Lucunya Mengamati Turis Lain Ketika Traveling

By 2:00 AM , , ,



Istilah people watching sebenarnya ga melulu mengenai orang lokal sih, mengamati turis lain juga bisa sama serunya. Beda tujuan wisatanya biasanya beda juga tipe wisatawan yang datang ke tempat itu, contoh yang mudah aja deh, turis yang beredar di Kuta biasanya beda dengan yang memilih tinggal di Nusa Dua. Dan asal negara darimana turis itu berasal biasanya mencerminkan juga kebiasaan mereka di negaranya walaupun gak semua bisa disamaratakan. 

Turis Cina biasanya tidak lepas dari pengamatan ketika kita sedang traveling ya, ada saja ulah mereka yang membuat kita ketawa atau malah kadang kesal, walaupun demikian niat dan usaha mereka untuk menjelajahi dunia patut diacungi jempol, gak banyak yang rela menjual harta demi bisa keliling Eropa 3 minggu, kadang mereka hanya petani dari desa yang bermimpi ingin melihat Eiffel atau berbelanja barang bermerek langsung di toko di negara asli merek itu berasal. 
Beberapa waktu lalu saya menonton di TV lokal mengenai kisah grup turis Cina ini, jadi ada salah satu jurnalis yang mengikuti mereka selama  tur di Eropa, menurut ceritanya rata-rata turis Cina ini menghabiskan € 5000 per orang untuk belanja barang bermerek, menurut mereka ini kesempatan sekali seumur hidup, sedih juga ya ngebayanginnya, mereka kerja keras di negara asalnya, lalu menabung dan menghabiskannya dalam sekejab, dan belum tentu bisa kejadian lagi dalam waktu dekat. 
Acara ini benaran lucu deh karena banyak menampilkan bentrok budaya ketika mereka di Eropa, coba bayangin mereka makan croissant di Paris pakai sumpit. 

Lucunya Mengamati Turis Lain Ketika Traveling, entahlah mereka sedang ingin berpose seperti apa :-)


Mengamati turis lain ketika traveling memang seru, kadang apa yang mereka lakukan menurut mereka hal yang normal tapi belum tentu untuk orang lain, demikian juga sebaliknya. 
Suatu siang di Trieste Italia, karena hari itu hari kesekian kita di Italia, perut Asia saya pun menginginkan nasi dan lauk ala Indonesia apalagi saat itu musim dingin, enough reason deh rasanya kalau saya menginginkan makanan yang biasa saya makan, toh sesekali. Pilihannya antara restoran Thailand, Malaysia atau Cina, ya India juga boleh deh karena menu mereka juga banyak nasi nya. Berjodohnya dengan restoran Cina karena itu yang kita lihat pertama kali, restorannya kosong tapi banyak meja dengan tanda reserved, banyak banget mungkin lebih dari 50 meja. 
Menu yang kita pesan cepat banget datangnya, langsung deh kita santap tanpa ba bi bu, tiba-tiba ketika lagi asyik makan mendadak restoran ramai banget, sepertinya ada bus pariwisata berukuran besar yang menurunkan penumpangnya, mereka buru-buru duduk di kursi-kursi bertanda reserved, boro-boro buka jaket winter, yang ada mereka langsung mengambil mangkok kecil di depan meja dengan sumpitnya, pelayan restorannya yang sepertinya telah siap dengan jam kedatangan mereka langsung sigap menyiapkan makanan sampai meja terlihat penuh, restoran Cina yang sepi saat kita masuki tadi seketika berubah kayak pasar pagi, dipenuhi segambreng turis Cina. 
To be honest, we lost our appetite. Cara mereka makan seperti takut ditinggal bus, disambi ngobrol juga dan suara kecapan dari setiap mulut. Kalau diingat sekarang sih lucu ya tapi tidak saat kejadian. 

Jangan lewatkan juga membaca artikel dengan tema serupa dari kedua rekan saya ini ya :


Semakin sering traveling ya semakin sering juga bakalan kita bertemu dengan mereka, walaupun di Cyprus sekalipun, saya ingat banget waktu itu kita lagi tur di dalam gereja tua di kota Paphos Cyprus, mendadak seperti banyak lebah yang datang, gereja yang sepi mendadak jadi ramai dan kilatan blits dimana-mana, padahal turis Cina yang datang ini juga biasanya memiliki pemandu wisata yang menjelaskan mengenai lokasi yang sedang mereka datangi tapi sepertinya mereka lebih senang beredar dan cekrek ini cekrek itu dan berlalu. 

People watching yang seperti ini yang menyenangkan karena tidak menganggu kenyamanan wisatawan lainnya


Mengamati turis lain selain bakalan menciptakan cerita kocak dan seru, sering juga ngeselin, apalagi kalau turisnya adalah turis dari negara sendiri, pengalaman apes ini kejadian juga ketika kita lagi di Cappadocia, tepatnya ketika sedang tur di underground city. Karena sejarahnya Underground City ini sungguh menarik, saya pun mencari pemandu wisata yang tahu banyak mengenai hal ini, beruntungnya saya ketika pemandu wisata yang saat itu tersedia adalah seorang bapak tua yang adalah pemandu wisata pertama yang memandu di Underground City sejak ditemukan. 

[ Itinerary Jalan-Jalan ke Turki, Baca Disini ]

Sesuai namanya, Underground City adalah kota yang letaknya di bawah tanah, bertingkat-tingkat namun ke bawah tanah, seperti layaknya kota di Underground City juga terdapat bekas tempat ternak, dapur, toilet, kamar bahkan altar. Sampailah kita di lantai 2 kota bawah tanah ini, bapak pemandu menjelaskan di lantai ini dulunya adalah altar, terdapat batu besar peninggalannya masih terletak disana. 
Mendadak si bapak terdiam karena melihat segerombolan perempuan yang menggunakan pakaian seragam berwarna merah muda menaiki batu-batu tersebut dan selfie di atasnya. Dan hal yang terburuk adalah mereka berbicara dalam Bahasa Indonesia, jadilah bisa dipastikan grup turis perempuan tersebut berasal dari Indonesia. Kalau ada bubuk penghilang sepertinya saya pengen menghilang saja apalagi ketika bapak pemandu bertanya kepada saya apakah saya mengetahui bahasa apa yang mereka gunakan. 

Bagaimana dengan kalian? Apakah punya cerita lucu atau ngeselin ketika traveling yang berhubungan dengan turis lain? 
Share dong di kolom komen :-)

 


You Might Also Like

25 comments

  1. Cerita terakhir paling bikin nyesek ya. Akhirnya dijawab apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. dijawab jujur aja orang Indonesia gitu, malu bangeth!

      Delete
  2. waduh.. saya malah seringan jadi turis kak dibandingkan ngeliatin turis berpose :D
    apalagi turis di aceh, ya so far sih aman2 aja hehehe

    ReplyDelete
  3. "Kalau diingat sekarang sih lucu ya tapi tidak saat kejadian"... jadi ngebayangin ....

    ReplyDelete
  4. waaah, yg terakhir, aku bisa ngerti perasaanmu mbak -__-.. pengalaman selama aku traveling, yg terlalu fantastis banget sih jrg nemuin.. palingan kalo udh liat turis cina, pasti deh lgs tau krn mereka biasanya bergerombol, ribut, dan pake tur guide yg slalu semngat ngibar2in benderanya supaya para turis asuhannya ga ilang ;p Kalo ketemu turis indo saat di negara org, bisa dipastiin mereka yg paling semangat selfie biasanya, ato minta bantuan org lain utk fotoin ;p Aku prnh iseng aja ngerjain mereka.. pura2 bukan dari indonesia.. :D.. ngakunya dari Filipina, dan mereka percaya.. Untung g ada yg bisa bicara tagalog hahahaha... itu aja ttp usaha bgt minta fotoin sambil ngomong Inggris terbata2 plus bahasa isyarat :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. minta fotoin ga cukup sekali pula kan ya :-)

      Delete
    2. itulah kenapa saya selalu bawa tripod sama remote shutter kalau travelling :D

      Delete
  5. Haha bubuk penghilang...lalu dijawab apa mba...?
    dulu people watching bedain turis jepang dan turis cina tanpa dengar bahasa...ternyata gampang, dari cara mereka padu padan baju...turis jepang pakai baju seaneh apapun padu padannya unik menarik...tapi memang yg banyak diincar kriminal memang turis jepang, banyak duitnya mungkin ya haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. masih perlu waktu utk bedain turis Jepang dan Korea nih, mereka sama2 modis jg soalnya kl pakai baju :)

      Delete
  6. aku juga suka merhatiin sih.. turis dari cina emang selalu heboh yah, apalgi yang rombongan kayak semacam angin ribut tapi ya lucu sih liatnya. Kalo turis jepang terutama yang cewe dandannya suka heboh. Kalo turis indonesia ribet sama foto2 diri sendiri dan gadgetnya banyak bgt, henpon, kamera gede, go pro. turis bule2 juga pasti punya ciri khas sendiri dari tiap negara ya? aku belum nemu beda2nya tapi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Turis bule biasanya yang ngegroup itu lumayan jarang emang dibanding grup dari turis Asia ya, sekalinya ada biasanya bule2 dari Amerika

      Delete
  7. Haha, pernah juga lagi duduk bersantai di dekat kolam di satu beach club di Bali. Rencananya mau duduk2 di situ sambil nunggu sunset. Eh tiba2 ... muncul serombongan orang yang foto2 di dpn aku, sambil berpose macam2 dengan background sunset. Ya udah deh, saya fotoin mereka yang lagi difoto aja lah haha.

    ReplyDelete
  8. Saya juga senang mengamati orang saat perjalanan, karena saya bisa berkaca pada diri sendiri. Yang utama saya timbul kekaguman, betapa banyak manusia diciptakan Tuhan bermacam-macam :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. seru ya, jadi menarik banget karena beda2 ulah dan prilakunya :)

      Delete
  9. aku pernah perhatikan turis asing yang ngedumel liat turis Nusantara yang tetap asyik foto2 di tangga Bromo walau antrian naik turun sangat padat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh no! itulah Mond, foto2 tanpa mengenal tempat dan kadang ganggu kepentingan orang lain itu gak banget deh !

      Delete
  10. Gw lagi ngebayangin mereka makan croisan pake sumpit itu hahahhaa
    Tapi salut dengan semangat mereka untuk liburan meskipun mereka selalu rame dan agak jorsek hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. benar, mereka nabung banget demi bisa kemana-mana!

      Delete
  11. jarang people watching. klo lagi jalan pasti sibuk dengan kawasan wisata. paling people watching kalau turisnya senang photography, ada aja lokasi dan cara mereka ambil foto, biasnaya aku tertarik memeperhatikan.

    Kalau turis China, hmmmmm... :)

    ReplyDelete
  12. Turis China emang paling lucu sih..wkwkwkw.. Walau yg nyebelin ya ada juga.. Cuma namapun lagi liburan jadi dibikin santai aja..

    ReplyDelete
  13. aku juga suka ngeh dengan kelakuan tipikal turis2 dari bangsa lain. Ada yang sekadar lucu, ada yang ngeselin. tapi lama-lama jadi takut keseret stereotyping.. :(

    ReplyDelete
  14. Turis cina itu emang ngeselin karena brisik banget kalo ngomong :D
    Tapi orang Indonesia juga kadang ngeselin. Pernah yang paling nyebelin, waktu ketemu (kayaknya dia ibu2 pejabat kedubes gitu kali) di airport HK, si ibu, begitu ngeliat saya dan anak saya langsung ngomong ke anaknya "ada orang Indonesia"

    haduuuhh maksudnya apa coba?

    Keki banget kaann..

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan