Albania dan Perasaan Tiba Disana

By 8:17 PM , , , ,



"turistas" "americas" "bagasjee"....sepotong kata-kata yang bisa kami tangkap dari teriakan kondektur bis umum kepada si supir yang mengantar kami dari Tirana ibukota Albania menuju kota bernama Berat, masih di Albania.  Sepertinya si kondektur ingin menyampaikan bahwa ada penumpang turis bule yang akan turun di tikungan jalan depan hotel dan bagasi mereka masih ada di tempat penyimpanan bagasi di bawah badan bis yang kami tumpangi. 

Sejak pertama kali kami tiba di Albania, keramahan orang lokal Albania memang telah terbukti, bahasa bukan menjadi penghalang walaupun satu2nya bahasa yang mereka mampu ucapkan adalah bahasa ibu mereka. 
Percakapan pertama saya dengan orang asli Albania adalah melalui balas-balasan email dengan pemilik guest house di Tirana. Namanya Klodi dan saat ini dirinya sedang melanjutkan pendidikan Doktoriat nya di Jerman, karena apartemen nya di Tirana kosong, maka ia menyewakan melalui airbnb. Klodi mungkin salah satu dari 100 ribu penduduk Albania yang beruntung bisa melanglang buana melanjutkan pendidikan tingginya, coba bayangkan dengan orang Albania lainnya yang rata-rata hanya mendapatkan gaji paling tinggi €300 per bulannya, itu pun dengan catatan memiliki pekerjaan yang bagus di perusahaan yang besar. 





Albania hampir tidak pernah memiliki reputasi baik di dunia, sejak berakhirnya perang dunia II Albania menganut sistem pemerintahan komunisme yang sangat kuat, Enver Hoxha yang memimpin sejak tahun 1944 sampai dengan meninggalnya di tahun 1985. Selama pemerintahannya, rakyat Albania hidup dalam belenggu dan kesusahan, tidak ada kemerdekaan sama sekali, dan justru sebaliknya anak-anak kecil pun diajari mengangkat senjata, tidak ada satupun rakyat yang boleh memiliki paspor untuk berpergian keluar Albania dan tak ada satupun agama yang diijinkan untuk dianut, semua buku suci keagamaan milik rakyatnya dibakar.  
Tahun-tahun sejak semeninggalnya president komunis mereka itu, rakyat Albania berjuang melepaskan diri dari jahatnya sistem komunis yang membelenggu hidup mereka, sampai akhirnya baru pada tahun 1991, Albania dengan resmi lepas dari komunis dan mengejar ketertinggalan mereka dari isolasi dunia luar dan memperbaiki keadaan ekonomi yang jauh tertinggal.

Teori mengenai mengejar diri dari ketinggalan memang terlihat jelas pada prakteknya, untuk negara yang baru lepas dari komunis kurang dari 23 tahun lalu saya hampir tidak ngeh kalau negara Albania pernah menyandang negara yang menganut sistem komunis terkuat di dunia, tak bedanya dengan Korea Utara saat ini.

You Might Also Like

7 comments

  1. Kecil banget ya kak Fe kalo 300 euro? Berarti skrg penduduk nya sudah boleh beragama dong yah kak, udah keliatan ada tempat2 ibadah nya ga kak?

    ReplyDelete
  2. #another-postingan-yang-bikin-iri :))

    ReplyDelete
  3. @aipy : dan gaji segitu sudah dengan posisi yang bagus dan di ibukota...kebayang kan yang lainnya

    ReplyDelete
  4. Udh lama ga baca postingan mu Mba ^o^.. DI sana murah2 ga barangnya ;) ? Justru negara begini yang aku lebih suka datangi... Banyak cerita sejarah biasanya...

    ReplyDelete
  5. Sejujurnya aku sendiri masih merasa negara albania adalah negara yang bahaya kak. Tapi dari liputanmu justru sebaliknya ya. Dulu mungkin iya, tp sekarang sudah berubah mengejar ketertinggalan mereka.

    ReplyDelete
  6. Weeh, 300 euro? berarti sekitar 3 jutaan ya kak :| masih bersyukur tinggal di Indonesia deh kalau gitu.

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan