All About Tomorrowland 2017


Tahun ini tahun ke 13 Tomorrowland kembali hadir dengan predikat sebagai festival musik electonic & dance terbesar di dunia. Berlokasi di De Schorre Boom, Belgia, Tomorrowland berlangsung selama akhir pekan ini dan akhir pekan depan, menampilkan 16 panggung terpisah dan diisi perfoma ratusan DJ yang ikut serta berpartisipasi memeriahkan pesta ini. Sebut saja DJ peringkat No 1 dunia Martin Garrix, Dimitri Vegas & Like Mike, Tiesto, David Guetta dan masih banyak lagi. 

Nonton disini ya keseruan Tomorrowland 2017, dan plis jangan lupa subscribe untuk video-video perjalanan kita berikutnya :-)

Berbagai jenis tiket yang telah dijual sejak bulan Januari lalu habis terjual dalam hitungan menit. Pemerintah lokal Belgia juga sangat mensupport acara ini, bahkan Tomorrowland juga bermitra dengan Brussels Airlines untuk menyediakan paket perjalanan eksklusif dari lebih 15 kota di seluruh dunia. 

Tak sekedar itu, Tomorrowland semakin menarik dengan tata panggung yang spektakuler dan unik, lengkap dengan atraksi kembang api di akhir acara tiap malamnya.
Tema Tomorrowland setiap tahunnya berbeda, tahun ini tema Tomorrowland adalah : Amicorum Spectaculum, "Amicorum" berasal dari akar bahasa latin "Amicus" yang berarti teman, dan spectaculum dari spektakuler. Terdengar seperti di negeri dongeng ya, memang benar, tema dan seni desain Tomorrowland membuat kita seperti di dunia khayalan dengan sisipan pesan moral juga, seperti menghargai persahabatan, perdamaian dan mencintai alam sekitar.

















Di Tomorrowland terdapat  area kota kecil buatan yang diberi nama Dreamville, disini para pengunjung dapat menikmati fasilitas yang tersedia,mulai dari tersedianya kantor pos untuk berkirim kartu pos, ragam restoran bahkan sampai kelas Michelin pun, beauty salon, dan sarana sanitasi.
Untuk pengunjung dari luar negeri, selain bisa menginap di hotel-hotel di Belgia, tersedia juga area glamping yang sangat memadai.

Peraturan di festival ini juga cukup ketat seperti tidak diperkenankan adanya peredaran obat terlarang atau pipis sembarangan, setiap kelalaian akan ditindak dengan tegas oleh aparat yang bertugas.


Namanya musim semi artinya banyak banget aktifitas luar rumah yang berkaitan dengan panennya bunga-bunga yang sedang mekar, di beberapa postingan terpisah saya bakal nulis festival bunga-bungaan seru dan ladang-ladang bunga yang sempat saya datangi saat musim semi yang lalu dan musim panas, salah satunya adalah pesta bunga mawar atau Rozenfeest.



Setiap minggu ketiga di bulan Juni setiap tahunnya bertepatan dengan mekarnya bunga-bunga mawar, Rozenfeest hadir meramaikan awal musim panas dengan mekarnya 800 jenis bunga mawar yang berbeda. Lokasi yang dipilih adalah di taman kota Vrijbroekpark di kota Mechelen, Belgia. Taman yang dibuka untuk umum ini memiliki luas 50 hektar dan berada di jantung kota, setiap hari jadi tempat yang seru banget buat piknik bareng teman, jogging atau sekedar jalan-jalan sama binatang peliharaan. One of the reason saya suka banget sama kebijaksanaan pemerintah sini dalam hal pengaturan tata letak taman, dimana saja walaupun di tengah kota kita bisa tetap ngelihat ijo royo-royo dan otomatis udara juga jadi kefilter kan ya, anak-anak pun bisa main di taman tanpa takut mobil sliweran, padahal ini di tengah kota lho ya dan bukan pedesaan.







Beberapa tahun lalu Vrijbroekpark menerima penghargaan bergengsi 'Award of Garden Excellence’, sebagai taman mawar terindah. Bukan saja mawar, terdapat juga koleksi bunga dahlia, tanaman herbal dan pohon buah-buahan.

Tema pesta bunga mawar tahun ini mengambil tema puisi dari Oscar Wilde yang berjudul "La Belle Époque an Roses",  mengikuti tema dan era dari puisi tersebut pengunjung dapat menggunakan kostum tahun 1800an dan bersantai piknik dan afternoon high tea. 










Asli deh mereka niat-niat banget buat ikutan, kebayang kan mesti nyiapin kostumnya ditambah lagi kostum tahun 1800an itu tebal dan besar-besar, gak bisa ngebayangin panasnya ( tahun ini musim semi disini parah panasnya, beberapa kali malah heatwave ). Tapi gara-gara niatnya mereka itu bikin kita yang datang jadi ikutan bisa senang ngeliatnya, apalagi mereka gak keberatan buat difoto-foto :-)
Sepertinya baru kali ini traveling ke suatu negara dan saya gak tahu mesti berharap apa mengenai kekayaan kuliner mereka, saat itu saya mikirnya karena Ukraina merupakan pecahan Uni Soviet ya mungkin bisa jadi sama dengan beberapa negara ex Soviet lainnya seperti di Uzbekistan misalnya.


Sebenarnya saya gak mau mikirin kuliner saat itu karena saya kebayang-bayang aroma daun dill, tahu gak daun dill? Daun ini semacam bumbu masak yang selalu ada di kuliner bangsa Uzbek, Kyrgyzstan sampai ke Turki juga, beberapa tahun lalu saat kita traveling 6 bulan nonstop ke negara-negara ini selalu ada daun dill di menu makanannya, dari yang awalnya saya suka sampai rasanya duh udah ga tahan lagi, pokoknya trauma deh sama yang namanya daun dill ini, apalagi di negara-negara tersebut daun dill ini tumbuh di mana-mana, jadi otomatis bisa langsung dipetik dan segar, makin terasa lagi aromanya kalau segara seperti itu.


Sampai di Ukraina, makanan pertama yang saya coba adalah sup Borsch, kalau di Hungaria mereka punya goulash soup, nah kalau di Ukraina ada Borsch ini. Warnanya sepintas sama yaitu warna merah karena bahan dasarnya nya red beets sedangkan goulas berwarna merah karena paprika.


Suapan pertama langsung buat saya jatuh cinta, dan bisa dipastikan hampir tiap hari saya memesan sup ini sebagai makanan pembuka. 
Entah karena restoran perdana yang saya kunjungi di Kiev memang ok punya atau karena menu makanan yang kita pesan super enak, di hari pertama kita di Ukraina saya langsung mantap mengatakan kalau kuliner Ukraina gak bakal let us down, and it s really true. 

Sup Borsch adalah salah satu kuliner nasional bangsa Ukraina. Baik saat musim dingin atau pada musim panas sekalipun, menu sup Borsch ini selalu dihidangkan sebagai makanan pembuka dan menjadi favorit banyak orang.
Bahan dasar dari pembuatan sup Borsch ini adalah buah bit, sehingga sup nya pun menjadi warna merah, bahan lainnya adalah irisan wortel, kentang, kol, bawang merah dan bawang putih. Disajikan dengan sour cream dan daun dill sebagai cita rasa segar yang lebih sempurna.

Bahan dasar sup Borsch ini sangat mudah ditemukan di pasar-pasar dan harganya pun ramah di kantong, selain itu buah bit juga sehat, menjadi alasan sup Borsch selalu menemani jam makan rakyat Ukraina.

Pengaruh Soviet dalam dapur masak sehari-hari orang Ukraina tentunya tidak dapat dipisahkan, Russian Salad ini misalnya, dapat ditemukan mudah di buku menu restoran-restoran di Ukraina. Saat di Odessa saya makan di restoran yang mendapatkan penghargaan / review bagus dari Trip Advisor, namanya restoran Molodost , ternyata enak banget dan penyajiannya pun menarik , Russian Salad dibuat seperti wortel lengkap dengan tanahnya.


Kiri : Ikan Forrel Bakar , Kanan : Shaslik

Saat dengar nama kota Kiev, saya langsung bayangin Chicken Kiev dong ya.
Sesuai namanya, makanan klasik berbahan dasar daging ayam ini memang diciptakan oleh koki asal Kiev sejak awal tahun 1800. Sebenarnya sih mirip Chicken Schnitzel tapi kalau Chicken Kiev tidak diisi dengan keju dan daging asap seperti di Schnitzel.

Ciri Chicken Kiev yang lezat dapat dirasa dari potongan daging ayam yang lembut berisi rempah seperti daun peterseli dan lelehan mentega dengan temperatur yang pas. 

beef stroganoff

Masalah terbesar di Ukraina adalah menentukan satu restoran, bukan karena tidak ada pilihan, tapi justru sebaliknya, pilihan restoran di kota-kota besar di Ukraina sangat banyak dan semua menampilkan spesialisasinya masing-masing. Salah satunya adalah restoran dari negara-negara ex Soviet, seperti restoran Georgia, restoran Armenia sampai restoran Uzbekistan. Kalau kamu penggila kuliner dan penasaran sama restoran dari negara-negara ini, pastinya jangan lewatkan untuk mengunjunginya ya. Sama seperti saat saya di Lviv dan menemukan restoran Uzbekistan yang namanya Chaykhana Samarkand , tidak perlu pikir dua kali untuk saya datangi. Pemiliknya dari Samarkand, Uzbekistan dan beberapa menu makanan yang pesan rasanya tidak ada tandingannya, super enak.

Seperti yang saya tulis di atas, rata-rata restoran di Ukraina itu menjual suasana dan rasa, kadang setelah dinner lalu saya jalan-jalan lagi eh nemu lagi restoran super cantik yang rasanya sayang untuk dilewatkan, apa daya perut sudah kenyang dari kunjungan restoran sebelumnya, but hey there is always space for a desserts, right ? :)

Restoran gak melulu identik dengan mewah, kadang saya menemukan banyak grilled house seperti warung ya kalau di Indonesia dan menu nya adalah semua bakar-bakaran. Jadi di display nya kita bisa tunjuk mau daging yang seperti apa, lalu mereka siap tinggal bakar saja. Warung yang satu ini saya temukan saat berada di pinggiran kota Kiev, sederhana saja bentuk warungnya, tapi pemiliknya sangat ramah dan berusaha berkomunikasi walaupun dengan bahasa tubuh. Saya pesan ayam bakar dengan saus biji mustard dan kentang bakar dan suami saya memesan daging domba bakar, kedua menu hadir dengan salad segar lengkap dengan daun basilicum berwarna ungu kehitaman itu. Probably one of the best taste we had ever have during our trip in Ukraine and only for this reason I d love to return again soon :)

Top 7 Must See Attractions in Ukraine

We never thought to put Ukraine in our summer list destination to visit urgently.  Why Ukraine? Yes that exact question. If you are coming to this blog  religiously ( or following us in instragram ) then you will notice that we would love to visit all of those Ex Soviet Countries. We did all the Ex Yugoslavia countries in the past pretty easy but Soviet is different case, it is so big and spreading all over the world. So here we are in Ukraine, one of the ex Soviet countries to fulfill our list.


At first we planned to combine Ukraine and Moldova and Belarus, one shot at a time, then mind changed as Ukraine is too big to be explore in such a short time, well it s possible though but for this case is only visiting capitals, which is obviously not our way of traveling.
For around 2 weeks we managed to visit several cities in Ukraine, landed in Kiev, and continued the trip to Rivne, Klevan, hibernated in Lviv, then flew to Odessa as our last stop before heading back home. 

As much as possible we stayed in a safe region of Ukraine, sometime we almost forget that in the eastern part of Ukraine now has a status as a war zone. 

Surprisingly Ukraine has many things to offer and so diverse, from golden domes of orthodox churches and Ukraine's cuisine extends much farther than what we ever imagine. 

I could tell you that Ukraine is surprisingly awesome!



So here it is, the top 7 must see attractions if you have a plan to visit Ukraine. 

1. Maidan Nezalezhnosti, Kiev

Located in the heart of the city, this main square in Kiev is hosting many events, from a cheerful parade and festivals to a blood demonstration.  In February 2014 almost total burning down of the square, about 100 killed and over a thousand wounded when police riot opened a fire on the unarmed protesters. 

What I experienced in the end of June 2017 is totally different, this square is so alive, probably the most alive square I ever encountered in the Eastern Europe, maybe because it s summer and people love to go out and having such a good time or maybe this is their true lifestyle.

Maidan Nezalezhnosti, Kiev

2. Arsenalna - The Deepest Metro Station in The World

Not an ordinary metro station, Arsenalna is the deepest metro station in the world, how cool is that, and it s located in Kiev. We didnt have a plan to take a metro in Arsenalna but visiting this extraordinary station is a must when you are in Kiev. 

Because of the  geological issue, this metro station built in 105.5 meters below the surface, or almost similar with the height of Statue of Libery in New York.

The most fun thing of this metro station is a never ending escalators to the bottom, the journey takes at least 5 minutes in a high speed escalators to reach the platforms.  You could really watching Titanic movie till the end when you are there ;-)

Arsenalna - The Deepest Metro Station in The World

3. Tunnel of Love, Klevan

Some Ukrainian even dont know where is this tunnel called "tunnel of love" located, well since I m an Instagram maniac and have seen many times about the photos of this marvelous Tunnel of Love, of course I cannot missed it when I m in Ukraine.

Located in a small city of Klevan, I need to reach Rivne as a bigger hub by bus from Kiev, it took for around 5 hours to reach Rivne bus station and from there another 30 minutes by taxi to reach tunnel of love. 

Tunnel of Love is a simply train rail covered by passes through arches of lush vegetation, particularly trees for around 5 kilometers. Initially used in the Cold War to transport military stuffs to a nearby secret base so for sure no one can see this secret trail from the aerial.

The best time to visit this tunnel of love when it s spring, summer or autumn, as the shape of the trees can give the best overview how the tunnel of love can be so beautiful, that you can see in my vlog below.

Why they called tunnel of love? Rumor has it when two people are sincere in their love and cross the tunnel while holding each other’s hands, their wishes will come true.



4. Classical Ballet Performances in The Opera

In every big cities in Ukraine, there is a grand opera in the middle of the square. Admiring its architecture is a must, as well to be inside the building, either to see ballet performance or a theater. 
One fine afternoon in a cozy city of Lviv that turned out to be my favorite city in Ukraine, we decided to see ballet " Swan Lake " performance in the opera, we bought the tickets earlier of the day in the box office in opera, no hustle at all.

Most ballets and operas performances will take place over the weekend, you can see the schedule on their website.

Classical Ballet Performances in The Opera Lviv, Ukraine


5. From Castle to Castle

Ukraine is nothing like France and its castle collections, but still in the western part of Ukraine or if your home base is in Lviv, you can visit 2 big castles in the neighborhood and we did this trip as a daily excursion. 

Olesko Castle is an outstanding architectural and historic monument from the 13th - 18th centuries

Olesko Castle

Pidhirtsi Castle, a unique architectural monument in the late Renaissance style

 

6. The Carpathians

Ukraine’s natural is innumerable, waterfalls, canyons, lakes, caves, mountains consider as Ukraine's legacy. Ukraine is also a home for the Carpathians. Carpathians are a mountain range system forming an arc roughly 1.500 km long across Central & Eastern Europe, and only 10% of the Carpathian Mountains are in the territory of Ukraine.  

Considered to be the Green Pearl of Ukraine, we decided not to missed Carpathians. We joined the excursion tour that brought us to see Shypit waterfall,  took a chair lift to the top of Gemba mountain (1500m) and Synevyr lake (The Sea eye).

The Carpathians Ukraine - Gemba mountain


7. The Black Sea in Odessa

We ended up our trip in Ukraine in this fourth most populous city of Ukraine. As like what the Bee Gees sang in their song, Odessa ( City of The Black Sea ), the major tourism in Odessa is a seaport and beaches. 

This is our second time to see the black sea ( first time was in Istanbul ) , so it s pretty much interesting to be here. 

Black Sea in Odessa Ukraine






Sewaktu berencana ke Ukraina dan bahkan telah membeli tiket ke Kiev, saat itu status visa Ukraina untuk pemegang paspor Indonesia masih harus diurus di kedutaan Ukraina di negara kita tinggal. Tak lama setelah itu barulah ada informasi mengenai visa on arrival untuk beberapa negara termasuk Indonesia, sepertinya ini untuk mengakomodasi acara Eurovision yang waktu itu diadakan di Kiev.



Mengingat ketentuan visa on arrival yang baru-baru saja diumumkan oleh pemerintah Ukraina sejujurnya membuat saya agak kuatir juga apakah kira-kira perwakilan imigrasi mereka aware dengan sosialisasi hal ini, kalau untuk pemegang paspor Eropa lainnya sih pastinya gampang ya ngeceknya, lah ini paspor Indonesia, entah berapa turis datang ke Ukraina untuk liburan kan.




Akhirnya untuk meminimalisir kekuatiran saya tentang visa on arrival ini, berangkatlah saya ke kedutaan Ukraina di Brussel, dengan membawa persyaratan dokumen yang tertulis di situs mereka yaitu :



1 Aplikasi visa turis

Harus dilakukan secara online, lalu di akhir pengisian aplikasi tersebut ada kolom untuk memilih waktu appointment di kantor kedutaan di kota yang bisa kita pilih. Setelah itu formulir tersebut harus kita cetak juga.

2 Foto 35 mm x 45 mm

3 Paspor yang masih berlaku

4 ID Card ( kalau yang di Indonesia, KTP )

5 Premi asuransi yang mengcover sampai € 30.000,-

6 Rekening koran

7 Dokumen yang menerangkan bahwa tujuan kita ke Ukraina adalah untuk pariwisata, untuk hal ini saya sampaikan konfirmasi tiket pulang pergi, reservasi semua hotel di setiap kota dan itinerary selama di Ukraina



Setelah yakin dengan dokumen tersebut dan sesuai waktu janji yang telah saya buat, datanglah saya ke kedutaan Ukraina. Saat staf kedutaan tersebut melihat dokumen-dokumen yang saya bawa tersebut, ia hanya bertanya “mana invitation letter dan tourist voucher nya?”

ah sial saya pikir, di situs nya tidak ada keterangan dokumen tersebut dan di beberapa forum juga banyak yang hanya melampirkan reservasi hotel sebagai bukti kita ke Ukraina untuk liburan dan bukan bekerja. Alasan tersebut saya sampaikan kepada staf tersebut dan dia kekeuh saya harus melampirkan tourist voucher tersebut. 




Sebelum saya keluar sempat saya tanyakan referensi situs yang terpercaya jika ingin mengurus tourist voucher ini, 'banyak situs dari negara kamu yang terkenal spammer, makanya saya tanya referensi situs dari kedutaan' saya tanya seperti itu saking kesel juga karena semacam dia kurang membantu. Sayangnya dia tetap bilang tidak tahu. Terus tahunya apaan ya? :)



Sepanjang perjalanan pulang dari kedutaan, saya coba googling mengenai voucher tourist ini dan banyak situs memang yang menawarkan bisa membuatkan, harganya beragam, dari €50 - € 100 dan ini belum termasuk biaya pos seperti DHL atau Fedex karena voucher tersebut harus kita terima dalam bentuk asli dan bukan pdf.



Lalu saya teringat ada travel organizer di Lviv, Ukraina yang sempat saya hubungi perihal beberapa excursion ke Carpathian Mountains yang akan saya gunakan. Beruntung ternyata mereka juga bisa membantu mengurus mengeluarkan voucher tersebut.



Tentang Voucher Tourist Untuk Ukraina

Travel agency yang saya pakai : http://www.inlviv.info/

Setelah sampai di Lviv ternyata travel agency ini ngetop banget, saya pakai beberapa excursion mereka dan semua lancar, demikian juga voucher saya terima dalam waktu 3 hari kerja dengan DHL.



Biaya : $75 + shipping DHL ke Belgia $45 = Total $ 120



Data yang diminta oleh agency adalah : paspor, ID Card, tiket pulang pergi, asuransi

Semua bisa dikirimkan lewat email.



Biasanya mereka juga 'berusaha' menawarkan reservasi hotel dari pihak mereka, saya bilang berusaha karena sepertinya seakan-akan hal tersebut wajib, saya hanya menjawab kalau hotel saya urus sendiri dan mereka ingin lihat reservasinya. Setelah itu tidak menawarkan lagi.



Setelah dokumen mereka terima , maka pembayaran dilakukan bisa dengan transfer ke rekening mereka di bank Jerman atau bisa juga dengan paypal.



Urusan dokumen dan pembayaran fix telah mereka terima, lalu mereka mengirimkan no resi DHL yang bisa saya lacak, pfiuggh lega !



Dengan voucher tourist ini sebenarnya saya bisa kembali ke kedutaan Ukraina, namun waktu semakin mendekat ( sebelum ke Ukraina, saya harus ke Budapest juga sebelumnya ) dan sepertinya tidak ada waktu lagi karena proses di kedutaan sekitar 10 hari kerja, jika mau express harus bayar lagi ekstra.

Akhirnya saya putuskan untuk melakukan visa on arrival saja. 

→ Visa on Arrival, Ketibaan di Bandara Kiev Zhuliany

Saya berangkat ke Kiev dari Budapest, lengkap dengan semua dokumen yang saya sebut di atas dan voucher tourist. Saat check in di loket maskapai, saya serahkan paspor sambil menyebutkan kalau saya akan apply visa on arrival, si staff mengangguk saja dan kemudian boarding pass sudah ada di tangan saya. Agak surprise juga dengan kenyataan tersebut karena biasanya si staff akan panggil atasannya untuk memberi persetujuan. Well ok lumayan lega !



Tapi ternyata kelegaan saya gak pakai lama karena di boarding room saat akan masuk ke dalam pesawat, staf maskapai lainnya ketika mengecek boarding pass dan paspor saya, ia agak ragu dan kemudian saya terpaksa minggir dari antrian sambil menunggu si staff ini untuk double check di monitornya, “where is the invitation letter?” oh damn, here we go again! Saya keluarkan map plastik dari tas dan saya tunjukkan invitation dan voucher code yang saya punya, dia bolak balik baca tapi sepertinya gak ngerti karena semua dokumen itu kan dalam bahasa Ukraina, malah dia yang nanya balik ke saya, lah gak lihat paspor saya kan Indonesia LOL

Setelah melihat, menimbang dan memutuskan, akhirnya boarding pass saya diverifikasi dan saya diijinkan naik ke atas pesawat.



Tiba di bandara Zhuliany, sepi-sepi saja, tidak ada kelihatan yang namanya loket dengan tulisan 'visa on arrival', yang ada hanya langsung loket imigrasi. Tentunya saya gak mungkin ke loket tersebut karena saya perlu urus dulu visa on arrival saya.

Di pojokkan ada meja dan staf keamanan berdiri disitu, saya sampaikan bagaimana kalau mau urus visa on arrival, saya disuruh duduk dulu sementara dia menelpon entah ke siapa. 

Bandara dari ramai sampai sepi gini
 

Saat itu hanya saya satu-satunya penumpang yang harus mengurus visa on arrival, dan satu per satu penumpang dari penerbangan yang saya naikki telah selesai dan keluar dari bandara. Tunggu punya tunggu, hampir 2 jam saya menunggu, entah siapa yang ditunggu. Saya mengambil kesimpulan kalau staf yang bertugas mengurus visa on arrival ini harus datang dari kantor lain. Kasihan supir taksi yang telah saya pesan sebelum berangkat, karena ia harus menunggu lama dan akhirnya saya ditinggal juga:(



Untung di bandara Zhuliany ada wifi gratisan, lumayan untuk killing time, staf keamanan itu sih cuek aja nonton film streaming dari pc nya dengan volume kencang.



Sampai akhirnya tepat 2 jam si Mr X yang ditunggu-tunggu tiba juga, pakai pakaian kantoran dan bukan seragam imigrasi, ternyata ia dari kantor pusat.

Proses visa on arrival ini ternyata masih jaman batu banget, si bapak dengan muka dingin ini datang dan bertanya ngapain saya ke Ukraina dan minta ditunjukkin semua dokumen, untung kan ya dokumen saya lengkap banget, lalu dia copy semua dokumen tersebut, dan mengisi aplikasi untuk saya, iya aplikasinya panjang banget ala aplikasi visa gitu dan diisi di komputer juga.

Terus dia balik lagi bawa layar putih untuk pemotretan, lengkap dengan payung nya, ha ha ha bener-bener deh proses visa on arrival paling terjebot yang pernah saya alami :)

Si bapak bermuka dingin ini lama-lama jadi lebih ramah, ini tipikal orang Eropa Timur banget sih emang, awalnya dingin, lalu lama-lama cair. Dia malah nyuruh saya ganti paspor ke paspor Belgia aja, “kalian menikah kan? Kenapa istrimu gak dikasih paspor Belgia saja jadi gampang!”

ha ha ha kok dia yang ngatur sih :))



Kelar urusan dokumen, selanjutnya adalah pembayaran, untuk pembayaran hanya bisa dengan kartu kredit ya, saya sudah deg-degan aja semoga ga ada masalah sama kartu kredit saya karena saya pakai prepaid credit card atau kartu kredit yang nge link ke rekening tabungan.

Ah syukurlah ternyata tidak ada masalah, si bapak malah bilang bukan sekali kartu kredit suka bikin masalah tambahan, biasanya karena bank pengeluar kartu tersebut menutup Ukraina jadi kartu tidak bisa digunakan, “kalau kejadian seperti itu biasanya saya deh yang harus keluarin kartu kredit punya saya, dan orang itu bayar ke saya pakai uang tunai”

ha ha ha see, jebot banget kan tapi lucu jg ya, jadi ada ceritaan deh kan ya sekarang :) 
 

Biaya visa Ukraina di bandara Zhuliany adalah sekitar € 92 atau sekitar USD 104

( jadi total pengurusan voucher tourist dan biaya visa on arrival Ukraina adalah $ 120 + $ 104 = $ 224 , untuk masa visa berlaku 2 minggu )



Saya diantar ke loket imigrasi oleh si bapak, hanya 1 loket yang dibuka karena memang saya satu-satunya penumpang, eh berdua deng sama suami saya, dan satu loket tersebut menunggu sampai urusan visa saya selesai.

Selamat datang di Ukraina, semoga liburan kalian menyenangkan” begitu kata perempuan di balik loket



Yo Ukraine!! Whats up !!! ;-)





Ini ada beberapa vlog ala ala yang saya buat selama di Ukraina, boleh lho youtube account nya di subscribe kalau suka :-)







AirBnB semakin diminati banyak wisatawan sebagai alternatif menginap jika traveling ke suatu destinasi, ragam propertinya banyak pilihan, harga sesuai kantong dan berinteraksi dengan host pemilik properti tersebut tentunya memberikan nilai tambah. 

→ Baca disini mengenai AirBnB terbaik yang pernah diinapi oleh NyonyaSepatu

Bicara mengenai AirBnB, pastinya di Bali pun menjamur sampai biasanya kesusahan memilih ingin menginap di AirBnB yang mana saking keren-kerennya, lokasinya pun tersebar di keseluruhan pulau Bali. 

Berikut saya pilihkan 10 AirBnB di Bali dengan harga per malam nya kurang dari satu juta rupiah, review yang ditulis oleh para penginap terdahulunya juga rata-rata positif dan desain nya yang tentu saja menarik.

Oh ya, jika kamu baru akan bergabung dengan AirBnB, register dengan link ini ya : www.airbnb.com/c/fjozephine
karena saya punya travel credit sebesar USD 35 atau Rp. 467.000,- jika kamu menginap di AirBnB dimanapun, lumayan banget kan ya diskon nya !

Klik saja gambar di bawah ini dan register akun AirBnB kamu !

www.airbnb.com/c/fjozephine



1. Suspended Bed in Bamboo Bungalow
Lokasi: Uluwatu
Rate : Rp. 585.000,-

 




2. NewEarth Haven Moonstone Crystal Dome
Lokasi : Tegalalang
Rate : Rp. 997.507,-

 


3. Cosy 2 Bedroom Villa in Canggu
Lokasi: Canggu
Rate : Rp. 997.000,-



4.  Matekap Lodge rice field / beach
Lokasi: Balian
Rate : Rp. 598.504,-




5. Joglo House Yana Villas Kemenuh
Lokasi : Sukawati
Rate : Rp. 279.000,-




6. 1 Bedroom Villa with pool & Kitchen
Lokasi : Kuta
Rate : Rp. 984.207,-




7. Wiswarani Villas 1
Lokasi : Ubud
Rate : Rp. 851.000,-


8. Bamboo open house on Balinese compound with pool!
Lokasi : Ubud
Rate : Rp.864.506,-





9. Organic Farm Villa at The Moksha Ubud
Lokasi : Ubud
Rate : Rp.798.005,-






10. Tranquil Tegal Tis Sunset View Villa
Lokasi : Ubud
Rate : Rp. 558.604,-