Favorite Travel Memory as a Child

Cerita Jalan Asik ternyata telah berlangsung selama setahun ini lho, hadir dengan tema berbeda setiap hari Rabu dan cerita-ceritanya tayang selain di blog ini, tapi juga di blog Nyonya Sepatu dan DEW.

Untuk minggu ke 55 ini CJA hadir dengan tema Favorit Travel Moment As A Child, sebenarnya tema ini telah saya tulis beberapa kali di postingan sebelum-sebelumnya, daripada mengulang sepertinya saya akan menulis mengenai kenangan travel masa kecil suami saya saja ya. 

→ Baca disini juga tulisan Noni dan Aggy :

this little white hair boy, my husband !

Kami berdua beruntung dilahirkan di keluarga yang senang jalan-jalan, walaupun bukan keturunan raja tapi kebutuhan akan traveling termasuk dalam kebutuhan primer.
Kalau saya memulai jalan-jalan keluar negeri saat masih SD di tahun 80an, kalau suami saya memulai jalan-jalannya saat dia masih belum berusia 2 minggu, iya masih bayi merah karena baru keluar rumah sakit. Lahir dengan berat badan di bawah rata-rata membuatnya harus tinggal di inkubator selama beberapa hari, lalu setelah dinyatakan ok barulah si bayi ini boleh pulang dan tidak menunggu lama orang tuanya langsung berangkat road trip ke Spanyol. Ini cerita yang selalu jadi kenangan dan selalu diceritakan baik itu oleh suami saya sendiri dan mertua saya. 
 
Keperluan harus ke Spanyol saat itu karena bisnis orang tuanya yang mendesak harus melakukan perjalanan dinas tersebut, suami saya yang baru berumur dua minggu itu dimasukkan ke dalam box sepatu booth ( karena dulu kala tidak ada yang namanya car seat ) dan pergilah mereka ke Spanyol dengan mobil Fiat mini, sampe merek mobilnya aja hapal lho dia :) 

Always my favorite portrait - the day you were born
 
Tentunya perjalanan tersebut bukan yang terakhir kali, ratusan road trip bersama orang tua nya menjadi makanan sehari-hari, sering kali kami pun mengulang beberapa rute yang pernah ia lakukan dulu, bahkan memasang lagu-lagu dari penyanyi sama seperti yang orang tuanya putar dulu juga, kalau dulu modalnya kaset, kalau jaman kita sekarang ya tentunya mengandalkan Spotify atau Apple Music :)

Switzerland

Venice, Italy

Satu hari suami membawa saya liburan ke suatu tempat dan mampir melihat tempat tinggal yang disewa orang tuanya saat mereka tinggal di Liechtenstein ( negara kecil berbatasan langsung dengan Austria dan Swiss ) selama 4 tahun, rumah dengan perkarangan langsung dengan panorama pegunungan Alpen, hari-harinya dihabiskan dengan tracking dan kayaking. Suatu saat ia dan kakaknya pulang kemalaman, jalan kaki menuju rumah tersebut lalu ada mobil yang berhenti dan menyuruh mereka naik ke dalam mobil karena si pengemudi wanita itu akan mengantar mereka pulang, Liechtenstein terkenal akan amannya, jadi suami saya dan kakaknya tentunya tidak berpikiran negatif, tanpa berpikir dua kali mereka pun naik ke dalam mobil.
Keadaan berubah menjadi mencekam saat mereka sudah ada di dalam mobil, mencekam bukan karena ada cerita seram tapi karena si wanita pengemudi itu adalah ratu Liechtenstein, istri dari raja yang saat itu bertahkta. Ah seru banget!

*  

kamu tahu gak sih aku sering banget masuk kelas terlambat pada tanggal 1 September karena paginya orang tuaku masih harus menyetir menuju Belgia” 
Tanggal 1 September adalah tanggal masuknya anak sekolah setelah liburan musim panas dan dipastikan suami saya dan kakak-kakaknya akan masuk terlambat. “tapi tidak apa, walaupun terlambat kami memiliki banyak kenangan selama musim panas, entah itu di Austria atau di Swiss” tambahnya lagi.

Memang benar ya apa kata orang bijak yang berkata pada awalnya pengalaman traveling itu akan membuat kita tidak bisa berkata-kata, namun setelahnya kita akan berubah menjadi pendongeng yang tidak bisa berhenti menceritakan hasil traveling kita, contohnya ya suami saya ini, siap-siap ya mendengar dongeng-dongeng pengalamannya jika suatu saat nanti berjumpa :-)



Wisatawan Indonesia biasanya lebih memilih menghabiskan waktu pertama kali ke Eropa dengan mengunjungi 3 ibukota ini : Amsterdam, Brussels dan Paris. Bisa dimengerti karena transportasi yang menghubungkan ketiga ibukota ini memang mudah sekali dan pastinya banyak factory outlets dan shopping street yang sangat meangkomodasi.

Related post : 
Belanja Ketika Traveling via +Noni khairani

Tips untuk transportasi :
Dari Amsterdam ke Brussels bisa naik kereta normal dan tiketnya bisa setiap saat dibeli saat keberangkatan, harganya tidak fluktuatif dan kursi biasanya selalu available.

Dari Brussels ke Paris, jenis keretanya berbeda, wajib dan disarankan untuk dibeli sejak jauh hari, the earlier the cheaper.
Bisa diakeses online jika ingin membeli tiket kereta nya : https://www.thalys.com/be/en/




Day 1 
Jakarta - Amsterdam

Day 2 
Tiba di Amsterdam Pagi
Banyak maskapai penerbangan yang tiba di Amsterdam pagi hari, misalnya KLM atau Garuda Indonesia, tentunya menguntungkan karena bisa dapat 1 hari ekstra. 

Check in hotel, hower & breakfast
Keukenhof & Lunch di Keukenhof
Periode Keukenhof buka dari tanggal 23 Maret - 21 Mei 

Ready to dinner & night sightseeing by boat in Amsterdam
Yuk nikmati Amsterdam saat malam hari, bisa keliling kanal-kanal di Amsterdam dengan kapal 

Keliling kanal-kanal Amsterdam saat malam hari ⎟ via


Day 3 
Breakfast

Diamond Shopping 
Amsterdam masih merupakan salah satu kota tujuan di dunia untuk mereka pecinta berlian, sejarahnya Amsterdam telah menguasain dunia berlian sejak 400 tahun silam. 
Telah ada sejak tahun 1840, Coster Diamond bisa menjadi pilihan jika Anda ingin membeli berlian yang berkualitas. Jika ingin tour around the museum juga bisa, akan ada escort yang siap membantu.

Lunch

Free time for shopping around Amsterdam


Back to hotel, istirahat, mandi , off to dinner

Day 4 
Breakfast

Off to Brussels

Sightseeing Brussels
Salah satu district di Brussels yang paling di favoriti oleh wisatawan adalah kota tua dan alun-alun kota Brussels, karena ukuran nya yang compact sehingga mudah untuk diakses dengan berjalan kaki.
Shopping
Untuk pertokoan high end di Brussels banyak tersebar di Avenue Louise

via

Dinner

Day 5 
Breakfast 
Off to Maasmechelen Factory Outlet
Buka setiap hari mulai jam 10 - 19 setiap harinya, factory outlet Maasmechelen menawarkan pengalaman belanja sampai puas dengan diskon yang melimpah. Mulai dari Armani sampai Versace bisa memuaskan napsu Anda berbelanja.
Di area FO ini tersedia banyak restoran dan cafe, sehingga Anda tidak perlu meninggalkan area belanja pada jam makan siang.
Dinner

Day 6  
Breakfast
Off to Paris 
Check in
Sightseeing Paris dengan Hop on off bus
Menikmati Paris tanpa harus hastle naik turun metro? Tenang! Banyak bus turis sejenis hop on off yang akan mengakomodasi, dengan tiket seharga €30 sudah termasuk bus hop on off dan juga kapal menyusuri Sungai Seine, tiket ini bisa dipakai selama 24 jam.
Afternoon High Tea & Macaron
Tiada kesan ke Paris tanpa menikmati pastries atau macaron di kedai kopi, mulai dari artisan bakery sampai dengan bakery dengan label terkenal seperti Laduree atau Pierre Herme

via

Back to hotel - istirahat
Dinner
        
Day 7 
Breakfast
Factory Outlet Paris La Vallee Village
Burberry, Balmain,  Diane von Furstenberg sampai Valentino, Factory Outlet di Paris ini sangat menyenangkan karena tutup sampai jam 8 malam dan lengkap dengan free wifi dimana-mana. Ada juga shuttle bus yang siap antar jemput gratis dari beberapa titik di kota Paris.
Untuk disabilitas tersedia jalur yang aman dan juga disediakan kursi roda jika diperlukan.

via

Off to Champ Elysee 
Shop till dropped is not over yet, masih ada jalan paling terkenal di dunia untuk Anda para shopaholic.
  
Back to hotel - Dinner
Eiffel at Night photo session 

Day 8 
Excursion lihat kastil di Mont St Michel 
Segila-gilanya Anda berbelanja, sempatkan untuk melihat panorama negara Prancis, ada banyak pilihan excursion untuk melihat sisi countryside dari Prancis, salah satunya adalah mengunjungi kastil di pinggir pantai Mont St Michel



Day 9 
Free Day
          
Day 10 
Flight Home from Charles de Gaulle Airport Paris


Traveling to Berlin With Girl friends

Setiap tahun biasanya saya punya ritual untuk jalan-jalan sama teman-teman perempuan, walaupun punya travel partner setia tapi keknya tetap ya setiap orang harus punya "me time" juga sendiri. The perks of living in Europe, cuman long weekend aja kita bisa terbang jauh dan kalau beruntung suka dapat harga tiket yang murahnya kebangetan. 

Related Posts :

Bulan Mei tahun lalu jatah saya pergi sama teman-teman ke Berlin, kita ramai-ramai bertujuh, naik low cost air yang pergi dan pulangnya pagi banget ha ha ha, it s not a big deal untuk semuanya asal nginap nya di hotel bintang 5 dong ya, namanya juga madame yang pergi, suami boleh tinggal di rumah tapi kartunya ikut sama kita ke Berlin :p

Berlin sendiri bukan destinasi baru buat beberapa orang yang ikutan pergi kali ini, tapi demi ada teman yang belum pernah kesana, kita jadi rela untuk jalan-jalan menyusuri sightseeing paling ngetop di Berlin.

Main Attractions

Hopping on off bus jadi penyelamat banget kalau perginya ramean yang isinya cewek rempong semua, daripada naik turun metro atau jalan kaki jauh, mereka lebih rela bayar tiket bus turis seperti ini, gak kenapasan gak keujanan dan tinggal naik dan turun di bus stop yang ada sightseeing spotnya seperti Brandenburg Gate, Berlin Wall, Checkpoint Charlie, Memorial to the Murdered Jews of Europe, Berlin Cathedral, Potsdamer Platz. 






Boro-boro deh mau hunting wall art di Berlin ha ha ha kalau liburan ramean kek gini memang ya susah buat mementingkan diri sendiri, kebiasaan traveling sama suami ya otomatis bakal berubah juga ritme nya, untungnya karena destinasinya saya sudah pernah jadi gak begitu ambisius lagi juga.

Eating till Dropped

Restoran Asia di Jerman itu parah murahnya, masih ada lho menu makanan utama seharga €5, ya tentu ibu-ibu Asia ini senang kan ya. Karena kita tinggal di Eropa, ga dosa juga kan ya nyari makanan Asia, dan bukan saja murah tapi enak parah. 
Sebentar-sebentar masuk restoran walaupun gak lapar juga, dan sebentar-sebentar mampir ke cafe, terus kapan jalan-jalannya ha ha ha



Selama di Berlin tiap malam kita hang out dan fine dine di resto yang lagi hits saat itu di Berlin, ini asli ya niat banget lho nyari resto-resto kekinian di Berlin, one of the reason I love this girls, mereka suka banget nyari hal yang baru buat dicobain, selalu say yes untuk hal baru, I think it s a good sign kan ya.  






Foto-foto Like There's No Tomorrow

Pergi liburan sama teman-teman cewek artinya siap-siap posing like there s no tomorrow, kalau bisa tiap belokkan harus ada foto keluarganya, no problem lah it s a ll about fun kan ya.  



Itinerary : Shopping

Yup, kalau pergi sama teman-teman cewek pastinya itinerary yang ada adalah shopping times. Di Berlin banyak banget mall, dan sebagai anak Jakarta tentunya saya suka banget juga lah ya sama mall itu, maklum di Belgia butik bertebaran tapi shopping mall itu jarang banget, kalaupun ada gak se-massive dan se-giant kek di Jakarta. 
Nah di Berlin punya yang namanya shopping malls yang gede-gede banget, dan merek-merek high end ya letaknya bertebaran aja di mall, gak perlu ribet dan gak enakkan kalau harus masuk butik. 

Selama di Berlin kita masuk ke beberapa shopping malls, pastinya yang pertama kali kita masukkin adalah KaDeWe, ini salah satu Dept Store mewah di Berlin yang sudah ada sejak tahun 1907, kalau gak salah masih menjadi Dept Store terbesar di Berlin. 
Lalu mall terbesar lainnya adalah Mall of Berlin, kalau gak salah saya sudah pernah ke Berlin sebanyak 5 kali or so, tapi gak terlalu ngeh dengan hadirnya Mall or Berlin ini, dan ternyata mall ini baru buka tahun 2014, pantesan gak ngeh. Konsepnya asyik deh, agak outdoor dan interiornya menarik banget, lokasinya juga gak jauh dari Brandenburg Gate dan Potsdamer Platz.

Selain KaDeWe dan Mall of Berlin, ada juga Bikini Berlin dan  Galeries Lafayette Berlin. Sayangnya toko-toko di Jerman mayoritas tutup juga sama seperti di Belgia, jadi kalau berencana shopping di Berlin, pastikan tidak berada disana pas hari Minggu yah. 

Gimana dengan kamu, walaupun sudah menikah apakah masih suka traveling bareng teman juga?


 
Perubahan jaman semakin terasa dengan aktifitas sehari-hari yang sungguh dimudahkan dengan majunya teknologi. Kalau dari jaman dulu kamu udah traveling pasti ingat betul ribetnya ngurus tiket, harus nelpon ke kantor travel atau datang sendiri kesana, dicariin tiket dan harus di issued sebelum tanggal jatuh tempo nya, pilihan maskapai juga nggak banyak, saya ingat betul naik maskapai Garuda ke Amsterdam tahun 80an aja hanya dengan fasilitas radio yang koleksi lagunya nggak banyak itu. 
Urusan tiket udah ngejelimet, terus masih harus mikirin kesana bakal ngapain aja ya, boro-boro bisa langsung browsing dan tanya ke Google, wong telpon aja masih harus pakai koin, sukur-sukur di rumah punya telpon sih itu juga. 

Feeling Nostalgic

Hal lain yang terasa sangat dimudahkan adalah urusan mencari tempat penginapan, salah satu essensi paling penting dalam traveling, apalagi kalau traveling nya dengan durasi yang lama, kalau ada keluarga atau teman yang rumahnya bisa ditumpangi pastinya permasalahan berhenti disini. 
Lagi-lagi nostalgia ke jaman dulu, untuk pemesanan hotel kita harus telpon ke informasi 108 lalu tanya nomor telepon hotel yang kita tuju lalu kemudian kita telpon reservasi nya dan tanya rate, kalau cocok bisa langsung booking. Booking hotel online? Mana ada jaman dulu, semua dilakukan serba manual. Pilihan lain bisa ke kantor travel dan minta mereka untuk mencari hotel yang kita mau, untuk kemudian mereka akan mengeluarkan voucher yang siap kita bawa. 

Only From One Click

Ah sutralah ya nostalgia perjuangan mau jalan-jalan itu malah mumet karena sekarang kita sudah terbiasa dengan everything is possible just from one click, easy peasy without hustle. Memilih tempat penginapan selama traveling untuk saya adalah hal yang paling penting dalam traveling karena ya behind a great adventurous, there is a good night sleep, salut deh sama rekan travelers yang kuat bisa tidur dimana aja seperti di lantai bandara cause I just cant, badan kremek dan bisa bikin mood berantakkan, no thanks.
Segitu pentingnya saya rela menghabiskan waktu scrolling-scrolling aplikasi booking hotel online atau dari browsernya, tinggal pilih filter yang kita mau seperti hotel bintang berapa yang kita mau, lokasi yang strategis sesuai kebutuhan, sampai ke harga per malam yang sesuai dengan kantong.

Read The Reviews

Setelah menentukan pilihan hotel dari aplikasi booking ticket online, biasanya hal yang selanjutnya saya lakukan adalah membaca review dari para tamu yang pernah nginap di hotel tersebut, asli lah ya ini penting banget, ibarat membeli kucing dalam karung, you never know what you will get, tapi kalau baca review orang-orang mengenai hotel tersebut kita jadi bayangan apakah hotel pilihan kita itu memang sesuai. 
 
 
Nah, review orang ini kadang nggak selalu juga jujur lho, banyak properti yang self promote dengan menulis review yang bagus-bagus, kita juga mesti cermat membaca setiap tulisan dan jangan malas untuk lihat profil dari para tamu yang menuliskan review tersebut. 
 

The Earlier The Better

Tahu nggak sih bukan hanya tiket pesawat saja yang kalau dipesan jauh-jauh hari harganya bisa dapat lebih murah, karena hotel pun demikian. Ada yang namanya early birds rate, semacam promo harga kamar yang dipesan jauh-jauh hari. 
Satu lagi tips dari saya untuk mendapatkan harga hotel murah adalah mencari situs booking hotel online yang menawarkan harga bersaing dari situs lainnya. 
Jaman sekarang biasanya booking hotel online seperti ini juga memiliki aplikasi yang bisa kita akses dari smartphone kita, tentunya lebih sangat dimudahkan dan banyak keuntungannya juga. 

Happy Long Weekend, People !






Sampai saat ini sih saya memang belum pernah ke Vietnam, tapi di Los Angeles ada yang namanya kampung Vietnam dimana banyak banget restoran Vietnam yang laku gak mengenal waktu, yup betul banget resto-resto Vietnam itu disana buka sampai jam 3 pagi lho, jadilah kalau kita kecapekkan abis jalan-jalan biasanya langsung ngacir ke restoran Vietnam disana dan makan Phở sampai puas. Resto Vietnam favorit keluarga kakak saya namanya Pho Thang Long, kalau klik di Yelp bisa baca review nya banyak dan bagus-bagus.

Related post : 

Di Belgia sendiri ada sih restoran Vietnam walaupun gak banyak dan biasanya gabung sama restoran Thailand gitu, jadilah ya kan penasaran dong gimana bikin sendiri aja. Dari beberapa resep saya menyimpulkan kalau bumbu yang dipakai di Phở ini emang unik karena dibakar bersamaan dengan kulitnya namun kita harus membuat kuahnya seputih mungkin, nah lho peer banget kan :) 
Setelah mencoba beberapa kali eh malah ketagihan dan saya bisa kategorikan kalau Phở  ini seperti fast food kalau saya lagi males masak. 

Yuk cobain bikin Phở sendiri, lihat aja di vlog ini ya cara membuatnya :

* * * 

Phở adalah makanan khas ala Vietnam yang isinya terdiri dari sup kaldu, mie beras bernama banh Phở, dedaunan rempah, dan irisan daging, biasanya Phở disajikan dengan menggunakan daging sapi atau ayam.
Di Vietnam Phở merupakan hidangan kaki lima yang sangat populer dan biasanya dikonsumsi setiap saap.

Kaldu :
500 g daging sapi untuk soup atau tulang-tulangan sapi
250 g daging sapi has dalam, iris tipis
2 liter air

Masukkan daging atau tulang ke dalam panci berisi air hingga menutupi seluruh bagian daging dan tulang.
Rebus dengan api besar selama 5-10 menit (untuk membuang kotoran, lemak, dan bau amisnya).
Angkat, buang air bekas rebusan, lalu bilas daging/tulang hingga bersih.
Rebus kembali dengan air bersih. 



Bumbu :
1 buah bawang bombay utuh, belah 2 dengan kulitnya
3 buah pekak / bunga lawang
6 butir cengkih
1 kayumanis ukuran sedang
2 sdt garam
4 sdm kecap ikan
1 sdt gula pasir
1 sdt merica hitam bubuk
1/2 sendok teh jinten
1 sdt jahe bubuk

Sangrai bawang, pekak, cengkih, kayumanis sampai wangi harum.
Bersihkan kulit bawang tersebut.
Masukkan bahan yang telah disangrai ke dalam panci berisi kaldu
Lalu beri garam, kecap ikan, gula pasir, merica bubuk, jahe bubuk dan jinten.

Isi & Pelengkap :
500 g banh Phở atau bisa gunakan kwetiau atau bihun, blansir hingga matang & tiriskan
Daun mint
Daun ketumbar
Taoge
Daun bawang, iris kasar
Irisan cabai rawit merah
Jeruk nipis

Penyajian:
Letakkan mie ke dalam mangkok hidang, tuang kuah ke dalam mangkok, lalu beri pelengkap irisan daging tipis, daun mint, daun bawang, daun ketumbar, taoge, irisan cabai rawit merah dan jeruk nipis. Hidangkan!
Traveling saat bulan semi adalah favorit saya, banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan seperti cuaca yang sangat menyenangkan, tidak terlalu panas ataupun dingin, musim semi juga relatif lebih sepi dari turis, yang artinya harga tiket dan hotel juga biasanya banyak promo, rajin-rajin saja membaca email notifikasi dari maskapai-maskapai penerbangan ya. 

Untuk mereka yang tinggal di empat musim, pilihan destinasi yang sedikit lebih hangat banyak dipilih, dan pilihannya biasanya jatuh pada negara-negara yang dilewati laut Mediterania.

Malta

Malta adalah salah satu dari negara kecil di Eropa yang letaknya berbatasan dengan laut Mediterania, sebelah selatan Sicily, Italia dan sekitar 200 kilometer dari pantai benua Afrika.
Ibarat kecil-kecil cabai rawit, negara dengan luas 316 km2 ini justru tidak kalah dengan negara Eropa lainnya, Malta sangatlah cantik menawan, menawarkan banyak potensi wisata alam, dan kultur budaya Malta yang merupakan perpaduan Arab dan Eropa menjadikan negara ini memiliki eksotismenya tersendiri.

Valetta, Malta


Cyprus

Nama negara Siprus bisa jadi tenggelam dibalik bayang-bayang tersohornya negeri Yunani yang berdekatan dengannya, bahkan masih banyak yang beranggapan bahwa Siprus merupakan bagian negara Yunani. Yunani memang pernah menjadi bagian sejarah dari Siprus di masa lalu. 

Related Posts : 



Untuk memulai menyusuri Siprus, pilihlah kota Paphos sebagai basisnya. Paphos atau yang juga disebut Pafos layaknya permata negara Siprus, sebuah kota yang kaya akan sejarah dan budaya, banyak bukti arkeologi yang mendukung keberadaan kota ini telah ada sejak periode Neolitik.

Paphos, Cyprus


Meteora, Greece

Walaupun bernama sama seperti batu meteor, namun pegunungan batu yang terlihat di Meteora bukan karena adanya meteor namun muncul melalui erosi fluvial yang terjadi 60 juta tahun yang lalu,  Metéora sendiri dalam bahasa Yunani secara harfiah berarti 'melayang di udara'.

Panorama spektakuler, desis angin dan cicitan suara burung membuat saya lupa kalau treking bukan aktifitas favorit saya padahal aksesnya mudah saja. Entah bagaimana para biarawan-biarawati pada abad ke 9 silam dapat membuat biara-biara yang kata nya berjumlah lebih dari 20 itu, bagaimana dengan akses mereka menuju ke bukit-bukit tinggi itu, pengadaan air nya, menggotong batu dan segala teknis lainnya, pikirkan saja sendiri.

Meteora, Greece


Southern France

Tidak pernah bosan deh menempatkan destinasi Prancis Selatan di setiap daftar liburan apapun musimnya, sepertinya saya telah sangat jatuh cinta.
Khusus untuk Prancis Selatan, saya telah menuliskan itinerary jalan-jalan kesana, bisa dibaca di link ini ya : http://www.jalan2liburan.com/2016/11/vlog-itinerary-liburan-ke-prancis-selatan.html

Atau nonton saja vlog kita waktu road trip kesana disini :

 
Southern France


Madeira

Portugal bukan saja Porto dan Lisbon, sebagai negara kepulauan, pulau-pulau di seantero Portugal wajib untuk didatangi. Yang paling terkenal adalah pulau Madeira dan pulau Azores, untuk banyak travelers pulau-pulau Madeira ini seperti hidden paradise, gunung, national parks, air terjun, tanaman bunga dimana-mana, dan the good thing is Portugal masih relatif sangat murah dibandingkan Eropa Barat dan Utara. 



Madeira, Portugal

Bagaimana dengan destinasi pilihan saya untuk berlibur saat musim semi ini? Ada yang menjadi bucket list kalian juga?
Atau apa sih travel plan kalian untuk liburan berikutnya, share ya di kolom komen, saya kepo berat nih :-)



Beruntung ya pemegang paspor kek kita-kita gini gak perlu pakai visa kalau mau ke Maroko karena sesungguhnya Maroko ini gak bisa deh dikunjungi hanya sekali, rasanya pengen balik lagi dan lagi. Karena sukses mengunjungi Maroko saat kunjungan perdana beberapa tahun lalu, meninggalkan rasa penasaran ingin melihat kota lain di Maroko. Kalau yang pertama kali kita sempat ke Marrakesh dan Essaouira, kali ini mengunjungi Fes, Chefchaouen, Meknes, Mulay Idris dan Volubilis.
Rutenya memang kesana kemari sih tapi kami memutuskan untuk tinggal di satu tempat saja selama di Maroko dan tiap harinya excursion ke kota-kota lain yang jaraknya masih dalam jangkauan Fes.

 Klik di video ini ↑  untuk nonton vlog kita, seperti apa sih penampakkan Medina di Fes itu, dan ada apa aja disana ☺

Bab Bou Jeloud / Blue Gate

Gerbang berwarna biru sebagai pintu masuk raksasa yang menghubungkan kota tua Medina Fes dan kota baru. Sebagai bayangan, di dalam Medina seperti layaknya kota tua dimana semua aktifitas sehari-hari orang lokal dilakukan. Untuk turis jelas ini atraksi utama.
Walaupun seperti labirin yang menyesatkan, ternyata dibandingkan dengan Medina milik Marrakesh, di Fes bisa dibilang lebih kompleks, mungkin lebih kecil dalam ukuran sehingga rasanya banyak spot yang bisa dijadikan tanda navigasi untuk menghindari tersesat.  Nah, yang sering dipakai sebagai navigasi adalah Bab Bou Jeloud ini, banyak pemilik Riad yang menjemput tamunya di plataran depan gerbang biru ini supaya memudahkan para tamu mereka.

Madrasa Al-Attarine

Berada di Maroko pastinya akan membuat kita menghabiskan waktu masuk dari madrasa yang satu ke madrasa lainnya. Tidak semua bisa kita masuki karena persyaratan agama dan juga kadang mereka sedang ada aktifitas yang tidak bisa diganggu.
Maroko sadar betul bahwa salah satu pemasukkan negara mereka yang terbesar adalah dari wisatawan, oleh karena itu mereka menyediakan satu Madrasa yang dibuka untuk umum dengan membayar tiket masuk. Madrasa Al-Attarine dibangun sejak tahun 1310 dan diberi nama Attarine karena terletak di antara pasar penjual parfum dan herbal.

Related Posts :



Di dalam Al Attarine kita dapat menikmati desain bangunan yang sangat details dan menawan, masuk ke dalam langsung terlihat courtyard dengan kolam air mancur, mozaik di dinding nya berwarna dominan hijau tosca dan putih. Di lantai atas terdapat kamar-kamar milik pelajar, seperti kita ketahui Madrasa adalah sekolah mendalami ilmu agama, dan di madrasa ini juga para pelajar tinggal dan belajar.

Al-Qarawiyyin University & Library

Siapa yang menyangka bahwa di balik dinding megah nan tebal yang mengitari Medina kota tua Fes di Maroko terdapat bangunan bersejarah yang menjadi bukti peradaban manusia dalam ilmu pendidikan, bangunan tersebut adalah universitas tertua di dunia berikut perpustakaannya yang juga merupakan perpustakaan tertua di dunia.

Universitas Al-Qarawiyyin adalah universitas pertama di dunia yang berlokasi di Fes, Maroko yang didirikan pada tahun 859. Pada awalnya, bangunan universitas ini adalah sebuah masjid yang kemudian berkembang jadi tempat menimba ilmu, terutama ilmu pengetahuan alam sekaligus menjadi salah satu pusat spiritual Muslim dunia.

Didirikan pada tahun 859 oleh Fatima al-Fihria, putri seorang pedagang kaya asli Tunisia yang hijrah ke Fes pada awal abad ke-9,  Fatima mewarisi sejumlah besar uang dari ayahnya dan berjanji untuk menghabiskan seluruh warisannya pada pembangunan masjid.

Di area Al-Qarawiyyi, kita juga akan melihat perpustakaan tertua dunia dengan nama yang sama. Perpustakaan yang masuk dalam halaman Guinness World Records ini memiliki ruangan khusus untuk pemeliharaan naskah-naskah kuno. Manuskrip dan naskah-naskah kuno tersebut kini dijaga lebih banyak petugas keamanan, yang memang berjaga karena kecintaan mereka terhadap sejarah.

Tannery

Kota Fes di Maroko terkenal di dunia selama ratusan tahun sebagai surga belanja kerajinan kulit dengan kualitas tinggi. Di dalam labirin medina kota tua di Fes kita bisa melihat secara langsung proses penyamakkan kulit yang masih menggunakan cara tradisional. Kulit yang digunakan berasal dari kulit binatang sapi, kambing, domba dan yang termahal adalah kulit unta.

Proses pertama dalam penyamakkan kulit adalah membuat kulit tersebut menjadi lembut, karena masih dengan cara tradisional maka bahan yang digunakan adalah juga bahan alami, kulit direndam dalam campuran urin sapi, kapur, air, dan garam selama dua hingga tiga hari. Setelah itu, kulit direndam dalam campuran air dan kotoran merpati yang mengandung amonia. Proses ini agar kulit menjadi lunak sehingga mudah untuk menyerap warna.
Jangan heran jika berada di area tannery ini akan berbau tidak sedap, pihak pemandu wisata akan memberikan setangkai daun mint kepada para tamu untuk meminimalisir aroma tidak sedap pada proses ini.

Kulit yang telah lembut lalu kemudian kembali dibersihkan untuk kemudian diberi warna secara alami, kulit-kulit tersebut dimasukkan ke dalam gentong besar dimana masing-masing gentong berisi pewarna alami. Warna kuning berasal dari saffron, biru dari indigo, orange dari henna, hijau dari daun mint dan merah dari bunga poppy, lalu supaya mengkilat diberi minyak olive.

Kulit yang sudah diberi warna kemudian dikeringkan dan siap untuk dibuat berbagai macam barang kerajinan, mulai dari dompet, sepatu, tas, jaket, sarung bantal dan masih banyak lagi.
Harga satu tas kecil dibandrol seharga 160 dirham atau sekitar Rp. 215.000,- dan untuk dompet seharga 60 dirham atau sekitar Rp. 86.000,- , tidak usah ragu untuk menawar jika memang tertarik ingin membeli. 


Maskapai penerbangan China Southern akhir-akhir ini sering memberikan paket promo dengan harga bersaing, salah satu alasan kenapa kita mencoba maskapai ini saat traveling ke Australia, saat itu kita terbang dari Amsterdam Schiphol airport dan transit dua kali di Cina tepatnya di kota Beijing dan Guangzhou. Walaupun ini kedua kalinya kita ke Cina tapi Beijing belum pernah didatangi dan setelah saya pelajari ketentuan transit di Beijing kek gimana, akhirnya saya mantap untuk memilih maskapai yang tergabung dalam Skyteam ini yaitu karena penerbangan ini berbonus akan menibakan kita berdua di Beijing walaupun dalam waktu singkat.
Review tentang maskapai China Southern rencananya akan saya tulis terpisah, tapi untuk vlog nya bisa dilihat disini bagaimana penampakkan pesawat yang kita pakai : 



Transit 10 Jam di Beijing

Pilihan jam transit di Beijing ada beberapa dan saya memilih yang 10 jam dengan ketentuan tiba pagi hari dan berangkat malam harinya, karena dengan demikian kita bisa melihat kota Beijing di jam yang tepat. Sebelum keberangkatan saya sudah mengurus visa transit Cina ke kedutaan Cina, jadi saya yakin saya bisa keluar dari bandara, di beberapa blog orang Indonesia saya pernah membaca kalau mereka tidak pakai visa untuk keluar, tapi itu pun sepertinya mau-maunya pihak imigrasi aja memperbolehkan keluar atau tidak, so demi amannya udahlah ya saya urus aja visa dan bayar visa nya seharga €55 atau sekitar Rp. 800.000,- , kalau urus di Jakarta sih kena seharga Rp. 300.000,- aja. 

Karena China Southern Airline ini termasuk dalam Skyteam, maka dari Amsterdam kita kebagian dapat pesawat KLM, tiba di Beijing Capital International Airport sekitar jam 09:55 pagi, langsung menuju antrian imigrasi supaya cepat keluar juga ke pusat kota, saya agak bingung dengan sistem bandara ini karena setiap penumpang entah itu penumpang transit, penumpang yang destinasi akhirnya disitu, atau penumpang transit yang mau keluar bandara, semuanya harus melewati imigrasi. Bandingkan dengan bandara lain yang punya jalur sendiri untuk para penumpang yang hanya ingin transit dan tinggal di bandara karena tidak punya visa, nah di Beijing Airport semua harus melalui imigrasi, saya mikirnya kalau gak punya visa lah gimana atuh ya. 

To make a long story short, setelah urusan keluar imigrasi, bagasi, dan perintilan lainnya, kami lalu menuju kereta api cepat yang ada di basement bandara Beijing setelah sebelumnya membeli kartu terusan.

Ini vlog mengenai kereta cepat tersebut : 



Forbidden City atau Great Wall

Dua pilihan ini sempat bingungin juga, dengan waktu terbatas kita hanya bisa memilih salah satu jalur ini, apakah itu Forbidden City atau Great Wall, tidak mungkin keduanya jika hanya punya waktu kurang dari 12 jam transit. 
Karena pertimbangan cuaca yang sedang musim dingin, pilihan Great Wall kami singkirkan dan city tour Beijing nampaknya lebih bijaksana untuk dipilih. Kita bisa kembali kapan aja ke Beijing di musim yang lebih hangat untuk menjelajahi Great Wall.
Dari rumah saya sudah mencetak peta kota Beijing dan memilih paling tidak 3 - 4 sightseeing spots paling ngetop disana supaya tidak terlalu ambisius.  
Berikut pilihan saya selama di Beijing dalam rangka menghabiskan waktu transit, urutannya tiba di Qianmen lalu berjalan kaki menuju Tiananmen Square, The Forbidden City dan ke Wangfujing Snack Market. Tadinya mau nambahin lihat Temple of Heaven juga, saya pernah baca kalau pagi-pagi kesini bisa lihat banyak orang tua yang sedang melakukan Tai Chi, kan seru ya, sayang waktunya terbatas.










Walaupun hanya punya waktu 10 jam sejak pesawat landing tapi ternyata gak ambisius juga kok, kita sampai kembali ke bandara masih dalam waktu yang ok banget juga, semua ini karena transportasi kereta cepat yang menghubungkan Beijing International Airport dan pusat kota Beijing, dalam hal ini Tiananmen Square, kebetulan sightseeing paling ngetop di pusat kota Beijing ini jaraknya semuanya bisa ditempuh dengan jalan kaki, yang penting bawa peta deh karena saya sampir gak melihat ada loket tourism board selama disana, mungkin ada tapi di hotel kali ya.

Related Posts : 

What to do in transit by +Noni khairani 

What to Eat in KLIA2 Airport, Kuala Lumpur Malaysia  by +Aggy F 


Selain itu siapkan dan tukarkan juga uang lokal setelah landing, jadi bisa langsung beli tiket kereta dan gak buang-buang waktu harus cari money changer. Untuk hal ini kita sudah siapkan sekitar equivalent €100 atau 750 Yuan sebelum berangkat ke Cina, jadi ga perlu lagi nyari dan ngantri di money changer.

Beijing Layover Tour

Sayang sih ya China Southern gak punya transit program yang membawa penumpang transit untuk keliling kota, gak kayak maskapai lain seperti Etihad atau Qatar yang punya program gratis seperti yang saya maksud untuk keliling Dubai untuk Etihad atau keliling Doha untuk Qatar. China Southern hanya memberikan hotel gratis kalau kita mau istirahat, dan ini sudah termasuk lumayan juga sih ya daripada manyun di bandara. Di Guangzhou saya sempat ambil fasilitas menginap di hotel gratis ini.

Walaupun maskapai ini tidak menfasilitasi penumpang transit dengan program city tour, tapi banyak kok tour dan travel yang menawarkan paket keliling Beijing selama transit, cari aja deh di google dan masukkan "Beijing Layover Tour" di kotak pencarian.
Paketnya beragam berdasarkan jam transit yang kamu punya dan minatnya ingin melihat apa. Biasanya kalau mau melihat Great Wall, kita akan diajak ke Great Wall yang Mutianyu karena jaraknya yang paling dekat, dan harga yang ditawarkan sekitar US$ 65/orang. Sedangkan untuk paket transit ke rute yang saya sebutkan di atas sekitar US$ 59/orang, not bad lah untuk memaksimalkan waktu transit menjadi lebih bermakna, ha ha ha bermakna karena gak perlu beli tiket ke Beijing tapi bisa lihat kotanya walaupun gak nginap berhari-hari, selalu ada waktu untuk kembali lagi nantinya toh? :-)




Sarapan pagi untuk banyak orang sangatlah penting untuk dilakukan, bagaikan isi bensin sebelum beraktifitas seharian penuh, apalagi saat traveling dimana energi sudah pasti diperlukan. Sayangnya tidak semua destinasi kaya akan kuliner termasuk variasi sarapannya, atau malah kadang tidak cocok dengan ritme sarapan pagi kita sehari-hari, ah namanya juga traveling, cherish the moment aja kali ya and have a breakie like the locals do. 
Related posts : 

Sarapan di Maroko

Ritual sarapan di Maroko sangat menyenangkan, apalagi kalau menginap di Riad, para tamu akan dimanjakan dengan ragam sarapan yang membahagiakan, bahkan dari piring dan gelas yang digunakan sudah cantik-cantik sekali. 
Ragam nya dimulai dari teh mint, jus jeruk manis, potongan buah, roti dan selai, madu, buah olive, pilihan telur, lalu kue manis khas Maroko. 
Setiap hari kurang lebih sama seperti itu jenisnya, yang berubah misalnya buah yang diberikan, sisanya kurang lebih sama. 

Sarapan di Finlandia

Ikan Herring dan lingonberries dan sisa menu lainnya kurang lebih sama seperti menu sarapan continental breakfast lainnya. 
Lingonberries ini adalah sejenis buah berries yang banyak ditemukan di dalam hutan di Swedia dan negara Nordic lainnya. Lingoberries ini buah yang kaya akan zat kimia yang bisa menurunkan tekanan darah dan membuat jantung lebih sehat, dijadikan selai untuk makanan apapun, kadang di atas kentang atau kadang dijadikan selai. 

Sarapan di Jawa

Wah ini suami saya bakal pusing kalau berhari-hari traveling di Jawa karena biasanya ragam sarapan disana lumayan berat ya, bahkan untuk saya yang tidak terbiasa makan berat saat pagi juga bisa kewalahan, untungnya masih ada bubur seperti bubur kacang ijo atau bubur ayam to the rescue. Sisanya biasanya nasi lengkap dengan lauk pauknya, untung-untung kalau tinggal di hotel yang agak modern, biasanya ada pilihan roti dan paling tidak bisa pesan sunny side up eggs. 

Sarapan di Costa Rica

Sama seperti turis bule yang ke Indonesia dan melihat sarapan mayoritas orang Indonesia yang makan nasi lengkap untuk sarapan, kurang lebih seperti itulah ketika saya berada di Costa Rica. Menu sarapan disana juga hampir tidak ubahnya menu makan malam, di piring akan terlihat nasi, kacang merah, ayam goreng, pisang goreng dan salad, semua dalam satu piring. 
Lalu makan siangnya berkisar di menu yang sama lagi, mungkin yang berubah jenis buah nya, jika biasanya menggunakan pisang goreng, diganti dengan alpukat atau mangga, ayam nya berubah juga menjadi ikan goreng. 
Bingung ya lihat pisang goreng dimakan bersamaan dengan nasi? Iya betul sekali pisang goreng disana dimakan bersamaan dengan nasi, unik ya. 

Sarapan di Australia

Tipikal kuliner di Australia itu berasal dari a little bit of here and there, jadi hampir tidak ada menu yang asli dari sana. Dan untuk sarapan rasanya mereka lebih suka grab a coffee and go, dan brunch menjadi favorit. 
Brunch di Aussie itu sangat menyenangkan karena kayanya ragam makanan yang saya tadi tulis di atas, kadang saya makan French crepes, lalu di hari berikutnya corn fritters with avocado salsa dan besoknya memesan eggs benedict dengan toast. Ah pokoknya asyik lah brunch di Aussie, selain gampang nemuin tempat makan yang dasar menu nya adalah brunch, juga ragam pilihannya, mungkin salah satu keuntungan jadi turis di negara yang tidak memiliki kuliner asli ya, jadi gak bersalah memesan brunch dengan menu seperti itu. 

Sarapan di Iran

Selama di Iran selain menginap di hotel yang berbasis international chain, juga di penginapan ala guest house dan juga menginap di rumah penduduk. Karena menginap di tempat yang berbeda seperti ini saya jadi merasakan ragamnya sarapan tergantung menginap dimana. Kalau di international hotel chain ya biasalah ya standard makanan buffet dengan menu international. 
Kalau menginap di rumah penduduk, makanan sarapan mereka lebih sederhana, hampir tidak ada daging, hanya roti, selai yang biasanya dibuat sendiri berbahan buah yang sedang musim, lalu paling mewah ada telur rebus, sisanya sebisa mungkin sayuran dan porsi roti yang banyak. 
Sedangkan di penginapan ala guest house, menu nya di antara kedua jenis penginapan sebelumnya, roti dan telur rebus sudah pasti, buah olive, feta cheese, kentang rebus dan butter dingin. 

Sarapan di Prancis

Konon orang lokal di Prancis sendiri kalau breakfast ya hanya ke bakery lalu pesan croissant dan kopi, lalu di weekend barulah mereka menikmati sarapan lengkap walaupun tidak dalam menu besar, yang pasti ada keju, ragam roti karena Prancis benar-benar negara roti, lalu pastries seperti Pain au chocolat alias roti isi coklat, pain aux raisins, chausson aux pommes yang adalah semacam pastry berisi applesauce, rata-rata bisa ditemukan di toko roti di seantero Prancis.



Bagaimana dengan kamu? Sarapan saat liburan yang menjadi favoritmu yang seperti apa? Share dong di kolom komen.