App yang memberikan akses trading untuk Anda sehingga Anda bisa melakukan perdagangan saham lewat telepon genggam. Bahkan bukan hanya saham, ada banyak aset lainnya yang tersedia. Anda juga bisa memantau performa saham, sampai deposit dan penarikan uang ke akun rekening Anda. Jadi jika Anda kebetulan melihat saham yang menarik untuk diinvestasikan, aplikasi seperti ini akan sangat membantu Anda untuk bisa langsung melakukan transaksi dan investasi dalam perjalanan Anda.

Trading Lewat Telepon

Tidak punya smartphone atau laptop? Sekarang ada cara lain bagi Anda untuk melakukan investasi saat sedang melakukan perjalanan. Namun cara ini semakin ditinggalkan dan jarang ditemui setiap tahunnya. Ya Anda bisa secara langsung menelpon broker Anda. Telepon broker dan lakukan transaksi dengan suara. Dimana sering disebut sebagai trading dengan bantuan broker. Rekaman telepon akan direkam, sebagai pertanggungjawaban klien dan broker, selebihnya Anda bisa bebas bertansaksi sesuai dengan yang Anda inginkan.

Setiap broker tetap memberikan layanan ini, walaupun komisi yang dipotong biasanya lebih besar untuk mereka, biasanya sekitar $25 atau bisa lebih tinggi untuk setiap transaksi yang dilakukan. Memang nilainya mahal, namun jika Anda perlu untuk bertransaksi saat Anda sedang sedang dalam perjalanan panjang, ini bisa jadi pilihan di saat genting.
Travelling jarak jauh dan terus menerus memang bisa saja membuat Anda kesulitan. Namun semoga dengan 3 tips ini bisa membantu Anda untuk terus bisa memantau dan melakukan transaksi penting selama sedang dalam perjalanan berkeliling dunia. Seperti yang sudah dicontohkan Marcello Arrambide dalam kisah suksesnya berhenti bekerja dan mulai berkeliling dunia, sambil melakukan transaksi di pasar saham. Ceritanya dimuat di kolom BBC News pada 2014 lalu bisa dilihat disini. 

Happy New Year 2020 everyone! 
Setiap tahunnya seperti biasa blog ini menampilkan kaleidoskop tahun sebelumnya. Awalnya saya pikir tahun 2019 akan jadi tahun yang tenang dari segala traveling, tapi ternyata setelah melihat album foto di iPhone baru sadar kalau ternyata kita lumayan jalan-jalan banyak juga walaupun tahun 2019 adalah tahun kehamilan saya dan tahun melahirkan si kecil. It seems like nothing to stop us from traveling eventhough we have a newborn kiddo :-)

Selain trip ke Malta yang menggunakan pesawat, trip lainnya adalah road trip di beberapa kota negara tetangga.

Hi guys, we are updating weekly our Youtube channel, please CLICK HEREshow some love and hit the subscribe button!
Since our family is getting bigger, we are also expanding many features in Youtube, not only about travel but also about motherhood, lifestyle, family and everything in between☺

Februari 2019
Kami memulai trip pertama di tahun 2019 dengan terbang ke Malta. Destinasi ini bukan yang baru untuk saya karena saya sudah pernah ke Malta dengan teman beberapa tahun sebelumnya. 
Sengaja saya pilih Malta, selain lebih hangat ketimbang di Belgia saat bulan Februari, harga tiket juga bersahabat. 
Kami jadikan trip ke Malta sekaligus babymoon trip dimana saat itu kandungan saya menginjak usia 5 bulan, masih kuat untuk jalan-jalan jauh dan masih boleh terbang. 

Maret 2019
Saya masukkan Brugge disini karena jarak dari rumah ke Brugge bisa terbilang jauh dari rumah, jadi ya anggap aja ya getaway. 

June 2019
DEN HAAG, Netherlands
Setahun bisa 3 kali bahkan lebih kami jalan-jalan ke Den Haag, bukan karena mau sightseeing sih tapi karena cuma di Den Haag hasrat menikmati makanan Indonesia bisa disalurkan. 
Kali ini saya mencoba makanan di restoran Indonesia Pempek Ellysa yang lumayan terkenal di Belanda. Dan saya setuju dengan review yang bilang restoran ini enak. Saya coba banyak sekali makanan disini, di tempat saya menikmati ikan penyetnya, lalu untuk dibawa pulang saya beli banyak snacks seperti pempek, siomay, sampai beberapa nasi penyet lainnya. Dan semuanya enak sekali. 

July 2019
Border France 
Sebulan sejak kelahiran putra kami, kami kembali on the road. Tujuan road trip pertama dengan bayi dalam jarak lumayan jauh dari rumah adalah ke Durbuy. Di bulan ini keponakkan saya datang dari Los Angeles untuk menengok his new baby cousin. Kebetulan dia sudah beberapa kali ke Belgia jadi kita cari lokasi lain untuknya bisa jalan-jalan. 

Durbuy adalah desa terkecil di dunia dan berada di propinsi Wallonie, Belgia. Desanya cantik dan cozy, senang deh keliling disini dengan berjalan kaki. 

Agustus 2019
ZOUTELANDE, Netherlands
Beberapa bulan belakangan ini ada lagu dari Belanda yang lumayan ngetop di Belgia, berjudul sama dengan nama kota ini, Zoutelande. Ini adalah kota pinggir pantai Belanda, bersama dengan pantai Westhoek dan Westkapelle, orang menyebut area ini Zeeland's Rivièra, mengadopsi nama area hits di Prancis Selatan. 
Untuk kita yang bosen ke kota besar, jalan-jalan dengan bayi kesini sangat menyenangkan. Sebenarnya banyak sekali penginapan pinggir laut yang tersedia disini, so next time kita mau menginap beberapa hari. 

BRUGGEN, Germany
Nemu desa Bruggen ini gak sengaja waktu suatu hari kami berkendara ke Roermond Factory Outlet di Belanda. Kebetulan cuaca lagi asyik untuk dibawa jalan-jalan, dan kami cap cis cus berhenti di salah kota yang kami lewati. 
This is the perks of living in Europe, berangkat dari Belgia ke Belanda, masih bisa berhenti makan siang di kota di Jerman hehehe 
Bruggen ini walaupun kecil tapi lengkap, ada alun-alunnya, ada gereja dan menaranya, cafe-cafe teras sampai ada spa dengan tenaga terapis dari Bali asli.

November 2019
DEN HAAG, Netherlands
Ada satu hari libur di kalender Belgia, dan kembali kami berkendara ke Den Haag. Kali ini kami menikmati rumah makan Padang Lapek Jo yang baru buka disana dan langsung happening saking enaknya. 

December 2019
Tahun ini kami merayakan ulang tahun pernikahan ke 12 dan kami sempatkan untuk menghabiskan waktu bersama mengunjungi kastil Eltz di Jerman yang sudah lama ingin saya datangi. 

ASSEN, Netherlands
December is a family time, selain Natal, kami kedatangan kembali keponakkan yang lain dari Jakarta. Dirinya ingin menikmati winter untuk pertama kalinya, dan tentunya merayakan Natal bersama. 
Kami menghabiskan Natal bersama keluarga kakak saya di Assen. Dan selanjutnya road trip menuju utara. 

Lübeck , Germany
Lübeck jadi perhentian pertama kami setelah take off dari Assen. Dipilih karena pemikiran jarak yang tidak terlalu dari Assen dan juga reasonable jika dilanjutkan keesokkan harinya menuju Denmark. 
Ternyata hasil cap cis cus ( sometimes u re lucky by doing this on the map ), kota ini bagus sekali. Gerbang tua dari batu bata yang sangat tinggi dan besar menyambut kami saat tiba di jantung kota, and that is it, we just fall in love! 
Lübeck  adalah kota pelabuhan utama bagi Jerman karena letaknya di Sungai Trave dan dekat dengan Laut Baltik, merupakan rumah bagi beberapa situs budaya UNESCO, salah satunya adalah Holstentor, gerbang besar terbuat dari batu bata merah dengan desain Gothik, Holstentor bukan hanya sebuah gerbang, tetapi sebenarnya adalah benteng.

And so here we are finally, country no 5 for our 6 months old baby, Denmark! 

Road trips always make great adventure, especially when you have a 6 months old baby with you. Ini pertama kalinya kami melakukan road trip sejauh lebih dari 3000 kilometer dalam waktu kurang lebih 2 minggu. 
Kebetulan di akhir tahun 2019 yang baru saja lewat, keponakan saya memutuskan berlibur mengunjungi kami di Belgia, selain tentunya ingin melihat her baby cousin. Suami saya pun telah merencanakan cuti jauh-jauh hari sehingga kami memutuskan untuk traveling selama keponakan saya ada di Eropa

Perjalanan darat dimulai dengan mengunjungi rumah keluarga kakak saya di Assen, Belanda Utara, untuk merayakan natal bersama, lalu sekalian nyekar ke makam ayah saya disana. Sejak saya hamil hingga anak kami lahir saya belum pernah kesana lagi, jadi inilah waktunya.

Hi guys, we are updating weekly our Youtube channel, please CLICK HEREshow some love and hit the subscribe button!
Since our family is getting bigger, we are also expanding many features in Youtube, not only about travel but also about motherhood, lifestyle, family and everything in between☺

Selanjutnya kami telah merencanakan untuk melanjutkan perjalanan ke Metz, Prancis, lalu lanjut ke propinsi Alsace ( yes, again Alsace:p ) dan berakhir di Swiss, sayangnya anak kami flu berat ketika kami di Assen, sehingga nyaris road trip ke Prancis dan Swiss berakhir gatot. 
Putar kepala enaknya kemana yang tidak jauh dari Assen, dan kemudian di subuh hari karena begadang nemenin si bocah yang tidak bisa tidur, saya mencetuskan ide bagaimana kalau kita ke Denmark saja, tentunya dengan transit dulu semalam di salah satu kota perbatasan Belanda - Jerman - Denmark dan kemudian kita lihat situasi dan kondisi anak bayi ini. 

Setelah packing dan siap berangkat, kami meninggalkan rumah Assen jam 12 siang, saya ingin kami transit in  Lübeck, Germany karena dilihat dari kilometernya tidak terlalu jauh dari Assen, tapi masih reasonable juga jika besoknya dilanjutkan ke Denmark. 
Surprisingly anak kami mendadak ceria saat menit pertama dia duduk di car seatnya, demamnya sama sekali hilang, rautnya bahagia dan instinct saya mengatakan kalau he's getting better. 
Sampai di hotel di Lübeck pun demikian, langsung main sendiri, bahkan tenang sekali ketika kami makan malam di restoran, ini pertanda Denmark trip akan jadi kenyataan. 

Dari Lübeck ke kota pertama di Denmark, Fredericia, ditempuh dengan jarak 281 kilometer. Fredericia ini adalah salah satu kota pelabuhan Denmark yang sangat terkenal dan menjadi starting point kapal pesiar arah Scandinavia. Sayangnya karena musim dingin, tentunya kota pinggir laut seperti kota mati ya, banyak bisnis yang hibernasi selama musim ini dan kembali lagi beroperasi ketika musim semi tiba. 

Ada dua cara menuju ke Copenhagen dari Jerman, selain menggunakan ferry, bisa juga mengambil rute yang lebih jauh dan menggunakan tol. Karena trip ke Denmark ini serba last minute, terus terang kami tidak punya banyak waktu untuk mempelajari rute mana yang terbaik dengan budget yang ok, as you know Denmark salah satu negara mahal di dunia. 
Kami memilih rute yang lebih jauh ( sekitar beda 1 jam dibanding dengan menggunakan ferry ), termasuk lewat jalan tol, The Great Belt, dengan biaya kurang lebih 230 Danish Krone ( = 32 Euro atau sekitar Rp. 500.000,- ) sekali jalan. 
Tol ini memotong laut dengan jembatan yang sangat spektakuler, apalagi waktu itu kami melewatinya saat matahari terbenam. It was magical. 

Kami tiba di Copenhagen sekitar jam 7 malam, matahari di Denmark cepat sekali tenggelamnya, sejak jam 3 sore sudah gelap. Hari terasa makin pendek kalau liburan ke arah utara saat musim dingin. Saya telah melakukan pemesanan penginapan di Zleep Hotel Copenhagen City Centre ( cabang lainnya di Copenhagen Airport ), hotel ini hotel asli Denmark sepertinya karena hampir di tiap kota besar ada Zleep hotel yang mengusung eco green ini. 

Lokasinya strategis ( metro dan central station bisa dengan jalan kaki saja ), banyak restoran di sekitarannya, di lobby juga ada coffee shop terkenal dari Amsterdam, Kaldi Coffee. China town juga tidak jauh dari hotel ini just in case you are craving for some Asian foods. 

Copenhagen still awesome as far as I remember it, the city of bikes, dan lebih sering ketemu dengan orang lokal yang ramah daripada yang dingin kaku. Jika bahasa tubuh kita seperti orang kebingungan, pasti ada orang lokal yang langsung menghampiri. 

Traveling dengan bayi pastinya membuat kami tidak terlalu greedy ingin lihat ini itu, semua dibawa santai dan mengutamakan kenyamanan si kecil. Keluar dari hotel juga biasanya sudah agak hampir siang, dan kembali lagi ke hotel tidak terlalu malam, apalagi angin utara terkenal jahanamnya. Lagi-lagi kami semakin tambah takjub melihat kondisi flunya yang semakin menghilang, puji Tuhan. 

Keliling Copenhagen kami mulai dari Nyhavn, pelabuhan mini dengan deretan rumah warna warninya, yang jadi icon terkenal Copenhagen, dimana ada 3 rumah yang sempat ditinggali oleh penulis kebanggaan Denmark, Hans Christian Andersen. 

Kami menikmati beberapa jam disana sambil makan siang di salah satu restoran Italia. Oh ya selama di Denmark, kami selalu menemukan restoran enak lho!
Dari Nyhavn kami melanjutkan berjalan kaki ke Christiansborg Palace, lalu menyusuri Strøget yang adalah biggest shopping street di Copenhagen. 

Selain Fredericia dan Copenhagen, kami juga menyempatkan untuk mengunjungi kota lainnya di Denmark yang kebetulan memang kami lewati dari rute Jerman, yaitu kota Odense. Odense adalah kota terbesar no 3 di Denmark, tapi bukan itu yang membuat kami tertarik mengunjunginya melainkan karena kota ini adalah kota kelahiran Hans Christian Andersen. Disini kita dapat melihat rumah tempat beliau dilahirkan dan menghabiskan masa mudanya. 
Area rumah tersebut masih sama seperti aslinya, desa yang mungil tapi sangat cantik, facade rumah-rumahnya warna warni dan seperti jika musim panas tiba, banyak sekali bunga-bunga bermekaran di depan teras rumah mereka. 
Odense dipenuhi dengan turis Asia, entah dari Jepang, Cina atau Korea, sepintas mereka mirip, tidak heran jika papan informasi rutepun ditulis juga dalam bahasa Cina. Para turis perempuannya sibuk berpose di depan rumah-rumah cantik itu. 

Jika tertarik untuk masuk ke dalam rumah Hans Christian Andersen yang terlihat sederhana ( HCA dikabarkan lahir di keluarga yang miskin ), bisa membeli tiket seharga 110 DK atau sekitar Rp. 230.000,-
Karena desa kecil Odense ini cantik sekali, saya posting terpisah ya :-)

So that is it for now, my first post in 2020! We wish you a wonderful New Year and many travels in 2020!

Kegiatan Anda yang begitu padat di perkotaan tentunya membuat Anda penat dan lelah, sekali rasanya ingin bisa "melarikan diri" ke tempat yang lebih tenang sembari berlibur bersama dengan orang-orang kesayangan Anda. 
Berlibur tidak perlu terlalu jauh, asalkan bisa memberikan Anda ketenangan yang Anda harapkan itu, juga tidak perlu terlalu lama, dalam waktu libur yang pendekpun Anda bisa melarikan diri sejenak dan menikmati ketenangan.

Untuk Anda yang ingin mendapatkan ketenangan dan kenyamanan selama liburan, menikmati waktu pribadi Anda sendiri, maka Anda sepertinya bisa mulai membuka Pegipegi dan mencari hotel terbaik di Bali yang memberikan fasilitas berupa private pools agar Anda bisa menikmati waktu pribadi Anda dengan lebih baik bersama dengan teman, pasangan atau keluarga yang Anda ajak berlibur ke Bali kali ini. 

Jika membicarakan ketenangan dan waktu pribadi saat berlibur di Bali, tentunya daerah Ubud menjadi salah satu daerah yang paling banyak dipilih oleh para wisatawan yang berlibur ke Bali. Ubud memiliki pemandangan pegunungan yang indah dan banyak sungai-sungai jernih mengalir di daerah tersebut. Di sana pun ada salah satu hotel terbaik di bali yang memiliki private pool yang bisa Anda jadikan pilihan untuk menginap selama berada di Pulau Bali. Di Fivelements selain mendapatkan private pools sendiri, Anda akan diberikan ketenangan ekstra karena hotel ini berada dekat dengan Sungai Ayung, sehingga gemericik air sungai bisa Anda dengarkan secara langsung dan menambah ketentraman yang ada di sana. Ditambah lagi dengan interior indah yang didominasi dengan material dari bamboo yang membuat hotel tersebut menjadi sangat menarik dan nyaman. Membuat Anda merasa betah berada di sana. 

Komaneka At Tanggayuda
Satu lagi hotel yang berada di daerah Ubud yang memiliki kamar dengan private pools yaitu Komaneka At Tanggayuda. Di hotel ini semua kamar memiliki fasilitas private pool tanpa terkecuali sehingga dengan demikian bisa dikatakan bahwa ini merupakan hotel terbaik di bali yang memiliki pemandangan plus private pools. Anda bisa menikmati pemandangan Gunung Batukaru dan menikmati sejuknya alam pegunungan yang indah di sekitarnya. Selain itu ada kegiatan yoga yang bisa Anda ikuti untuk menambah ketenangan batin Anda selama menginap di sana. 

Tugu Hotel Bali
Pernahkah Anda mendengar tentang Tugu Hotel Bali? Bisa dikatakan ini adalah hotel terbaik di bali yang memiliki desain interior yang semuanya khas Indonesia. Maka dari itu hotel ini sangat direkomendasikan bagi para wisatawan mancanegara. Di sana juga terdapat kamar-kamar yang memiliki private pools namun hanya 3 tipe kamar saja yang memiliki akses langsung pada private poolnya. Berada di kawasan Pantai Canggu, Kabupaten Badung, Bali, di sana Anda juga bisa menikmati area lapangan golf yang indah di dekat pantai. Pastinya menginap di hotel tersebut bisa memberikan waktu pribadi yang menyenangkan bagi Anda. 

Desa Visesa
Ingin mendapatkan kamar dengan private pools sekaligus pengalaman merasakan kehidupan di pedesaan Ubud? Sepertinya Desa Visesa merupakan hotel terbaik di Bali yang bisa menyajikan kedua hal tersebut sekaligus. Di Desa Visesa ada banyak kegiatan khas masyarakat Ubud yang bisa Anda lakukan seperti misalnya menanam padi dengan para petani lokal atau menangkap ikan serta belut, menyenangkan sekali bukan? Kegiatan ini akan lebih terasa bermakna jika Anda membawa serta keluarga beserta anak-anak Anda untuk merasakan kegiatan yang tidak bisa Anda lakukan bersama di kota Anda, anak-anak bisa ikut belajar tentang kegiatan di desa dan memberikan kenangan yang tak terlupakan bersama keluarga. 

Jimbaran Cliffs Private Pools
Sesuai dengan namanya maka Jimbaran Cliffs Private Pools ini akan memberikan Anda fasilitas berupa private pools yang indah dengan pemandangan alam Pulau Bali yang begitu indah. Nilai plusnya adalah private pools yang disediakan merupakan infinity pools dan jika Anda menginap di sana Anda tidak perlu takut dengan tarif menginapnya karena hotel ini memiliki tariff menginap yang lebih terjangkau dibanding hotel lainnya. Tak heran jika hotel ini termasuk ke dalam jajaran hotel terbaik di Bali. 

Kalau mendengar kata musim gugur, banyak dari kita yang langsung mengasumsikan dengan romantisme. Iya romantis kalau tidak hujan dan tidak becek. Untuk saya pribadi, musim gugur perlahan-lahan akan membawa kita, suka tidak suka, memasuki musim dingin. Apesnya di Belgia itu musim gugur seperti perpanjangan musim dingin dimana udara langsung drop cepat sekali menurun ke single digit bahkan minus, seperti yang baru terjadi beberapa hari belakangan ini, baru bulan November tapi cuaca sudah seperti di bulan Januari saja.

Hi guys, we are updating weekly our Youtube channel, please CLICK HEREshow some love and hit the subscribe button!
Since our family is getting bigger, we are also expanding many features in Youtube, not only about travel but also about motherhood, lifestyle, family and everything in between☺

Yang membuat bahagia memang melihat daun-daun yang berubah warna, sayangnya ini tidak lama karena jika ada angin dan hujan otomatis langsung cepat membotak. Terus terang melihat pohon gundul itu cukup membuat depresi lho, tapi lagi-lagi ini hanya sementara karena tidak lama setelah itu, daun-daun berwarna hijau muda kembali mengawali kehidupan. 

Tahun ini bukan musim gugur yang sederhana, probably the best autumn ever, karena ini musim gugur pertama setelah kami memiliki buah hati yang ditunggu-tunggu kehadirannya selama tahunan. Menikmati hari-hari yang dingin sambil bermain dengan si kecil rasanya cukup bikin hati sangat hangat. 

Favorit kami menghabiskan waktu bersama ( dari dulu sebelum si kecil ada ), adalah jalan santai di tengah hutan. Sebenarnya bukan hutan juga sih tapi kebetulan dekat rumah ada taman kota yang cukup besar dan luas dengan pohon-pohon besar yang sudah tua, walaupun jenis tanaman di taman ini jarang yang berwarna merah seperti acer palmatum yang sangat identik dengan autumn itu, tapi gradasi coklat kekuningan juga memiliki keindahannya tersendiri. 

Bagaimana dengan kamu, apa musim favoritmu ?

Church of the Savior on Spilled Blood - via 

Berita baik untuk para pemegang paspor Indonesia, karena sejak bulan November 2019 yang lalu akhirnya Rusia membuka negaranya untuk dikunjungi hanya dengan menggunakan e-visa atau electronic visa. Memang sih belum untuk semua wilayah Rusia melainkan hanya untuk Saint Petersburg dan Regio Leningrad, tapi ya lumayanlah ya gak ribet ngurus visa kalau mau impulsive trip kesana, karena visa Rusia biasanya wajib menyertakan surat undangan dan dokumen-dokumen lainnya.

( Pada saat postingan ini terbit, penulis belum pernah ke Rusia dan belum melakukan pengurusan visa, tapi telah melakukan simulasinya ) 

Cara pengurusan e-visa nya juga sederhana saja, hanya masuk ke situs resmi, mengisi formulir online dan tunggu deh 4 hari untuk hasilnya. 

1. Situs resmi mengurus e-visa Saint Petersburg Rusia →

Masukkan email dan password, yang kemudian menjadi data login

2. Masukkan kewarganegaraan dan tujuan mau kemana, apakah ke Saint Petersburg atau ke Regio Leningrad. 

Pilih kewarganegaraan Indonesia di kolom nationality dan area yang ingin dikunjungi, apakah Saint Petersburg atau Kaliningrad Oblast. Setelah halaman ini maka munculah daftar pertanyaan data diri standard yang harus diisi

3. E-visa ini berlaku untuk regular single dengan tujuan bisnis, turis, dan humanitarian visas
4. E-visa berlaku untuk 30 hari dengan periode tinggal sampai 8 hari. 
5. E-visa bisa dibuat paling lambat 4 hari sebelum keberangkatan
6. Tetap siapkan dan bawa premi asuransi travel yang menyebutkan Rusia ada di daftarnya

Grand Palace - via

Catherine Palace

Yes, we have our own blue sky, or langit berwarna biru in Indonesian. Our newborn, he is our dream come true, our answered prayers and the newest member of our family. Biru Langit is our summer boy, and was born in the heatwave days 2019. 

All of these years, the infertility, the dreams, the nightmares, the depression and despair, the acceptance...and here he is, our little miracle🔵

I always want to put a nature element as part of the name of our children, and for him I choose one of the most beautiful nature element there is. Who doesn't love a blue sky! Living in a four seasons country, a blue sky means a beautiful sunny day. 

What about his first name, ケイ子 !  
I m in love with the meaning of "one blessed child" in Japanese, which also one of the most common names in Japan, and that is also our prayer for him in his life.

ケイ子 is now 5 months and 2 days young, together we visited several cities in a neighbour countries, I called it the perks of living in a small country in Europe, where you can just hop in the car, put him in the car seat and off we go. There is no itinerary or ambitious plan, we just go when everyone is ready. 
We did France after Belgium ( of course ), then to Germany and many times in Holland, and all of those trips we did it before he was 40 days young. In Indonesia culture, it s a big no to bring newborn child out of the house before 40 days, but I do believe my instinct and God is in control.

🔴subscribe our youtube channel :

So excited for coming up Christmas, we have a plan to do a bit further destination, still in Europe. And in the other hand we also have our long haul flight tickets to Indonesia ( and probably another country in Asia ). 

We are so excited to welcome you the world, my boy! 🔵