MALTA - The Artful Escape

By 2:08 PM ,







Malta adalah salah satu dari negara kecil di Eropa yang letaknya berbatasan dengan laut Mediterania, sebelah selatan Sicily, Italia dan sekitar 200 kilometer dari pantai benua Afrika.
Nama Malta memang nyaris tak terdengar, paket tour yang kerap ditawarkan oleh jasa agent perjalanan hampir tidak pernah mencantumkan nama Malta di dalam daftar paket berlibur ke Eropa sehingga kalah pamor jika dibandingkan dengan negara tetangganya Italia atau Yunani. Ibarat kecil-kecil cabai rawit, negara dengan luas 316 km2 ini justru tidak kalah dengan negara Eropa lainnya, Malta sangatlah cantik menawan, menawarkan banyak potensi wisata alam, dan kultur budaya Malta yang merupakan perpaduan Arab dan Eropa menjadikan negara ini memiliki eksotisme nya tersendiri.
Tidak ada istilah kapan waktu terbaik untuk mengunjungi Malta, sepanjang tahun negara ini memiliki cuaca yang bersahabat, bahkan saat musim dingin pun cuaca hanya berkisaran di angka 10-15 derajat celsius, tak heran jika wisatawan negara Eropa lainnya memilih berlibur di Malta pada saat musim dingin tiba.






Wisatawan yang ingin berkeliling menikmati kota Malta sangat dimudahkan dalam hal trasportasi, banyak pilihan jasa kendaraan yang tersedia, mulai dari jasa sewa mobil, bis umum ataupun bis tourist hop on off. Untuk jasa sewa mobil, tarif paling murah yang ditawarkan yaitu 25 Euro/hari, tarif tergantung dari kendaraan apa yang Anda pilih, hanya pastikan saja bahwa Anda memiliki SIM Internasional yang berlaku dan Anda tentunya harus cakap mengendarai kendaraan dengan setir sebelah kiri.
Selain sewa mobil, tersedia juga jasa bis tour hop on off, untuk Anda yang ingin hemat waktu dan ingin menikmati highlights negara Malta dengan nyaman, bis jenis ini bisa menjadi pilihan. Per orang dikenakan biaya tiket sebesar €15/hari. Bis yang beroperasi setiap hari dari jam 9 pagi sampai dengan jam 3 sore ini, akan mengelilingi sejumlah titik wisata, dimana di setiap titik tersebut para penumpang dapat turun dan kemudian kembali menaikki bis tersebut kembali untuk melanjutkan perjalanan.

Selain rent a car dan hop on off bus, jasa transportasi lainnya yang nyaman di kantong adalah bis kota, transportasi darat yang satu ini memiliki jaringan luas dan menjangkau seluruh daerah, tiket bisa dibeli untuk rute per hari atau per 5 hari atau perminggu disesuaikan dengan kebutuhan pemakaian. Bis kota berbadan warna kuning ini serupa metro mini di Jakarta, bis nya pun kadang tua, hanya saja bedanya di Malta semua angkutan umum diwajibkan untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di halte yang tersedia dan tepat waktu sesuai timetable nya. Seperti halnya double decker yang menjadi icon negara Inggris, bis kota warna kuning inipun menjadi salah satu simbol kebanggaan negara Malta, hampir di setiap toko suvenir terlihat bentuk miniaturnya ataupun dalam bentuk gambar di postcard.


Sebagian besar wisatawan terlihat memilih untuk mengeksploitasi Malta dengan menggunakan bis ini, dan tujuan pertama yang selalu menjadi favorite para pengunjung Malta adalah Mdina dan Rabat. Terdengar Arabic? Benar sekali! Kultur bangsa Arab di Malta dalam sisi linguistik memang sangat kental sampai sekarang, nama jalan-jalan pun masih menggunakan kosakata bahasa Arab, hal ini disebabkan karena bangsa Arab sempat memerintah negara ini selama 220 tahun sebelum akhirnya dikoloni oleh bangsa

Inggris dan beberapa bangsa Eropa lainnya.


Mdina & Rabat


Mdina adalah kota tua yang dahulunya merupakan ibukota Malta sebelum akhirnya pindah ke Valleta, posisinya yang terletak di bukit tertinggi Malta memudahkan mengawasi dan menjaga negara dari serangan bangsa lainnya. Kota tua bukti sejarah ini sangatlah sunyi, tak heran disebut sebagai 'silent city', ideal bagi siapa pun yang ingin hidup tenang, sejauh mata memandang kota ini hanya diramaikan oleh turis, dan sekali kali lewat pastur dan para biarawati sang penghuni kota, kendaraanpun dilarang melewati area Mdina karena jalan yang sempit dan berbelok menyulitkan kendaraan itu sendiri dan mengganggu pejalan kaki.



Adalah Katedral St Paulus yang merupakan icon kota ini, gereja cantik nan megah ini dibangun pada tahun 1697-1702 untuk menggantikan katedral Norman yang telah hancur akibat gempa.
Di Mdina, Anda akan puas berbelanja suvenir khas Malta, berbagai macam magnet, gelas, postcard dan kaos-kaos bertuliskan 'I heart Malta' siap untuk dibeli sebagai buah tangan saat Anda kembali ke tanah air nantinya.
Tenunan renda atau lace juga kerap banyak terlihat dijual di toko-toko suvenir, berbagai macam model mulai dari gaun, taplak meja, sarung bantal, semua serba renda buatan tangan yang membutuhkan waktu dalam pembuatannya, tak heran jika semakin besar bentuknya dan semakin rumit model renda tersebut, maka harga yang ditawarkan juga akan semakin mahal. Seni merenda ini menjadi salah satu kebudayaan Malta sejak abad 16 silam, ditekuni secara turun temurun sampai sekarang.



Rabat terletak hanya kurang lebih 300 meter dari gerbang masuk Mdina, dapat dikelilingi dengan jalan kaki, susurilah setiap belokkan jalan dan bercengkramalah dengan penduduk setempat , ucapkanlah kalimat sebatas 'buongiorno, como esta?' (baca: “selamat pagi , apa kabar”) sebagai ice breaker jika Anda ingin berinteraksi, dipastikan mereka akan tersenyum hangat dan merespons teguran Anda.


Kesederhanaan penduduk Malta terlihat dengan jelas dari cara berpakaian mereka sehari-hari, berbeda jauh dari yang biasa terlihat di kota besar Eropa lainnya, sebut saja seperti di Brussels, Paris atau Roma yang terlihat lebih modis dan fashionista, but they are beautiful as they are, wajah prianya tampan dan wanitanya cantik, perpaduan ras Arab dan Italia merupakan satu paket sempurna yang menarik perhatian. Sentuhan interior dan arsitektur bangunannya pun juga tak kalah cantiknya, warna daun pintu rumah rata-rata di cat dengan warna merah terang atau biru menyala, taman depan rumah dan balkon ditanami berbagai jenis bunga dan tanaman rambat, menjadikannya satu paket estetika yang indah.
Pengetuk pintu atau door knockers yang menghiasi depan pintu rumah penduduk juga terlihat unik dengan beraneka ragam bentuk dan warna, mulai dari gambar ikan, naga, bunga dan lainnya, adapun 'pengetuk pintu' tersebut memiliki makna dan arti yang disesuaikan dengan kepribadian pemiliknya.









The Culinary
Mengunjungi suatu negara tanpa menikmati cita rasa kuliner khas negara tersebut rasanya tidak syah.
Adalah stuffat-tal-fenek atau semur daging kelinci yang merupakan salah satu menu klasik asli asal Malta, daging kelinci tersebut dimasak dengan bumbu khas Mediteranian, red wine, pasta tomat dan minyak olive sampai empuk dan kemudian disajikan dengan potongan kentang panggang.
Restoran-restoran di Malta saling bersaing dalam menawarkan suasana nyaman demi didatangi oleh para pengunjungnya, banyak kapal di tepi laut yang disulap menjadi restoran yang romantis, hal tersebut dikarenakan prinsip orang Malta yang menyebutkan bahwa urusan makan bukan hanya untuk kelangsungan hidup tapi juga sebagai ajang keramahtamahan antar sesama. Sepertinya istilah jawa “mangan ora mangan asal kumpul” berlaku juga di Malta.


Have Fun Go Mad in Malta
Untuk para wisatawan yang masih ingin menghabiskan malamnya, jangan kuatir, pilihan untuk menikmati night life di Malta bisa menjadi pilihan, ibarat Seminyak di Bali, area St Jullien ini adalah lokasi gaul Malta, bukan hanya banyak ditemukan cafe, lounge dan bar tapi juga sederetan hotel berbintang, shopping centre dan butik dari merek papan atas dunia berada di area ini.
Jika malam tiba, St Jullien seperti layaknya mini Ibiza, musik berdentum dari masing-masing tempat hiburan yang sekaligus menawarkan happy hour atau potongan harga untuk setiap pembelian beer atau coctail. Terlebih pada saat musim panas, dimana sinar matahari akan terus bersinar sampai pukul jam 22:30 malam.

Berada di Malta, hubungan dengan dunia luar tak akan terputus, senantiasa Anda dapat meng update kepada keluarga dan teman-teman di tanah air mengenai apa saja yang Anda lakukan selama di Malta, fasilitas wifi gratis tersedia dimana-mana, bahkan di pelabuhan ferry pun, tak heran jika Malta dianugerahi penghargaan e-government terbaik dari Komisi Eropa mengalahkan negara saingan lainnya seperti Swiss dan Islandia, so untuk Anda yang berjiwa narsis yang mengutamakan keeksisan, mengunggah foto ke media sosial tentu tidak menjadi masalah :)


Gozo & Surrounding
Puas berkeliling kota Malta, tujuan selanjutnya adalah Pulau Gozo, Gozo adalah pulau terbesar kedua setelah Malta , dimana pulau ketiga terbesarnya adalah bernama Comino. Jarak tempuh dari Malta menuju Gozo singkat saja, hanya 30 menit menggunakan kapal ferry dari pelabuhan di Malta.

Gozo dan Comino menawarkan pantai-pantai yang indah, paradise for beach & watersport lovers, rasakan sensasi berenang dan sunbathing di laut mediteranian yang bewarna biru turqouise itu. Restoran dan toko suvenir dengan sangat mudah ditemukan di 2 pulau ini dan banyak pilihan hotel yang siap mengakomodasikan kebutuhan para turis.
Bukan hanya pantai-pantai menawan yang dapat dinikmati di Gozo, untuk Anda pencinta bangunan bersejarah, Gozo memiliki situs purbakalan yaitu Ggantija Temple yang merupakan warisan dunia UNESCO. Bangunan candi tertua di dunia ini berusia lebih dari 5800 tahun , bahkan lebih tua dari bangunan

Stonehenge di Inggris dan The Great Pyramids di Mesir . Menurut legenda kuno yang beredar, konon candi ini dibangun dalam waktu satu hari satu malam oleh raksasa wanita bernama Sunsuna sambil menyusui bayi. Ggantica sendiri berarti Goa raksasa dalam bahasa Malta.





Details of Boxes

Bahasa nasional resmi : Maltese (perpaduan arabic dan italian) dan Inggris.

Mata uang Malta : Euro €

Visa : untuk pemegang paspor RI, visa Malta termasuk dalam visa schengen,dimana harus diurus sebelum keberangkatan. Hubungi kedutaan Malta untuk persyaratan dan ketentuannya.

Code telephone : +356

How to get there :
1.) Garuda Indonesia
Jakarta-Amsterdam dan dilanjutkan dengan Malta Air atau penerbangan Eropa 
Lainnya dengan tujuan Malta
2.) Alitalia
Jakarta-Roma-Malta
3.) Ryan Air
Ryan Air adalah maskapai low budget yang juga melayani penerbangan ke
Malta dari beberapa kota besar di Eropa.

Where to sleep :
1.) Radisson Blu Hotel
St george bay, st jullians
Telp : +356 2137 4984
Www.radisson.com.mt

2.) The Marina Hotel
Tigne seafront,Sliema
Telp : +356 21336461
Www.themarinahotelsliema.com

3.) Hostel Malti (backpackers)
41Birkirkara Hill, St. Jullians






You Might Also Like

0 comments

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan