#cominghometrip : Experienced the ferry boat from Labuan Bajo to Sape

By 3:59 PM , , , ,

Tepat 19 hari kami menyusuri tanah Nusa Tenggara Timur, if we have more time than we would love to explore more. Sayangnya waktu kami tak punya sehingga memaksa kami meninggalkan tanah penuh keindahan ini menuju propinsi tetangga. 

Semangat #cominghometrip tentunya masih tinggi, padahal hari itu hari ke 38 kami meninggalkan rumah di Belgia dan memulai pertualangan ini nonstop, rasa lelah tentu ada, tapi kelelahan biasanya sirna ketika panorama yang ditawarkan oleh tanah air adalah sebanding.
Hanya terkadang sedikit dehalusinasi, 'dimana ya saya sekarang?',  'hari ini hari apa?', kurang lebih hilang arah seperti itu. Dan sepertinya trip ke Wakatobi terasa sudah lama sekali, padahal baru saja dilakukan 3 minggu sebelumnya. 

#cominghometrip ini memang agak gila, dari daratan Eropa kami memulainya, tiba di Jakarta beberapa hari demi kenyamanan pusat perbelanjaan , memanjakan diri di salon dan menggila dengan sahabat-sahabat (well I am a city girl, if you wanna know more :p )
Lalu dilanjutkan dengan Makassar, Bau Bau, Wakatobi (WangiWangi, Kaledupa, Pulau Hoga) kembali lagi ke Bau Bau, Makassar lanjut Maumere dan mulai menyusuri Flores Timur sampai dengan Labuan Bajo ini. 
Terdengar melelahkan ? :-) 


Harga tiket pesawat yang sangat murah antara Labuan Bajo, NTT menuju Sape,NTB tidak menggoyahkan kami untuk berubah pikiran untuk nyebrang antar propinsi ini dengan cara instant ala pesawat, nope! Tujuan nya tidak seperti itu sejak awal #cominghometrip ini direncanakan. 
Kami akan mengakomodasikan diri seperti penduduk lokal kebanyakkan, terminal ke terminal, bis ke bis dan kapal ke kapal. Ok lah kami cheating sekali dengan menyewa mobil dari Larantuka ke Maumere, karena panorama sepanjang jalan nya yang tidak bisa kami lewatkan tanpa mendokumentasikannya, satu hal yang tidak bisa kami lakukan jika berada di dalam bis. 

Kapal feri yang menjadi alat angkut penyeberangan dari Labuan Bajo menuju Sape berangkat setiap hari jam 8 pagi dengan tiket per orang nya Rp 46.000,-. Sedangkan jika Anda membawa binatang babi, maka tiketnya lebih dari 2 kali lipat per babi nya. Lucu memang membaca tabel harga tiket yang terpampang di loket pembelian tiket, setiap binatang diberi label harga yang berbeda. 
Hanya pemilik tiket yang berhak menaikkin kapal ferry, cukup teratur, karena ada pengawas yang mengecek tiket per orangnya. 
Memasukki ruangan ber AC dengan deretan kursi yang diberi sarung bersih, membuat saya sedikit bertanya, apa benar ini ruangan duduk penumpang? Kok ya bersih, maafkan saya yang agak sedikit underestimate :-) 

Ternyata dari jadwal keberangkatan yang adalah jam 8, molor menjadi hampir pukul 10 pagi. Di ruang duduk penumpang, terpasang monitor TV yang menampilkan bio perusahaan kapal ferri ini dan prosedur keamanan yang wajib diketahui oleh penumpang. 
Sepanjang perjalanan, monitor TV menghibur penumpang dengan film-film Hollywood macam Jurrasic Park, seru juga ternyata nonton Jurrasic Park di atas kapal yang sebenarnya berada di Taman Nasional Komodo , toch komodo sama-sama sudah ada sejak jaman dinosaurus kan? :-) 

Jurrasic selesai, film dilanjutkan dengan Nyi Blorong. Sungguh baru sekali ini juga saya nonton film Susanna yang satu ini. Saya perhatikan para penumpang duduk anteng dengan kaki dinaikkan di atas kursi, menyaksikannya tanpa berkedip, kadang mereka pun berteriak mengikuti alur cerita. Padahal ini film Nyi Blorong lho bukan Fast & Furious 6 :p
Berulang kali saya harus menterjemahkan alur film Nyi Blorong untuk suami yang ternyata juga tertarik, menurutnya film tsb lumayan eksotis dan somehow ada beberapa pesan moral yang ingin disampaikan kepada penonton melalui film beralur sederhana ini :) 

Tentunya satu per satu pengalaman yang terjadi atas kapal ferri tidak terjadi jika kami menaikki pesawat, bukan ? :)

Tiket Ferri - Kursi Ruang Tunggu - Kapal Ferri yang Masih di Dermaga
Kontainer berisi pisang & hasil tanam lainnya,  sedangkan Truk Perusahaan Pos berada di depan pintu kapal, mungkin supaya lebih cepat keluar tanpa harus menunggu


You Might Also Like

4 comments

  1. kalo penyeberangannya selain pagi jam 8 ada jadwal lainnya gak?? mohon info... thank

    ReplyDelete
  2. hi, keknya ga ada, hanya 1 kali sekali aja

    ReplyDelete
  3. Numpang tanya, Itu flight dari Labuan Bajo ke Sape / Bima atau sebalik nya ada ya? maskapai nya apa? mohon infonya ya :) ,lagi cari2 juga nih soalnya.hehe. makasih banyak :)

    ReplyDelete
  4. Lion Air bisa juga, tapi keknya muter2 harus ke Denpasar dulu...saya kebetulan naik ferri dan lumayan convenient :)

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan