Costa Rica: A diverse Slice of Central America's Paradise

By 3:28 AM ,






Pernah dengar nama negara Kosta Rika? Negara yang terkenal dengan sebutan frase “Pura Vida” atau “menikmati hidup dengan seutuhnya” ini memang nyaris tak terkenal di Indonesia, kalah pamor dibandingkan dengan Brazil atau Argentina misalnya. Jasa agen perjalanan juga hampir tak pernah mencantumkan negara ini di promo marketing mereka. tapi tidak dengan USA dan Eropa, Kosta Rika merupakan salah satu destinasi paling favorite untuk mereka yang tinggal disana, selain karena gencarnya promosi dan didukung pula dengan banyaknya jadwal penerbangan yang mengakomodasikan rute menuju ke Kosta Rika, tapi yang paling menjadi alasan wisatawan berpetualang ke Kosta Rika adalah fakta bahwa Kosta Rika menawarkan keanegaragaman hayati yang luar biasa, gunung berapi aktif sampai dengan beragam kegiatan yang memompa adrenalin.

Negara yang merupakan negara terkecil kedua di Amerika Tengah ini secara geografis bertetanggaan dengan negara Nikaragua di bagian utara, negara Panama di selatan, Laut Karibia di sebelah timur dan Samudera pasifik di barat. Disebut sebagai “Switzerland from Central America” karena seperti layaknya negara Swiss yang penuh kedamaian berada di antara negara-negara yang bertikai pada era perang dunia , demikian Kosta Rika menawarkan kesentosaan penuh damai di antara negara-negara yang bertikai beberapa waktu lampau, seperti Nikaragua, El Salvador dan Kolombia.
Kosta Rika adalah negara pertama di dunia yang secara resmi menghapuskan kekuatan militer, konstitusi melarang keberadaan militer sejak tahun 1949 silam dan anggaran biaya militer tersebut dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan dan infrastruktur negara ini. Untuk alasan inilah Kosta Rika ditunjuk oleh PBB sebagai markas pengadilan Inter-Amerika mengenai Hak Asasi Manusia, alasan lain untuk Anda wahai single traveler, untuk mengunjungi Kosta Rika, bukan?

 


Setelah transit cukup lama di bandara Newark – New Jersey USA, akhirnya pesawat yang saya tumpangi segera take off menuju Kosta Rika, saya masih harus bersabar karena perjalanan kali ini masih harus ditempuh 8 jam 45 Menit lagi.
Cuaca dan udara di Kosta Rika saat saya tiba di bulan Desember lalu berbanding terbalik dengan yang saya rasakan di Amerika beberapa jam sebelumnya, saya disambut dengan udara hangat berkisar 27 derajat celsius pada malam hari, cukup menyenangkan untuk badan tropis saya ini.
Selesai mengurus dokumentasi keimigrasian di bandara, team penjemput dari hotel saya menginap terlihat membawa papan tertulis nama saya, dua hari pertama akan saya gunakan untuk mengeksploitasi ibukota negara ini, San Jose .

-SAN JOSE,CARTAGO & OROSI VALLEY-
San Jose terlihat sangat kosmopolitan, seperti layaknya ibukota negara, disinilah pusat perkantoran, kedutaan dan pusat belanja berlokasi. Museum-museum yang ada di San Jose terlihat sangat bersih dan terawat dengan baik, museum-museum yang tidak saya lewatkan adalah Museum Jade, Museum Seni Kosta Rika dan Museum Pre-Columbian Gold Museum dimana museum ini memiliki koleksi lebih dari 1600 artefak masa sebelum Kolombus, koleksi nya meliputi koin pertama Kosta Rika, patung-patung binatang emas dan perhiasan , dalam sejarah Kosta Rika, emas dianggap sebagai simbol otoritas seseorang. Area Plaza de la Cultura dan Paseo Colòn membuat saya makin terpesona dengan kota ini, gang-gang kecil nya dapat ditelusuri cukup dengan jalan kaki, dan dari infrastruktur bangunan terasa chemistry kolonial Spanyol yang sangat kental.

Satu hari penuh berikutnya, saya harus menemui teman baik saya yang kebetulan tinggal di Kosta Rika, tepatnya di kota Cartago, sekitar 25 kilometer bagian timur San Jose, bermodalkan bis umum sampai juga saya di kota Cartago , di luar ekspektasi saya kota kecil ini ternyata salah satu kota yang banyak didatangi para peziarah katolik bukan hanya dari Kosta Rika sendiri tapi juga dari negara-negara sekitar, karena disinilah gereja kenamaan berusia tua bernama Basilika Nuestra Senora de Los Angeles berdiri, di dalam gereja ini terdapat Black Madonna (patung bunda Maria ) yang konon memiliki kekuatan penyembuhan. Menurut cerita rakyat setempat patung ini ditemukan oleh seorang gadis lokal pada tahun 1635 silam.


Keramahan rakyat lokal dan menikmati makanan asli Kosta Rika saya nikmati di rumah teman baik saya ini, beliau memang orang asli Cartago, Kosta Rika. Sang ibunda menyiapkan makanan khas Kosta Rika bernama Gallo Pinto untuk kami nikmati, Gallo Pinto merupakan perpaduan nasi putih dengan kacang merah, disajikan bersama dengan pisang goreng dan salad sayuran khas Kosta Rika, saya cukup menikmati menu khas Kosta Rika ini karena paling tidak ada menu nasi di setiap penyajiannya.


Setelah energi kembali terisi berkat makanan lezat tersebut, beserta teman saya, beliau mengajak saya untuk mengunjungi Orosi Valley yang terletak sekitar 1 jam saja dari Cartago. Jarang wisatawan yang melewatkan waktu berlibur mereka selama di Kosta Rika untuk menikmati Orosi Valley, they dont know what they missed, Orosi seperti layaknya surga yang tak terjamah, suasana tenang, damai membuat betah lama-lama berada disini, sepanjang mata memandang tanaman pinus raksasa yang beratus-ratus tahun telah tumbuh, danau (Lago) de Cachi yang tenang dan terdapat sisa peninggalan bangunan tua yang dulunya adalah gereja bernama Iglesia de Nuestra Señora de la Limpia Concepción. Ruins bangunan gereja ini merupakan gereja tertua di Kosta Rika yang dibangun pada tahun 1580 silam.


Nama Orosi sendiri berasal dari kepala suku Indian yang tinggal di area ini pada saat mereka berperang melawan kolonialisme Spanyol, Orosi memang menjadi target wilayah yang menarik untuk Spanyol kala itu, dengan alasan pasokkan air yang melimpah.
Karena isolasi dan kurangnya popularitas, Orosi adalah tambang emas keindahan alam yang hanya menunggu untuk dieksplorasi.
Waktu 2 hari yang saya miliki di San Jose dan sekitarnya tidak sepenuhnya cukup, seandainya saya bisa menambah beberapa hari lagi, tapi masih banyak kota-kota lainnya di Kosta Rika yang juga menunggu untuk dikunjungi.



--LA FORTUNA & GUNUNG ARENAL--
Pertualangan alam dimulai setibanya saya di La Fortuna. Perjalanan dari San Jose yang saya tempuh dengan bis umum selama hampir 4 jam ini nyaman sekali, jaraknya di peta memang hanya 150 km saja, tapi kontur jalan yang berbelok-belok dan menanjak memakan waktu perjalanan.


La Fortuna adalah kota dimana Gunung Arenal berada, dimana gunung berapi ini termasuk dalam salah satu gunung api teraktif di dunia. Sementara nama La Fortuna diambil dari kata “fortune” dalam bahasa Inggris atau “keberuntungan” , dijuluki demikian karena kota ini pada saat gunung Arenal ini meletus pada tahun 1968 adalah satu-satunya kota yang aman dari efek letusannya, sejak saat itulah rakyat setempat menamai kota ini La Fortuna.

Area gunung Arenal dan La Fortuna menawarkan banyak wisata alam untuk siapa saja yang berjiwa petualang, mulai dari treking, rafting, berkayak, bersepeda sampai menikmati air panas alami di Baldi, menikmati Baldi Hot Spring setelah melakukan tour bermedan berat, pilihan untuk menikmati air panas dari sumber alami nya tanpa diragukan merupakan pilihan yang sempurna untuk relaksasi dan menikmati mandi mineral yang terletak langsung di bawah kaki Gunung Arenal. Kompleks wisata Baldi ini menawarkan 25 kolam air panas yang berbeda tingkat suhu nya, mulai dari 35 derajat celsius sampai dengan 65 derajat celsius. Pada malam hari yang cerah, pemandangan aliran lava dari puncak gunung sangat mengesankan.


Wisata mengunjungi cagar alam Cano Negro juga tak dapat dilewatkan jika Anda berada di La Fortuna, disanalah kita bisa berinteraksi langsung dengan berbagai species monyet, iguana, penyu, buaya caiman dan ribuan spesies burung. Cukup dengan merogoh kantong sebesar $20 per orang, tour menuju Cano Negro ini dimulai dengan penjemputan di hotel tempat Anda menginap, dan dengan mobil jenis van menempuh jarak kurang lebih 1,5 jam menuju kota Upala, dan setelah itu perjalanan dilanjutkan dengan kapal kecil untuk menyusuri sepanjang sungai Cano Negro ini.

Sang supir lulusan fakultas biologi ini sekaligus merangkap sebagai tour guide , dengan fasihnya beliau menjelaskan mengenai habitat para binatang liar yang hidup di Kosta Rika, banyak nama hewan yang baru saya dengar dan lihat penampakkannya untuk pertama kali, seperti Monyet Howler yang merupakan binatang dengan suara terbesar , jenis monyet ini hanya dapat ditemui di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, rahasia di balik suaranya yang melengking adalah kantung pada tenggorokan monyet ini yang berisi kantong khusus pada kotak suara yang menguatkan teriakkannya, biasanya untuk menakut-nakuti sekelilingnya agar menjauh dari wilayahnya, suaranya bisa terdengar dari dari radius 3 kilometer. 

Ada juga binatang dengan nama Sloth , yang disebut-sebut sebagai binatang termalas di dunia. Maksudnya pemalas adalah binatang ini memiliki siklus metabolisme yang sangat lambat sehingga mempengaruhi setiap geraknya menjadi juga sangat lambat, paling tidak Sloth membutuhkan waktu sebulan hanya untuk mencerna makanan yang dia makan, padahal binatang ini sangat kecil dan hanya makan daun atau kadal kecil. Sloth termasuk dalam keluarga mamalia dan hidup dari masa dinosaurus alias binatang purba, sehingga keberadaannya sangat dilindungi.

---MONTEZUMA----
Kurang lebih 6 bulan sebelum keberangkatan ke Kosta Rika, saya sibuk mengatur jadwal mau kemana saja saya selama disana, dengan maksimal 2 minggu hari libur yang saya miliki memang rasanya singkat sekali yang sudah pasti tidak semua daerah di Kosta Rika bisa saya jelajahi. Dengan menggunakan bus umum dari La Fortuna, tujuan saya lanjutkan menuju kota pilihan saya selanjutnya, Montezuma.


Transportasi umum di Kosta Rika memang sangat memudahkan kita sebagai wisatawan untuk hinggap dari satu kota ke kota lainnya, bis yang biasa digunakan adalah seperti layaknya bis sekolah berwarna kuning khas dari Amerika sana yang memang merupakan transportasi donasi asal Amerika Serikat.
Satu hal yang membuat saya kagum, budaya antri rakyatnya luar biasa harus dicontoh, mereka dengan tertib dan tanpa disuruh untuk antri di setiap kesempatan, jadi jangan heran kalau saya sebutkan bahwa berkeliling kota dengan bus umum sangat nyaman adanya, tak ada istilah desak-desakkan sebelum naik ke atas bis, dan para penumpang yang membawa barang bawaan secara otomatis segera menuju bagasi penyimpanan barang, disiplin yang luar biasa.

Selain transportasi umum bis, alternatif lainnya yang lebih mudah lagi adalah dengan membeli paket wisata, sedikit lebih mahal tentunya karena jasa yang ditawarkan berupa private shuttle.
Jarak yang ditempuh dari La Fortuna menuju Montezuma adalah kurang lebih selama 5 jam dan dilanjutkan dengan menyeberangi samudera pasifik dengan ferry atau kapal sewaan. Perjalanan yang luar biasa melelahkan ini terbayar dengan pemandangan pantai yang luar biasa indah, a Mecca for beach lover. Montezuma sendiri adalah kampung nelayan biasa yang kemudian pada tahun 1960an berubah sejak hadirnya sekelompok american hippies yang tiba di kota itu. Lambat laun Montezuma menjadi terkenal dan menjadi salah satu tujuan wisata di Kosta Rika.

Akomodasi mulai dari kelas resort sampai dengan hostel melati banyak tersedia, accomodations in Montezuma will fit any budget, restoran, toko suvenir sampai hiburan malam juga ada disana. Penduduk lokal yang mayoritas bekerja di bidang pariwisata dan wisatawan asing rata-rata anak muda ala backpackers adalah penghuni sehari-hari kampung ini. Suasana hippies terasa masih sangat kental, the town's center feels like the cozy open-air living room, para seniman ala rasta yang nyentrik kadang berkumpul di pinggir jalan dan mengadakan jam session dadakan, sambil menjual aksesories buatan tangan mereka seperti gelang dari akar sampai cincin perak , dan gadis-gadis muda cantik yang berlalu lalang dengan bikini memamerkan tattoo dan piercing di bagian tubuh merupakan pemandangan yang biasa di Montezuma.

Sekedar intermezzo, saat berada di Montezuma, saya mendapati menu gado-gado khas Indonesia di salah satu rumah makan disana, menyenangkan rasanya mendapati menu tersebut, mengetahui bahwa saya berada di tempat yang jaraknya berpuluh-puluh kilometer dari Indonesia tercinta.

What to do in Montezuma? Berbagai macam water sport tersedia mulai dari scuba diving, memancing, menunggang kuda menuju air terjun, sampai canopy tour tersedia disini. Yang tidak saya lewatkan adalah berkunjung ke Isla de Tortuga atau Pulau Penyu, paket kesana hanya dikenakan biaya $15 per orang nya termasuk makan siang yang disiapkan di pulau, tur ini dimulai dari pagi hari sampai sore hari.


Isla de Tortuga adalah sebuah pulau kecil tropis yang sempurna, jejeran pohon kelapa yang melambai, pasir putih dan pemandangan batu karang yang besar tampak di hadapan, kadang di kejauhan pun terlihat lumba-lumba yang melompat, perfect portrait of an island.


Jika saja waktu liburan saya tak terbatas, Kosta Rika merupakan negara strategis untuk melanjutkan pertualangan ke negara-negara lain di sekitarnya, but there is always next time though...


Things To Know


National Languange : Spanyol

Currency : Costa Rica Colôn



Code telephone : + 506



When to Visit: November – Maret atau April dan Mei setelah hari raya paskah



Accomodation : Setiap pelosok kota di Kosta Rika sangat mengakomodasi para pengunjung dengan tersedianya berbagai jenis kelas tempat penginapan, mulai dari dormitory, guest house, sampai dengan hotel bintang lima, semua dapat disesuaikan dengan budget yang tersedia. Biasanya petugas perwakilan dari penginapan-penginapan tersebut terlihat berada di terminal bis dan menawarkan kepada para pendatang akomodasi.




Smile of the Locals

Isla Tortuga - Turtles Island

Culinary


Related Post : 
1. Nicaragua - Yet to be Discovered : link
2. Our Trip to Isla de Ometepe - Nicaragua : link




You Might Also Like

3 comments

  1. 3 bulan ke depan sy akan pergi ke Costa Rica. Tp saya masih awam sekali dgn perjalanan ke luar negeri. Selain mengurusan visa dan passport, biaya perjalanan yang sangat mahal skitar 25 juta/org.. Apakah ada cara lain yg lebih murah untuk bisa sampai kesana? Mohon bantuannya..krn ini ada sesuatu yg mendesak untuk pergi kesana.

    ReplyDelete
  2. Hallo Arra, dari jakarta ke san jose (ibukota Costa Rica) memang paling murah bisa menembus harga 20 juta, maklumlah dengan durasi penerbangan sekitar 30 jam termasuk biasanya transit di salah satu kota di Asia dan di Amerika, ex: American Airlines biasanya transit dulu di Tokyo lalu New York baru lanjut lagi ke Costa Rica.

    Kalau beli tiket secara dipecah CGK - (salah satu kota Eropa) lalu dilanjutkan dari kota tersebut ke San Jose, juga totalnya sama saja seperti berangkat langsung dari CGK. Malah double expense untuk pengurusan visa schengen.
    Maaf ya tidak bisa memberikan solusi, tiket ke Amerika Latin memang sangat mahal dari Indonesia.

    ReplyDelete
  3. Hello,
    Sewaktu anda ke Costa Rica, menggunakan visa turis kah? Saya membaca di beberapa artikel di internet kalau misalnya kita sudah mempunyai visa turis (multiple entry) ke USA/Canada/Eropa, pemegang paspor RI bisa masuk ke Costa Rica tanpa perlu visa lagi.
    Pengalaman anda?
    Terima kasih

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan