What You Need To Know About Traveling Green

By 2:00 AM , , , ,

Every holiday destination is also someone else's home and that we should leave place as we found them, I always remember this everywhere I go. Seandainya semua orang yang berwisata memegang paham ini pastinya kejadian menginjak dan merusak bunga amaryllis tidak akan pernah kejadian, bukan? Ini baru satu hal yang diangkat di sosial media dan ramai dibicarakan, bahkan pelakunya dirundung massal yang pastinya akan membuat dia kapok untuk tidak melakukan hal serupa lagi. 

Inilah jadinya ketika traveling adalah trend yang wajib diikuti dan bukan karena kebutuhan, bisa dibayangkan bagaimana dampaknya. Sudah saatnya didikan mengenai traveler yang bertanggung jawab lebih viral disuarakan, jangan saja menyuarakan ajakkan untuk mengunjungi suatu destinasi dengan slogan-slogan VISIT xxx, lalu di beberapa tahun kemudian tujuan wisata yang ramai dipromosikan tersebut menjadi hancur lalu kemudian kembali kita berteriak, PLEASE SAVE xxx ! 

Bukan untuk membandingkan, wisata seperti Machu Pichu pun memiliki kuota hanya menerima berapa ratus orang per hari untuk dapat mengunjungi Machu Picchu, lalu Bhutan pun memiliki peraturan visa yang cukup ketat yaitu membayar USD 250 per orang per harinya, kesemuanya ini dilakukan untuk menjaga ekosistem alam yang mereka miliki.

Banyak hal sederhana yang dapat kita lakukan sebagai traveler untuk menjadi traveler yang bertanggung jawab, sepertinya terkesan sederhana tapi sangat berarti untuk dilakukan :

Pilih Penginapan dengan Konsep Green Hotel

Sebelum keberangkatan, pilihlah penginapan yang memiliki konsep green hotel. Bukan berarti hotel yang memiliki banyak pohon saja, namun konsep mereka yang menghargai lingkungan seperti misalnya bagaimana mereka mendaur ulang sampah, menanam sendiri bahan makanan yang digunakan di restorannya, sabun deterjen yang bagaimana yang mereka gunakan, dan lainnya.

Eco hostel in a tent at Costa Rica

Matikan & Cabut Steker Listrik 

Hal sepele memang, kadang kita membiarkan colokan listrik yang tidak digunakan tetap di stekernya, biasanya charger untuk barang elektronik.  Tagihan tetap akan berjalan karena charger tersebut berisi kumparan, jadi selama terpasang akan terus memutar listrik, otomatis tagihan pun akan berjalan. Terlebih ketika kita akan traveling lama, perhatikan betul sebelum berangkat.

Bawa Botol Plastik & Shopping Bag

Aksi tas plastik berbayar jika berbelanja di supermarket memang baru-baru saja dilakukan di Indonesia, kalau pun membeli hanya Rp 200,- sehingga saya masih suka melihat 1 trolley milik ibu-ibu yang berbelanja dipenuhi tas-tas plastik yang dibelinya juga, toh 10 tas plastik hanya Rp 2000,- saja. Jangan harap bisa mendapatkan tas plastik dengan harga serupa ketika Anda traveling di luar negeri, kalaupun nekat melakukannya, siap saja akan dilihat orang lain dengan tatapan aneh, karena yang Anda lakukan memang tidak wajar.
Menyiapkan shopping tote sendiri yang bisa dilipat kecil dan bisa dengan mudah dibawa kemana saja, sehingga kapapun dibutuhkan Anda bisa menggunakannya. 

Eating Locally

Salah satu cara memberi dukungan secara langsung kepada komunitas di destinasi dimana kita berkunjung adalah dengan cara memilih tempat makan di restoran lokal. Dengan Anda membelanjakan uang Anda langsung ke orang lokal melalui bisnis yang mereka punya, maka Anda telah memberi dukungan. 
Hal ini juga dapat Anda lakukan jika ingin berbelanja oleh-oleh di toko pusat cenderamata yang dikelola oleh artisan.

Souvenir shopping by the locals

Walking Tour

Kemanapun saya pergi ke suatu kota, hal pertama yang saya pikirkan apakah di kota tersebut ada kelompok walking tour. Jalan kaki menyusuri kota bersama pemandu yang adalah juga orang lokal biasanya memberikan insight yang tidak didapat dari buku panduan, selain itu jalan kaki tentunya sehat dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Jejak & That s It ! 

Ingatlah bahwa kemanapun kita pergi, yang kita kunjungi itu adalah rumah bagi orang lain. Selesaikan perjalanan Anda dengan hanya meninggalkan jejak dan kenangan, coretan di batu dan goresan di badan pohon ' I was here ' tidak perlu dilakukan. 

Yuk sama-sama jadi traveler yang cerdas dan bertanggung jawab !

* * *

Tulisan ini merupakan bagian dari Cerita Jalan Asik yang adalah artikel mingguan dengan tema tertentu, selain Jalan2Liburan, ada juga tulisan Noni dari Nyonya Sepatu ( baca disini ) dan Aggy dari Dream Explore Wander  ( baca disini ) yang juga menuliskan mengenai ' Green Travel '.
Jangan lupa dibaca juga ya karena pasti akan mengispirasi juga!

You Might Also Like

3 comments

  1. 200 perak untuk tas plastik itupun di Medan udah dihapuskan Feb. Skr kembali gratis dan kembali mengerikan liat orang belanja :(
    Sedih

    ReplyDelete
  2. ah iya bener ya, setiap tempat yang dituju adalah rumah orang lain. Jadi mesti dijag. Semoga tulisan ini boleh dibaca banyak orang :) Izin share ke Fb boleh kan? :D

    ReplyDelete
  3. di salah satu supermarket jakarta timur yg terkenal murah banget, malah awal2 plastik berbayar, kita ga diksh loh bawa tas sendiri utk tempat belanjaan... aku tanya ke securitynya, trs belanjaan saya taro di mana pak.. dia gampang bgt jwbnya, masih gratis bu kalo di sini.. jd pake plastik aja.. -__-.. susah memang ngebiasain hal2 yg seperti ini mba , di Indonesia sih maksdnya :(

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan