Review and VLOG : Naik Kereta dari Sydney ke Melbourne
Para wisatawan yang bepergian ke Australia biasanya memasukkan Sydney dan Melbourne dalam agenda wisatanya. Jarak sekitar 876 kilometer ini dapat ditempuh dengan beberapa cara yaitu dengan pesawat terbang, bus, kereta api dan menyewa kendaraan sendiri. Tentunya alternatif pilihan transportasi dapat dipilih sesuai kebutuhan dan budget. 
Sebelum keberangkatan saya sudah melakukan reservasi pemesanan tiket kereta api melalui situs resmi kereta nasional Australia karena memang disarankan untuk memesan kursi tiket jauh-jauh hari supaya mendapatkan tiket dengan harga termurah, saya agak bingung dengan sistem seperti ini karena biasa di Belgia dan Belanda jika naik kereta tujuan  masih dalam negeri, para calon penumpang bisa langsung saja go show ke loket tiket dan membeli tiket dengan harga yang sama dengan mereka yang membeli tiket jauh-jauh hari, mungkin karena tujuan Sydney ke Melbourne yang lebih jauh sehingga setiap penumpang wajib memiliki nomor kursi? Bisa jadi sih, tapi mengapa ada perbedaan harga padahal kelas nya ekonomi juga. 
Well anyway, saya sarankan jika ingin naik kereta api belilah tiket jauh-jauh hari di situs ini karena ternyata kereta bisa fully booked. 
Related posts : 


Kami memutuskan untuk memilih sarana transportasi kereta api dalam perjalanan dari Sydney ke Melbourne dengan alasan:

Punya Banyak Waktu

Mengetahui apakah kamu memiliki banyak waktu dalam trip ini sangat penting dalam memutuskan ingin naik kereta atau terbang dengan pesawat karena perbedaan waktu yang signifikan. Dengan kereta jarak tempuhnya adalah selama 10 jam sedangkan dengan pesawat hanya 2 jam. Jika memilih pesawat maka pengalaman di bawah ini selanjutnya otomatis tidak dapat kamu rasakan.

Ingin Melihat Panorama Sepanjang Perjalanan dari Sydney ke Melbourne 

Karena hanya 2 kota yang masuk dalam itinerary dalam perjalanan ke Australia kali membuat rasa penasaran seperti apa sih daerah pinggiran di antara kota Sydney dan Melbourne ini, dengan naik kereta api kita jadi ada sedikit bayangan dan jadi tahu ada kota yang namanya Waga Waga, The Rock, Wangaratta, Cootamundra dan tentunya melihat panorama alam ijo royo-royo sepanjang perjalanan dari kaca jendela kereta.

Sepanjang perjalanan dari kaca jendela kereta

Lucu-lucu banget nama kota yang kita lalui

Kualitas Kereta Api di Australia 

Pro : 
1. ) Tidak ada biaya tambahan jika membawa barang bawaan maksimal 20 kilo per penumpang. Dan disediakan loket khusus jika ingin menyimpan koper di dalam bagasi kereta, dengan catatan harus tiba 30 menit sebelum kereta berangkat, pelayanan ini gratis dan cukup membutuhkan. 
Saya melihat para pekerja di bagian ini adalah orang tua berusia pensiun namun masih mampu bekerja dengan cekatan dan teliti. Salut!
2. ) Tepat waktu
3. ) Toilet relatif bersih
4. ) Petugas yang sangat ramah dan siap membantu
5. ) Tersedia penjualan makanan hangat dan minuman sepanjang perjalanan dengan  harga yang reasonable
6. ) Reclining Seats

Cons :
1. ) Tidak ada wifi , colokkan listrik dan tidak ada signal dalam kereta


Stasiun Kereta

Stasiun kereta di tiap kota di dunia rasanya selalu memberikan esensi tambahan ketika kita traveling,  ada stasiun yang paling spektakuler, stasiun tua nan kuno, stasiun kereta tersibuk sampai ke stasiun kereta dengan arsitektur terbaik. Ketika bepergian kami selalu menyempatkan diri mendatangi stasiun dimana saat itu kami berada karena selalu saja ada hal unik di dalam stasiun kereta walaupun saat itu kami tidak perlu naik kereta api. Biasanya arsitektur lobi utama, kubah dan facade bangunan stasiun yang selalu mencuri perhatian.
Sydney Railway Station

Perbedaan Harga

Last but not least tentunya bicara mengenai harga, banyaknya penerbangan dengan low cost airlines JetStar yang menghubungkan Sydney ke Melbourne beberapa kali dalam sehari,  jika dibeli jauh-jauh hari kamu bisa mendapatkan harga tiket pesawat sekitar AUS 56 ditambah AUS 50 jika ingin membeli bagasi tambahan. Total dengan JetStar dari Sydney ke Melbourne adalah AUS 106.

Harga tiket kereta api kelas ekonomi promo adalah AUS 45 sudah termasuk fasilitas bagasi. 
Ada teman saya yang memilih naik kereta malam dari Sydney dan tiba di Melbourne pagi harinya sehingga hemat harga 1 malam penginapan. Tentunya semua tergantung gaya berlibur dan kebutuhan traveling mu.
 

* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme :  Rail Based Travel







Beberapa waktu lalu saya menghabiskan jam makan siang dengan mengunjungi smoothies bar di kota Antwerp yang baru saja buka, kebetulan semacam tempat yang sering saya datangi demi semangkuk kebahagiaan, the bowl of joy, karena isi smoothies yang tentunya bikin sehat. 
Dari beberapa menu yang ada, ada 1 menu yang namanya Bali Breeze, yang adalah campuran buah mangga, pisang, susu almond dengan topping granola, chia seeds dan potongan kelapa kering. Jika ada mangga dan kelapa biasanya memang identik dengan eksotis, saya pun kemudian tergugah untuk bertanya ke pemiliknya apakah dia sendiri sudah pernah ke Bali.  Ternyata jawabannya cukup menyenangkan " Aku lihat banyak foto indah mengenai Bali di Instagram, semoga suatu saat nanti saya bisa datang berkunjung, my top list! " begitu ujarnya.

Mungkin yang dia lihat adalah foto-foto dari para Instagrammers yang saya kenal, bisa jadi teman-teman saya, bisa jadi para anggota media trip yang sedang traveling ke Bali, ah bisa siapa saja. Social Media jika digunakan untuk kebaikkan memang akan menghasilkan kebaikkan, demikian juga sebaliknya. Siapa sangka foto-foto yang diunggah para Instagramers ini membuat minat banyak orang yang tinggalnya ribuan kilometer dan berhasrat untuk datang berkunjung ke destinasi foto tersebut. 

Diantara banyaknya Instagrammers yang menurut saya banyak memiliki foto menarik seputaran pariwisata Indonesia, berikut saya sampaikan beberapa favorit saya yang kebetulan juga adalah fellow bloggers. Disini mereka akan menampilkan satu foto favorit selama mereka traveling di Indonesia dan ada cerita apa di balik foto indah itu.

Simak terus dan semoga terinspirasi !

" Aku suka foto di atas karena bahagia sekali melihat taman bawah laut yang penuh dengan terumbu karang yang beragam dan sehat di Arborek, Raja Ampat. Kurangnya kesadaran para wisatawan yang menyentuh atau menginjak karang membuat kekayaaan bawah laut kita semakin berkurang.  Makanya foto ini jadi salah satu foto favorit saya sepanjang masa. "
Satya Winnie ⎟ InstagramTwitterWebsite


" Kalau ditanya dalam 24 jam paling suka waktu bagian mana ? Aku akan jawab pagi, karena pagi yang indah akan membawa mood yang happy di sepanjang hari. 
Ini adalah momen pagi favoritku dari semua perjalanan mengejar sunrise. Sebuah figur gambar sawah dengan matahari di tengahnya ini terlihat sangat familiar karena secara sadar atau tidak sadar kebanyakan orang sudah mengidolakan nya sejak kecil. Coba lihat buku gambar SD kalian :D "

Kadek Arini ⎟ Instagram TwitterWebsite

Ini adalah salah satu dari seri foto perjalanan kesukaan saya bersama suku Korowai, Papua. Diambil di tengah sungai yang membelah hutan Papua dalam perjalanan kami mengunjungi kerabat kedua lelaki suku Korowai ini. Secara geografis, saya tak bisa saya menyebutkan letak dengan tepat karena saya hanya mengekori Pak Haup dan Pak Halap. Kami berjalan menembus hutan, sungai, dan rawa selama dua jam dengan berjalan kaki. Kawan saya sempat iseng mengecek lokasi lewat GPS berbasis satelit. Informasi menunjukkan kami hampir mendekati perbatasan Papua New Guinea.

Keduanya mungkin segelintir dari suku Korowai yang memilih tetap tinggal di rumah pohon di tengah hutan daripada di kampung yang dibangun pemerintah. Selama 3 minggu tinggal di hutan bersama mereka, saya belajar banyak tentang mengambil yang secukupnya dari hutan yang merupakan rumah. 'Hutan memberi banyak tetapi kami tak membutuhkan banyak untuk hidup,' kata mereka. Inilah kearifan lokal dari suku Korowai yang membuat saya sangat menyukai Pak Haup dan Pak Halap. People do make places. Mungkin, keduanya pula yang membuat saya kerap rindu kepada Papua.
Windy Ariestanty Instagram TwitterWebsite



" One of our fave destinations in Indonesia: Flores. Alasannya: masih belum terlalu terjamah sehingga belum overcrowded dan suka dengan masyarakatnya yang santai dan ramah. 
This particular foto: Sunrise in Kelimutu. 
Kawah 3 warna yang sangat unik di dunia (warnanya bisa berubah-ubah tergantung kandungan mineral) dan moment sunrise selalu spektakuler karena sambil menunggu matahari terbit para pengunjung bisa mengobrol dengan penduduk lokal yang sengaja ikut naik ke puncak untuk berjualan kopi sehingga suasananya sangat hangat."

Susan Pergi Dulu ⎟ InstagramTwitterWebsite

" Surga yang terlupakan itu bernama Riung, sebuah lokasi di bagian utara Pulau Flores yang sempat menjadi "Bali"-nya Flores. Pepohonan yang tumbuh subur, orang-orang yang ramah, menemani Taman Laut 17 Pulau di sana. Sayang, akses jalan yang buruk, juga kendala infrastruktur dan energi kini membuat Riung terpuruk.
Sekarang, Riung jelas kalah pamor apabila disandingkan dengan Labuan Bajo yang merupakan titik keberangkatan sailing trip menuju Pulau Komodo dan sekitarnya, padahal terdapat desas-desus yang mengatakan bahwa Riung juga memiliki jenis komodonya sendiri." 

Muhammad Arif Rahman InstagramTwitterWebsite



" Ini waktu di masjid bawah tanah Taman Sari, Yogyakarta.
Yang membuatku ingin menggambar ini: karena pernah lihat video dan foto-foto mengenai masjid ini sebelumnya, dan menurutku bagus banget, serta cocok dengan seleraku dalam menggambar. 
Aku lagi suka menggambar bangunan, terutama yang unik dan oldies. Waktu mau gambar ini sebenarnya agak pesimis karena aku rada lemah dalam menggambar perspektif, sedangkan bangunan ini perspektifnya nggak umum. Tapi setelah kelar, aku merasa cukup puas dengan hasilnya, jadi senang banget. Nggak ada momen khusus waktu itu, cuma suka sama bentuk bangunannya aja. " 

Vira Indohoy ⎟ InstagramTwitterWebsite



Sunrise at Mount Ijen
" Salah satu foto favorit dan moment tak terlupakan karena ini pengalaman pertama mendaki gunung. Meski sempat mengalami sesak napas karena asma kambuh, but it was worth it! 
Saya tidak akan pernah lupa tarian Blue Fire yang menghipnotis dan cantiknya kawah Ijen yang membuat saya lupa bernapas. Indonesia is dangerously beautiful! "

Debbie Leksono ⎟ InstagramTwitterWebsite


" Foto ini diambil di desa Padukan, Yogyakarta. Walaupun jalanan di desa ini sudah diaspal dengan cantik, tapi pemandangan di sekitarnya masih dipenuhi dengan sawah-sawah hijau serta Gunung Merapi yang kadang nongol kalau sedang cerah. Jalanan yang sepi dipakai oleh para petani untuk mengeringkan berbagai hal seperti bulir-bulir ini. Sudah jarang banget lihat "kesederhanaan" yang seperti ini di kota Yogyakarta " 

Aggy ⎟ InstagramTwitter Website

Suatu pagi menanti matahari terbit di Dieng. Salah satu sunrise paling cantik yang pernah aku lihat dan tidak pernah membosankan.   


Noni Khairani ⎟ InstagramTwitter Website



* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by jalan2liburan, nyonyasepatu dan dewtraveller. Check our posts every Wednesday!

This week’s theme : Fav Instagrammers 
And dont forget to look the the other related posts about this theme on Noni's blog, she is writing about her favorite Instagrammers, curious who? :)
And at Aggy's blog about " Instagram is Where It's At! "








Disini masih tanggal 8 Januari 2017 pada saat saya menulis postingan ini, yang artinya tepat sebulan sejak ulang tahun pernikahan kami yang ke 9, rasanya tidak afdol tidak menceritakan mengenai apa saja yang kami lakukan di hari tersebut. Seperti wedding anniversary yang sudah-sudah, kali ini kamipun memutuskan merayakan milestone ini dengan traveling ke destinasi yang belum pernah kami datangi sebelumnya, oh well kadang-kadang prinsip ini terpaksa tergantikan dengan Bali sih, gini deh kalau udah kepancut sihirnya Pulau Dewata, destinasi apapun jika disandingkan dengan Bali suka berat milihnya. 

Namun karena selembar tiket konser Coldplay di Melbourne yang hanya jeda 2 hari dari ulang tahun pernikahan kami, menjadikan Australia sebagai pilihan akhir tempat merayakan ulang tahun pernikahan.
Bulan Agustus saya mulai mengurus visa Australia, bulan Oktober baru membeli tiket tujuan Sydney, dibeli di bulan Oktober karena masih maju mundur enakkan berangkatnya dari Bali aja atau langsung ke Sydney ya, tuh kan apapun pertimbangannya ujung-ujungnya Bali lagi Bali lagi. Anehnya kali ini pilihan Bali bisa saya lupakan (iya, biasanya yang ribet itu saya karena kepengen mudik juga, tapi pengen lihat destinasi lain juga) karena maskapai penerbangan China Southern yang akhirnya menjadi maskapai pilihan kita menawarkan waktu transit yang lumayan lama di 2 kota nya yaitu di Beijing dan Guangzhou. Pastinya bikin saya gak mikir dua kali lagi untuk langsung membeli tiket dari maskapai tersebut karena kami berdua belum pernah ke Beijing dan ini adalah kesempatannya. 

Singkat cerita, setelah membeli tiket tersebut, saya pun bergegas mengurus visa Cina supaya saya bisa keluar dari bandara dan menikmati waktu tersebut walaupun tidak bisa greedy ingin melihat semua, pilihannya adalah ikut tour langsung ke Great Wall atau tour sendiri dan santai saja mengeksplor Tiananmen Square, Forbidden City dan sekelilingnya. Karena perkiraan cuaca yang sudah memasuki musim dingin, pilihan ke Great Wall kami anggap tidak bijak, dan jadilah pilihan keduanya yang kami pilih. Cerita jalan-jalan ke Cina dalam waktu transit ini nanti saya share di postingan lainnya ya. 

Coastal Walk from Coogee Beach to Bondi Beach

Kembali ke cerita tanggal 8 Desember 2016, pagi itu kami memulai hari dengan sukacita seperti hari-hari lainnya, waktu rasanya berjalan cepat sampai di hari itu kami diberikan setahun lagi waktu kebersamaan dalam payung pernikahan. 
Sepanjang hari di tanggal 8 Desember 2016, cuaca di Sydney di perkirakan akan sangat panas dan full matahari, beda dengan hari-hari sebelumnya yang cenderung mendung dan agak semriwing, maklumlah kalau bulan Desember awal adalah akhir musim semi dan masih pancaroba memasuki musim panas. Dan mengikuti itinerary yang saya buat sebelumnya memang tepat di tanggal itu saya ingin melalukan coastal walk atau berjalan santai menyusuri pantai - pantai dan teluk terkenal di Sydney. Suami saya udah paling senang deh kalau saya memasukkan itinerary seperti tracking atau hiking ke dalam itinerary.


{ eh btw, Jalan2Liburan sekarang punya Youtube Channel lho, udah pernah lihat belum? Jangan lupa subscribe nya ya supaya gak ketinggalan video baru lainnya }

Karena alasan itu juga saya memilih AirBnB sebagai pilihan penginapan selama di Sydney, area yang saya pilih adalah area pantai Coogee, dengan perkiraan area pusat kota Sydney pasti akan sangat sibuk dan area pantai Bondi sepertinya akan ramai turis, jadilah dengan alasan ini saya memilih tinggal di Coogee. Pilihan yang cocok setelah kami tiba di Coogee dan menyadari bahwa area ini memang yang kami cari. 

( buka link ini ➜➜➜➜ www.airbnb.com/c/fjozephine ini jika kamu mau memesan AirBnB untuk pertama kali ya, karena kamu bakalan dapat diskon sekitar Rp. 260.000,- lumayan banget kan )

Pagi-pagi biasanya kami sudah duduk santai di kedai kopi memesan brunch menu dan kopi, kopi hitam untuknya dan latte untuk saya. Kedai kopi di Sydney rasanya tidak pernah mengecewakan deh, mulai dari pelayanannya, rasa kopi nya, dan brunch menu nya. 
Setelah kenyang dengan eggs benedict, kami pun memulai perjalanan santai 9 kilometer ini, seperti biasa suami saya yang tergila-gila dengan tanaman selalu menganalisa tanaman apa saja sepanjang perjalanan, apa nama latinnya, apa sejarahnya, darimana berasal tanaman tersebut. Tanaman untuknya adalah bagian dari DNA yang susah dipisahkan. 

Coastal walk dari Coogee ini melewati banyak teluk, seperti Gordons Bay yang merupakan salah satu area favorit saya jika ingin mantai, lalu area Clovelly Beach, lalu melewati juga makam tua Waverly Cemetery, Bronte Beach dan akhirnya sampai ke Bondi yang sangat terkenal itu. Trail sepanjang jalan sungguh rapi jali, siapa saja bisa berjalan kaki menyusuri bibir pantai ini, di beberapa spot ada papan berisi peta penunjuk arah dan juga disediakan kran air jika ingin mengisi botol air bawaan, semua sangat mengakomodasi.

Gordons Bay, my favourite stop during this coastal walk


Clovelly

Clovelly




Sampai di Bondi Beach dan santai sejenak di pantai kebanggaan orang Sydney itu, kami menghabiskan hari dengan makan di restoran Indonesia di city centre Sydney, mohon maklum ya agak sakau dengan makanan Indonesia setelah setahun tidak mudik, jadi plis dont judge ;-) 

So that's what happened in December 8th 2016, we traveled around 16.000 kilometers and even more as a gift from ourselves and to ourselves on our 9th wedding anniversary ❤


Happy Monday & Hope Life Treats You Well xxx


Jika membayangkan kota Melbourne, maka yang langsung ada di benak saya adalah seni grafiti dan tren kedai kopi di seantero kota ini. Jelas ketika akhirnya kami memutuskan untuk berlibur ke Sydney dan Melbourne di akhir tahun 2016 kemarin, maka agenda pertama yang ada di itinerary adalah mengunjungi sebanyak mungkin kedai kopi di Melbourne, kota yang saya yakini akan membuat saya jatuh cinta walaupun belum pernah kesana sebelumnya.
Ternyata pemikiran prematur saya itu memang benar ketika saya sampai di Melbourne, belum juga check out kami sudah membuat planning baru yaitu rencana mengunjungi kembali Melbourne dan tinggal dengan durasi lebih lama.

Melbourne itu seperti kota cantik Eropa yang terpisah dari benua asalnya, gang kecil yang kumuh disulap menjadi tempat nongkrong yang asyik, dinding-dinding diberi ijin untuk dihiasi dengan gambar-gambar, dan orang lokalnya selama kami disana tanpa diminta tolong tiba-tiba mendatangi kami dan bertanya apakah kami tersesat, such a sweet gesture.
Bicara mengenai tren ngopi-ngopi, kota ini memang biangnya sampai dianugerahi dengan sebutan The Capital of Coffee Culture Down Under, dan banyak barista dari kedai kopi Melbourne yang menjadi pemenang berbagai perlombaan barista tingkat dunia, ditambah dengan kota yang nyaman ini semacam perpaduan yang membuat Melbourne memang kota yang asik buat ngopi-ngopi.

Related Post :

Coffee Culture Trend in Melbourne


Kalau dilihat ke belakang sebenarnya Australia tidak pernah menjajah negara-negara penghasi kopi di Afrika seperti banyak negara Eropa sehingga trend ngopi di Eropa memang bukan trend baru. Australia memang bukan pemain lama di dunia perkopian, mereka mulai piawai membuat secangkir kopi yang enak itu sejak banyaknya imigran yang datang dari Italia dan Yunani ( Melbourne adalah rumah bagi  komunitas Yunani terbesar di dunia serta menjadi kota dengan penduduk yang berbahasa Yunani terbesar di luar Yunani ) dan menetap di Australia dengan membawa segambreng budaya yang mereka punya seperti kuliner dan budaya minum kopi. Sejak saat itulah orang Australia meninggalkan kopi instant dan beralih ke espresso, dan pada tahun 50an banyak tea room atau tempat nge-afternoon tea berubah menjadi kedai kopi.

Kedai kopi di Melbourne sendiri demi menjual suasana, membuat kedai mereka dengan beragam tema, ada yang seperti urban jungle, bohemian, white and clean seperti Nordic, apapun tema yang diusung tetap rasa kopi yang enak yang menjadi prioritas.

Banyak situs yang membuat daftar kedai kopi terbaik di Melbourne, dari banyaknya daftar tersebut, yang kerap kali muncul adalah : PatriciaThe League of Honest Coffee, Brother Baba Budan, Dukes Coffee Roasters, Marketlane, dan masih banyak lagi, so why dont you try!

Patricia - Marketlane - Brother Baba Budan


Dan untuk kamu mau serius belajar mengenai kopi saat traveling ke Melbourne, disana banyak sekali program tour yang dibuat orang lokal yang berpengalaman, ini salah satunya : http://walkmelbourne.com.au/tours/coffee-lovers-walk/ 



Hari-hari sepertinya lari marathon ya, baru kemarin tahun baruan dan sebentar lagi sudah harus ganti kalender, anggap saja ini pertanda bahagia, amin :) 
Melihat ke belakang dan apa yang kami lakukan selama tahun 2016 masih banyak wish list yang masih harus di postponed, ini yang namanya manusia berencana tapi Tuhan juga yang menentukan, walaupun demikian we are so grateful for a safe travels this year.


1 Januari 2016 : 

Kami awali dengan mengunjungi negara tetangga, Belanda, tepatnya kota Maastricht, salah satu kota favorit saya di Belanda karena banyaknya pengaruh banyak budaya di satu kota karena berbatasan langsung dengan Belgia dan Jerman.

Maastricht, Netherland


Awal Februari 2016 :  

Menunggu-nunggu salju yang juga tidak hadir di kota kami tinggal, maka demi melihat salju kami mengunjungi dataran tertinggi di Belgia yaitu Botrange.

Botrange - the highest point of Belgium, good spot for some snows

 

Mid Februari 2016 : 

Di ulang tahun saya di bulan ini, saya ingin dihadiahi dengan mengunjungi kota Colmar di Prancis, selain Colmar kami juga mengunjungi beberapa kota yang dilewati seperti Champagne, Vittel, De Tendon, Gerardmer dan lainnya.

Colmar France

Gerardmer

De Tendon



Akhir Februari 2016 : 

Kembali kami melipir ke negara tetangga, ada spot turis terkenal di Belanda yang belum pernah saya kunjungi dan membuat penasaran yaitu Zaanse Schans, kampung tradisional ala Belanda dengan windmollen yang masih terjaga sempurna.

Zaanse Schans Netherland

April 2016 :

Melihat ladang tulip di Keukenhof sudah biasa, yang menjadi impian saya adalah melihat ladang-ladang lainnya di sekitaran Den Haag seperti Den Helder. Ketika Keukenhof ramai dikunjungi turis, justru ladang alami inilah yang saya ingin lihat. Cant wait to see it again next spring.

Tulip fields at Den Helder


Mei 2016 : 

Cuaca kembali menghangat, musim semi kembali hadir saatnya jalan-jalan lagi setelah 2 bulan hanya beredar di negara sendiri.
Selain mengunjungi Belanda lagi karena musim tulip disana, kami juga terbang ke Croatia, tepatnya ke Propinsi Istria.

Istria Province, Croatia

Rovijn, Croatia

Rovijn, Croatia


Juni 2016 : 

Traveling to Iran
Walaupun bulan Ramadan dan puasa, namun keinginan mengunjungi Iran terlalu besar untuk ditunda lagi, kebetulan tahun ini jatah suami saya yang memilih destinasi favoritnya untuk dikunjungi, setiap tahunnya kami memiliki jatah ingin mendahulukan destinasi yang mana.
Di Iran kami jalan-jalan ke beberapa kota besar disana, mulai dari Tehran, Shiraz dan Persepolis, Yazd, Esfahan, Kashan, Nathan, dan Abyaneh.

Shiraz Iran
 
Persepolis, Iran


Juni 2016 - Juli 2016 : 

Traveling to Southern France
Usai liburan ke Iran, hanya berselang 2 hari untuk mengganti packing, membersihkan rumah dan urusan rumah tangga, kami kembali berada di jalan melakukan road trip ke Prancis Selatan selama 9 hari.


Monasque, France

Marseille, France

Iran and Southern France kinda dress code :p

Valensole for lavender fields, Southern France


Agustus 2016 :

Musim panas biasanya saya lebih menyukai berada di Belgia, jika ada leisure time biasanya digunakan waktunya untuk hopping on off beaches di Prancis Utara atau di Scheveningen Den Haag Belanda, ini yang namanya the perks of living in Europe ya.

Scheveningen Beach, Den Haag, Netherland

Calais, France


September 2016 : 

The good thing of having Belgium as our recent home tentunya harus digunakan sebaik-baiknya untuk mengekplor negara ini sebaik mungkin, masih banyak hidden gem yang harus dikunjungi.

Belgium


December 2016 : 

Traveling to Beijing, Sydney and Melbourne
Biasanya bulan ini kami berada di Bali untuk liburan akhir tahun, makanya setelah tahu Coldplay akan manggung di Melbourne langsung beli tiket konsernya karena mikirnya ah bisa terbang dari Denpasar langsung ke Melbourne.
Setelah dipikir-pikir lagi, wah sayang juga kalau tidak ke Sydney juga karena kebetulan kita belum pernah ke kedua kota ini, jadilah liburan akhir tahun ke Bali terpaksa diundur, dan digantikan dengan Sydney dan Melbourne yang menjadi hadiah ulang tahun pernikahan kami yang ke 9.

Melbourne, Australia

Sydney Australia


Ada Beijing di daftar kunjungan karena kebetulan maskapai yang kami gunakan akan transit lama di Beijing, jadilah saya pikir why not go out and play? Walaupun hanya teaser di Beijing karena terbatasnya waktu namun kami cukup bahagia berada di Beijing dalam cuaca dingin namun langit biru, hal yang jarang terjadi di Beijing sebagai kota paling polusi.

Beijing, China



Kurang lebih begitulah rekap perjalanan kami di tahun 2016 yang sebentar lagi berlalu.

Mengenai wish list untuk tahun 2017, selain semoga kesehatan dan rejeki yang melimpah, ada beberapa nama destinasi yang ingin kami kunjungi, sepertinya kami ingin mengujungi negara pecahan ex Soviet lainnya juga beberapa destinasi yang masih dalam angan-angan, mudik ke Indonesia juga ada di dalam wacana. Semoga dilancarkan semuanya.

Bagaimana dengan kalian? Ingin kemana di tahun 2017?
Cerita di kolom komen ya!








Keriaan Brussels' Christmas Market

Tahun 2016 akan segera berakhir dan temperatur cuaca di kota Brussels pun semakin dingin, namun kemeriahan dan kehangatan karena berkumpul bersama kawan dan keluarga sambil menikmati makanan yang hanya hadir musim dingin menjadi alasan tersendiri mengapa Christmas Market atau Pasar Natal kerap menjadi acara ritual tahunan yang ditunggu-tunggu.


Sejarahnya, tradisi pasar Natal dimulai di tahun 1300-an di seluruh daratan yang berbahasa Jerman, di mana sebelum Natal para pengrajin, pemahat, pembuat keranjang, pembuat mainan kayu, pembuat kue dan roti mendapatkan ijin untuk membuka gerai untuk menjual hasil kerajinan dan produksi mereka. Kebiasaan ini terus berlanjut setiap tahun yang akhirnya menjadikan tradisi sebelum Natal hampir di seluruh kota besar di Eropa.


Pasar Natal di kota Brussels dipusatkan di alun-alun kota, gedung bursa efek Brussels dan sekitarnya dengan menampilkan pohon natal raksasa yang tahun ini khusus diimport dari Slovakia dan merupakan hadiah dari pemerintah negara Slovakia.
Di bawah pohon natal ada keterangan mengenai bagaimana cara membawa pohon setinggi 22 meter ini sejauh 1400 km dari 'rumah"nya. Pohon cemara dari spesies abies grandis ini memiliki diameter sebesar 55 cm dan berusia 35 tahun.

Dan, yang paling saya suka setiap Christmas Market di Brussels adalah setiap setengah jam sekali pengunjung akan dimanjakan dengan atraksi lampu dan musik yang menyinari gedung-gedung tua bergaya Gothic dan Baroque di sekeliling alun-alun yang juga dianugerahi sebagai Situs Warisan Budaya oleh UNESCO sejak tahun 1998. Asli deh seru banget, bisa dilihat di vlog ini ya liputannya, dan jangan lupa subscribe disini : https://goo.gl/OZStOl 





Biasanya setiap orang jika bepergian pasti menyiapkan banyak ritual supaya liburannya semakin mengasyikkan, salah satunya adalah mengatisipasi mati gaya ketika harus menunggu, seperti misalnya menunggu di bandara saat boarding, atau sekedar bersantai di pinggir pantai.
Membawa koleksi buku yang akan dibaca atau menyiapkan koleksi musik sih biasanya yang saya siapkan sebelum bepergian dalam waktu lama.

Related posts : 


Kalau untuk musik telah beberapa tahun ini saya register di Spotify, akun nya sengaja kita share untuk berdua dan begitu juga playlistnya, maklumlah kita berdua termasuk music freaks dan paling malas nge download musik dari sumber yang nggak jelas karena kualitasnya biasanya nggak bagus juga dan ya tentunya itu kan itu illegal ya :-)
                                                 
( Ini koleksi lounge music yang saya suka ! )

Seminggu sebelum keberangkatan saya melihat lagi koleksi musik yang saya punya, lagu yang sudah bosan biasanya saya hapus dan ganti dengan lagu yang lagi saya suka. Kalau suami saya malah playlistnya kadang disesuaikan dengan destinasi, misalnya waktu ke Armenia, ya ada lagu tradisional Armenia di playlistnya dia.

Akhir-akhir ini saya lagi suka banget suara penyanyi pria yang khas, saya jadiin satu di playlist ini ya:
 
                                                

Saat postingan ini tayang, kita berdua masih berlibur di Australia, karena hanya city trips & beaches hopping ke Sydney dan Melbourne saja, koleksi lagu juga saya sesuaikan juga karena sepertinya kita akan banyak menghabiskan banyak waktu ngepantai.
Bonus perjalanan ke Australia ini adalah kita berdua bakal nonton konser Coldplay di Melbourne, jadi tentunya ada playlist lagu-lagu yang bakal dinyanyiin Coldplay dong ya.
                                             

Bagaimana dengan kamu? Apa yang biasa disiapkan ketika traveling, apakah membawa buku favorit atau menyiapkan musik? ☺




Saat saya menulis ini cuaca sedang minus 3, lumayan banget bikin muka kenceng, padahal hitungannya masih musim gugur lho ( ini scheduled post yang ditulis bulan November, but in fact hari ini kalau sesuai rencana saya sedang berlibur di Sydney yang panas :-)

Sebenarnya saya malas banget ngebayangin musim dingin itu, maklum deh badan tropis gini kan ya tapi ya nggak ada pilihan juga selain menikmatinya karena kalau nggak ada musim dingin bakal nggak ada juga musim kesukaan saya sepanjang masa, musim semi dan musim panas :)
Beberapa teman saya dari Indonesia malah memilih berlibur ketika musim dingin, menurut mereka ya kapan lagi ngerasain cuaca ekstrem yang berbeda banget sama di Indonesia, bonusnya ya ngareup salju lah ya.
Musim dingin itu walaupun nggak seramai kegiatan dan keriaan di musim panas, tapi tetap selalu ada aktifitas juga sih yang mengakomodasi orang supaya tetap menikmati musim ini, jadi bukannya seperti kota mati juga, well itu mungkin kalau tinggal di Siberia kali ya, tapi di negara yang saya tinggalin sih tetap aja ramai dengan program-program seru selama musim dingin. 



Winter Sports

Ketika musim dingin sekolah-sekolah punya jadwal winter holiday, orang-orang kantor pun menikmati cuti mereka di musim ini, biasanya saat bulan Januari atau Februari dimana di beberapa area pegunungan ( biasanya Pegunungan Alpen karena yang terdekat dan dipastikan ada salju ) dan melakukan berbagai olahraga musim dingin, seperti ice skating, ice sledding, skiing, atau sekedar membuat snowman.
Negara seperti Swiss dan Austria biasanya ramai dikunjungi, dan jangan heran jika bisa macet parah ketika memasuki perbatasan negara Swiss.



Chrismas Market

Namanya aja pasar Natal tapi aktifitas ini lumayan ditunggu-tunggu oleh banyak orang tanpa mengenal latar belakang agama atau ras, semua orang ngumpul di area pasar Natal yang biasanya diadakan di kota-kota besar. Banyaknya kedai makanan dan minuman, kedai penjual mainan, kerajinan tangan, sampai pergelaran musik hidup dan juga lighting show. Christmas Market hadir mulai sebulan sebelum Natal dan selesai sampai sekitar akhir pekan pertama di bulan Januari.
Jadi kalau berkeinginan melakukan perjalanan saat bulan November sampai awal Januari, pastikan destinasi yang kamu tuju ada pasar Natalnya, karena ini merupakan bagian kultur dan budaya setempat.



Hopping On Off Coffee Shops

Biasanya kalau musim dingin gitu, orang lebih senang melakukan akftitas di dalam ruangan, kalau musim panas baru deh ramai-ramai piknik, tapi kalau cuaca dingin ya orang biasanya lebih memilih ngobrol atau hang out di dalam ruangan dan biasanya kedai kopi bisa ramai banget nih.
Mengetahui bahwa budaya ngopi-ngopi semakin lama semakin ngetrend banget, para penggiat usaha cafe pun menyadari untuk lebih menjual suasana, tema cafe semakin beragam dan jadi asyik untuk didatangi. Mulai cafe shop dengan tema interior urban jungle, Nordic yang simplicity, Bohemian, perpustakaan, salon, wah macam-macam deh tema yang ada, so why not do the hopping on off around coffee shops sambil menghangatkan badan menikmati minuman hangat khas musim dingin yang banyak divariasi dengan kayu manis dan cengkeh itu.

Dog Sledding

Jika ada aktifitas yang saya ingin lakukan banget saat musim dingin dan belum kesampaian sampai sekarang adalah melakukan petualangan dog sledding di Nordic atau Russia.
Apa sih dog sledding? Itu tuh kereta yang ditarik oleh segerombolan anjing husky, naik turun bukit bersalju tebal selama sejam atau lebih. Pastinya menjadi kegiatan yang tidak akan dilupakan.

Dog Sleeding via

Staycation di dalam Iglo

Staycation di iglo bisa banget juga menjadi pilihan ketika musim dingin tiba, arahkan destinasi liburan kamu ke Finlandia karena disana ada iglo hotel dari kaca, pastinya ok banget staycation di properti seperti ini. Karena letaknya sudah sangat ke utara, dari dalam iglo kita juga bisa menikmati aurora borealis menari-nari di langit jika beruntung.

Igloos Hotel in Finland via


Setelah memikirkan aktifitas seru di musim dingin ini, saya pikir-pikir musim dingin itu bisa juga menjadi sangat menyenangkan ya :-)