Setiap perjalanan yang kami lakukan berawal dari mimpi, jadi jangan main-main dengan kekuatannya. Mimpi akan jadi sekedar mimpi jika tidak diwujudkan, banyak pengorbanan tapi tidak sampai makan korban, yang terpenting menempatkan traveling di skala prioritas tinggi tanpa melupakan kebutuhan primer lainnya. 

Saya mau cerita mengenai impian mengunjungi kembali Prancis Selatan, memang bukan yang pertama namun sayangnya kunjungan pertama tidak bisa dinikmati maksimum karena keterbatasan waktu, jika semesta berkenan rasanya ingin kembali di musim panas mendatang. 

Berikut impian yang ingin dilihat ketika tiba di Prancis Selatan nanti : 


1. ) Ladang Lavender di Valensole 
Sengaja diletakkan di daftar pertama karena memang ini impian terbesar saya mengungi kembali Prancis Selatan saat musim panas yaitu melihat ladang bunga lavender tercantik di dunia, dimana lagi kalau bukan di Aix-en-Provence. 
Dari beberapa buku panduan dan foto-foto yang beredar di Instagram dan Flickr, banyak foto cantik yang diambil di kota Valensole dan juga di sekitaran Sénanque Abbey, you know gambar ladang bunga Lavender dengan latar belakang monastery tua. 

sunflowers and lavender in Southern France ⎟ via


Ladang Lavender di Valensole ⎟ via


Jika beruntung di saat yang bersamaan juga pas dengan musim bunga matahari, anggap saja menjadi bonus.



2. ) Gorges Du Verdon
Ngarai Du Verdon disebut-sebut sebagai ngarai tercantik di Eropa, kalau kata Lonely Planet sih jaw-dropping drama bakalan kalau lihat ngarai ini, dan dianggap sebagai Grand Canyon nya orang Prancis.

Gorges du Verdon ⎟ via



3. ) Kota Parfum Dunia di Grasse
Saya tahu nama kota Grasse karena liputan acara traveling di liputan TV lokal, presenter nya mengunjungi salah satu pabrik parfum tertua disana dan bahkan belajar membuat parfum sendiri, since then I know it I have to be there. 
Grasse dideskripsikan sebagai kota terharum di dunia dengan status ibukota parfum dunia, rumah dari puluhan merek parfum dunia, bahkan bunga-bunga yang menjadi bahan dasar pembuatan parfum Chanel N°5 juga ditanam dan dipanen dari kota ini.

Panen bunga rose di kota Grasse ⎟ via


4. ) Arènes: The Ancient Roman Amphitheater di Nimes
Minggu lalu kami baru kembali jalan-jalan dari Istria Peninsula di Kroasia, salah satu highlight perjalanan kami adalah mengunjungi The Arena di kota Pula. 
The Arena adalah amphitheater seperti Colosseum di Roma sana, sebuah peninggalan bersejarah berupa arena gladiator bertarung sampai mati. 
Kami berdua kebetulan suka sekali dengan sejarah Romawi kuno dan rasanya tidak berlebihan jika ingin mengunjungi amphitheater yang tersebar kebanyakkan di benua Eropa dan Timur Tengah. 

Di Nimes, Prancis Selatan, mereka pun memiliki peninggalan the Roman Amphitheater ini, dibuat dari abad 1 dan masih preserved, sering digunakan untuk konser-konser dan acara lainnya.

Roman Amphitearter in Nimes ⎟ via


5. ) Enjoy The Sun at Côte d'Azur
Last but for sure not the least karena sepertinya dari rute Prancis Selatan ini justru akan kita habiskan banyak waktu untuk menikmati matahari di Côte d'Azur, berenang di laut Mediterania, makan siang di Cannes, strolling around Nice, naik kapal ke Pulau Îles d'Hyères, oh la la hopefully my dream will come true :-)

Côte d'Azur ⎟ via


Sebenarnya masih banyak sekali sih destinasi impian di Prancis Selatan, tapi simak dulu ya cerita impian milik Noni NyonyaSepatu yang ingin sekali napak tilas perjalanan AADC2 ke Jogjakarta.

Lalu ada juga Aggy dari Dream Explore Wander tentang apa aja sih destinasi impiannya ! 

Jangan lupa baca karena siapa tahu kalian akan terinspirasi dengan destinasi impian mereka ☺

* * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check our posts every Wednesday!
This week's theme: Dream Destination





Pengalaman Terbang dengan Garuda Indonesia dari dan ke Amsterdam Jakarta Nonstop


Dari banyaknya maskapai yang melayani penerbangan ke Jakarta dari Brussels atau Amsterdam yang adalah dua bandara yang terdekat dengan tempat tinggal saya, maka yang bikin penasaran adalah tentunya terbang dengan maskapai milik tanah air yaitu Garuda Indonesia.
Garuda Indonesia yang sempat vakum beberapa tahun karena larangan terbang ke ranah Eropa akhirnya kembali beroperasi kembali sejak tahun 2010.

Garuda Indonesia dari Amsterdam Schiphol tujuan Jakarta Nonstop


Kembalinya maskapai ini terbang ke benua Eropa untuk saya dan keluarga adalah kebanggaan luar biasa, kami adalah keluarga besar Garuda Indonesia dimana salah satu almarhum kakak saya berdinas hampir 20 tahun di maskapai ini, sempat ditugaskan juga di Garuda Indonesia cabang Belanda dan bergabung dengan team sukses peluncuran kembali rute Jakarta - Amsterdam. 
Banyak cerita dan update darinya mengenai bagaimana dan kapan kiranya Garuda kembali masuk Eropa. Perjalanan dinasnya ke Amsterdam, London, Milan dan Brussels adalah sedikit dari banyaknya perjalanan yang ia lakukan sebagai bagian dari kewajiban dinas. 
Sampai akhirnya tahun 2010 Garuda kembali diijinkan kembali masuk Eropa, sayang kakak saya keburu dipanggil olehNya pada pertengahan tahun 2008. 

Mungkin ini salah satu alasan mengapa saya harus menunggu 5 tahun sampai akhirnya saya memesan tiket mudik ke Jakarta dengan menggunakan maskapai ini, rasa bangga sepertinya harus terkalahkan dengan rasa sedih karena rasa kehilangan yang tidak kunjung hilang. 

Ok enough with the sentimental reason, let s we talk further mengenai pengalaman terbang dengan Garuda Indonesia dari dan ke Amsterdam Jakarta nonstop. Wait, hold on?  Nonstop? You mean like no transit? Yup betul banget, jadi saya sengaja memang memilih jam dan hari penerbangan dari Amsterdam ke Jakarta tanpa transit , total 14 jam tanpa harus transit di Abu Dhabi atau Kuala Lumpur, 2 destinasi yang sering dijadikan transit airport oleh kebanyakan maskapai yang terbang dari kota-kota di Eropa dengan tujuan Jakarta. 

PRO
1. ) Nyaman dan Cepat
Banyak yang mengira kalau duduk di pesawat nonstop seperti yang kami lakukan bersama Garuda dari Amsterdam ke Jakarta itu sangat melelahkan, namun kami berdua merasakan rute nonstop seperti ini justru sangat nyaman. 
Transit dan proses tetek bengeknya bisa justru lebih melelahkan lho. Semakin cepat terbang, semakit cepat juga tiba di Jakarta ! Yaay, hallo nasi Padang ! :)

2. ) Makanan Indonesia yang Sangat Lezat
Nah kalau mengenai makanan sih saya selalu suka dengan menu dan rasa makanan yang disajikan oleh Garuda. 
Sebagai penumpang pesawat yang biasanya baru bisa pulang ke Indonesia setahun sekali, rasanya penyajian makanan khas Indonesia itu sangat menyenangkan dan membangkitkan rasa nostalgia.
Sedangkan untuk para penumpang warga negara lain, mereka pun bisa memulai petualangan kuliner Indonesia mereka dimulai dari atas pesawat.

Penerbangan yang nyaman dan cepat


3. ) Wifi Cepat
Walaupun dari jatah 24 jam koneksi wifi yang pesan hanya saya gunakan beberapa jam saja, bisa saya katakan bahwa koneksi wifi di atas pesawat Garuda adalah cepat. 
Koneksi wifi ini berbayar, seingat saya sekitar US$ 25 unlimited data selama 24 jam, ya not bad lah saya bisa ngobrol lama di Skype dengan keluarga saya di California, dan sesekali ngintip sosial media :-)  

Wifi berbayar pada maskapai Garuda Indonesia dengan koneksi cepat

Wifi berbayar pada maskapai Garuda Indonesia dengan koneksi cepat


4. ) Pelayanan Cabin Crew yang Sangat Ramah 
Alasan lain mengapa saya selalu memilih Garuda ketika bepergian di domestik adalah pelayanan cabin crew nya yang top notch. Ini yang membedakan Garuda dengan maskapai lainnya di Indonesia, keramahan dan atensi para pramugara/i nya terasa dengan tulus. Demikian juga dengan penerbangan jarak jauh ini, mereka sangat perhatian dan selalu ramah.

5. ) 9 Deret Kursi Pada Kelas Ekonomi 
Untuk penumpang seperti kita yang perginya berdua ini lumayan penting sih karena berarti kita bisa memilih duduk berdua tanpa ada penumpang lain.


CONS

1.) Entertainment on Board → Not That Great
Ada pro dan biasanya ada cons nya juga ya, walaupun kekurangan penerbangan Garuda Indonesia Amsterdam - Jakarta pp ini sebenarnya bukan kekurangan yang fatal, dan bisa dibilang tergantung selera sih, seperti pilihan entertainment yang disediakan, rasanya film yang dipasang termasuk koleksi film lama.

2. ) Snack Choices →  Limited
Terlepas dari menu makanan yang saya rasa enak, sayangnya pilihan snack yang diberikan kurang bervariasi, apalagi untuk penerbangan nonstop jarak jauh, saya berharap ada ice cream atau instant noodle, sayang tidak ada.

3. ) Harga Tiket → Lebih Mahal
Harga tiket Garuda jika dibandingkan dengan maskapai lain seperti Turkish Air, Qatar bahkan Cathay Pacific lumayan di atas maskapai-maskapai ini. Beda nya juga lumayan mencolok, bisa kurang lebih €200 perbedaan harga tiket nya per kepala. 

4. ) Tidak Bisa Membeli Bagasi Tambahan
Jatah bagasi yang diberikan adalah 30 kg per orang, saya rasa termasuk sangat generous. Namun terpaksa saya masukkan ke dalam daftar cons karena penumpang tidak bisa membeli extra luggage seperti yang ditawarkan maskapai lain. 
Let s say KLM deh, dari jatah bagasi yang diberikan, penumpang masih bisa membeli bagasi lagi dengan tambahan biaya yang tidak mahal yaitu 20 kg / koper seharga US$ 80 jika membeli online. 

Saat pulang dari Jakarta menuju Amsterdam, bagasi saya membengkak extra 6 kg dan dikenakan charge Rp.800.000,- oleh Garuda Indonesia.

Terlepas dari kekurangan yang sebenarnya bukan masalah besar, tentunya Garuda Indonesia dengan rute Amsterdam - Jakarta pp nonstop tanpa transit ini menjadi salah satu penerbangan favorit kami.



-May 20th-
Happy Birthday in heaven, Ber!
a lot of stories to share with you, we missed you a tons!







Lahir di negara yang belum melek mengenai pentingnya asuransi diri membuat saya terkadang jadi orang yang cuek dan tidak perdulian perihal asuransi perjalanan, apalagi ya kalau dipikir-pikir hanya digunakan saat traveling itu berlangsung. 

Sampai akhirnya seperti terpaksa membeli asuransi perjalanan untuk memenuhi beberapa kali persyaratan pembuatan visa Schengen tujuan Jerman dan visa Swiss yang saat itu masih harus diurus terpisah di kedutaan Swiss.

Membeli premi asuransi perjalanan artinya mengeluarkan ekstra dana untuk asuransi individual sebesar kurang lebih US$ 30 an melalui salah satu agen asuransi, saat itu mengurus asuransi perjalanan tidak dimudahkan dengan sistem apply online seperti sekarang, melainkan masih sangat manual yaitu menghubungi agen, melakukan pembayaran lalu dikirimkan polis nya. Polis inilah yang nantinya harus diserahkan saat pengurusan visa Schengen atau visa negara lainnya yang mengharuskan applicant menyerahkan polis asuransi perjalanan.


Form Aplikasi Online Pembelian Premi Asuransi untuk Perjalanan ke Negara Schengen

Takdir tidak bisa ditolak ketika suatu hari dalam perjalanan mengunjungi Berlin saya terpaksa mengunjungi dokter karena saya merasakan benjolan pada dada kanan saya, tidak sakit tapi cukup menganggu,  saya pikir tidak ada salahnya saya cek di dokter spesialis mumpung saya ada di Jerman. 
Kunjungan ke dokter spesialis sebanyak 2 kali itu salah satunya adalah pengecekkan darah di laboratorium, mammography screening dan perawatan lainnya, saya tidak diperkenankan meninggalkan Jerman sampai dokter tersebut memperoleh hasil kesehatan saya. 
Total pembayaran dokter spesialis, labo dan perawatan lainnya merogoh kocek saya hampir 15 kali lipat dari premi asuransi yang saya bayarkan ke perusahaan asuransi. Saat itu saya pikir ah sudahlah jika tidak dibayarkan kembali, anggap saja saya berobat demi kepentingan sendiri. 

Ternyata saat dokter menyerahkan hasil kesehatan saya tersebut, ia bertanya apakah saya perlu dibuatkan surat keterangan untuk kepentingan reimburse asuransi saya, menurutnya asuransi perjalanan sedianya membayarkan kembali dalam bentuk reimbursement semua dana yang saya keluarkan tersebut. 

Sepulang ke Jakarta, saya menghubungi agent asuransi tempat saya membeli premi guna menanyakan proses reimbursement asuransi perjalanan dari negara Schengen, ia meminta semua tagihan, surat keterangan dari dokter dan formulir yang harus diisi mengenai kronologis kejadian. 
Lalu 2 hari kemudian ada staff asuransi yang menelpon guna mengkonfirmasikan inquiry saya tersebut, pengalaman ini semuanya sangat dimudahkan karena kurang dari 2 minggu semua pengeluaran saya dikembalikan langsung ke rekening. 

Pengalaman pertama meminta reimbursement asuransi perjalanan yang berjalan lancar ini tentunya membuat saya tidak berpikir dua kali lagi untuk mengasuransikan diri, bukan hanya biaya rumah sakit jika mendadak kita sakit tapi juga banyak keuntungan lainnya seperti jika pesawat kita delay, koper hilang, kecelakaan dan lainnya.


Bagaimana dengan kamu? Ada cerita menarik juga seputaran asuransi perjalanan? apakah menurutmu asuransi perjalanan itu penting?

Selanjutnya sila baca postingan Noni Nyonya Sepatu disini mengenai pengalamannya berobat ke kota Penang.

Dan Aggy dari Dream Explore Wander menuliskan mengenai apa yang harus disiapkan jika mesti melakukan medical trip.
Baca disini ya!

                       
                                                                                 * * *


                                                                        
#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.

Check our posts every Wednesday!
This week's theme: Medical Trip & Travel Insurance


Pengalaman Menggunakan Grab Car di Bali

Karena di negara saya tinggal pilihan taxi online seperti UBER tidak diijinkan oleh pemerintah setempat, maka saat berada di Indonesia selama sebulan saya manfaatkan betul jasa UBER dan Grab Car sebagai sarana transportasi di Jakarta dan Bali, 2 kota yang saya kunjungi dengan durasi lumayan lama. 

Saya mau cerita mengenai pengalaman menggunakan kedua taxi online ini untuk pertama kalinya, kedua aplikasi taxi online itu saya download dari smartphone lalu pemesanan perdana adalah saat saya check out dari Le Meridien Jimbaran, Bali menuju area Candi Dasa, Bali Timur. 

Saya coba pertama kali melalui UBER, walaupun banyak terlihat supir UBER di area Le Meridien Jimbaran, tapi tidak satupun supir yang menanggapi panggilan saya. Menunggu 10 menit akhirnya saya batalkan dan saya pindah ke aplikasi Grab Car, dan dari lokasi yang tidak jauh alias mereka banyak berada di area lobi hotel, baru beberapa detik langsung ada supir yang mengambil orderan saya ini. Dan benar saja, si supir ternyata memang menunggu calon tamu mereka di lobi hotel. Jadilah ini pertama kali pengalaman saya menggunakan Grab Car di Bali. 

Sambil menunggu di lobi, beberapa orang menghampiri saya yang ternyata mereka adalah para supir UBER, 'mbak ya yang tadi pesan ke Candi Dasa?' begitu tanya mereka, lalu mereka pun menjelaskan kalau bisa memilih, mereka lebih suka mengantar ke area yang tidak terlalu jauh, ih nyebelin amat ya, padahal bukannya ada peraturan ketat dari pihak perusahaan kalau supir wajib mengambil orderan ? Ah entahlah!
Rate Grab Car dari Jimbaran ke Candi Dasa sekitar Rp. 90.000,- an untuk jarak 63 kilometer yang biasa ditempuh kurang lebih satu jam setengah tanpa macet, sangat good bargain kan? 

Setelah beberapa hari di Candi Dasa, saya berencana kembali lagi menginap di area Seminyak, urusan pemesanan taxi online baik UBER dan Grab Car di pinggiran Bali tidak mudah karena tidak banyak supir di area tersebut,  akhirnya kembali lagi saya menggunakan cara manual yaitu dengan sewa mobil yang hanya drop off saja. Saya dikenakan biaya Rp 150.000 untuk rute tersebut which I still consider ok.

Untuk saya pribadi menggunakan jasa UBER dan Grab Car saat berlibur di Bali bisa sangat menguntungkan dibandingkan menyewa mobil harian dengan supir. Menyewa mobil di Bali bisa menguntungkan jika saya ingin bepergian ke beberapa tempat dalam satu hari, hemat waktu juga apalagi kalau pergi nya jarak jauh. 

Lalu bagaimana jika ingin menggunakan layanan taxi online ini dari bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar? Tahu sendiri kan taxi service di Bali Airport itu meh sekali ! Bisa diakali dengan keluar sedikit dari area plataran depan bandara, lalu order deh melalui Grab Car atau UBER, hemat segala-galanya ! 

Ah jadi rindu Bali deh :-)


Legenda Patung Manneken Pis ⎟via


' Apa, cuman patung sekecil gini? '
' Alamak, jauh-jauh nyampai Brussels, patung Manneken Pis nya segini doang? '

Ayo ada gak yang pernah komen seperti ini saat kunjungan ke Brussels? Kadang kita sering lupa, it s all about the journey and not about the destination. Perjalanan yang menibakan Anda ke Brussels lah  yang mestinya dijadikan penghargaan untuk diri sendiri dan bukan ikon suatu kota, wong menara Eiffel yang menawan saja masih ada saja yang tidak puas. 

Manneken Pis ( little man pee ) terletak di antara perempatan Rue de Chene dan Rue de l'Etuve, tidak jauh dari alun-alun kota Brussels, dibuat oleh pematung Duquesnoy dan sudah ada disana sejak 397 tahun yang lalu lho, patung yang terbuat dari perunggu ini menggambarkan anak kecil laki yang sedang pipis, maka dari itu diberi nama Manneken Pis dan mereka yang berbahasa Prancis menyebut patung ini dengan sebutan Le Petit Julie.

Patung yang 'hah cuman segini, so like they said' ini sebelumnya dibuat dari batu dan diletakkan pertama kali sejak tahun 1388 namun karena hilang dicuri akhirnya diganti dengan yang terbuat dari perunggu seberat 17 kg yang sampai sekarang bisa dilihat di Brussels.

Seperti halnya dengan cerita rakyat yang banyak diceritakan dari mulut ke mulut di Indonesia, di Eropa juga banyak sekali legenda nya, termasuk legenda dari Manneken Pis ini. Jika dilihat dari tahun dibuatnya patung ini pertama kali, legenda nya sendiri secara logis bisa dibilang telah berusia lebih dari 628 tahun. Gimana? Masih mau bilang ' hah, segini aja? '

Manneken Pis yang dipakaikan outfit tententu mengikuti euphoria ⎟ via

Banyak legenda yang beredar menceritakan bagaimana Manneken Pis ini sepopuler sekarang, yang pertama adalah kisah mengenai anak kecil lelaki bangsawan yang hilang di tengah kota, sang ibu yang panik meminta walikota setempat untuk mengerahkan seluruh rakyat untuk mencari anak ini, sampai kemudian anak laki tersebut ditemukan sedang pipis di ujung jalan dimana Manneken Pis itu sekarang berada. 
Cerita dari versi pertama berkembang dari benang merah yang sama, cerita berubah menjadi seorang turis kehilangan anak laki mereka saat berada di Brussels, lalu berkat pertolongan rakyat setempat anak tersebut kembali diketemukan, sebagai ucapan terima kasih si ayah memberikan patung Manneken Pis.

Versi kedua yang juga tidak kalah populer adalah konon pada abad 14, Brussel dikepung oleh kekuatan asing, entah kekuatan apa namanya juga legenda.
Musuh berupaya menghancurkan Brussels dengan peledak, namun ada seorang anak kecil bernama Julien yang sedang memata-matai musuh Brussels ini melihat peledak itu, lalu ia pun mengencingi sumbu bom sehingga Brussels selamat dari ledakkan bom.

Lagi-lagi versi kedua ini berkembang menjadi legenda yang lebih panjang lagi detilnya, yaitu pada tahun 1142 ada terjadi peperangan antar kerajaan yaitu Kerajaan Leuven dan Grimbergen.
Pasukan di bawa pimpinan Duke Godfrey III dari Leuven melawan pasukan Raja Berthouts dari Grimbergen.
Pasukan dari Leuven membawa seorang anak kecil di dalam keranjang lalu menggantungkannya di sebuah pohon untuk menyemangati mereka yang sedang bertempur, akhir cerita anak kecil tersebut mengencingi Pasukan Berthouts hingga akhirnya mereka kalah.

Namanya juga legenda kadang ceritanya cocok hanya sebatas dibuat tertawa karena tidak masuk akal, tapi untuk rakyat lokal legenda adalah suatu kenangan yang mendalam akan budaya, identitas dan tradisi yang pernah atau masih mereka anut.

                                                                                
Karena Manneken Pis menjadi salah satu spot yang didatangi wisatawan, maka Manneken Pis sering menggunakan kostum mengikuti euphoria atau festival yang sedang berlangsung, ya semacam daya tarik tambahan,  seperti pada 17 Agustus 2009 yang lalu, Manneken Pis dipakaikan pakaian adat Lampung oleh KBRI Brussels, bisa dibilang ini salah satu momentum bersejarah bagi KBRI karena baru pertama kali hal ini terjadi. 
Selain itu Mannekin Pis kadang dipakaikan pakaian Santa Claus jika Natal akan tiba dan event-event seru lainnya. 

Manneken Pis tidak hanya milik Brussels semata, beberapa kota di dunia juga mereproduksi patung kecil ini, salah satunya adalah di Jepang, berlokasi di stasiun kereta Hamamatsucho, Tokyo, tepatnya di antara platform 3 dan 4.
Selain di Jepang, reproduksi patung Manneken Pis terlihat juga di Pulau Fyn di Denmark dan Colmar Prancis.

Manneken Pis dengan pakaian tradisional dari Lampung menyambut 17 Agustusan ⎟ via

 
 
Bagaimana dengan kamu? Punya kisah legenda mengenai suatu ikon destinasi tertentu? Share dong di kolom komen. 

Sementara itu, ikuti juga kisah legenda mengenai Patung Mermaid di Warsaw Polandia yang ditulis oleh Aggy Dream Explore Wander , baca disini ya! 

Dan Legenda Puteri Hijau di Medan yang ditulis Noni Nyonya Sepatu, baca disini cerita nya yang pastinya gak kalah menarik.

 * * *

#CeritaJalanAsik is a weekly travel theme where we share our travel stories based on a certain theme by Jalan2Liburan, Nyonya Sepatu and Dream Explore Wander.
Check our posts every Wednesday!
This week's theme: Legends and Myths

Ladang Tulip di Desa-Desa Belanda


Target saya musim semi dan panas ini adalah menikmati sebanyak mungkin ladang bunga di beberapa kota. Kalau bunga sakura ya sudahlah saat ini baru bisa dinikmatinya di taman dekat rumah, diikuti dengan hutan yang dipenuhi bunga bluebells, lalu ladang bunga tulip, bunga poppy, lalu bunga matahari dan lavender. Yang terakhir ladangnya agak sedikit jauh sih mesti ke Prancis Selatan, semoga travel plan nya tidak banyak perubahan. 


Karena musim bunga tulip sudah hampir selesai, maka saat long weekend kemarin saya sempatkan menyusuri desa-desa di Belanda, there s no way saya mau ke Keukenhof lagi, kalau gak salah ingat saya sudah pernah ke Keukenhof 4 kali dan sungguh membosankan dengan setting yang terlalu artificial, dan ramainya itu sungguh menggila ya Keukehof ini lama-lama apalagi kalau cuaca pas lagi bagus. Mau foto dengan latar belakang sepi susah sekali, lalu lalang turis selalu ada di frame foto, pfiuhhh.
Tapi memang sih kalau untuk turis ke Keukenhof itu pastinya lebih mudah karena banyak transportasi umum yang langsung menuju sampai ke pintu masuk taman Keukenhof, kalau mau menyusuri desa demi ladang tulip mau gak mau mereka harus naik sepeda ( yang bisa disewa di stasiun Lisse misalnya ), atau sewa mobil sendiri muter-muter keliling cari ladang tulip. 

Setelah melihat beberapa peta regio di Belanda yang memungkinkan masih banyak tulip, kami putuskan melihatnya di sekitaran desa Lisse saja. Lisse ini lokasi dimana taman Keukenhof berada.  Ternyata oh ternyata para petani di Lisse rata-rata menutup akses masuk ke dalam ladang mereka, sebel juga sih tapi sepertinya alasan mereka tepat, bisa dipastikan ladang mereka rusak jika aksesnya dibiarkan terbuka karena bus-bus berisi turis bisa-bisa menggila disana, pose sana sini, jalan tanpa melihat trail dan bisa merusak bunga tulip mereka. 



 




Akhirnya kami perlahan menyusuri desa sekitar Lisse seperti Sassenheim dan Noordwijk, dan syukurlah banyak sekali ladang tulip terbuka yang bisa dilihat dari dekat, tentunya tetap dengan tanggung jawab ya, untuk tidak merusak tulip yang sedang mekar-mekarnya itu. 
Tulip biasanya mekar selama 3 mingguan, tentunya akan lebih cepat rontok jika cuaca buruk seperti karena hujan terus menerus, angin dan badai. 





Note : 
Seperti yang saya tulis di atas jika ingin melihat ladang tulip, hindarilah Keukenhof at any cost , penyewaan sepeda di stasiun kereta Lisse adalah €10 per sepeda dan nikmati menyusuri desa desa di Belanda Selatan dengan panorama ladang tulip yang jauh lebih ok daripada Keukenhof. 
Info pemesanan sepeda selanjutnya bisa klik link ini.
 

 

Desa Kuno Khas Belanda di Zaanse Schans


Negeri Belanda bisa dibilang banyak membangkitkan banyak nostalgia untuk saya dan keluarga, saya pertama kali mengunjungi negara ini di akhir tahun 80an dan beberapa kali kemudian setelahnya. Banyak handai taulan yang tinggal di negara ini salah satu alasan saya kerap kali berkunjung kesana bersama orang tua. 
Di negara ini juga ayah saya dimakamkan, kakak saya tahunan bertugas di maskapai Garuda Indonesia di Amsterdam, dan kakak yang lain dan keluarganya yang juga tinggal di negara ini. Jadi rasanya tidak berlebihan jika mengatakan bahwa Belanda memberi banyak kenangan. 

Zaanse Schans


Percintaan dan jodoh kembali membuat saya tinggal bersebelahan dengan Belanda sehingga frekuensi saya mengunjungi negeri ini kembali tidak terhitung, mulai dari belanja makanan khas Indonesia, jumpa keluarga dan teman sampai playing tourist ke tempat yang belum pernah saya kunjungi. 


Jika ditanya 3 hal spot wisata di Amsterdam dan sekitarnya yang akan langsung didatangi para wisatawan Indonesia, mungkin bisa saya jawab ketiga hal tersebut adalah: Volendam,  Zaanse Schans dan Red District, ya ditambah ekstra satu spot lagi deh : Sex Museum. 
Entah ada apa dengan para wisatawan ini, penasarannya kok sama selangkangan semua sih, red district yang adalah area prostitusi legal di Amsterdam dan juga Sex Museum yang ada di Damrak, yah mungkin dulu pas pelajaran Biologi sering madol kali ya :)

Zaanse Schans


Seperti yang saya bilang diatas sampai saat ini Belanda sendiri banyak spot yang sebenarnya belum pernah saya datangi, salah satunya adalah Zaanse Schans, memang sungguh memalukan karena Zaanse Schans selalu jadi spot pertama dalam itinerary, oh well better late than never jadilah saya pun mengunjungi wisata ini di hari-hari terakhir musim dingin yang lalu. 

rumah-rumah penduduk khas Belanda di Zaanse Schans

Kincir Angin di Zaanse Schans


Zaanse Schans seperti open museum yang menggambarkan suasana desa asli Belanda dulu kala, ada 8 kincir angin besar yang masih beroperasi ( dulunya sampai ada 600 kincir angin lho ) dan bisa kita lihat masuk bagaimana di dalamnya, beberapa rumah berdesign interior kuno khas Belanda, dan berbagai macam museum, seperti museum pembuatan klompen, coklat, keju, herbs yang diambil saat masa koloni dan tentunya toko-toko suvenir. 

Museum pembuatan klompen di Zaanse Schans



NOTE :
Berapa harga tiket masuk ke Zaanse Schans ? 
Masuk ke area nya adalah gratis, tapi jika kamu ingin melihat masuk ke dalam kincir angin baru deh dikenakan tiket, tapi tidak mahal kok, sekitar €5 per orang dewasanya.


Bagaimana mengunjungi Zaanse Schans dari Amsterdam? 
Ada beberapa sarana transportasi seperti taxi, bus dan kereta. 
Bus : Dari belakang gedung stasiun Amsterdam Central, ada bus jurusan Zaandam no 391, biasanya di dalam bus ada monitor petunjuk arah dan akan tertulis kapan tiba di Zaanse Schans.

Kereta : Dari stasiun Amsterdam Central, naik kereta jurusan ZaanseKoog-Zaandijk, lalu lanjutkan berjalan kaki sekitar 15 menitan melewati desa Zaanse Schans.

Kalau malas jalan kaki ya enakkan naik bus sih ya karena berhenti pas di depan  Zaanse Schans nya. 
 


Menyiasati saat lenggang tapi rasanya ingin traveling, biasanya sih saya sering banget main ke situs nya AirBnb, tinggal klik destinasi yang ingin dituju maka tibalah kita ke banyak pilihan properti yang cantik-cantik banget untuk diinapi, ya anggap saja traveling from the sofa :-)

Walaupun tidak ada rencana ke Bandung, tapi kali ini saya iseng melihat beberapa pilihan koleksi AirBnB yang ada di kota bunga ini, memang ya dasar orang Bandung itu tidak pernah kehabisan ide menjual suasana, interior yang diciptakan dibuat secantik mungkin, rasanya langsung ingin pack & go.
Dari beberapa pilihan AirBnB di Bandung yang memiliki review baik dari tamu - tamu terdahulunya, berikut 5 AirBnB di Bandung dengan rate di bawah Rp.500.000,- per malam nya. Cekido, siapa tahu ada yang nyantol untuk liburan di akhir pekan nanti ! 

Bright & Open Space
Sungguh naksir melihat foto-foto rumah milik pasangan Adi & Debbie ini deh, cantik rupa dan cantik harga. 
I defo will stay here once I have a plan to visit Bandung. 
Link untuk pemesanan AirBnB : disini

Keknya nama Cottonwood Bed & Breakfast bukan nama yang asing lagi untuk para pencinta Bandung, beberapa kali saya melihat para blogger yang memberikan review sangat baik untuk properti ini. 
Dari deskripsinya Cottonwood memiliki 9 kamar dengan tema berbeda tiap kamarnya. 
Pemesanan Cottonwood selain bisa dilakukan di website mereka, bisa juga melalui AirBnB di link ini
 

Froufrou House
3 kamar yang disewakan oleh Wida & Pandu cocok untuk weekend getaway bareng keluarga atau sahabat, pilihan pastel dan putih mendominasi interior properti mereka.  'Very chic, comfty and nice' kata salah satu tamu yang pernah  menginap di Froufrou House ini. 
Pemesanan Froufrou House bisa dilihat di link ini


Palagan Joglo
Properti cantik tidak melulu yang modern, shabby chic, industrial dan sejenisnya, tema ethnik Jawa juga akan selalu mendapatkan hati, seperti halnya Palagan Joglo ini. 
Tertarik ? Bisa dilihat di link ini ya untuk pemesanan.




Rhapsodic
Terletak di jantung kota Bandung, dekat dengan atraksi wisata belanja dan kuliner, Rhapsodic bisa dijadikan pilihan. Taman mungil yang terawat bisa dipakai tamu menikmati afternoon tea mereka. 
Saya suka sekali dengan design bed cover dan wall paper yang dipilih Sendra si pemilik AirBnB ini. 
Dan you know what? Per malam hanya kurang dari Rp.300.000,- saja lho. 
Rhapsodic bisa dipesan melalui link AirBnB ini.





I believe I'm not exaggerating to tell that the phenomenon of spring is absolutely beyond words, season that I always waiting for. From a long sleep, all the plants are back awake, alive and kicking.

Only 2 weeks ( April ) in a year, if you are around Belgium at that time dont missed the opportunity to experience the fairy tale garden full with blue flowers, smells like heaven. 
Located in Hallerbos ( bos is forest in Flemish & Halle is the name of the city ), around 20 km south of Brussels centre.
This original forest was decimated during the First World War but a major replanting that took place between 1930-1950 Hallerbos survived and has been thriving ever since. 






Hallerbos is a perfect location for a walk all year around, some people even use this forest as a birthday venue for their children, but special in April ten of thousands of bluebells ( wild hyacinths ) are in bloom in its prettiest moment, the blue carpet cover most of the part of the forest and make it a magical place ever.
This is one of the place on earth that you have to see yourself because there is no way one can capture the beauty of the forest.





Note: 
Hallerbos is open for public, free entrance. 
You can check this website http://www.hallerbos.be/en/bloom-bluebells/ , every day there is an update about the bluebells ( and other flowers ) and its blossom season.

Saya dan suami masing-masing memiliki tanggung jawab bersama mewujudkan perjalanan yang menyenangkan, kebetulan karena waktu yang lebih fleksibel yang saya miliki, saya lebih cenderung menjadi orang yang sibuk memikirkan operasional selama perjalanan itu akan berlangsung, mulai dari menyiapkan dokumen, persiapan visa jika memang diperlukan, dan yang paling penting adalah mencari dan menentukan penginapan selama kita traveling.

Saya tipikal pejalan yang tidak perduli dengan tiket kelas apa saat terbang dengan pesawat, tapi pemilihan hotel yang nyaman dan bagus itu sangat penting, cause we believe that behind a great adventures, there is a good night sleep.
Pencariaan penginapan ini sengaja saya pilih dari jauh-jauh hari, I m so choosy about this matter dan saya tidak berkeberatan menghabiskan waktu mencari penginapan yang sesuai. Hal yang terpenting adalah mendapatkan penginapan yang menawarkan rate bersaing tapi tetap mengutamakan kenyamanan.
Kalau ditanya penginapan jenis apa yang biasa saya pilih, biasanya saya memilih hotel yang memiliki tema seru kayak misalnya hotel bekas penjara atau biara, tema yang otentik seperti ini biasanya akan langsung mencuri perhatian, hotel-hotel yang berada di bawah chain hotel tertentu dan villa-villa romantis juga biasanya akan jadi pertimbangan. 



Dunia teknologi yang makin maju seperti sekarang ini tentunya persiapan traveling tidak perlu repot lagi karena semua bisa dilakukan melalui genggaman jari, browsing-browsing dan seleksi hotel di antara online travel agency sudah gampang aja dilakukan kan ya, alasan inilah yang membuat saya tiba di situs Mister Aladin.

#1 Eyecatching
Terus terang pertama kali tahu nama situs ini adalah karena namanya yang eye catching banget, rasa penasaran selanjutnya menyampaikan saya ke halaman pertama situs ini yang ternyata mudah banget penggunaannya, dan tentunya feature yang ditawarkan menarik.

#2 Features Pilihan Mood
Pilihan features yang ada di situs Mister Aladin membuat seleksi pilihan menjadi sangat memudahkan.
Ada features pilihan mood yang dapat disesuaikan dengan pilihan hotel yang kita ingin inapi, mau pilihan budget tinggal klik, mau yang hip karena bakalan traveling bareng bff tinggal klik, family getaway , weekend getaway sampai pilihan villa di Bali di  bawah 1 juta, seru banget kan, feel like Mister Aladin can read our mind ya gak sih?
Berencana ke luar negeri kayak ke London? Jangan sedih, salah satu feature pilihan mood juga ada luxury hotels of the world.

#3 Easy peasy
Yup! Ngeklik ini itu di situs Mister Aladin itu gampang banget dan pilihan warna nya benar-benar nyaman untuk berlama-lama browsing di situs ini. Biasanya situs yang kerajinan nongolin pop up window atau iklan di side bar kiri dan kanan membuat saya tidak betah berlama-lama.
Karena easy peasy tampilan dan feature yang tersedia, membuat proses pemesanan hotel jadi super mudah. Gak percaya? Cekidot : 

Pilihan mood ingin nyantai di properti villa mewah di Bali

Seleksi properti mewah dengan harga yang telah didiskon, bisa dibandingin dengan toko sebelah deh kalau Mister Aladin menawarkan rate yang saling bersaing, no hidden cost pula, yang kamu lihat, itulah yang kamu bayar.


Yaay..ada villa favorit aku! Booking ah...

Tinggal memasukkan tanggal kapan kita akan check in dan kapan akan check out, lengkap difasilitasikan dengan peta, hal penting untuk kamu yang belum tahu dimana area properti tersebut berada.



Setelah cek sekali lagi bahwa tanggal nya benar, bisa kita lanjutkan ke pembayaran.

Tibalah kita di halaman pembayaran, ada banyak pilihan bank dan kartu kredit, bahkan ada juga pilihan cicilan 0% lho.

Selesai deh pemesanan hotel berlibur kita di Bali nanti.

Gimana, tertarik kan memesan penginapan untuk travel plan kalian berikutnya, mumpung hari gajian nih. Tapi ya walaupun gaji baru diterima, bukan berarti kamu harus boros pengeluaran juga sih ya. Makanya, jaga situasi rekening kamu dengan booking hotel di Mister Aladin, mumpung lagi ada promo Hotel Fair!

Jika sebelumnya kamu bisa menikmati harga hemat untuk memesan kamar hotel secara online di Mister Aladin, sekarang kamu bahkan bisa mendapatkan harga yang jauh lebih hemat lagi selama 7 hari. Mulai dari tanggal 25 April sampai 1 Mei 2016, kamu bisa menikmati diskon hingga 75% untuk SEMUA hotel di Indonesia, Australia, Singapura, Malaysia, Vietnam, China, Jepang, Thailand, dan London yang bisa kamu temukan di www.misteraladin.com

Menariknya lagi, kamu bisa memesan kamar di hotel impian sebelum kehabisan dan melakukan pembayaran belakangan. Dengan program cicilan 0% yang dimiliki oleh Mister Aladin, kamu dapat mencicil pembayaran untuk pemesanan hotel selama 3 bulan.
Jadi, kamu tidak perlu takut menghabiskan gaji kamu sekaligus hanya untuk pergi liburan, dan isi rekening kamu tetap terjaga sampai gajian berikutnya.

Untuk informasi lebih lanjut, follow Facebook , Instagram , dan Twitter atau kunjungi www.misteraladin.com.

- Happy traveling ! -