Itinerary Balkan Trips : Serbia - Bosnia - Croatia - Montenegro

By 1:55 PM , , , , , , , , , ,


Punya waktu 10 hari dan ingin menjelajahi negara Balkan yang adalah pecahan negara Ex Yugoslavia? bisa banget !

Kunjungan perdana kami ke negara Balkan dimulai di negara Serbia, untuk memasuki negara ini diperlukan visa Serbia yang harus diurus sebelum keberangkatan, sedangkan untuk visa Bosnia, Kroasia dan Montenegro, bisa menggunakan visa Schengen yang masih valid masa berlakunya dengan maksimal kunjungan maksimal 7 hari. 

Keterangan pengurusan visa Serbia, bisa dilihat di website resmi Kedutaan Serbia di Jakarta : http://mfa.gov.rs/en/consular-affairs/entry-serbia/visa-requirements

Berikut itinerary keberangkatan kami menuju 4 negara pecahan ex Yugoslavia: Serbia, Bosnia, Kroasia dan Montenegro.

Day 1 
Tiba di Bandara Belgrade, Serbia masih sore dan saya tak ingin mengeksplor kota ini hari ini dan memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis malam dengan tujuan Sarajevo. Anggap saja menghemat waktu karena toh kelak saya akan kembali ke kota Belgrade seusainya trip Balkan ini selesai.



Dengan menggunakan shuttle bus yang membawa penumpang dari bandara ke terminal bis, segera saya memesan bis dengan tujuan Sarajevo. Bis sedianya berangkat setiap jam 9 malam. 
Tidak ada panorama yang bisa saya nikmati, hanya bis dengan kecepatan tinggi yang bisa saya rasakan. 
Di tengah-tengah perjalanan dimana saat itu jam menunjukkan tengah malam, bis terhenti dan seorang tentara bersenjata lengkap menaikkin bis dan memeriksa paspor dan kartu pengenal dari masing-masing penumpang. Inilah pengalaman keimigrasian dengan perbatasan negara Bosnia pertama saya.

Day 2
Sarajevo, Bosnia-Herzegovina
Pagi itu kira-kira jam 4 pagi, bis umum yang membawa saya dari Belgrade ke Sarajevo tiba tepat waktu di terminal timur kota Sarajevo setelah menghabiskan waktu 8 jam di perjalanan. Udara yang kelewat sejuk nyaris dingin membuat saya harus mencari ruangan untuk menghangatkan diri, sialnya ruang tunggu terminalpun masih tertutup rapat, beberapa taksi menawarkan jasanya untuk mengantar ke pusat kota Sarajevo, tapi itu bukan pilihan, lebih baik saya menunggu di terminal ini sampai matahari muncul daripada luntang lantung di tengah kota.
Keberuntungan ada di pihak saya ketika ternyata ada kedai kopi yang nyempil di ujung gang telah buka, tepatnya baru saja buka. Langkah kedua kaki saya diikuti oleh beberapa backpackers lainnya yang juga mencari tempat menghangatkan diri.

Pukul 6 pagi  Saya pun melangkah menuju terminal trolley bus yang akan mengantar ke pusat kota Sarajevo. Kalau di negara lain menyebutnya Tram, di Bosnia mereka menyebutnya trolley bus, sekilas mengingatkan saya akan transportasi yang sama yang juga merupakan icon kota San Francisco atau kota Istanbul.
Tak banyak trolley bus yang beredar di kota ini, hanya ada 5 rute saja yang kebanyakkan mengarah ke pusat kota. Kebetulan apartemen yang saya booking sebelum keberangkatan terletak juga di jalan utama kota Sarajevo bernama Baščaršija.

Menuju jalan utama Baščaršija dengan menggunakan taksi hanya dikenakan biaya Rp.150.000,- saja, hanya saja ada pengalaman tak terbayarkan ketika bersama dengan penduduk lokal yang kebetulan akan berangkat bekerja berebut untuk bisa duduk di bis. Untungnya saya menaikki bis ini dari terminal awal sehingga banyak kursi kosong yang tersedia. Jarak antara terminal awal dan jalan ternyata tak dekat, sekitar 45 menit kira-kira waktu yang ditempuh untuk menuju Baščaršija.



Saya memang tiba lebih cepat dari waktu check in yang ditetapkan oleh bed & breakfast yang telah saya booking sebelumnya dan saya pun memilih  manfaatkan waktu seadanya untuk mengeksplorasi kota ini. Saya memberanikan masuk ke Srebrenica Exhibition - galeria tempat dipamerkannya puluhan foto yang bercerita mengenai kebuasan, kebengisan dan ketidakmanusiaan tentara Serbia ketika menghabisi rakyat Bosnia. 

Cerita mengenai Sarajevo, bisa dibaca kelanjutannya disini :http://www.jalan2liburan.com/search/label/Sarajevo


Day 3
Sarajevo, Bosnia-Herzegovina –-) Dubrovnik, Kroasia
Time to say good bye to Bosnia, singkat namun di kota inilah saya meninggalkan hati. Hari ini pukul 07:15 bis umum akan membawa saya meninggalkan Sarajevo untuk menuju Dubrovnik di Kroasia. 

Biaya bis umum adalah 45,00KM sekali jalan, saya telah memesan tiket tersebut melalui website resmi perusahaan bis Centrotrans Sarajevo Eurolines, sehingga saat tiba di loket, saya hanya menunjukkan email tersebut ke petugas. Ada baiknya hal ini dilakukan saat musim liburan, karena kursi di dalam bis yang terbatas. 

Setelah memiliki tiket yang telah di validasi petugas, maka para pemilik tiket bisa masuk ke dalam ruang tunggu semacam boarding room. Sebelumnya saya sempat masuk ke toko roti yang menjual beragam makanan pagi sebagai bekal dalam perjalanan. Rata-rata harga roti adalah di sekitaran Rp.3000,- saja. 

Perjalanan dari Sarajevo menuju Dubrovnik ditempuh dalam waktu hampir 4 jam, itu sudah termasuk antrian saat keluar masuk di perbatasan dan proses pengecekkan paspor. 1 Jam terakhir sebelum bis tiba di terminal Dubrovnik, pemandangan berubah seketika menjadi hamparan laut lepas biru muda yang bercahaya karena sinar matahari. 
Rasa lelah selama duduk di bis rasanya terbayar sudah, nampak para penumpang bis lainnya juga langsung memainkan tombol kamera mengabadikan pemandangan cantik laut Mediterania. 



Dubrovnik memang merupakan salah satu kota tujuan wisata populer di Eropa, terlihat dari banyaknya turis yang lalu lalang di pemberhentian terminal. Orang lokal banyak yang menawarkan akomodasi sambil membawa foto akomodasi yang mereka tawarkan. Harganya pun beragam, yang pasti biaya akomodasi di Dubrovnik lebih tinggi daripada Sarajevo. 

Karena Dubrovnik adalah kota yang berada di dalam benteng, maka lokasi akomodasi di Dubrovnik pun dibagi dua, yaitu di dalam benteng dan di luar.  
Kebetulan saya telah mereservasi akomodasi saya sebelumnya, saya memilih bed & breakfast di dalam benteng. Pemiliknya adalah pelukis, sehinggal kamar saya pun tak ubahnya seperti galeri lukisan, cantik. 

Siapkan diri membawa peta kota sebelum tiba di kota ini, jenis gang yang hampir serupa, anak-anak tangga yang tak tahu berakhir dimana, memang membingungkan jika Anda baru saja tiba.  
Cerita selanjutnya mengenai Dubrovnik , bisa dibaca disini :



Day 4
Dubrovnik, Kroasia
Time to explore this amazing city. Keindahan Dubrovnik bukan isapan jempol, kota tua yang dikelilingi benteng ini lebih asyik dinikmati dengan berjalan kaki. Tahun 1979, Wall of Dubrovnik dinobatkan menjadi salah satu situs bersejarah UNESCO dan hingga kini menjadi objek foto favorit para wisatawan.
Banyak walking tour yang tersedia di alun alun, biasanya dimulai pada pukul 10 pagi selama 2 jam. 

Bersama dengan wisatawan lainnya, tur semacam ini akan didampingi oleh pemandu yang berpengalaman. Tur ini dimulai dari air mancur Onofrio, yang selama berabad-abad membawa air minum ke kota,  lalu menuju Jalan Prijeko menuju pelabuhan tua, yang adalah kunci perdagangan dan kesuksesan maritim Dubrovnik. 
Sepanjang kota tua, terlihat benteng setinggi 25m dan panjang 2km ini dibangun pada Abad ke-7 dan merupakan benteng pertahanan semasa perang yang bermaterialkan batu-batu kapur besar. 

Dubrovnik memiliki banyak bangunan gereja tua, ada Fransiscan Monastery, Dominican Monastery, juga Church of St Sebastian yang dibangun abad ke-15. Detail di masing-masing gereja ini seakan tak habis kalau terus dikagumi.


Day 5
Dubrovnik, Kroasia
It s time to explore the culinary of Croatian. Ratusan rumah makan, kedai kopi, toko roti sampai dengan toko penjual gelato siap menyambut kedatangan para pelancong yang berada di Dubrovnik, khususnya di dalam kota tua, terlebih saat musim semi, musim panas dan awal musim gugur dimana cuaca yang hangat sangat memungkinkan untuk beraktifitas di luar ruangan. 

Pemilik usaha masing-masing menampilkan meja terbaik yang dimilikinya dengan tatanan seindah mungkin menarik perhatian tamu, potongan bunga segar dalam vas, taplak berwarna warni sesuai tema resto nya, sampai dengan lilin atau obor sebagai penerangan saat malam tiba. Bahkan karena kontur dalam kota tua Dubrovnik ini yang menanjak, tangga-tangga pun disulap menjadi tempat usaha, beralaskan bantal duduk warna warni jadilah tangga-tangga itu pun menjadi tempat chill out yang mengasyikkan.

Day 6
Dubrovnik, Kroasia –-)  Kotor, Montenegro
Dengan tiket bis seharga HRK.23 untuk perjalanan sejauh hampir kurang lebih 3 jam dari kota Dubrovnik menuju kota Kotor, melewati 2 checking border yaitu border saat meninggalkan kota Kroasia lalu beberapa meter setelah itu kembali untuk pengecekkan dokumentasi di border masuk negara Montenegro. Pak polisi berseragam, berbadan tegap tanpa senyum naik ke atas bis yang kami tumpangi seraya mengecek dan mengumpulkan ID Card ataupun paspor yang merupakan identitas para penumpang sebelum masuk ke area negaranya.
Selepas meninggalkan area keimigrasian, bis pun kembali melaju dan kali ini saya bisa dengan bangga berkata "Welcome in Montenegro – The Wild Beauty" , jargot yang sering terdengar pada video pariwisata di TV yang kerap saya lihat di televisi.
Kata Montenegro yang terdengar indah pelafalannya ini berarti Pegunungan Hitam karena memang dikelilingi undak-undakkan gunung batu berwarna hitam. Cuaca kala itu gerimis disertai petir, membuat perasaan jadi semakin tak menentu, berasa misterius karena pemandangan di balik kaca bis adalah gunung-gunung batu tersebut disertai sekali-kali kubahan air seperti danau besar di tengah-tengahnya. Sekilas nampak seperti Fjord di Norwegia dalam skala lebih kecil, sesekali terlihat sosok kapal pesiar berbadan besar dari nama perusahaan terkenal parkir di teluk nya.
Pilihan yang tepat adalah ketika saya memilih tinggal di dalam kota tua saat berada di kota Kotor, saat kaki ini melangkah masuk di antara 2 pintu gerbang tinggi besar terbuat dari besi, seketika itu juga saya seperti memutar waktu kembali ke masa peradaban kuno, visualisasi yang terbentuk saat itu adalah seperti  serial tv kesukaan saya, Spartacus. 
Mencari dimana letak hotel yang telah saya pesan sebelumnya merupakan masalah lain yang timbul ketika gang-gang kecil di dalam kota tua yang berbentuk bagai labirin itu membuat kita mudah tersesat, apalagi untuk pendatang baru, membaca peta dengan lihai wajib hukumnya untuk dapat menemukan alamat tersebut.

Day 7
Kotor, Montenegro
Semenjak saya tiba di negeri ini, cuaca benar-benar tidak bersahabat, walaupun demikian hujan yang tak berhenti semenitpun itu membuat kota Kotor justru menarik, wangi harum tanah yang tersiram air dari langit dan dinding-dinding bangunannya yang terbuat dari batu ratusan tahun basah terkena air air hujan .



Bangunan yang paling mengesankan di kota ini yang juga merupakan favorit saya adalah Gereja Katedral St Triphon yang dibangun sejak abad ke 8 yang silam namun karena gempa bumi pada abad ke 12 yang mengakibatkan kerusakkan, gereja ini pun direnovasi, tampak puluhan turis kerap kali berdiri di depan bangunan ini sekedar untuk mengabadikan dalam bentuk foto. Gereja ini memiliki peran paling penting di Kotor, dibangun untuk menghormati santo pelindung kota, terlihat 2 menara lonceng yang mendominasi halaman muka nya.  
Cerita selanjutnya mengenai kota Kotor di Montenegro : 


Day 8
Kotor , Montenegro –-) Belgrade, Serbia
Bangun pagi pagi sekali saat berlibur itu rasanya menyiksa, namun tak apalah demi mengejar bis yang berangkat pukul 5:30 dari terminal bis Kotor. 

Dari kota tua Kotor menuju terminal bisa ditempuh dalam waktu 15 menit saja dengan berjalan kaki. Kebetulan saya telah mengantongi tiket bis yang telah saya beli satu hari sebelumnya, karena betul saja ketika tiba di terminal, loket penjualan tiket masih tutup dan tidak akan buka sampai pukul 7 pagi. 

Harga tiket yang dibandrol seharga €32 rasanya murah untuk perjalanan selama 12 jam kelak.



Day 9
Belgrade, Serbia  
Beredar mengelilingi kota Belgrade bisa dimulai di Republic Square atau alun alun kota, letaknya ditandai dengan patung Mihailo Obrenovic yang sedang mengendarai kuda, oleh karena itu alun alun ini pun sering disebut sebagai 'kod koja' atau 'by the horse'.

Republic Square dikelilingi oleh beberapa bangunan tua nan bersejarah seperti National Theater, National Museum dan Knez Mihailova Street. 
Balai kota Belgrade yang dulunya adalah The Old Royal Palace dibangun pada tahun 1881, merupakan tempat tinggal Raja Raja Serbia pada masa nya, berhadapan dengan bangunan tersebut terdapat The National Assembly of Serbia.  



Tahukan kamu bahwa hiburan malam teramai di dunia adanya di kota Belgrade ini? Saya pun terkejut mengetahui fakta ini, not even Spain? Di sepanjang jalan Skadarlija inilah pusat hiburan malam berada, puluhan kafe, restoran dan klab malam tersedia untuk mereka yang ingin menikmati keriaan malam. Musik hidup dari band yang memainkan beragam musik senangtiasa menemani sampai pagi tiba. 
Kelanjutan cerita mengenai Belgrade, bisa dibaca disini:

Day 10
Belgrade, Serbia --) Home
Hari ini hari yang tak saya tunggu-tunggu kehadirannya, karena waktunya kembali ke realitas, kembali ke rumah.






How to Get There
A.) Qatar Airways : Jakarta – Doha – Ankara – Belgrade 
Durasi penerbangan 19 Jam , harga tiket bulan Oktober €1093 / Rp. 13.740.000

B.) Pilihan lain, dengan Qatar Airways dari Singapura : Singapura – Doha – Ankara – Belgrade
Durasi penerbangan 18 jal, harga tiket bulan Oktober €727 / Rp.9.139.000
Sedangkan penerbangan dari Jakarta ke Singapura bisa dihemat dengan menggunakan maskapai lainnya yang lebih murah. 

C.) Wizz Air adalah maskapai penerbangan low cost yang melayani penerbangan ke Belgrade dari kota-kota besar di Eropa seperti Brussels, Roma, Paris, Munich, Oslo, Rhodes, dll.
Website : http://wizzair.com



Mata Uang 
Serbia                     : Serbian Dinar, 1 SD = Rp.115,-
Bosnia-Herzegovina : Bosnian Mark, 1 KM = Rp. 6.300,-
Kroasia                   : Kuna, 1 HRK = Rp. 1.689,-
Montenegro             : Euro, € 1 = Rp. 12.500,-


Transportasi antar kota di area Balkan:
(Jarak antar kota di bawah ini, ditentukan juga dengan berapa panjang antrian di imigrasi perbatasan)

 A.) Belgrade, Serbia menuju Sarajevo, Bosnia-Herzegovina dengan bis umum: 8 Jam
Biaya : SD.2500 / Rp.283.000,-

B.) Sarajevo menuju Dubrovnik, Kroasia dengan bis umum: 4 Jam
Biaya : KM.45 / Rp. 289.000,-

C.) Dubrovnik menuju Kotor, Montenegro dengan bis umum : 3  Jam . Biaya :  HRK.23 / Rp. 38.000,-

D.) Kotor menuju Belgrade dengan bis umum : 12 Jam
Biaya : €32 / Rp. 402.000,-




Where to Stay 
1. Serbia :
Vila Terazije ( Rate per hari: Rp.750.000,- )
Prisrenska 1, Stari Grad, Belgrade 
www.vilaterazije.rs
2. Bosnia-Herzegovina :
Apartman "Baščaršija-live" ( Rate per hari: Rp. 380.000,-  )
Obala Kulina Bana 41/3 
71 000 Sarajevo

3. Kroasia :
Vila Homa (Rate per hari: Rp.817.000,-)
Boskoviceva 7 
Old Town Dubrovnik, Croatia


4. Montenegro : 
Hotel Rende Vouz ( Rate per hari: Rp.620.000,-  )
Pjaca od mlijeka 584
Kotor – Montenegro 
Phone : +38269043377
Email  : rendezvouskotor@yahoo.com

The Best Time to go to Balkan
Bulan Mei hingga Oktober, karena cuaca yang panas dan kering dengan suhu tinggi siang hari rata-rata 30°C . Matahari pun bersinar sampai pukul 9:00 malam. 


You Might Also Like

1 comments

  1. Kalau pengurusan visanya gimana ? Trus bahasanya gimana?

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan