Top 7 Must See Attractions in Ukraine

We never thought to put Ukraine in our summer list destination to visit urgently.  Why Ukraine? Yes that exact question. If you are coming to this blog  religiously ( or following us in instragram ) then you will notice that we would love to visit all of those Ex Soviet Countries. We did all the Ex Yugoslavia countries in the past pretty easy but Soviet is different case, it is so big and spreading all over the world. So here we are in Ukraine, one of the ex Soviet countries to fulfill our list.


At first we planned to combine Ukraine and Moldova and Belarus, one shot at a time, then mind changed as Ukraine is too big to be explore in such a short time, well it s possible though but for this case is only visiting capitals, which is obviously not our way of traveling.
For around 2 weeks we managed to visit several cities in Ukraine, landed in Kiev, and continued the trip to Rivne, Klevan, hibernated in Lviv, then flew to Odessa as our last stop before heading back home. 

As much as possible we stayed in a safe region of Ukraine, sometime we almost forget that in the eastern part of Ukraine now has a status as a war zone. 

Surprisingly Ukraine has many things to offer and so diverse, from golden domes of orthodox churches and Ukraine's cuisine extends much farther than what we ever imagine. 

I could tell you that Ukraine is surprisingly awesome!



So here it is, the top 7 must see attractions if you have a plan to visit Ukraine. 

1. Maidan Nezalezhnosti, Kiev

Located in the heart of the city, this main square in Kiev is hosting many events, from a cheerful parade and festivals to a blood demonstration.  In February 2014 almost total burning down of the square, about 100 killed and over a thousand wounded when police riot opened a fire on the unarmed protesters. 

What I experienced in the end of June 2017 is totally different, this square is so alive, probably the most alive square I ever encountered in the Eastern Europe, maybe because it s summer and people love to go out and having such a good time or maybe this is their true lifestyle.

Maidan Nezalezhnosti, Kiev

2. Arsenalna - The Deepest Metro Station in The World

Not an ordinary metro station, Arsenalna is the deepest metro station in the world, how cool is that, and it s located in Kiev. We didnt have a plan to take a metro in Arsenalna but visiting this extraordinary station is a must when you are in Kiev. 

Because of the  geological issue, this metro station built in 105.5 meters below the surface, or almost similar with the height of Statue of Libery in New York.

The most fun thing of this metro station is a never ending escalators to the bottom, the journey takes at least 5 minutes in a high speed escalators to reach the platforms.  You could really watching Titanic movie till the end when you are there ;-)

Arsenalna - The Deepest Metro Station in The World

3. Tunnel of Love, Klevan

Some Ukrainian even dont know where is this tunnel called "tunnel of love" located, well since I m an Instagram maniac and have seen many times about the photos of this marvelous Tunnel of Love, of course I cannot missed it when I m in Ukraine.

Located in a small city of Klevan, I need to reach Rivne as a bigger hub by bus from Kiev, it took for around 5 hours to reach Rivne bus station and from there another 30 minutes by taxi to reach tunnel of love. 

Tunnel of Love is a simply train rail covered by passes through arches of lush vegetation, particularly trees for around 5 kilometers. Initially used in the Cold War to transport military stuffs to a nearby secret base so for sure no one can see this secret trail from the aerial.

The best time to visit this tunnel of love when it s spring, summer or autumn, as the shape of the trees can give the best overview how the tunnel of love can be so beautiful, that you can see in my vlog below.

Why they called tunnel of love? Rumor has it when two people are sincere in their love and cross the tunnel while holding each other’s hands, their wishes will come true.



4. Classical Ballet Performances in The Opera

In every big cities in Ukraine, there is a grand opera in the middle of the square. Admiring its architecture is a must, as well to be inside the building, either to see ballet performance or a theater. 
One fine afternoon in a cozy city of Lviv that turned out to be my favorite city in Ukraine, we decided to see ballet " Swan Lake " performance in the opera, we bought the tickets earlier of the day in the box office in opera, no hustle at all.

Most ballets and operas performances will take place over the weekend, you can see the schedule on their website.

Classical Ballet Performances in The Opera Lviv, Ukraine


5. From Castle to Castle

Ukraine is nothing like France and its castle collections, but still in the western part of Ukraine or if your home base is in Lviv, you can visit 2 big castles in the neighborhood and we did this trip as a daily excursion. 

Olesko Castle is an outstanding architectural and historic monument from the 13th - 18th centuries

Olesko Castle

Pidhirtsi Castle, a unique architectural monument in the late Renaissance style

 

6. The Carpathians

Ukraine’s natural is innumerable, waterfalls, canyons, lakes, caves, mountains consider as Ukraine's legacy. Ukraine is also a home for the Carpathians. Carpathians are a mountain range system forming an arc roughly 1.500 km long across Central & Eastern Europe, and only 10% of the Carpathian Mountains are in the territory of Ukraine.  

Considered to be the Green Pearl of Ukraine, we decided not to missed Carpathians. We joined the excursion tour that brought us to see Shypit waterfall,  took a chair lift to the top of Gemba mountain (1500m) and Synevyr lake (The Sea eye).

The Carpathians Ukraine - Gemba mountain


7. The Black Sea in Odessa

We ended up our trip in Ukraine in this fourth most populous city of Ukraine. As like what the Bee Gees sang in their song, Odessa ( City of The Black Sea ), the major tourism in Odessa is a seaport and beaches. 

This is our second time to see the black sea ( first time was in Istanbul ) , so it s pretty much interesting to be here. 

Black Sea in Odessa Ukraine






Sewaktu berencana ke Ukraina dan bahkan telah membeli tiket ke Kiev, saat itu status visa Ukraina untuk pemegang paspor Indonesia masih harus diurus di kedutaan Ukraina di negara kita tinggal. Tak lama setelah itu barulah ada informasi mengenai visa on arrival untuk beberapa negara termasuk Indonesia, sepertinya ini untuk mengakomodasi acara Eurovision yang waktu itu diadakan di Kiev.



Mengingat ketentuan visa on arrival yang baru-baru saja diumumkan oleh pemerintah Ukraina sejujurnya membuat saya agak kuatir juga apakah kira-kira perwakilan imigrasi mereka aware dengan sosialisasi hal ini, kalau untuk pemegang paspor Eropa lainnya sih pastinya gampang ya ngeceknya, lah ini paspor Indonesia, entah berapa turis datang ke Ukraina untuk liburan kan.




Akhirnya untuk meminimalisir kekuatiran saya tentang visa on arrival ini, berangkatlah saya ke kedutaan Ukraina di Brussel, dengan membawa persyaratan dokumen yang tertulis di situs mereka yaitu :



1 Aplikasi visa turis

Harus dilakukan secara online, lalu di akhir pengisian aplikasi tersebut ada kolom untuk memilih waktu appointment di kantor kedutaan di kota yang bisa kita pilih. Setelah itu formulir tersebut harus kita cetak juga.

2 Foto 35 mm x 45 mm

3 Paspor yang masih berlaku

4 ID Card ( kalau yang di Indonesia, KTP )

5 Premi asuransi yang mengcover sampai € 30.000,-

6 Rekening koran

7 Dokumen yang menerangkan bahwa tujuan kita ke Ukraina adalah untuk pariwisata, untuk hal ini saya sampaikan konfirmasi tiket pulang pergi, reservasi semua hotel di setiap kota dan itinerary selama di Ukraina



Setelah yakin dengan dokumen tersebut dan sesuai waktu janji yang telah saya buat, datanglah saya ke kedutaan Ukraina. Saat staf kedutaan tersebut melihat dokumen-dokumen yang saya bawa tersebut, ia hanya bertanya “mana invitation letter dan tourist voucher nya?”

ah sial saya pikir, di situs nya tidak ada keterangan dokumen tersebut dan di beberapa forum juga banyak yang hanya melampirkan reservasi hotel sebagai bukti kita ke Ukraina untuk liburan dan bukan bekerja. Alasan tersebut saya sampaikan kepada staf tersebut dan dia kekeuh saya harus melampirkan tourist voucher tersebut. 




Sebelum saya keluar sempat saya tanyakan referensi situs yang terpercaya jika ingin mengurus tourist voucher ini, 'banyak situs dari negara kamu yang terkenal spammer, makanya saya tanya referensi situs dari kedutaan' saya tanya seperti itu saking kesel juga karena semacam dia kurang membantu. Sayangnya dia tetap bilang tidak tahu. Terus tahunya apaan ya? :)



Sepanjang perjalanan pulang dari kedutaan, saya coba googling mengenai voucher tourist ini dan banyak situs memang yang menawarkan bisa membuatkan, harganya beragam, dari €50 - € 100 dan ini belum termasuk biaya pos seperti DHL atau Fedex karena voucher tersebut harus kita terima dalam bentuk asli dan bukan pdf.



Lalu saya teringat ada travel organizer di Lviv, Ukraina yang sempat saya hubungi perihal beberapa excursion ke Carpathian Mountains yang akan saya gunakan. Beruntung ternyata mereka juga bisa membantu mengurus mengeluarkan voucher tersebut.



Tentang Voucher Tourist Untuk Ukraina

Travel agency yang saya pakai : http://www.inlviv.info/

Setelah sampai di Lviv ternyata travel agency ini ngetop banget, saya pakai beberapa excursion mereka dan semua lancar, demikian juga voucher saya terima dalam waktu 3 hari kerja dengan DHL.



Biaya : $75 + shipping DHL ke Belgia $45 = Total $ 120



Data yang diminta oleh agency adalah : paspor, ID Card, tiket pulang pergi, asuransi

Semua bisa dikirimkan lewat email.



Biasanya mereka juga 'berusaha' menawarkan reservasi hotel dari pihak mereka, saya bilang berusaha karena sepertinya seakan-akan hal tersebut wajib, saya hanya menjawab kalau hotel saya urus sendiri dan mereka ingin lihat reservasinya. Setelah itu tidak menawarkan lagi.



Setelah dokumen mereka terima , maka pembayaran dilakukan bisa dengan transfer ke rekening mereka di bank Jerman atau bisa juga dengan paypal.



Urusan dokumen dan pembayaran fix telah mereka terima, lalu mereka mengirimkan no resi DHL yang bisa saya lacak, pfiuggh lega !



Dengan voucher tourist ini sebenarnya saya bisa kembali ke kedutaan Ukraina, namun waktu semakin mendekat ( sebelum ke Ukraina, saya harus ke Budapest juga sebelumnya ) dan sepertinya tidak ada waktu lagi karena proses di kedutaan sekitar 10 hari kerja, jika mau express harus bayar lagi ekstra.

Akhirnya saya putuskan untuk melakukan visa on arrival saja. 

→ Visa on Arrival, Ketibaan di Bandara Kiev Zhuliany

Saya berangkat ke Kiev dari Budapest, lengkap dengan semua dokumen yang saya sebut di atas dan voucher tourist. Saat check in di loket maskapai, saya serahkan paspor sambil menyebutkan kalau saya akan apply visa on arrival, si staff mengangguk saja dan kemudian boarding pass sudah ada di tangan saya. Agak surprise juga dengan kenyataan tersebut karena biasanya si staff akan panggil atasannya untuk memberi persetujuan. Well ok lumayan lega !



Tapi ternyata kelegaan saya gak pakai lama karena di boarding room saat akan masuk ke dalam pesawat, staf maskapai lainnya ketika mengecek boarding pass dan paspor saya, ia agak ragu dan kemudian saya terpaksa minggir dari antrian sambil menunggu si staff ini untuk double check di monitornya, “where is the invitation letter?” oh damn, here we go again! Saya keluarkan map plastik dari tas dan saya tunjukkan invitation dan voucher code yang saya punya, dia bolak balik baca tapi sepertinya gak ngerti karena semua dokumen itu kan dalam bahasa Ukraina, malah dia yang nanya balik ke saya, lah gak lihat paspor saya kan Indonesia LOL

Setelah melihat, menimbang dan memutuskan, akhirnya boarding pass saya diverifikasi dan saya diijinkan naik ke atas pesawat.



Tiba di bandara Zhuliany, sepi-sepi saja, tidak ada kelihatan yang namanya loket dengan tulisan 'visa on arrival', yang ada hanya langsung loket imigrasi. Tentunya saya gak mungkin ke loket tersebut karena saya perlu urus dulu visa on arrival saya.

Di pojokkan ada meja dan staf keamanan berdiri disitu, saya sampaikan bagaimana kalau mau urus visa on arrival, saya disuruh duduk dulu sementara dia menelpon entah ke siapa. 

Bandara dari ramai sampai sepi gini
 

Saat itu hanya saya satu-satunya penumpang yang harus mengurus visa on arrival, dan satu per satu penumpang dari penerbangan yang saya naikki telah selesai dan keluar dari bandara. Tunggu punya tunggu, hampir 2 jam saya menunggu, entah siapa yang ditunggu. Saya mengambil kesimpulan kalau staf yang bertugas mengurus visa on arrival ini harus datang dari kantor lain. Kasihan supir taksi yang telah saya pesan sebelum berangkat, karena ia harus menunggu lama dan akhirnya saya ditinggal juga:(



Untung di bandara Zhuliany ada wifi gratisan, lumayan untuk killing time, staf keamanan itu sih cuek aja nonton film streaming dari pc nya dengan volume kencang.



Sampai akhirnya tepat 2 jam si Mr X yang ditunggu-tunggu tiba juga, pakai pakaian kantoran dan bukan seragam imigrasi, ternyata ia dari kantor pusat.

Proses visa on arrival ini ternyata masih jaman batu banget, si bapak dengan muka dingin ini datang dan bertanya ngapain saya ke Ukraina dan minta ditunjukkin semua dokumen, untung kan ya dokumen saya lengkap banget, lalu dia copy semua dokumen tersebut, dan mengisi aplikasi untuk saya, iya aplikasinya panjang banget ala aplikasi visa gitu dan diisi di komputer juga.

Terus dia balik lagi bawa layar putih untuk pemotretan, lengkap dengan payung nya, ha ha ha bener-bener deh proses visa on arrival paling terjebot yang pernah saya alami :)

Si bapak bermuka dingin ini lama-lama jadi lebih ramah, ini tipikal orang Eropa Timur banget sih emang, awalnya dingin, lalu lama-lama cair. Dia malah nyuruh saya ganti paspor ke paspor Belgia aja, “kalian menikah kan? Kenapa istrimu gak dikasih paspor Belgia saja jadi gampang!”

ha ha ha kok dia yang ngatur sih :))



Kelar urusan dokumen, selanjutnya adalah pembayaran, untuk pembayaran hanya bisa dengan kartu kredit ya, saya sudah deg-degan aja semoga ga ada masalah sama kartu kredit saya karena saya pakai prepaid credit card atau kartu kredit yang nge link ke rekening tabungan.

Ah syukurlah ternyata tidak ada masalah, si bapak malah bilang bukan sekali kartu kredit suka bikin masalah tambahan, biasanya karena bank pengeluar kartu tersebut menutup Ukraina jadi kartu tidak bisa digunakan, “kalau kejadian seperti itu biasanya saya deh yang harus keluarin kartu kredit punya saya, dan orang itu bayar ke saya pakai uang tunai”

ha ha ha see, jebot banget kan tapi lucu jg ya, jadi ada ceritaan deh kan ya sekarang :) 
 

Biaya visa Ukraina di bandara Zhuliany adalah sekitar € 92 atau sekitar USD 104

( jadi total pengurusan voucher tourist dan biaya visa on arrival Ukraina adalah $ 120 + $ 104 = $ 224 , untuk masa visa berlaku 2 minggu )



Saya diantar ke loket imigrasi oleh si bapak, hanya 1 loket yang dibuka karena memang saya satu-satunya penumpang, eh berdua deng sama suami saya, dan satu loket tersebut menunggu sampai urusan visa saya selesai.

Selamat datang di Ukraina, semoga liburan kalian menyenangkan” begitu kata perempuan di balik loket



Yo Ukraine!! Whats up !!! ;-)





Ini ada beberapa vlog ala ala yang saya buat selama di Ukraina, boleh lho youtube account nya di subscribe kalau suka :-)







AirBnB semakin diminati banyak wisatawan sebagai alternatif menginap jika traveling ke suatu destinasi, ragam propertinya banyak pilihan, harga sesuai kantong dan berinteraksi dengan host pemilik properti tersebut tentunya memberikan nilai tambah. 

→ Baca disini mengenai AirBnB terbaik yang pernah diinapi oleh NyonyaSepatu

Bicara mengenai AirBnB, pastinya di Bali pun menjamur sampai biasanya kesusahan memilih ingin menginap di AirBnB yang mana saking keren-kerennya, lokasinya pun tersebar di keseluruhan pulau Bali. 

Berikut saya pilihkan 10 AirBnB di Bali dengan harga per malam nya kurang dari satu juta rupiah, review yang ditulis oleh para penginap terdahulunya juga rata-rata positif dan desain nya yang tentu saja menarik.

Oh ya, jika kamu baru akan bergabung dengan AirBnB, register dengan link ini ya : www.airbnb.com/c/fjozephine
karena saya punya travel credit sebesar USD 35 atau Rp. 467.000,- jika kamu menginap di AirBnB dimanapun, lumayan banget kan ya diskon nya !

Klik saja gambar di bawah ini dan register akun AirBnB kamu !

www.airbnb.com/c/fjozephine



1. Suspended Bed in Bamboo Bungalow
Lokasi: Uluwatu
Rate : Rp. 585.000,-

 




2. NewEarth Haven Moonstone Crystal Dome
Lokasi : Tegalalang
Rate : Rp. 997.507,-

 


3. Cosy 2 Bedroom Villa in Canggu
Lokasi: Canggu
Rate : Rp. 997.000,-



4.  Matekap Lodge rice field / beach
Lokasi: Balian
Rate : Rp. 598.504,-




5. Joglo House Yana Villas Kemenuh
Lokasi : Sukawati
Rate : Rp. 279.000,-




6. 1 Bedroom Villa with pool & Kitchen
Lokasi : Kuta
Rate : Rp. 984.207,-




7. Wiswarani Villas 1
Lokasi : Ubud
Rate : Rp. 851.000,-


8. Bamboo open house on Balinese compound with pool!
Lokasi : Ubud
Rate : Rp.864.506,-





9. Organic Farm Villa at The Moksha Ubud
Lokasi : Ubud
Rate : Rp.798.005,-






10. Tranquil Tegal Tis Sunset View Villa
Lokasi : Ubud
Rate : Rp. 558.604,-



Tidak ada yang lebih menyenangkan dapat menikmati sinar matahari terbenam dari balik jendela rumah sendiri, sayangnya untuk kami yang tinggal di benua 4 musim selama musim dingin seringnya cuaca tidak menentu, sering hadirnya langit yang kelabu, hujan atau bersalju. Bersyukur sekali selama musim semi tahun ini rasanya sinar matahari sangat menggebu bersinar, bahkan beberapa kali sudah terjadi yang namanya heatwave and it s not even summer yet. 

Chasing Sunset, pretty close to home
 

[ Matahari Terbenam di Paris ]

Sengaja dari awal sebelum berangkat ke Paris untuk mencari penginapan di area Montmartre, paling gak yang bisa jalan kaki sampai di Sacre Coeur, jadi kalau mau hunting sunset bisa santai sampai malam dan kembali ke AirBnB sejauh jalan kaki. 

 
Plataran Sacre Coeur di Montmartre setiap harinya tidak pernah sepi dikunjungi wisatawan dan orang lokal, area ini semacam bukit di sisi utara kota Paris dan menjadi daratan paling tinggi di Paris, karena lokasinya yang demikian maka plataran Sacre Coeur menjadi salah satu spot favorit orang untuk menikmati sinar matahari terbenam.
 
sunset from Sacre Coeur, overlooking Paris

sunset from Sacre Coeur, overlooking Paris

Sambil duduk-duduk santai di tangga plataran Sacre Coeur sambil melihat panorama kota Paris dari ketinggian, ditemani alunan musik dari pengamen yang setia manggung disana, dan sesekali pengunjung ikut serta ambil bagian untuk menyanyi, aktivitas yang seru sambil menunggu tenggelamnya sang surya.

[ Matahari Terbenam di Fez, Maroko ]


Selalu ada alasan kembali ke Maroko, dan kalau memungkinkan ada baiknya Maroko dilakukan dengan santai dan jangan terburu-buru, salah satu alasan kali ini kedua kali kami kembali ke Maroko dan menjelajahi kota lain yang belum pernah didatangi. Perjalanan temu perdana dengan Maroko kali itu adalah kota Marrakesh dan Essaouira, dan yang kedua adalah Fes, Meknes, Moulay Idris, Volubilis dan Chefchaouen.
Maroko selalu begitu baik di setiap kunjungan, sore pertama pun kami sudah dihadiahi warna lembayung mempesona. Dari luar kota Medina Fes ada semacam bukit, tanjakki saja terus sampai atas dan nikmati perubahan warna keemasan di langit.
Ternyata bukan turis semacam kami berdua yang menyukai jam-jam seperti ini, orang lokal pun tidak ketinggalan walaupun mungkin panorama yang biasa dan bisa setiap hari dinikmati.

Sunset & Fes, Morocco

Sunset & Fes, Morocco


[ Matahari Terbenam Di Antara Perbatasan ]

Sudah enam bulan berlalu di tahun 2017 ini dan masih belum ada negara baru yang kami kunjungi lagi di tahun ini sampai di akhir bulan Juni nanti, semoga.
Demi mengisi kekosongan jadwal traveling, sambil merencanakan perjalanan berikutnya, sebisa mungkin kami manfaatkan untuk mendatangi banyak acara seru di Belgia dan juga mengunjungi beberapa kota di negara tetangga, seperti di bulan Februari lalu kami berkesempatan mendatangi kota tertua di Jerman, Trier, di bulan Maret ke Maroko dan April ke Paris. Oh well, not bad at all though. Dan jika lancar, 4 hari lagi kami akan kembali back on the road.

Di sela hari-hari di bulan Januari yang dingin, cuaca membaik dan kami jalan-jalan ke perbatasan antara Belgia dan Belanda, namun ini bukan perbatasan biasa, banyak situs yang menuliskan bahwa perbatasan yang satu ini salah satu perbatasan paling rumit dan unik.

on our way from Baarle, one of the most complicated land border on earth

Kota Baarle yang berada di wilayah Belanda disebut dengan kota Baarle-Nassau, sedangkan di negara Belgia disebut dengan Baarle-Hertog, jangan heran jika melihat perbatasan negara yang melewati suatu toko, kedai kopi, bahkan perbatasan antar negara yang melewati ruang tamu rumah penduduk.
Karena keunikannya itulah, banyak wisatawan yang penasaran dan berkunjung di Baarle-Hertog dan Baarle-Nassau karena kapan lagi bisa meletakkan kaki sebelah kiri di Belgia sementara kaki kanan di Belanda.

Suasana kota Baarle yang kota lain yang kami lewati layaknya kota pinggiran, sekeliling ijo royo-royo dan karena saat itu sedang musim dingin, matahari terbenam pun cepat datang, sekitar jam 4 sore langit mulai berubah warna menjadi kekuningan.


Bagaimana dengan cerita matahari terbenam mu tahun ini?
Berkesempatan melihatnya di bagian dunia mana saja sejauh tahun ini ? 

 


 
Mumpung sedang bulan Ramadan saya jadi semangat memahami kehidupan kaum beragama minoritas di Belgia dan bagaimana mereka yang mayoritas merespondsnya. Hari pertama puasa saat itu saya ingat betul di beberapa acara berita si penyiar menginformasikan mengenai apakah puasa itu dan berapa lama umat Islam melakukannya, di akhir berita biasanya disarankan untuk banyak minum ketika sahur dan berbuka. Asal tahu saja puasa tahun ini berlangsung selama 20 jam lho.
Begitupun di radio, gak sengaja saya dengar juga si penyiar menyampaikan hal ini, terdengar memang ia agak terkejut dengan fakta berpuasa tidak makan dan tidak minum selama 20 jam, ditambah cuaca musim semi tahun ini sedang panas-panasnya, di akhir kata ia menyemangati mereka yang berpuasa supaya lancar menjalankannya.

⇛ Baca disini juga artikel +nyonya sepatu mengenai Lebaran Yang Dirindukan 


Masjid Raya Brussels, Pasar Ramadan, Toko Halal di Belgia

La Grande Mosqueé, Masjid Terbesar dan Tertua di Belgia

Bicara mengenai umat muslim di Belgia, menurut statistik tercatat 7 persen dari jumlah penduduk Belgia adalah beragama muslim, seperti di Paris awal Mei kemarin saya pun menyempatkan diri mengunjungi masjid tertua dan terbesar di Belgia. Masjid Agung Brussels atau yang dalam bahasa Prancis nya disebut dengan La Grande Mosquée terletak di pusat jantung kota Brussels, tepatnya di taman paling terkenal di kota ini, Cinquantenaire. Menurut sejarahnya, bangunan yang sekarang dipakai menjadi masjid ini adalah museum dan paviliun pameran kebudayaan negeri negeri timur, telah ada sejak  tahun 1897 yang merupakan hasil rancangan arsitek Ernest Van Humbeek.

Pada tahun 1967 secara resmi Raja Baudouin yang saat itu memerintah Belgia menghadiahkan gedung ini untuk Raja Arab Saudi, Raja Faisal bin Abdul Aziz,   yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Belgia. Sejak saat itulah bangunan ini bertransformasi menjadi tempat beribadah rakyat Belgia yang beragama muslim.

Masjid Agung Brussels merupakan masjid tertua dan terbesar di Belgia, dan mampu menampung hingga lima ribu jamaah. Bukan itu saja, Masjid Agung Brussels juga digunakan sebagai Pusat Kebudayaan Islam yang menyelenggarakan kursus bahasa Arab untuk dewasa dan anak anak, juga kursus pengenalan ajaran Islam.




Pasar Ramadan

Sebagai negara multikultur dan multietnis, pada bulan Ramadan ini Belgia juga diramaikan dengan hadirnya acara tahunan Ramadanmarkt atau Pasar Ramadan.  Dan uniknya pasar Ramadan yang dihadiri oleh berbagai kalangan ini berlokasi di depan pelataran gereja Onze Lieve Vrouwe ten Sneeuw di kota Antwerp, Belgia. Inilah salah satu bukti toleransi beragama di negara Tintin dan Coklat ini. Walaupun minoritas, Pasar Ramadan ini didukung penuh oleh pemerintah lokal.

Pasar Ramadan diramaikan dengan pergelaran konser mini Islami, teater boneka dengan tema Ramadan, workshop kaligrafi sampai ke penjualan berbagai perlengkapan hari raya. Acara kumpul-kumpul yang terbuka untuk umum dan segala usia ini tentunya selain menyemarakkan ngabuburit di bulan suci juga menjadi ajang mengobati rindu kampung halaman bagi mereka yang adalah pendatang Muslim dan Muslimah di Belgia.

Usai Pasar Ramadan, acara dilanjutkan dengan iftar bersama.  

Toko Halal di Belgia

Jangan kuatir kesulitan mencari makanan halal jika Anda traveling ke kota Antwerpen di Belgia, datang saja ke jalan Borgerhout, jalan Abdijstraat dan jalan Handestraat, karena banyaknya komunitas Muslim disana maka supermarket dan toko-toko perlengkapan umat Muslim juga sangat mudah ditemukan, seperti contohnya supermarket besar bernama Asalam dan Karim yang menjual khusus produk-produk berlabel halal, mulai dari bahan konsumsi sehari-hari seperti minuman, keju, minyak sayur, selai, sosis, sampai daging asap.

Kebanyakkan produk-produk ini memang banyak yang di import dari negara Turki, Tunisia dan Maroko karena banyak penduduk Belgia yang aslinya berasal dari negara-negara tersebut, dimana mereka telah lama menjadi bagian penting dari negara Belgia juga. Bukan hanya supermarket, toko-toko perlengkapan Muslim seperti toko yang menjual gamis dan baju koko juga banyak ditemukan disana.

Sightseeing Spots in Macau for Your Next Hideaway - photo courtesy Filipe Mendes
Bulan Juni itu selalu identik dengan bulan liburan, ditambah lagi hari raya Idul Fitri juga jatuhnya di bulan Juni. Tulis dong di kolom komen kalian bakalan liburan kemana saja kali ini? :)

Yang belum sempat ngurusin printilan liburan karena masih sibuk ngantor, worry not, karena banyak destinasi di luar Indonesia yang bisa kapan saja kamu kesana tanpa perlu visa, so ya last minute preparation masih ok untuk dilakukan, misalnya tujuan negara-negara ASEAN dan kalau mau jauhan dikit supaya biar kerasa lagi liburan, bisa banget lho planning ke Hongkong dan Macau.
Personally aku sih lebih suka Macau kalau untuk hideaway, sentuhan peninggalan koloni Portugis itu soalnya terasa banget disana tanpa harus jauh-jauh ke Portugal, ya namanya juga hideaway yang kadang waktu liburan kita juga gak banyak ya. 

Aerial View of Macau - photo courtesy Filipe Mendes

Sunset over Macau - photo courtesy Filipe Mendes

Macau - photo courtesy Filipe Mendes
 

Memang Ada Apa Aja di Macau ?
Macau itu didatangi kurang lebih sekitar 26 juta wisatawan setiap tahunnya, untuk area yang memiliki luas 29,5 km persegi menerima segitu banyak wisatawan, pastinya karena destinasi tersebut memiliki sejuta pesona dan hidden gems yang siap untuk dieksplorasi, ya kan?!
Yang paling terkenal di Macau adalah peninggalan zaman koloni Portugis nya. Sedikit bicara mengenai sejarah Macau, Macau sempat diduduki Portugis pada tahun 1550, meninggalkan banyak bangunan khas Portugis di seantero Macau. Salah satunya adalah Ruins of St Paul.

Ruins of St Paul, Macau ⎟ via

Sesuai namanya yang adalah ruins atau reruntuhan, gereja St Paul ini memang tinggal facade atau bangunan muka nya saja, lengkap dengan plataran bertangga yang menjadi spot paling Instagram-able. Aku saranin untuk datang saat matahari terbenam untuk hasil foto yang keren karena warna batu di bangunan ini somehow lebih keren dengan bantuan sinar matahari 'golden hour' yang natural , yakin deh “ likes and loves “ langsung banyak jika di posting di sosial media kamu :)

Iya! Kamu bisa langsung foto hasil jalan-jalan kamu ke sosial media kamu saat liburan nanti lho, karena untuk pelanggan XL dan non-XL yang berencana pergi ke luar negeri bisa menikmati fasitlitas XL Easy Roaming. Cari mengaktifkannya gampang banget, bisa melalui myXL apps atau aktivasi di *123*747# sebelum atau sesudah di luar negeri.
Kalau udah diaktivasi bisa langsung digunakan di negara tujuan, tanpa harus mampir ke toko hp, tanpa harus ganti nomor dan kartu. Jaringan juga terpercaya karena XL bermitra dengan operator di 39 negara tujuan.

Selain itu XL juga punya XL Pass yang dapat digunakan untuk paket : Hotrod dan Xtra Combo
Dengan XL Pass kamu dapat menikmati nikmati paket Xtra Combo dengan “Youtube Tanpa Kuota” di luar negeri, semudah di dalam negeri.
Bayangin kamu liburan ke luar negeri dan masih tetap bisa mengakses youtube di luar negeri tanpa kuota, super cool hah ! Buruan aktifin deh sebelum kamu berangkat liburan, bisa melalui *123*747# dan myXL Apps.

Kalau bisa dibuat mudah gini kenapa juga dibikin ribet, paling enak liburan tanpa rempong lah ya! Dan saat kamu tiba di Hongkong atau Macau pun bisa langsung komunikasi dengan keluarga dan menyampaikan kalau kamu sudah tiba di tempat tujuan, bisa langsung akses internet, posting foto di Instagram, FB atau Path, bisa tetap eksis deh.
As easy as that tanpa bikin kantong bolong karena apabila kuota masih ada setelah dipakai di luar negeri, kuota masih bisa digunakan kembali sepulangnya ke Indonesia. Ya elah udah paling bener!

Senado Square
Satu lagi spot yang eropah banget di Macau adalah Senado Square atau Largo do Senado dalam bahasa Portugisnya, semacam alun-alun kota gitu lah. Senado Square ini masuk dalam daftar UNESCO's World Heritage dan di sekelilingnya banyak sekali tempat asyik untuk kongkow-kongkow, bisa belanja juga karena banyak banget toko-toko mulai dari toko suvenir sampai toko pakaian. 

Senado Square ⎟ via
Sebenarnya di Macau sendiri gak cuman ada alun-alun Senado Square ini saja, masih ada 4 alun-alun lainnya seperti : Praça do Centro Cultural, Praça do Lago Sai Van, dan Praça do Tap Seac. 
 
Fisherman’s Wharf
Fisherman's Wharf ini adalah taman hiburan pertama yang dibangun di Macau, bukan saja yang pertama tapi juga yang terbesar. Lokasinya dekat banget sama pelabuhan dan terminal ferry, Hong Kong-Macau Ferry Pier. 
 
Fisherman’s Wharf ini buka 24 Jam setiap hari dan gratis tanpa tiket masuk. Disini kita bisa lihat banyak replika spot terkenal di dunia dan temanya beragam dari dunia barat dan timur, seperti replika Colloseum yang mewakili dunia barat misalnya.

Old Taipa Village
Macau yang gemerlapan dipenuhi casino dan hotel berbintang kadang membuat kita lupa kalau di Macau kita masih bisa menemukan sisi autentik dan budaya Cina dan Portugis. Old Taipa Village ini membuat semua sisi tersebut seperti seimbang, terletak di belakang bangunan bling-bling The Venetian, kampung tradisional Taipa ini menawarkan banyak makanan tradisional di gang-gang nya yang sempit nan cozy dan arsitektur bangunan seperti kuil kuno, asyik banget buat watching people.

Traditional Alley in Macau ⎟ via

Portuguese Egg Tart
Tiada kesan ke Macau tanpa mencari Portuguese Egg Tart dan menikmatinya. Di Portugal sendiri biasanya tiada hari juga aku makan egg tart ini, di Macau pun salah satu kuliner yang wajib dicari ya si egg tart ini. Banyak kedai roti dan cafe yang menyajikan egg tart, tapi yang terkenal di antara orang lokal itu adalah di Lord Stow's yang konon kedai pertama di Macau yang menjual Portuguese Egg Tart. Berlokasi di 1 Rua Tassara, Coloane Town Square, Macau, disitu kita bisa lihat para pegawainya yang membuat adonan egg tart, sampai proses penyajian. Paling nikmat kalau dimakan di tempat saat egg tart nya masih hangat.
Harga satuannya MOP 8 atau sekitar Rp 13.000,-an

Mata Uang
Di Macau mata uang yang biasa dipakai adalah Macau Pataca ( MOP ), Dollar Hongkong dan Chinese Yuan ( CNY ). Pada setiap transaksi ketiga mata uang ini dianggap memiliki nilai tukar yang sama, tips dari saya lebih baik gunakan MOP karena nilai tukar ke Rupiah yang lebih rendah dibandingkan CNY.
1 MOP = Rp. 1.655 ⎟ 1 HK$ = Rp. 1.705 ⎟ 1 CNY = Rp. 1.952

Gimana? Udah siap pack and go to Macau ?!
Happy holiday, people, jangan lupa share foto-foto seru mu ya !