Menyusuri Ibukota Macedonia: Skopje

By 12:23 AM , , , ,





Satu hal yang paling seru menjelang keberangkatan saya dan suami ke Balkan adalah menghapal nama ibukota dari negara-negara tersebut, well tepatnya ini PR saya sih, kalau otak suami keknya emang udah template bener ama nama2 ibukota dunia dan kode bandaranya (yup, he s that freak). 
Di Balkan, walaupun jarak antar perbatasannya tidak terlalu jauh, namun bahasa dan bahkan mata uangnya pun berbeda, jadi sebisa mungkin kami membuat diri se familiar mungkin dengan fakta dasar tersebut sebagai bekal awal perjalanan.
Sama seperti nama negara Montenegro yang terdengar indah di telinga, maka saya pun suka banget sama nama negara Macedonia, dan nama ibukota nya yang adalah Skopje.

Kita tiba di Skopje melalui darat dari Sofia dengan bis umum, ah sebenernya sih buka bis lah ya, lebih kek mini van yang isinya 10 orang, tapi malam itu (ya kita berangkat midnite) keberuntungan ada pihak kita karena gak ada penumpang lain yang mau ke Skopje, jadilah mini bis yang disebut dengan nama Furgon itu hanya diisi kita berdua. Si supir sama sekali tidak bisa bahasa inggris, ya wes lah jadinya body language aja, sesekali kita ditawarin biskuit yang dia punya :-)

Karena berangkat tengah malam buta, jalanan pun sepi banget, sampai di perbatasan Bulgaria-Macedonia pun terasa cepat. Terus terang kalau lagi road trip antar negara kek gini saya paling males sama yang namanya border, apalagi perbatasan negara2 aneh yang bukan Schengen. 
Seperti biasa lah ya, paspor saya ditahan lama banget sama si staff imigrasi di pos Macedonia, saya ngintip dari jendela mobil dia ngebolak balik halaman demi halaman paspor, saya pikir mau nyari space kosong untuk stempel, eh ternyata bukan. 
Dia keluar dari bilik loketnya dan menuju kantor utama imigrasi, taraaa makin mules aja perut, walaupun nothing to lose sih, kalau ditolak masuk ya sudah gak masalah juga untuk saya. 
5 menit, 10 menit, belum nongol2 juga tuh staff, ya elah mbok ya kalau ada apa2 kasih update-an gitu lho ya, kan saya bisa bantu karena kebetulan saya sudah membekali diri dengan membawa kertas informasi hasil print-an dari website embassy Macedonia di Brussels yang menyebutkan bahwa pemegang visa schengen yang masih berlaku ataupun pemegang ID Card EU (yang adalah dalam hal ini adalah saya), berhak masuk ke Macedonia tanpa perlu visa.


Tunggu punya tunggu, yang ditunggu akhirnya keluar juga sambil meminta supir furgon saya untuk mengambil paspor milik saya. Ah lega....wait jangan lega dulu, proses deg2an di border setelah saya hitung2 akan kejadian selama 8 kali pada trip kali ini hahaha anggap aja adrenaline testing ya :)

Well, It s official, Welcome to Macedonia.



Furgon menibakan kita berdua pagi-pagi buta di terminal kota Skopje, supir yang mengantar kami tiba dengan selamat terlihat kagok dan kaget karena suami memberikan sedikit tips untuknya, sepertinya dia tak biasa. 

Kursi2 di ruang tunggu di dalam terminal telah dipenuhi oleh orang yang menggunakan kursi2 tersebut sebagai tempat tidur mereka, ada yang terlihat homeless, ada juga penumpang yang menunggu bis paling pagi dan sisanya kami berdua. 
Udara dingin sekitar di bawah 5 derajat tidak memungkinkan kami untuk berlama2 berdiri di terminal itu, kami pun memutuskan dengan menggunakan taksi mencari hotel transit sementara sambil menunggu jatah check in di hotel yang lebih descent.

-


Macedonia ini adalah tanah yang menjadi langganan dikuasai oleh berbagai bangsa asing, mulai dari kerajaan Ottoman Turki selama 5 abad, sebelum akhirnya Macedonia menjadi bagian negara Yugoslavia yang sosialistis. Karena pengaruh Ottoman ini, maka di Skopje saya menemukan kota tua dan old bazaar yang cukup luas, disebut-sebut sebagai old bazaar terluas di luar negara Turki.

Sampai saat ini old bazaar telah mengalami beberapa perubahan dalam hal penampilan, namun suasana nya masih sama seperti masa lalu. 
Banyak terlihat toko-toko kerajinan kulit, penjahit , tukang sepatu , pembuat selimut, walaupun saat ini sebagian besar kerajinan diproduksi di pabrik, namun sebagian pengrajin tetap menjaga keaslian handmade mereka. 
 Toko-toko roti, kebab, dan baklava bersebelahan dengan warung kopi dan shisha, suara adzan menggema dari minaret mesjid-mesjid tua di seantero old bazaar. Saya seperti sedang menonton film Sinbad.



Berjalan menyusuri old bazaar yang sesekali menanjak akan menibakan para pejalan pada reruntuhan benteng Kale, arkeologi telah menunjukkan bahwa benteng Kale ini telah ada sejak zaman prasejarah, selama Neolitik dan Zaman Perunggu Awal, hal ini digambarkan dari sisa-sisa struktur pembangunannya. Karena posisi nya yang strategis, benteng ini menjadi saksi bisu ketika Skopje dikepung dan diserang secara barbar oleh pihak Turki sampai dengan penguasa Serbia.



Jika Paris Arc de Triomphe dan New Delhi punya India Gate, maka Skopje pun memiliki gerbang serupa bernama Gate Macedonia yang terletak di alun-alun Pela, gerbang ini terbuat dari batu marble yang diukir, menggambarkan adegan dalam sejarah Makedonia dan menampilkan tokoh-tokoh sejarah termasuk Alexander Agung.
Gate Macedonia didedikasikan dalam rangka perayaan 20 tahun kemerdekaan Macedonia, memiliki lift dan tangga yang disediakan untuk akses publik ke atapnya.




Pada tanggal 8 September 1991 Macedonia mendapat kemerdekaannya dan terbentuklah Macedonia masa kini, kombinasi dari kota-kotanya yang modern dan peninggalan tradisinya yang kental membuat negara ini wajib dikunjungi. 


You Might Also Like

17 comments

  1. Ah kota nya cantik, dimana2 banyak patung :-0 btw busyet 8 kali di border bikin deg2an males banget yak

    ReplyDelete
    Replies
    1. gak lah, seru malah, yg dikangenin kl traveling:)

      Delete
  2. Keren, selalain melihat keindahan kota, catatan perjalanan, tapi ada juga sejarahnya.. :) Jadi semakin bikin hayalan melambung jauh, semoga suatu saat.

    ReplyDelete
  3. aku jg ga ngerti mba ama imigrasi darat yang suka lamaaaaa bgt meriksain paspor. Aku jg pernah ngalamin dari Bulgaria ke Turki jalan darat... Bareng bertiga ama pembantu mama yang bertugas nemenin kita krn wkt itu kita blm nika ;p. Itu imigrasi meriksa paspornya lamaaaaaa bgt, pake acara bisik2 gitu.. Makin panik kan.. Pas aku tanya knpa, jwbnya ga kenapa2. Heran... Padahal paspornya pembantu mama itu jelas2 ada visa tinggal dari kedutaan krn dia memang ikut kemanapun mama bertugas. Akhirnya dilepasin juga sih, tapi setelah 20 menitan gitu...pfftt

    ReplyDelete
  4. namanya asing banget...gak biasa di lidah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya out of radar memang kalau dari Indonesia:)

      Delete
  5. jangankan nama2 ibukota, aku kalo ditanya macedonia ada dimana juga ga bisa jawab. nyaris aja aku mikir itu ada di afrika bwahahahaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ha ha ha samaaa kok , byk yg blum inget2 :)

      Delete
  6. Proses di imigrasi emang selalu bikin hati deg - deg an :D Eropa cakep ya -.- moga nanti bisa kesampaian nginjekin kaki di eropah :D

    ReplyDelete
  7. moga dah suatu saat bisa nginjekkan kaki di eropah aminn

    ReplyDelete
  8. Mhn info status sy skrg brada d Tirana Albania, dgn visa type D (sy jg sdh memiliki work permit). Untuk ke Macedonia apakah perlu urus Visa??? Ada info bgmn sy dpt brkunjung k Macedonia??? Trmksh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau citizen Albania bebas visa sih kalau mau ke Macedonia, tapi maaf kurang paham kalau residence dgn visa type tersebut.

      Delete
  9. Aku rencana mau kuliah dsana,nanti tolong beritahu ya kak apa aja di Makedonia dan cara ngurus visa untuk datang ke sana

    Salam persahabatan :)

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan