Mumpung sedang bulan Ramadan saya jadi semangat memahami kehidupan kaum beragama minoritas di Belgia dan bagaimana mereka yang mayoritas merespondsnya. Hari pertama puasa saat itu saya ingat betul di beberapa acara berita si penyiar menginformasikan mengenai apakah puasa itu dan berapa lama umat Islam melakukannya, di akhir berita biasanya disarankan untuk banyak minum ketika sahur dan berbuka. Asal tahu saja puasa tahun ini berlangsung selama 20 jam lho.
Begitupun di radio, gak sengaja saya dengar juga si penyiar menyampaikan hal ini, terdengar memang ia agak terkejut dengan fakta berpuasa tidak makan dan tidak minum selama 20 jam, ditambah cuaca musim semi tahun ini sedang panas-panasnya, di akhir kata ia menyemangati mereka yang berpuasa supaya lancar menjalankannya.

⇛ Baca disini juga artikel +nyonya sepatu mengenai Lebaran Yang Dirindukan 


Masjid Raya Brussels, Pasar Ramadan, Toko Halal di Belgia

La Grande Mosqueé, Masjid Terbesar dan Tertua di Belgia

Bicara mengenai umat muslim di Belgia, menurut statistik tercatat 7 persen dari jumlah penduduk Belgia adalah beragama muslim, seperti di Paris awal Mei kemarin saya pun menyempatkan diri mengunjungi masjid tertua dan terbesar di Belgia. Masjid Agung Brussels atau yang dalam bahasa Prancis nya disebut dengan La Grande Mosquée terletak di pusat jantung kota Brussels, tepatnya di taman paling terkenal di kota ini, Cinquantenaire. Menurut sejarahnya, bangunan yang sekarang dipakai menjadi masjid ini adalah museum dan paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, telah ada sejak  tahun 1897 yang merupakan hasil rancangan arsitek Ernest Van Humbeek.

Pada tahun 1967 secara resmi Raja Baudouin yang saat itu memerintah Belgia menghadiahkan gedung ini untuk Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Aziz,   yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Belgia. Sejak saat itulah bangunan ini bertransformasi menjadi tempat beribadah rakyat Belgia yang beragama muslim.

Masjid Agung Brussels merupakan masjid tertua dan terbesar di Belgia, dan mampu menampung hingga lima ribu jamaah. Bukan itu saja, Masjid Agung Brussels juga digunakan sebagai Pusat Kebudayaan Islam yang menyelenggarakan kursus bahasa Arab untuk dewasa dan anak anak, juga kursus pengenalan ajaran Islam.




Pasar Ramadan

Sebagai negara multikultur dan multietnis, pada bulan Ramadan ini Belgia juga diramaikan dengan hadirnya acara tahunan Ramadanmarkt atau Pasar Ramadan.  Dan uniknya pasar Ramadan yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini berlokasi di depan pelataran gereja Onze Lieve Vrouwe ten Sneeuw di kota Antwerp, Belgia. Inilah salah satu bukti toleransi beragama di negara Tintin dan Coklat ini. Walaupun minoritas, Pasar Ramadan ini didukung penuh oleh pemerintah lokal.

Pasar Ramadan diramaikan dengan pergelaran konser mini Islami, teater boneka dengan tema Ramadan, workshop kaligrafi sampai ke penjualan berbagai perlengkapan hari raya. Acara kumpul-kumpul yang terbuka untuk umum dan segala usia ini tentunya selain menyemarakkan ngabuburit di bulan suci juga menjadi ajang mengobati rindu kampung halaman bagi mereka yang adalah pendatang Muslim dan Muslimah di Belgia.

Usai Pasar Ramadan, acara dilanjutkan dengan iftar bersama.  

Toko Halal di Belgia

Jangan kuatir kesulitan mencari makanan halal jika Anda traveling ke kota Antwerpen di Belgia, datang saja ke jalan Borgerhout, jalan Abdijstraat dan jalan Handestraat, karena banyaknya komunitas Muslim disana maka supermarket dan toko-toko perlengkapan umat Muslim juga sangat mudah ditemukan, seperti contohnya supermarket besar bernama Asalam dan Karim yang menjual khusus produk-produk berlabel halal, mulai dari bahan konsumsi sehari-hari seperti minuman, keju, minyak sayur, selai, sosis, sampai daging asap.

Kebanyakkan produk-produk ini memang banyak yang di import dari negara Turki, Tunisia dan Maroko karena banyak penduduk Belgia yang aslinya berasal dari negara-negara tersebut, dimana mereka telah lama menjadi bagian penting dari negara Belgia juga. Bukan hanya supermarket, toko-toko perlengkapan Muslim seperti toko yang menjual gamis dan baju koko juga banyak ditemukan disana.

Sightseeing Spots in Macau for Your Next Hideaway - photo courtesy Filipe Mendes
Bulan Juni itu selalu identik dengan bulan liburan, ditambah lagi hari raya Idul Fitri juga jatuhnya di bulan Juni. Tulis dong di kolom komen kalian bakalan liburan kemana saja kali ini? :)

Yang belum sempat ngurusin printilan liburan karena masih sibuk ngantor, worry not, karena banyak destinasi di luar Indonesia yang bisa kapan saja kamu kesana tanpa perlu visa, so ya last minute preparation masih ok untuk dilakukan, misalnya tujuan negara-negara ASEAN dan kalau mau jauhan dikit supaya biar kerasa lagi liburan, bisa banget lho planning ke Hongkong dan Macau.
Personally aku sih lebih suka Macau kalau untuk hideaway, sentuhan peninggalan koloni Portugis itu soalnya terasa banget disana tanpa harus jauh-jauh ke Portugal, ya namanya juga hideaway yang kadang waktu liburan kita juga gak banyak ya. 

Aerial View of Macau - photo courtesy Filipe Mendes

Sunset over Macau - photo courtesy Filipe Mendes

Macau - photo courtesy Filipe Mendes
 

Memang Ada Apa Aja di Macau ?
Macau itu didatangi kurang lebih sekitar 26 juta wisatawan setiap tahunnya, untuk area yang memiliki luas 29,5 km persegi menerima segitu banyak wisatawan, pastinya karena destinasi tersebut memiliki sejuta pesona dan hidden gems yang siap untuk dieksplorasi, ya kan?!
Yang paling terkenal di Macau adalah peninggalan zaman koloni Portugis nya. Sedikit bicara mengenai sejarah Macau, Macau sempat diduduki Portugis pada tahun 1550, meninggalkan banyak bangunan khas Portugis di seantero Macau. Salah satunya adalah Ruins of St Paul.

Ruins of St Paul, Macau ⎟ via

Sesuai namanya yang adalah ruins atau reruntuhan, gereja St Paul ini memang tinggal facade atau bangunan muka nya saja, lengkap dengan plataran bertangga yang menjadi spot paling Instagram-able. Aku saranin untuk datang saat matahari terbenam untuk hasil foto yang keren karena warna batu di bangunan ini somehow lebih keren dengan bantuan sinar matahari 'golden hour' yang natural , yakin deh “ likes and loves “ langsung banyak jika di posting di sosial media kamu :)

Iya! Kamu bisa langsung foto hasil jalan-jalan kamu ke sosial media kamu saat liburan nanti lho, karena untuk pelanggan XL dan non-XL yang berencana pergi ke luar negeri bisa menikmati fasitlitas XL Easy Roaming. Cari mengaktifkannya gampang banget, bisa melalui myXL apps atau aktivasi di *123*747# sebelum atau sesudah di luar negeri.
Kalau udah diaktivasi bisa langsung digunakan di negara tujuan, tanpa harus mampir ke toko hp, tanpa harus ganti nomor dan kartu. Jaringan juga terpercaya karena XL bermitra dengan operator di 39 negara tujuan.

Selain itu XL juga punya XL Pass yang dapat digunakan untuk paket : Hotrod dan Xtra Combo
Dengan XL Pass kamu dapat menikmati nikmati paket Xtra Combo dengan “Youtube Tanpa Kuota” di luar negeri, semudah di dalam negeri.
Bayangin kamu liburan ke luar negeri dan masih tetap bisa mengakses youtube di luar negeri tanpa kuota, super cool hah ! Buruan aktifin deh sebelum kamu berangkat liburan, bisa melalui *123*747# dan myXL Apps.

Kalau bisa dibuat mudah gini kenapa juga dibikin ribet, paling enak liburan tanpa rempong lah ya! Dan saat kamu tiba di Hongkong atau Macau pun bisa langsung komunikasi dengan keluarga dan menyampaikan kalau kamu sudah tiba di tempat tujuan, bisa langsung akses internet, posting foto di Instagram, FB atau Path, bisa tetap eksis deh.
As easy as that tanpa bikin kantong bolong karena apabila kuota masih ada setelah dipakai di luar negeri, kuota masih bisa digunakan kembali sepulangnya ke Indonesia. Ya elah udah paling bener!

Senado Square
Satu lagi spot yang eropah banget di Macau adalah Senado Square atau Largo do Senado dalam bahasa Portugisnya, semacam alun-alun kota gitu lah. Senado Square ini masuk dalam daftar UNESCO's World Heritage dan di sekelilingnya banyak sekali tempat asyik untuk kongkow-kongkow, bisa belanja juga karena banyak banget toko-toko mulai dari toko suvenir sampai toko pakaian. 

Senado Square ⎟ via
Sebenarnya di Macau sendiri gak cuman ada alun-alun Senado Square ini saja, masih ada 4 alun-alun lainnya seperti : Praça do Centro Cultural, Praça do Lago Sai Van, dan Praça do Tap Seac. 
 
Fisherman’s Wharf
Fisherman's Wharf ini adalah taman hiburan pertama yang dibangun di Macau, bukan saja yang pertama tapi juga yang terbesar. Lokasinya dekat banget sama pelabuhan dan terminal ferry, Hong Kong-Macau Ferry Pier. 
 
Fisherman’s Wharf ini buka 24 Jam setiap hari dan gratis tanpa tiket masuk. Disini kita bisa lihat banyak replika spot terkenal di dunia dan temanya beragam dari dunia barat dan timur, seperti replika Colloseum yang mewakili dunia barat misalnya.

Old Taipa Village
Macau yang gemerlapan dipenuhi casino dan hotel berbintang kadang membuat kita lupa kalau di Macau kita masih bisa menemukan sisi autentik dan budaya Cina dan Portugis. Old Taipa Village ini membuat semua sisi tersebut seperti seimbang, terletak di belakang bangunan bling-bling The Venetian, kampung tradisional Taipa ini menawarkan banyak makanan tradisional di gang-gang nya yang sempit nan cozy dan arsitektur bangunan seperti kuil kuno, asyik banget buat watching people.

Traditional Alley in Macau ⎟ via

Portuguese Egg Tart
Tiada kesan ke Macau tanpa mencari Portuguese Egg Tart dan menikmatinya. Di Portugal sendiri biasanya tiada hari juga aku makan egg tart ini, di Macau pun salah satu kuliner yang wajib dicari ya si egg tart ini. Banyak kedai roti dan cafe yang menyajikan egg tart, tapi yang terkenal di antara orang lokal itu adalah di Lord Stow's yang konon kedai pertama di Macau yang menjual Portuguese Egg Tart. Berlokasi di 1 Rua Tassara, Coloane Town Square, Macau, disitu kita bisa lihat para pegawainya yang membuat adonan egg tart, sampai proses penyajian. Paling nikmat kalau dimakan di tempat saat egg tart nya masih hangat.
Harga satuannya MOP 8 atau sekitar Rp 13.000,-an

Mata Uang
Di Macau mata uang yang biasa dipakai adalah Macau Pataca ( MOP ), Dollar Hongkong dan Chinese Yuan ( CNY ). Pada setiap transaksi ketiga mata uang ini dianggap memiliki nilai tukar yang sama, tips dari saya lebih baik gunakan MOP karena nilai tukar ke Rupiah yang lebih rendah dibandingkan CNY.
1 MOP = Rp. 1.655 ⎟ 1 HK$ = Rp. 1.705 ⎟ 1 CNY = Rp. 1.952

Gimana? Udah siap pack and go to Macau ?!
Happy holiday, people, jangan lupa share foto-foto seru mu ya !
Rasanya tidak akan pernah cukup memiliki waktu jika ingin menjelajahi Paris, selalu ada gang-gang kecil yang menarik untuk dilewati bahkan puluhan museum yang wajib untuk didatangi.

Berikut 5 lokasi seru di Paris selain menara Eiffel yang siapa tahu juga menarik untuk dapat Anda kunjungi pada kunjungan ke Paris nanti.

La Grande Mosquée de Paris

Terkenal dengan menara Eiffel nya, Paris pun ternyata memiliki Masjid Raya yang megah dan bersejarah, dalam bahasa Prancis disebut dengan nama La Grande Mosquée de Paris yang terletak di jantung ibukota Prancis ini.
Masjid ini dibangun sebagai  tanda terima kasih Perancis dan ditujukan sebagai bentuk penghormatan untuk imigran Muslim yang turut berperang melawan pasukan musuh dan gugur demi membela kedaulatan Prancis.

⇛ Related Post :
Cek juga disini artikel mengenai jalan-jalan dan itinerary seru / road trip dari Melbourne ke Sydney yang ditulis oleh +Noni khairani 

Masjid yang memiliki menara setinggi 33 meter ini diresmikan oleh Presiden Gaston Doumergue pada 15 Juli 1926. Memiliki gaya arsitek yang terinspirasi dari  Masjid Al Qaraouiyyin yang terletak di kota Fés, Maroko, masjid ini juga dilengkapi dengan menara yang terinspirasi dari masjid Al Zitouna yang berada di Tunisia.
Design dan dekorasinya dibuat oleh pengrajin dari Afrika Utara dengan menggunakan bahan-bahan tradisional dari negara yang sama, terlihat jelas melalui pahatan kayu nya, keramik mosaik dan marbelnya.

La Grande Mosquée de Paris

Saat ini masjid agung Paris ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah tetapi juga sebagai Pusat Studi Islam di Prancis dan terbagi menjadi beberapa bangunan dengan fungsi yang berbeda-beda diantaranya adalah area masjid untuk melakukan shalat dan ibadah lainnya, Madrasah, perpustakaan dan kedai teh.
Untuk non muslim ada biaya masuknya, kalau tidak salah ingat sekitar €3 per orang dan tutup jika masjid sedang ada jam sembahyang.

Rue Cremieux

Jika di London ada Nothing Hill, di Malang ada Jodipan Village, maka Paris pun memiliki gang kecil warna warni bernama Rue Crémieux yang foto-fotonya sangat viral di sosial media Instagram.

Terletak di distrik 12 Paris dan tidak terlalu jauh dari stasiun kereta Gare Du Lyon, berada di Rue Crémieux membuat kita lupa sejenak bahwa kita sedang berada di Paris yang hiruk pikuk, tipikal kota metropolis.

Di gang kecil Rue Crémieux ini berjejer rumah-rumah di sisi kiri dan kanan yang dicat warna warni, nampak pula wall art yang menghiasi dinding beberapa rumah, seperti lukisan seekor kucing yang terlihat seperti lompat di jendela, lukisan cicak dan lukisan tanaman merambat. Menambah keasrian sekeliling, banyak juga pot berisi tanaman bunga yang indah, sepertinya para pemilik rumah disini sangat mengakomodir para pencinta keindahan untuk mengambil foto, bahkan ada juga team dari pembuatan film yang sedang shooting disana.

Rue Cremieux



Rue Crémieux bagaikan oasis di tengah ramainya ibukota Prancis, jangan lewatkan untuk mengabadikan jalanan kecil ini ya jika Anda akan ke Paris, lumayan menambah koleksi foto dan atraksi Rue Crémieux ini gratis lho, yang perlu diperhatikan hanyalah menghormati para pemilik rumah dengan tidak membuat gaduh atau merusak properti rumah mereka.

Marché des Enfants Rouges

Crêpe adalah panekuk tipis khas Prancis yang menawarkan rasa manis atau asin sesuai selera, crêpe manis terbuat dari tepung gandum dan crêpe asin terbuat dari tepung buckwheat.
Banyak kedai di seantero Prancis yang menjual crêpe dan jika Anda berada di Paris dan ingin menikmati kelezatan crêpe berarti Anda harus ke Marché des Enfants Rouges, pasar yang khusus menjual makanan dan yang tertua di Paris, berdiri sejak tahun 1615.

Marché des Enfants Rouges

Di pasar ini kita dapat menemukan kedai sederhana bernama "Chez Alain Miam Miam"  yang menjual crêpe dan sandwhich. Walaupun sederhana dan tanpa kursi dan meja, namun kedai milik Alain ini tidak pernah sepi dikunjungi oleh banyak orang, baik itu orang lokal Paris sendiri ataupun wisatawan.
Alain bukan saja pembuat crêpe handal, namun juga seorang entertainer yang berkharisma, setiap melayani pelanggannya ia sesekali menyanyi atau melontarkan canda dan ada kata "miam-miam" di setiap ocehannya.

Banyak situs yang menuliskan artikel mengenai sedapnya crêpe yang dibuat oleh Alain, membuat banyak orang penasaran dan akhirnya akur akan semua artikel tersebut.

Saya memesan crêpe asin berisi sayuran segar seperti tomat, alpukat, daun salada, daun basil dan lapisan keju yang sangat banyak. Tergantung selera, crêpe juga bisa disajikan dengan isian lain seperti ikan salmon, telur, daging asap dan pilihan lainnya.
Selain crêpe, disini kita juga dapat memesan sandwich panas dengan pilihan roti tawar sesuai kesukaan, bahkan jika Anda sedang memerlukan roti yang gluten free pun tersedia disana.
Satu crêpe di kedai Alain ini dipatok seharga € 8 atau sekitar Rp. 110.000,- dan bisa dipastikan Anda akan kenyang dalam waktu lama.

Père Lachaise

Père Lachaise bukan kuburan biasa, ini adalah kuburan terbesar di Paris dan menjadi salah satu obyek wisata milik Prancis, tidak main-main lho karena kurang lebih 3,5 juta orang setiap tahunnya mendatangi kuburan ini.

Menjadi favorit wisatawan karena di Père Lachaise terdapat banyak makam orang terkenal dari berbagai era, sebut saja makam Oscar Wilde, salah satu penulis nyentrik berdarah Irlandia yang terkenal seantero dunia, jasadnya tertidur selamanya di makam ini sejak 108 tahun yang lalu.
Para pemuja Oscar Wilde menunjukkan rasa cinta mereka dengan memberi ciuman dengan lipstik merah pada nisan nya yang sangat unik.

Père Lachaise

Lalu ada juga makam penyanyi ikonik Prancis, Edit Piaff, yang sangat ngetop dengan lagu " La Vie en rose ",  sampai ke makam vokalis grup The Doors, Jim Morisson. Makam Jim Morrison yang meninggal di Paris pada usia 27 tahun itu termasuk yang paling banyak dilihat para pengunjung setiap harinya, yang uniknya para pengunjung yang adalah fans dari Jim Morisson meletakkan permen karet di batang pohon dan menuliskan kata-kata cinta untuknya.

Makam milik Frédéric Chopin juga menjadi salah satu makam favorit, letaknya agak sulit dicari namun dengan berbekal peta makam yang tersedia menjadi sedikit memudahkan. Frédéric Chopin adalah komposer jenius asal Polandia yang wafat di Paris.

Selain makam para nama besar di dunia hiburan, banyak juga makam milik politikus, perdana menteri sampai pelukis.
Père Lachaise juga menyimpan beberapa makam yang didedikasikan sebagai penghormatan terakhir untuk para korban perang dan juga korban pesawat jatuh yang memakan banyak korban.

Berjalan menyusuri Père Lachaise jauh dari suasana seram, justru kebalikannya, sangat menyenangkan menyusuri jalan yang penuh dengan tanaman yang terawat baik, nisan di setiap makam juga sangat artistik dan fotogenik.
Berwisata ke kuburan ternyata menyenangkan, edukatif dan jauh dari rasa horor.


Shakespeare and Company

Membaca buku bukan saja mengasyikkan namun juga memperluas wawasan dan inspirasi. Berada di dalam toko buku yang nyaman pastinya adalah impian para kutu buku. Apalagi jika toko buku ini juga terkenal di seantero dunia.

Teretak di Rue de la Bûcherie no 37 Paris, toko buku Shakespeare and Company adalah toko buku legendaris yang menjadi salah satu ikon literasi Paris bahkan dunia. Toko buku ini tidak besar, hanya berukuran rumah dua tingkat, tetapi mampu menyedot wisatawan dunia.

Shakespeare and Company

Shakespeare and Company berdiri sejak  tahun 1919 ( di lokasi yang berbeda dengan lokasi toko yang ada sekarang ) oleh Sylvia Beach, ekspatriat dari Amerika dan pada era 1930-an toko buku ini menjadi tempat berkumpulnya para penulis dari daerah mana pun hingga lahirlah penulis-penulis muda.
Deretan nama sejumlah penulis muda dan penulis pengembara pernah menginap di sana, seperti Ezra Pound, Ernest Hemingway, James Joyce.

Ketenaran Shakespeare and Company pastinya tidak asing juga bagi penggemar film Hollywood karena di beberapa film seperti di “Before Sunset” yang dibintangi oleh Ethan Hawke dan film “Midnight in Paris” yang dibintangi Owen Wilson pun sempat menggunakan toko buku ini sebagai salah satu setnya.


Travelers Idola
' Siapa sih idola kamu yang berkaitan dengan dunia traveling? ' sering banget deh saya terima pertanyaan seperti ini kalau atau sesi tanya jawab dengan media atau sekedar pertanyaan dari kawan. Orang pertama yang melintas di pikiran saya tentunya ayah saya dong. Untuk yang baca buku Menghirup Dunia, pasti akan ingat artikel saya yang bercerita mengenai beliau. 

 
Mencari idola di dunia traveling sebetulnya mudah saja ya, apalagi di dunia sos med yang makin gencar seperti sekarang, traveler yang aktif disana banyak dan kita bisa liat kiprahnya seperti apa begitupun gaya travelingnya. Biasanya orang mengidolakan seorang traveler karena ya kiprahnya tersebut, dan pastinya rata-rata terkenal karena sering muncul di media bahkan profilnya dijadikan film juga banyak.
Atau mau lebih filosofis, banyak juga yang memilih pendahulu-pendahulu seperti Ibnu Battuta, Marcopolo, sampai Paul Theroux sebagai idola mereka. 

Related posts:

We are so blessed surrounded by a good friends who we could call them an idols, orang yang menginsipirasi bukan karena jumlah negara yang mereka telah mereka tempuh namun cara mereka menghargai arti traveling itu sendiri dan ion positif yang disebarnya. Mereka tidak sibuk mencari popularitas di sosial media, people hardly know them but of course we are glad we do !

With bikes around the world

Dengar rencana orang lain mau keliling dunia udah bikin pusing aja ya, walaupun siapa saja bisa asal punya uang, waktu dan kemauan. Lah ini keliling dunia pakai sepeda pun, gimana ga bikin angkat topi kan, apalah kita yang baru urusan packing aja udah ngeluh, coba bayangin mereka yang harus genjot sepeda apapun rute yang dilalui, harus melalui bukit terjal, jalanan berbatu, truk ugal-ugalan, ah you named it lah! Di saat yang bersamaan mereka harus disiplin dengan jadwal dan itinerary rute yang telah disusun, tidak ada istilah berhenti untuk menyerah. 
 
Di circle kami sendiri ada beberapa kawan yang hobinya traveling dengan gaya seperti ini, sebut saja namanya J, terbang ke Auckland dari Brussels lalu memulai perjalanan menyusuri New Zealand, Australia, lanjut ke Indonesia dan Kuala Lumpur, Bangkok, Ayuthaya, Chiang Mai, Laos, Kamboja, Myanmar lalu pulang lagi ke Belgia dan kembali kerja menyimpan uang untuk trip gila mereka selanjutnya. Yup, dengan bersepeda tentunya !

Sosok dan kepribadian J jadi favorit kami berdua, sangat positif dimanapun ia berada, kalau jumpa senyum di bibirnya bisa sampai 7 cm dan berada disekitarnya terasa sekali aura itu. Beberapa trip terakhirnya mencuri itinerary kami ha ha ha, saya bilang mencuri karena sebenernya kami yang harus berangkat duluan, eh malah dia yang nyuri start, ha ha ha ini becandaan aja kok, sejujurnya malah kami senang sekali ia mengikuti itinerary yang kami buat.

J and his gf barang bawaan

Pesepeda yang lebih gila lagi ada juga, Nicole dan Ingrid,  kalau ketemu mereka siapkan telinga untuk mendengar semua cerita seru yang pernah mereka alami. Mau tahu trip apa saja yang telah mereka lakukan? 
- Bersepeda dari Belgia ke Cina di tahun 1990 sejauh 14.809 kilometer
- Bersepeda nonstop selama 4 tahun dari tahun 1994 - 1998 sejauh 71. 895 kilometer
- Tahun 2004 - 2010 bersepeda nonstop juga selama 6 tahun

say hello to Nicole & Ingrid & supporting them saat mereka buka stand di Vacation Fair di Brussels


Ketika saya tanya, trayek bersepeda yang paling sulit dilakukan adalah di benua Afrika dan negara yang menurut mereka paling ramah adalah Iran ! Yay, saya setuju banget dengan jawaban pertanyaan nomor dua itu!
Untuk pengalaman yang tidak bisa mereka lupakan adalah ketika berada di negara-negara diktator seperti Belarus, tiba di ketinggian 5200 m Everest Base Camp, mengalami yang namanya antara hidup dan mati ketika berada di Siberia yang saat itu dalam temperatur minus 55 derajat celsius. 

Kalau dibikin film bisa dapat berapa sequel coba ? :-)  


Road Trips & Charity

Call him D! Tahun lalu D baru saja menyelesaikan perjalanannya ke Gambia, Afrika melalui road trip dari Belgia. Perjalanan dengan mobil itu memakan waktu 3 mingguan. Ia bergabung dengan komunitas pencinta mobil yang setiap tahunnya melakukan road trip ke salah satu negara di benua Afrika. Kalau biasanya komunitas pencinta mobil hanya gaya-gayaan on the road, komunitas yang satu ini beda punya, tujuan mereka adalah untuk aktifitas sosial. Jadi sistemnya seperti ini, setiap peserta diminta membawa kendaraan bekas yang mereka biayai sendiri pembeliannya, lalu dengan kendaraan tersebut berkendaralah mereka ramai-ramai menuju negara tujuan tersebut. Sesampai disana, kendaraan-kendaraan tersebut dijual di showroom lalu uang penjualannya digunakan sebagai dana untuk pembangunan sarana sosial bagi penduduk di pelosok Gambia yang membutuhkan.

D's picture, on route to Africa

Keikutsertaan D untuk acara ini sudah lama kita dengar, segitu lama dia menabung untuk beli mobil bekas yang kondisinya masih bagus, bahkan jualan waffle untuk menggalang dana pembelian mobil tersebut. In the same time, ia pun harus menyisihkan pendapatannya untuk dana lain seperti bensin selama perjalanan, biaya sehari-hari berikut akomodasi selama road trip , juga biaya tiket one way untuk pulang kembali ke rumah.

Wheelchair Backpacker

‘Bagi orang lain, pergi ke negara antah berantah adalah definisi mereka keluar dari comfort zone, bagi saya menuju ke stasiun kereta api sudah merupakan cara saya keluar dari zona nyaman’ begitu kata Blandine yang bikin mata saya sudah mau ngembeng saja.

Blandine terlahir sempurna sampai akhirnya harus menyerah akan penyakit yang menyebabkan kakinya menjadi lumpuh dan tidak bisa berjalan lagi. Kondisi yang demikian tidak membuat Blandine berhenti melakukan perjalanan, dengan kursi roda yang beratnya 180 kg itu Blandine telah berhasil melakukan 40 hari keliling Eropa nonstop ( terinspirasi dari 80 days around the world ).
Bahkan saat ini terakhir saya melihat travel blog nya telah menyelesaikan Australia, New Zealand bahkan sampai di Vanuatu.




 



Paris dan New York itu punya kesamaan deh dalam hal properti penginapan, rata-rata ukurannya kecil banget, giliran ada yang spacious ya bisa dipastikan harganya udah ngak nyante aja mahalnya. Awal Mei 2017 kemarin kita sempat long weekend ke Paris dan dari awal saya maunya nginep di area Montmartre.
Untuk yang belum pernah ke Paris saya ceritain sedikit ya mengenai Montmartre. Jadi Montmartre ini untuk jarak dari menara Eiffel sekitar 6 kilometer, gak terlalu jauh namun in the same time lokasi yang tepat kalau mau ngerasain sedikit area yang gak begitu banyak turisnya, kecuali jika kalian mengunjungi area Sacré-Cœur di Montmartre.
Montmartre ini punya ambiance yang asyik banget kalau kamu get into something like art and bohemian, disini dapet banget deh feel nya yang sangat cozy


Talking about AirBnB, properti yang saya inapi ini benar-benar menyenangkan, dari segi lokasi juara abis, ke Sacré-Cœur bisa jalan kaki, lalu ke pusat kota bisa naik metro. Nggak jauh dari AirBnB ada boulangerie, ada cafe, restoran, kalau kamu mau lihat para Parisians kek gimana, nah udah paling bener deh, you are in a right place. Apalagi ya kalau cuaca pas lagi asyik, gak pagi atau ga sore sampai malam penuh deh teras dengan mereka yang lagi hang out. Kalau di pusat kota Paris boro-boro deh nemuin Parisian yang modis dan kece, yang ada diserempet ibu-ibu turis Cina ha ha ha 

 
Untuk ukuran kamar, seperti saya tulis di intro, ukurannya memang petite, cukup untuk berdua. Saya lihat dari awal foto-fotonya kalau studio ini baru direnovasi, saya bisa lihat dari pilihan batu dan shower yang dipakai di kamar mandi nya, dan benar aja bangunan apartemennya sendiri bersih dan sepertinya sewa nya mahal deh, keliatan banget dari sistem security door lock nya, dan studio yang saya inapi memang baru direnovasi. 


Pemiliknya mahasiswa perempuan muda yang cantik banget, tiap pertanyaan selalu rajin dibalas sama dia, bahkan ketika janjian jam berapa saya sampai tiba di apartemen dia, semua lewat Whatsapp dan dia bahkan sempat mengucapkan selamat jalan dan hati-hati ketika kami berangkat ke Paris.

Fasilitas di studio ini lengkap, ada laundry, ada kitchen ( tapi kita hanya pakai untuk minum teh yang memang telah disedikan juga ), lalu wifi nya super cepet ha ha ha


Kita nginep disini 3 malam dan pastinya kalau ke Paris lagi bakalan nginep di studio yang sama. Oh ya patut diketahui ya, mayoritas apartemen di Paris tidak memiliki elevator, ya olahraga dikit lah ya :)

Fresh croissant every morning dari bakery deket banget dari AirBnB, depannya coffee shops

Saya punya kupon AirBnB jika kamu minat nginep di properti apapun yang ada di dalam daftar nya AirBnB, register aja dengan link ini www.airbnb.com/c/fjozephine

dan kamu akan mendapatkan $35 atau sekitar Rp. 467.000,- saat kamu melakukan reservasi, mayan banget kan! 


www.airbnb.com/c/fjozephine
click here if you want to get USD 35 credit on your first reservation in AirBnB
 

http://babiestravellite.com/wp-content/uploads/2016/03/trvelinsurpic-e1463243121220.jpg

Setuju ya kalau saya bilang traveling itu nggak semuanya serba manis dan mengenakkan, banyak banget juga bitter sweet experiences yang mesti kita hadapi dan berusaha untuk dicari solusinya.
Yang gak enak tuh misalnya ya kehabisan uang tunai padahal di negara tersebut kita nggak bisa ambil uang di ATM dan mereka tidak mengenai master ataupun visa, ini pernah kejadian di Iran sama pas di Uzbekistan ha ha ha, nanti deh kapan-kapan saya cerita keknya seru juga nih buat dikenang lagi :) Selain kehabisan uang tunai, pernah juga mesin ATM di Cappadocia Turki gak ngeluarin uang yang sudah kita masukkan jumlahnya, nggak nanggung-nanggung kalau gak salah sekitar USD 700 deh tuh ATM gak ngeluarin uang kita tapi di e-banking terlihat sudah dideduct.
Masalah uang selalu jadi masalah serius sampai-sampai masalah seperti kehilangan bagasi di bandara rasanya sepele aja. 

Related post dari +Aggy F  dan +Noni khairani  mengenai sakit saat traveling, bisa dibaca disini juga ya, siapa tahu ada tips dan pengalaman yang bisa dijadikan acuan :

My Tips on What to Do When You Get Sick on the Road
When You Get Sick in Your Travel

Selain uang, pastinya kesehatan juga bisa jadi boomerang dan ini nggak bisa dihindari, walaupun sudah sebegitunya menjaga kesehatan kalau pun bakteri akan menyerang ya pasti drop saja. Anehnya selama tinggal di Belgia Puji Tuhan Alhamdulilah bakteri flu tuh sepertinya jarang berada di udara, beda hal pas tiba di bandara Jakarta ( ya iyalah:). Saya perhatikan sudah 2 atau 3 kali saya tiba di Cengkareng, saat itu juga langsung bersin, saya pikir mungkin polusi tapi kok bersinnya bisa berhari-hari dan pakai demam juga, asli ya nyebelin banget. Biasanya saya suka bawa paracetamol untuk jaga-jaga, tapi seringnya nggak bawa juga. Kalau udah kek gini sih tinggal ke apotek aja ya atau kalau di Indonesia obat flu bisa dibeli tanpa resep di supermarket, panadol to the rescue:)

Saya pernah juga kena flu dan demam tinggi setelah beberapa minggu traveling (waktu itu pas lagi traveling lama banget di tahun 2014, total 6 bulan), dan akhirnya pertahanan saya jebol juga di Armenia, paracetamol yang saya bawa tidak mempen dan mau gak mau harus ke apotek. Pas di salah satu apotek di Yerevan, Armenia si apotekernya gak bisa pula bahasa Inggris, dan kita pun gak bisa bahasa Armenia, ya udah deh saya peragain lagi bersin dan saya pegang dahi saya tanda lagi demam, untungnya apotekernya tanggap dan memberikan saya obat untuk flu dan demam.
Nyampe di hotel dan ketemu staf hotel mereka menanyakan kabar dan ketika saya bilang sedang sakit mereka membuatkan saya ber pot-pot teh dan lemon, such a sweet gesture ya!

Di antara cerita-cerita sakit yang pernah kejadian saat kita traveling sepertinya yang paling parah adalah ketika suami saya keracunan makanan dari makanan pesawat Jordanian Airlines yang membawa kita dari Amman ke Bangkok. Kita yakin banget makanan yang disantap saat sarapan adalah penyebabnya, kebetulan saya aman-aman saja waktu itu karena sengaja saya skipped sarapan di pesawat karena menu eggs omelete bukan favorit saya. Ada untungnya juga saya skipped sarapan di pesawat saat itu, kalau gak wah bisa-bisa berduaan kita keracunan makanan.

Sampai di bandara Bangkok dan ngantri di imigrasi mulai deh suami saya ngerasa perutnya gak enak dan rasa-rasanya demam, ditambah lagi udara humid di Bangkok bikin tambah kacau suasana. Tiba di hotel di Bangkok, akhirnya drop sedrop-dropnya, demam tinggi, muntah dan goodbye lah rencana kita mau jalan-jalan di Bangkok selama 2 malam sebelum lanjut ke Jakarta.
Kalau kena sakit seperti keracunan gini pastinya acara liburan bakal bubar ya, yang menting sehat dulu, kalau sakitnya masih sebatas flu biasanya saya akan tetap ikutan jalan kesana kemari walaupun terbatas. 


Flu di Armenia udah, keracunan makan di Bangkok udah, kecelakaan saat winter sport pastinya udah juga, sampai sakit parah yang mengharuskan suami saya dikirim pakai pesawat pribadi milik perusahaan asuransi juga udah ha ha ha Tuh kan ujung-ujungnya ngomongin asuransi perjalanan ya, it s not a joke lho kalau travel insurance itu penting banget untuk kita miliki karena kita ga pernah tahu kapan musibah sakit akan kejadian. Saya pernah nulis disini mengenai tetek bengek travel insurance disini juga !
Pokoknya jangan dipikir kalau travel insurance hanya dimiliki karena untuk memenuhi persyaratan pembuatan visa saja, lalu kalau ke negara yang nggak diminta asuransi perjalanan terus kitanya anggap remeh. Tahukah kamu kalau asuransi perjalanan banyak ragamnya dan harganya bisa dibayar tahunan untuk traveling kemana aja di dunia.
Stay healthy & happy ya !



Berencana pelesir ke Maroko? Jangan lupa untuk memilih menginap di salah satu Riad selama berada disana. Riad adalah bangunan rumah atau istana khas Maroko yang dilengkapi dengan taman atau tempat terbuka seperti courtyard di tengahnya.
'Riad' sendiri berasal dari bahasa Arab ‘Ryad’ yang artinya taman, maka tidak heran jika di setiap riad akan terdapat taman cantik untuk berleha-leha. Konon pada jaman dahulu, konsep taman di dalam rumah ini untuk memberikan privasi kepada para perempuan yang tinggal di dalam Riad untuk bebas berkebun tanpa harus keluar rumah selain juga menjadi konsep untuk sirkulasi udara sekaligus pendingin alami.

Beautiful Riad in Morocco

Beautiful Riad in Morocco

Beautiful Riad in Morocco

Beautiful Riad in Morocco

Beautiful Riad in Morocco

Beautiful Riad in Morocco

Riad-riad di Maroko tak hanya bersejarah, namun juga memiliki fasilitas bak hotel bintang lima lengkap dengan air mancur dan kolam renang, kamarnya pun lengkap dengan fasilitas yang memadai lho.

Desain interior Riad menampilkan ornamen motif Maroko yang khas, mozaik keramik yang kaya warna, karpet khas Maroko yang hangat sampai ke furniture yang juga memiliki sentuhan Maroko yang adalah hasil perkawinan budaya Arab yang kental.

Sewaktu tahu akan pergi berlibur di Fes, maka hal pertama yang saya lakukan adalah mencari Riad sebagai akomodasi penginapan kami kelak, browsing mencari Riad yang mana untuk dipesan itu benar-benar menyenangkan karena pilihannya banyak dan semua cantik.

Akhirnya saya memutuskan untuk menginap di Dar Mansoura, dari foto-foto di situs pemesanan hotel saya terlanjur jatuh cinta, dan yang paling penting review dari tamu-tamu sebelumnya rata-rata positif, alasan selanjutnya adalah harga per malam nya yang masuk di akal. 
Lokasi riad pilihan saya ini ada di jantung kota tua Medina yang sangat khas, yang artinya labirin di dalam labirin yang menyesatkan, siap-siap kaget kalau di balik warung daging ada riad yang kadang per malamnya sampai ratusan euro per malamnya, karena inilah uniknya kota tua Maroko. But worry not, staf di riad yang kamu pesan biasanya sudah biasa mengakomodasi para tamu dengan menjemput mereka di bandara atau di suatu tempat yang telah disepakati sebelumnya.
Kalau dari Fes Airport sendiri, taksi dari dan ke Fes Medina rata-rata berkisar seharga €15 per taksinya, serahkan saja ke pihak riad untuk menjemput kamu karena toh harganya reasonable untuk durasi hampir 30 menit berkendara.


Untuk reservasi, riad Dar Mansoura di Fes ini selain bisa dibooking di banyak situs pemesanan hotel, terdaftar juga di AirBnB, kalau kamu perlu diskon saya punya diskon sampai US$35 atau sekitar Rp.465.000,-  untuk pemesanan AirBnB melalui link ini ! Lumayan yah :-)


www.airbnb.com/c/fjozephine
klik disini untuk mendapatkan Rp.465.000,- untuk pemesanan AirBnB perdanamu


Disclosure :
We paid  by our own this Riad Mansoura during our stay, I wrote down this article because we truly satisfied with its service.

Favorite Travel Memory as a Child

Cerita Jalan Asik ternyata telah berlangsung selama setahun ini lho, hadir dengan tema berbeda setiap hari Rabu dan cerita-ceritanya tayang selain di blog ini, tapi juga di blog Nyonya Sepatu dan DEW.

Untuk minggu ke 55 ini CJA hadir dengan tema Favorit Travel Moment As A Child, sebenarnya tema ini telah saya tulis beberapa kali di postingan sebelum-sebelumnya, daripada mengulang sepertinya saya akan menulis mengenai kenangan travel masa kecil suami saya saja ya. 

→ Baca disini juga tulisan Noni dan Aggy :

this little white hair boy, my husband !

Kami berdua beruntung dilahirkan di keluarga yang senang jalan-jalan, walaupun bukan keturunan raja tapi kebutuhan akan traveling termasuk dalam kebutuhan primer.
Kalau saya memulai jalan-jalan keluar negeri saat masih SD di tahun 80an, kalau suami saya memulai jalan-jalannya saat dia masih belum berusia 2 minggu, iya masih bayi merah karena baru keluar rumah sakit. Lahir dengan berat badan di bawah rata-rata membuatnya harus tinggal di inkubator selama beberapa hari, lalu setelah dinyatakan ok barulah si bayi ini boleh pulang dan tidak menunggu lama orang tuanya langsung berangkat road trip ke Spanyol. Ini cerita yang selalu jadi kenangan dan selalu diceritakan baik itu oleh suami saya sendiri dan mertua saya. 
 
Keperluan harus ke Spanyol saat itu karena bisnis orang tuanya yang mendesak harus melakukan perjalanan dinas tersebut, suami saya yang baru berumur dua minggu itu dimasukkan ke dalam box sepatu booth ( karena dulu kala tidak ada yang namanya car seat ) dan pergilah mereka ke Spanyol dengan mobil Fiat mini, sampe merek mobilnya aja hapal lho dia :) 

Always my favorite portrait - the day you were born
 
Tentunya perjalanan tersebut bukan yang terakhir kali, ratusan road trip bersama orang tua nya menjadi makanan sehari-hari, sering kali kami pun mengulang beberapa rute yang pernah ia lakukan dulu, bahkan memasang lagu-lagu dari penyanyi sama seperti yang orang tuanya putar dulu juga, kalau dulu modalnya kaset, kalau jaman kita sekarang ya tentunya mengandalkan Spotify atau Apple Music :)

Switzerland

Venice, Italy

Satu hari suami membawa saya liburan ke suatu tempat dan mampir melihat tempat tinggal yang disewa orang tuanya saat mereka tinggal di Liechtenstein ( negara kecil berbatasan langsung dengan Austria dan Swiss ) selama 4 tahun, rumah dengan perkarangan langsung dengan panorama pegunungan Alpen, hari-harinya dihabiskan dengan tracking dan kayaking. Suatu saat ia dan kakaknya pulang kemalaman, jalan kaki menuju rumah tersebut lalu ada mobil yang berhenti dan menyuruh mereka naik ke dalam mobil karena si pengemudi wanita itu akan mengantar mereka pulang, Liechtenstein terkenal akan amannya, jadi suami saya dan kakaknya tentunya tidak berpikiran negatif, tanpa berpikir dua kali mereka pun naik ke dalam mobil.
Keadaan berubah menjadi mencekam saat mereka sudah ada di dalam mobil, mencekam bukan karena ada cerita seram tapi karena si wanita pengemudi itu adalah ratu Liechtenstein, istri dari raja yang saat itu bertahkta. Ah seru banget!

*  

kamu tahu gak sih aku sering banget masuk kelas terlambat pada tanggal 1 September karena paginya orang tuaku masih harus menyetir menuju Belgia” 
Tanggal 1 September adalah tanggal masuknya anak sekolah setelah liburan musim panas dan dipastikan suami saya dan kakak-kakaknya akan masuk terlambat. “tapi tidak apa, walaupun terlambat kami memiliki banyak kenangan selama musim panas, entah itu di Austria atau di Swiss” tambahnya lagi.

Memang benar ya apa kata orang bijak yang berkata pada awalnya pengalaman traveling itu akan membuat kita tidak bisa berkata-kata, namun setelahnya kita akan berubah menjadi pendongeng yang tidak bisa berhenti menceritakan hasil traveling kita, contohnya ya suami saya ini, siap-siap ya mendengar dongeng-dongeng pengalamannya jika suatu saat nanti berjumpa :-)



Wisatawan Indonesia biasanya lebih memilih menghabiskan waktu pertama kali ke Eropa dengan mengunjungi 3 ibukota ini : Amsterdam, Brussels dan Paris. Bisa dimengerti karena transportasi yang menghubungkan ketiga ibukota ini memang mudah sekali dan pastinya banyak factory outlets dan shopping street yang sangat meangkomodasi.

Related post : 
Belanja Ketika Traveling via +Noni khairani

Tips untuk transportasi :
Dari Amsterdam ke Brussels bisa naik kereta normal dan tiketnya bisa setiap saat dibeli saat keberangkatan, harganya tidak fluktuatif dan kursi biasanya selalu available.

Dari Brussels ke Paris, jenis keretanya berbeda, wajib dan disarankan untuk dibeli sejak jauh hari, the earlier the cheaper.
Bisa diakeses online jika ingin membeli tiket kereta nya : https://www.thalys.com/be/en/




Day 1 
Jakarta - Amsterdam

Day 2 
Tiba di Amsterdam Pagi
Banyak maskapai penerbangan yang tiba di Amsterdam pagi hari, misalnya KLM atau Garuda Indonesia, tentunya menguntungkan karena bisa dapat 1 hari ekstra. 

Check in hotel, hower & breakfast
Keukenhof & Lunch di Keukenhof
Periode Keukenhof buka dari tanggal 23 Maret - 21 Mei 

Ready to dinner & night sightseeing by boat in Amsterdam
Yuk nikmati Amsterdam saat malam hari, bisa keliling kanal-kanal di Amsterdam dengan kapal 

Keliling kanal-kanal Amsterdam saat malam hari ⎟ via


Day 3 
Breakfast

Diamond Shopping 
Amsterdam masih merupakan salah satu kota tujuan di dunia untuk mereka pecinta berlian, sejarahnya Amsterdam telah menguasain dunia berlian sejak 400 tahun silam. 
Telah ada sejak tahun 1840, Coster Diamond bisa menjadi pilihan jika Anda ingin membeli berlian yang berkualitas. Jika ingin tour around the museum juga bisa, akan ada escort yang siap membantu.

Lunch

Free time for shopping around Amsterdam


Back to hotel, istirahat, mandi , off to dinner

Day 4 
Breakfast

Off to Brussels

Sightseeing Brussels
Salah satu district di Brussels yang paling di favoriti oleh wisatawan adalah kota tua dan alun-alun kota Brussels, karena ukuran nya yang compact sehingga mudah untuk diakses dengan berjalan kaki.
Shopping
Untuk pertokoan high end di Brussels banyak tersebar di Avenue Louise

via

Dinner

Day 5 
Breakfast 
Off to Maasmechelen Factory Outlet
Buka setiap hari mulai jam 10 - 19 setiap harinya, factory outlet Maasmechelen menawarkan pengalaman belanja sampai puas dengan diskon yang melimpah. Mulai dari Armani sampai Versace bisa memuaskan napsu Anda berbelanja.
Di area FO ini tersedia banyak restoran dan cafe, sehingga Anda tidak perlu meninggalkan area belanja pada jam makan siang.
Dinner

Day 6  
Breakfast
Off to Paris 
Check in
Sightseeing Paris dengan Hop on off bus
Menikmati Paris tanpa harus hastle naik turun metro? Tenang! Banyak bus turis sejenis hop on off yang akan mengakomodasi, dengan tiket seharga €30 sudah termasuk bus hop on off dan juga kapal menyusuri Sungai Seine, tiket ini bisa dipakai selama 24 jam.
Afternoon High Tea & Macaron
Tiada kesan ke Paris tanpa menikmati pastries atau macaron di kedai kopi, mulai dari artisan bakery sampai dengan bakery dengan label terkenal seperti Laduree atau Pierre Herme

via

Back to hotel - istirahat
Dinner
        
Day 7 
Breakfast
Factory Outlet Paris La Vallee Village
Burberry, Balmain,  Diane von Furstenberg sampai Valentino, Factory Outlet di Paris ini sangat menyenangkan karena tutup sampai jam 8 malam dan lengkap dengan free wifi dimana-mana. Ada juga shuttle bus yang siap antar jemput gratis dari beberapa titik di kota Paris.
Untuk disabilitas tersedia jalur yang aman dan juga disediakan kursi roda jika diperlukan.

via

Off to Champ Elysee 
Shop till dropped is not over yet, masih ada jalan paling terkenal di dunia untuk Anda para shopaholic.
  
Back to hotel - Dinner
Eiffel at Night photo session 

Day 8 
Excursion lihat kastil di Mont St Michel 
Segila-gilanya Anda berbelanja, sempatkan untuk melihat panorama negara Prancis, ada banyak pilihan excursion untuk melihat sisi countryside dari Prancis, salah satunya adalah mengunjungi kastil di pinggir pantai Mont St Michel



Day 9 
Free Day
          
Day 10 
Flight Home from Charles de Gaulle Airport Paris