Postcard from The Enchanting Budapest

By 11:51 PM , ,






I ll be back” itulah gumam saya dalam hati saat hari terakhir harus meninggalkan kota Budapest. Sebegitunya indah dan memukaunya kota ini, sama persis seperti review-review di guide book yang saya baca sebelum keberangkatan saya kala itu. Yang mengatakan Paris adalah kota romantis di dunia, pasti belumlah menginjaki kaki di Budapest, sepertinya opini saya ini tak bisa disalahkan, tahukan Anda bahwa Budapest juga disebut sebagai Paris dari Timur?
Budapest yang merupakan ibukota negara Hungaria adalah gabungan dari dua wilayah kota yang dibatasi oleh sungai Danube yaitu kota Buda dan kota Pest.

Sangat mudah menentukan mana yang Buda dan mana yang Pest, Buda terletak di dataran lebih tinggi 500 meter di atas permukaan laut, sementara Pest terletak di dataran lebih rendah, dulunya adalah kawasan pemukiman penduduk di tepi sungai. Tahun 1838, sebuah banjir besar menghancurkan sebagian besar wilayah Pest. Kejadian tragis ini menjadi salah satu sebab dipercepatnya pembangunan jembatan antara kedua wilayah yang tidak seimbang itu.
Walaupun demikian penggabungan kedua wilayah ini tetap tidak dapat menghapus karakter asli dari Buda maupun Pest. Ah, satu hal, orang Hungaria tidak menyebut negara mereka Hungaria atau Hungary, nama negara mereka dalam bahasa aslinya adalah "Magyar Koztarsasag", entah apa itu artinya dan kenapa bisa jauh sekali berbeda dengan pengucapan Hungary.

Walaupun banyak paket city tour yang ditawarkan untuk para wisatawan, namun cara terbaik untuk mengelilingi kota Budapest adalah dengan berjalan kaki sehingga setiap belokkan bersejarah dapat dinikmati dengan maksimal, di salah satu alun-alun kecil di Vorosmarty Ter tersedia beberapa walking tour group yang gratis dimana para tour guide nya adalah anak muda asli Budapest yang dengan antusiasnya ingin memperkenalkan kota kebangaan mereka ini. Tour gratis ini biasa dimulai jam 10 pagi dan 3 sore, jenis tour yang bisa dipilih adalah General Tour yang meliputi kota Buda dan Pest, Communist Tour dan Jewish Tour, setiap programnya tour ini berlangsung 2 – 2,5 jam bersama dengan wisatawan-wisatawan lainnya. Jika Anda puas dengan apa yang ditawarkan, maka sedianya berikan tips untuk para guide muda ini. Dan untuk Anda pencinta Adrenaline tinggi, rent-a-bicycle pastinya bisa menjadi alternatif pilihan.




BUDA
The Landmark of Luxury

Sangat mudah menentukan mana yang Buda dan mana yang Pest. Buda, terletaknya 500 meter di atas permukaan laut, sejak dulu didominasi oleh bangunan-bangunan istana, benteng atau gereja yang indah. Di sini juga menjadi tempat pemukiman favorit orang-orang berduit Hungaria. Maklum saja, dengan letaknya yang lebih tinggi, maka warga Buda bisa lebih menikmati keindahan penuh luxury sungai Danube dan kesegaran udara di sekitarnya.


What to see in BUDA?

Pusat area touristic difokuskan di Holy Trinity Square, dimana terletak Gereja Saint Matthew's, The Fishermen’s Bastion dan Gellert Hill, area ini dideklarisasikan dalam cagar budaya dunia UNESCO bukan hanya karena sejarahnya melainkan juga karena kecantikkan arsitektur interior dan eksteriornya.
Di area inilah rute pertama yang saya kunjungi adalah untunglah kala itu hampir musim dingin jadi walaupun harus naik-naik ke puncak bukit rasanya hampir tidak ada keringat yang keluar, hanya betis yang lumayan berasa pegal nya. Sampai disana, tak rugi mengayuh kaki dan bersusah payah, kota Buda yang dibelah Sungai Danube terlihat sangat menawan, tak pelak kamera pun beraksi mengabadikan panorama ini. Gedung Parliament yang terletak di kota Pest begitu terlihat jelas dari atas Buda Castle ini, warna merah kubahnya begitu terlihat photogenic di setiap gambar di kamera.





Pilihan lain untuk menikmati pemandangan kota Pest dari ketinggian Buda bisa juga dinikmati di Fisherman's Bastion, landmark yang satu ini merupakan salah satu bangunan kebanggaan Hungaria, infrastruktur bangunan cantik ala neo-Romanesque ini dibangun antara tahun 1895 – 1902 oleh arsitektur bernama Frigyes Schulek, dan ketika perang dunia II terjadi, bangunan ini pun mengalami rusak serius, sehingga harus kembali di renovasi ulang. Dengan tiket masuk yang dibeli dimuka, Anda dapat menikmati setiap details dari bangunan ini, dan tentu saja semakin tinggi Anda naik ke bangunannya, semakin luar biasa juga panorama kota Pest yang bisa Anda nikmati. Jika saja Anda perhatikan video clip penyanyi Katy Perry dengan lagunya yang berjudul Fireworks, maka latar belakang pemandangan yang terlihat di clip tersebut adalah kota Buda di malam hari. Cantik nian memang.



Area castle hill ini memang cukup luas, selain Fisherman's Bastion yang wajib dikunjungi, terdapat pula Mathias Church yang letaknya hanya selemparan batu dari Fisherman's Bastion, bangunan gereja beraliran gothic ini disebut-sebut mempunyai kemiripan dengan Katedral Stephansdom di Vienna.
Sebenarnya nama asli gereja ini adalah Church of Our Lady karena pada dasarnya gereja ini didedikasikan untuk Bunda Maria namun berubah menjadi St Matthew atau Matyas Templom dalam bahasa Hungaria karena di gereja inilah Raja Hungaria pada saat itu, Matthias Corvinus, ditahbiskan menjadi raja dan di gereja yang sama pula lah beliau dinikahkan. Konstruksi gereja ini berulang kali berubah dari konstruksi awalnya yang beraliran roman pada awal berdiri pada abad ke 13, kemudian pada tahun 1500-an fungsi awal bangunan ini yang adalah gereja berubah menjadi mesjid pada masa kependudukkan Turki di Hungaria.

PEST
The Scent of Old City

Saat ini Pest lebih dikenal sebagai wilayah ‘kota’ (the City) dari Budapest. Di sini umumnya berdiri kawasan pertokoan, flat tempat tinggal penduduk, gedung-gedung perkantoran dan bisnis dan hotel. Pemukiman penduduk maupun jalan-jalan di Pest tampaknya jauh lebih padat dibandingkan di Buda. Kunon menurut mitos kuno, dataran tinggi adalah tempat bersarangnya makhluk-makhluk jahat yang senangtiasa mengganggu manusia, oleh karena itulah penduduknya memilih tinggal di dataran yang lebih rendah yaitu di kota Pest ini. Mitos tersebut entah harus dipercaya atau tidak, tapi memang pada kenyataannya kurang lebih 75% penduduk Budapest lebih memilih untuk tinggal di Pest daripada di Buda.

What to see in PEST?

Saya memilih akomodasi hotel yang terletak di Pest, tepatnya di area paling terkenal di Budapest yaitu Vaci Utca. Vaci Utca terkesan modern karena hadirnya berderet toko dan fashion boutique dengan beraneka ragam merek terkenal dunia. Walaupun demikian, pesona Vaci Utca tetap dengan pesona bangunan klasik berusia ratusan tahun, kombinasi yang menarik bukan? Vaci Utca bukan hanya tempat untuk memanjakan para shoppers , tapi juga deretan tempat ngopi-ngopi ,mengakomodasikan para anak muda Budapest untuk kongkow-kongkow di area ini, terlebih saat musim panas tiba dimana matahari baru tenggelam sampai dengan jam 11 malam.


Budapest bukan hanya cantik dengan hadirnya bangunan-bangunan kuno bergaya Renaissance, tapi juga dibalik itu tersirat sejarah komunisme yang panjang, termasuk relasi dengan kaum bangsa Yahudi yang juga sama panjangnya. Di jalan Dohány terletak Sinagoge terbesar di Eropa, sinagoge adalah tempat bersembahyang kaum Yahudi, pengaruh arsitektur timur tengahnya sangat nampak jelas di setiap details bangunan cantik ini, sang guide dengan fasihnya menjelaskan makna di balik setiap details bangunan sinagoge ini , seperti menjelaskan arti dari 2 log batu yang selalu berdiri di atas kubah sinagoge.



Di antara catatan menarik adalah bahwa bangunan ini selamat pada saat terjadinya Perang Dunia II karena digunakan sebagai markas Nazi sehingga tidak akan dibom oleh Jerman, walaupun demikian jutaan kaum Yahudi meninggal karena kelaparan atau tewas, ribuan dari mereka dikuburkan di kuburan massal di taman berdekatan dengan Sinagoge ini.




Setelah berkeliling di area dengan masa lalu kelam tersebut, saatnya memanjakan diri dengan mengunjungi thermal bath atau kolam air panas, Budapest memang terkenal dengan sebutan kota Healing Waters, sejak dahulu kala penduduk Budapest menghargai air mineral panas yang disalurkan sedemikian rupa dari sumbernya dan dimanfaatkan dalam mandi termal. Hal ini diadaptasi sejak kependudukan Turki di Hungaria sekitar tahun 1541. Budaya spa air mineral panas ini semakin meluas dan tumbuh secara signifikan. Saat ini ada 28 spa di Budapest, dan banyak hotel juga telah menginstal spa mineral dan mandi panas pada properti mereka.
Salah satu thermal yang populer adalah Kiraly Baths karena merupakan thermal yang tertua, dibangun pada tahun 1560 dan memiliki atap berkubah tradisional Turki. Kiraly Baths buka sepanjang tahun bahkan saat musim dingin dan memiliki kolam khusus untuk wanita, rata-rata suhu air bervariasi antara 24-37 derajat celcius. Berendam di mata air alami diyakini berkhasiat seperti obat karena diperkaya oleh zat calcium, magnesium, hydrogen-carbonate, sulfate and sodium.

-- --


Berkeliling kota Budapest rasanya seperti dejavu, bagaimana tidak, rasanya setiap pelosok kota pernah saya rasakan visualisasinya, baik melalui film yang kerap saya tonton ataupun video klip para musisi kenamaan, sebut saja film Evita yang menceritakan mengenai videography Evita Perron dari Argentina yang diperankan oleh Madonna atau video clip Michael Jackson dari albumnya History , film dan video clip terkenal ini mengambil kebanyakkan settingnya di kota Pest tepatnya di Heroes Square atau lapangan pahlawan.




Heroes Square merupakan alun-alun terbesar di Budapest, Anda memerlukan kamera dengan lensa lebar untuk dapat mendokumentasikan icon yang satu ini dalam satu frame. Pembangunan Heroes Square diselesaikan pada tahun 1929 sebagai centerpiece dari Millennium Memorial dimana terlihat 7 patung besar yang sangat impressive dimana masing-masing patung tersebut merupakan figur dari 7 suku pendiri bangsa Hungaria berdiri di atas kuda dan dalam naungan malaikat.
Di sebelah kiri Alun-alun ini terdapat bangunan Museum of Fine Arts dan The Palace of Art (Art Exhibition Museum) di sebelah kanannya, 2 bangunan lainnya yang tak boleh untuk dilewatkan jika Anda berada di Andrássy Avenue.
So Buda vs. Pest – who wins? Ideally, Buda is undeniably sweet and charming & photogenic but Pest definitely has an intriguing edge and an up-and-coming vibe. Go see for yourself!


Always Hungry in Hungary



Berada di suatu negara tanpa menikmati kulinary khas negara tersebut tampaknya belum lengkap, di luar ekspektasi saya yang hanya mengetahui kulinary khas Hungaria adalah hanya Goulash, ternyata salah besar. The Hungarian really knows how to cook, di daftar menu tercantum makanan sesuai course nya, disebut-sebut bahwa Hungaria adalah negeri pemakan sup, tradisi mereka adalah sebelum makan makanan utama selalui disertai dengan penyajian sup, biasanya sup yang disajikan adalah Goulash, sup kacang polong atau fisherman soup. Goulash yang terkenal mendunia itu merupakan sup rebusan daging yang dibumbui dengan paprika, pasta tomat, peterseli dan bumbu dasar lainnya, daging tersebut dimasak dalam bumbu-bumbu tersebut dan dibiarkan sampai lunak benar setiap serat dagingnya, disajikan bersama dengan roti , kentang atau pasta.
Enjoy your meal, jó étvágyat!

Cafe & Restaurants in Budapest


Ke kota atau negara manapun saya pergi, maka untuk pilihan menentukan restoran adalah harus memiliki esensi keaslian dari negara tersebut. 
Biasanya saya melipir ke pinggiran kota dimana tidak banyak turis beredar untuk dapat menikmati keaslian makanan lokal dan juga interior yang masih sangat otentik. Seperti contoh saya menemukan restoran bernama Kulack Etterem di pinggiran kota Pest, dari luarnya terlihat kecil saja bangunannya, setelah melihat menu yang terpampang di pintu depan resto tersebut, ternyata resto ini cukup luas di dalamnya, ada musik live nya lagi, dan musiknya bukan musik sembarangan melainkan musik khas asli Hungaria, wah senang sekali saya saat itu. Alunan musik yang dimainkan melalui Cimbalom yang merupakan alat musik khas Hungaria - semacam kulintang dari Minahasa - dimainkan sempurna dengan indah dengan alunan musik biola, bass betot dan saxophone. Para musisi lokal tersebut juga mendatangi masing-masing meja di resto tersebut tak terkecuali meja saya dan melakukan serenade.


Facts About Budapest

1. Mata uang: Forint ( HUF )
2. Kode telepon : +34
3. International Airport: Budapest Ferihegy International Airport
4. Stasiun kereta utama: Budapest Keleti Train Station
5. Visa Schengen diperlukan pengurusannya di kedutaan Hungaria sebelum anda berangkat, hubungi
Kedutaan Hungaria di Jakarta untuk persyaratan dan proses pengurusannya.
Alamat : Jl HR Rasuna Said kav X/3 , Kuningan Jakarta Selatan.
Phone : (021) 5203459
6. How to Get There
Emirates Airlines : Jakarta – Dubai – Budapest
KLM Airlines : Jakarta – Amsterdam – Budapest
Low cost airlines Hungaria : Wizz Air melayani penerbangan dari beberapa kota besar di Eropa menuju Budapest.

7. Kedutaan Besar Indonesia di Budapest :
Alamat : 1068 Budapest, Varosligeti Fasor 26
Phone : (+36-1) 413 3800
Email : embassy@indonesianembassy.hu

You Might Also Like

0 comments