Why You Should Visit The Belgium's Most Famous University Town

By 2:00 AM , ,

Tadi pagi ada rekan yang baru saya kenal bertanya mengenai trip ke Belgia, pertanyaanya menurut saya menarik karena ia dan keluarganya dari Indonesia akan mengunjungi kota-kota di Belgia yang out of radar, well at least untuk turis Indonesia sih. Pertanyaan seperti ini biasanya membuat saya semangat untuk menjawab karena tidak melulu rute Amsterdam - Brussels - Paris. 
Sebenarnya pertanyaan seperti ini bukan yang pertama saya terima, jadi saya kepikiran untuk membuat satu post mengenai destinasi Belgia yang seru-seru dalam satu postingan. 

Untuk kali ini saya akan bercerita sedikit mengenai Leuven, kalau dalam bahasa Prancis nya disebut Louvain. Please bare in mind kalau Belgia memiliki 3 bahasa digunakan sehari-hari yaitu bahasa Belanda, Prancis dan Jerman, sengaja saya ingatkan lagi karena pernah suatu saat ada seleb Twitter or whatever you will called them mengkoreksi judul postingan saya mengenai kota Gent, menurut dia bukan Gent tapi Ghent. Oh well girl, I m telling you to better open Wikipedia sebelum mengkoreksi. 
Petualangan menjelajahi Eropa, apalagi negara yang bukan berbahasa Inggris, memang sudah dimulai sejak kita menghapal nama kota nya dimana tiap bahasa punya nama kota dan ejaannya sendiri-sendiri. 

Leuven terletak 25 kilometer menuju timur dari kota Brussels, patokannya kalau naik kereta dari Brussels central menuju Leuven central ya kurang lebih 25 menit dengan harga tiket €5 sekali jalan. Leuven bisa dijadikan alternatif pilihan berlibur jika sudah tiba di Brussels, karena kota ini adalah kota pelajar seperti di Jogjakarta sana, maka kota tua nya pun walaupun kecil tapi sangat nyaman dan mudah dikelilingi dengan berjalan kaki. 
Seperti biasanya kota pelajar banyak diisi dengan pub, restoran sederhana, butik-butik second hand, sesekali orang berbicara dalam bahasa Spanyol, Italia, Inggris atau bahasa lainnya, hal yang jamak terjadi karena Leuven adalah rumah dari University of Leuven ( The Katholieke Universiteit Leuven ) yang menampung banyak sekali mahasiswa, baik itu mahasiswa lokal sampai mahasiswa penerima beasiswa dari seantero dunia.

Why you should visit Leuven?

1. Old Town and Its Strategic Location
Seperti kota-kota di Belgia lainnya, pusat kota tua dimana terdapat alun-alun ( Grote Markt ) tidaklah terlalu jauh dari stasiun kereta jadi sangat mengasyikan menjelajahinya, alun-alun Leuven pun sangat impresif.

 City Hall Leuven and Saint Peter Church


2. Saint Peter Church, gereja tertua di Leuven yang diperkirakan telah ada sejak tahun 986.
Di dalam St Peter Church terdapat lukisan Perjamuan Terakhir / Last Supper yang dilukis oleh Dirk Bouts, absolutely a masterpiece.

3. City Hall
Bisa jadi balai kota Leuven adalah balai kota tercantik yang pernah saya lihat, detail bangunan di setiap facade nya benar-benar luar biasa, one of the best-known Gothic town halls worldwide.
Letak balai kota ini berhadap-hadapan dengan gereja St Peter Church, untuk mendokumentasikan alun-alun ini memang butuh kepiawaian sendiri plus lensa lebar sebagai pendukungnya.

Pengunjung diperkenankan masuk ke dalam balai kota Leuven ini setiap sore jam 3, jadi kalau pas berada di Leuven sekitar jam 3 jangan lewatkan kesempatan ini.


4. Beer is Leuven 
Setiap kota di Belgia memang identik dengan minuman beer, bahkan di kota kecil sekalipun hadirnya brewery bukan sesuatu hal yang aneh.
Leuven menyebut diri sebagai ibukota beer dimana menjelang musim semi, mulai tanggal 22 April - 26 Mei segala sesuatu mengenai beer hadir di Leuven, perayaan tersebut diberi nama Leuven Beer Month.
Agenda utama perayaan tersebut adalah The Zythos Beer Festival : Festival terbesar di Eropa mencicipi bir Belgia,  selain itu ada juga kegiatan mengunjungi brewery, beer gastronomy dimana setiap restoran menghadirkan makanan dengan bahan dasar minuman beer, dan masih banyak agenda seru lainnya. 
 
Pihak penyelenggara bertanggung jawab penuh dengan menyediakan bus umum gratis bagi para partisipan festival The Zythos Beer ini, keren kan. 
 
Beer is Leuven - via
 
 
5.  Kebun Raya
Walaupun tidak jauh dari ibukota negara, kehadiran kebun raya yang ijo royo-royo diperhatikan betul oleh pemerintah, seperti di Leuven yang memiliki botanical garden tertua di Belgia yaitu sejak tahun 1738. 
Awalnya kebun raya ini dibuat sebagai taman untuk para mahasiswa kedokteran di KU Leuven, namun saat ini kebun raya telah dibuka untuk umum sebagai oasis di tengah kota. 

a statue of Erasmus, whom was a reformer of the Catholic church and lecturer at the University of Leuven. This statue reminds us of the academic values the city of Leuven offered and still offers to the world.


6. The Grand BΓ©guinage / Groot Begijnhof van Leuven  
Situs UNESCO World Heritage yang dimiliki Leuven ini sayang jika dilewatkan. The Great Beguinage seperti akan membawa kita kembali ke abad pertengahan lengkap dengan hadirnya rumah berbatu, biara, taman dan alun-alun. Pada abad ke 17 para suster tinggal di area ini, dan sekarang diambil alih menjadi tempat tinggal para mahasiswa dan dosen atau profesor dari luar negeri.

The Great Beguinage


You Might Also Like

13 comments

  1. Kalo out of radar gitu rada2 serem ngak sech ??? apakah tempat2 yg begitu juga menarik, karna ngak ke expose

    ReplyDelete
    Replies
    1. Out of radar maksudnya kebanyakkan turis Indonesia radar nya biasanya hanya tahu ibukota aja kalau traveling, kota lainnya gak termasuk dlm radar mereka, biasanya krn emang gak tahu atau krn keterbatasan waktu dlm exploring, bkn krn gak ngetop atau bahaya :p
      Kayak di Indonesia lah, org kita lbh tau dan lbh seneng nya ke Bali drpd Sumba misalnya, atau lbh tahu Paris daripada Annecy pdahal sama2 di Prancis dan destinasi favorit turis2 seantero dunia.

      Delete
  2. Aku pengen ke kebun rayanya. Etapi sightseeing di kotanya keren juga bangunannya artistik banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah nanti kapan2 aku cerita mengenai botanic garden ya :)

      Delete
  3. lgs ngebayangin, suasana gereja st peter waktu dibangun dulu... Thn 900-an?? dan udh ada gereja semegah itu.. :O ..kota2 ga terlalu touristy gini yg aku lebih suka datengin :).. apalagi kalo bnyk bangunan sejarah

    ReplyDelete
    Replies
    1. tentu sudah, thn 900 sudah banyak gereja, kastil, kerajaan, etc.

      Delete
  4. Been there.. bener bgt, cantik kotanya. Cityhallx memang expressive banget dg gothic architecture nya. Strolling di begijnhof serasa jalan2 di alam mimpi.. apa istilahnya... surreal? Dan pernah hampir keliru ambil jalur kereta, krn ada kota yg mirip2 namanya kan?

    Salam kenal kak.. baru mampir disini, dan saya suka tulisan2 kakak. Ngiri deh... saya suka jalan2 tp ga bs mnuangkanx dlm tulisan. Btw, saya kesana karena nyempetin mampir headquarterx asosiasi mahasiswa pertanian yg saya ikuti dan saya suka kota ini sampai 3x mengunjunginya selama saya mengikuti magang di Belanda.

    Keep writing kak.. all the best. Kayaknya bakal srg mampir ksini nih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lihat postingan ini jadi nostalgia ya Jul ? :)
      Ditunggu kehadirannya di Belgia kembali.

      Terima kasih sudah mampir ke blog ku dan untuk komen nya :)

      Delete
  5. keren, saya seneng liat model bangunan kayak gitu, btw dsn pd bs bhs inggris kan??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah ditulis di dalam artikel mengenai bahasa, cek lagi ya :)

      Delete
  6. Halo kak.. seneng banget baca nya. Jd rencana ngubah itinerary yg awalnya cmn ke brussels jadi ditambahin day trip ke leuven. Kak, kalo di leuven, public transport yg paling mudah digunakan apa ya? Kalo boleh tau info ttg fare sekali jalan-nya juga kak. Thank u so much 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Sisca,
      Saat tiba di Leuven station, menuju ke kota tua nya bisa dengan jalan kaki saja kok, jalanannya ramah untuk pedestrian kok.

      Delete
    2. Makasih banyak kak infonya 😊😊😊

      Delete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan