Kekayaan Kuliner Ukraina Yang Tidak Pernah Terbayangkan Sebelumnya

By 2:00 AM , , , , ,

Sepertinya baru kali ini traveling ke suatu negara dan saya gak tahu mesti berharap apa mengenai kekayaan kuliner mereka, saat itu saya mikirnya karena Ukraina merupakan pecahan Uni Soviet ya mungkin bisa jadi sama dengan beberapa negara ex Soviet lainnya seperti di Uzbekistan misalnya.


Sebenarnya saya gak mau mikirin kuliner saat itu karena saya kebayang-bayang aroma daun dill, tahu gak daun dill? Daun ini semacam bumbu masak yang selalu ada di kuliner bangsa Uzbek, Kyrgyzstan sampai ke Turki juga, beberapa tahun lalu saat kita traveling 6 bulan nonstop ke negara-negara ini selalu ada daun dill di menu makanannya, dari yang awalnya saya suka sampai rasanya duh udah ga tahan lagi, pokoknya trauma deh sama yang namanya daun dill ini, apalagi di negara-negara tersebut daun dill ini tumbuh di mana-mana, jadi otomatis bisa langsung dipetik dan segar, makin terasa lagi aromanya kalau segara seperti itu.


Sampai di Ukraina, makanan pertama yang saya coba adalah sup Borsch, kalau di Hungaria mereka punya goulash soup, nah kalau di Ukraina ada Borsch ini. Warnanya sepintas sama yaitu warna merah karena bahan dasarnya nya red beets sedangkan goulas berwarna merah karena paprika.


Suapan pertama langsung buat saya jatuh cinta, dan bisa dipastikan hampir tiap hari saya memesan sup ini sebagai makanan pembuka. 
Entah karena restoran perdana yang saya kunjungi di Kiev memang ok punya atau karena menu makanan yang kita pesan super enak, di hari pertama kita di Ukraina saya langsung mantap mengatakan kalau kuliner Ukraina gak bakal let us down, and it s really true. 

Sup Borsch adalah salah satu kuliner nasional bangsa Ukraina. Baik saat musim dingin atau pada musim panas sekalipun, menu sup Borsch ini selalu dihidangkan sebagai makanan pembuka dan menjadi favorit banyak orang.
Bahan dasar dari pembuatan sup Borsch ini adalah buah bit, sehingga sup nya pun menjadi warna merah, bahan lainnya adalah irisan wortel, kentang, kol, bawang merah dan bawang putih. Disajikan dengan sour cream dan daun dill sebagai cita rasa segar yang lebih sempurna.

Bahan dasar sup Borsch ini sangat mudah ditemukan di pasar-pasar dan harganya pun ramah di kantong, selain itu buah bit juga sehat, menjadi alasan sup Borsch selalu menemani jam makan rakyat Ukraina.

Pengaruh Soviet dalam dapur masak sehari-hari orang Ukraina tentunya tidak dapat dipisahkan, Russian Salad ini misalnya, dapat ditemukan mudah di buku menu restoran-restoran di Ukraina. Saat di Odessa saya makan di restoran yang mendapatkan penghargaan / review bagus dari Trip Advisor, namanya restoran Molodost , ternyata enak banget dan penyajiannya pun menarik , Russian Salad dibuat seperti wortel lengkap dengan tanahnya.


Kiri : Ikan Forrel Bakar , Kanan : Shaslik

Saat dengar nama kota Kiev, saya langsung bayangin Chicken Kiev dong ya.
Sesuai namanya, makanan klasik berbahan dasar daging ayam ini memang diciptakan oleh koki asal Kiev sejak awal tahun 1800. Sebenarnya sih mirip Chicken Schnitzel tapi kalau Chicken Kiev tidak diisi dengan keju dan daging asap seperti di Schnitzel.

Ciri Chicken Kiev yang lezat dapat dirasa dari potongan daging ayam yang lembut berisi rempah seperti daun peterseli dan lelehan mentega dengan temperatur yang pas. 

beef stroganoff

Masalah terbesar di Ukraina adalah menentukan satu restoran, bukan karena tidak ada pilihan, tapi justru sebaliknya, pilihan restoran di kota-kota besar di Ukraina sangat banyak dan semua menampilkan spesialisasinya masing-masing. Salah satunya adalah restoran dari negara-negara ex Soviet, seperti restoran Georgia, restoran Armenia sampai restoran Uzbekistan. Kalau kamu penggila kuliner dan penasaran sama restoran dari negara-negara ini, pastinya jangan lewatkan untuk mengunjunginya ya. Sama seperti saat saya di Lviv dan menemukan restoran Uzbekistan yang namanya Chaykhana Samarkand , tidak perlu pikir dua kali untuk saya datangi. Pemiliknya dari Samarkand, Uzbekistan dan beberapa menu makanan yang pesan rasanya tidak ada tandingannya, super enak.

Seperti yang saya tulis di atas, rata-rata restoran di Ukraina itu menjual suasana dan rasa, kadang setelah dinner lalu saya jalan-jalan lagi eh nemu lagi restoran super cantik yang rasanya sayang untuk dilewatkan, apa daya perut sudah kenyang dari kunjungan restoran sebelumnya, but hey there is always space for a desserts, right ? :)

Restoran gak melulu identik dengan mewah, kadang saya menemukan banyak grilled house seperti warung ya kalau di Indonesia dan menu nya adalah semua bakar-bakaran. Jadi di display nya kita bisa tunjuk mau daging yang seperti apa, lalu mereka siap tinggal bakar saja. Warung yang satu ini saya temukan saat berada di pinggiran kota Kiev, sederhana saja bentuk warungnya, tapi pemiliknya sangat ramah dan berusaha berkomunikasi walaupun dengan bahasa tubuh. Saya pesan ayam bakar dengan saus biji mustard dan kentang bakar dan suami saya memesan daging domba bakar, kedua menu hadir dengan salad segar lengkap dengan daun basilicum berwarna ungu kehitaman itu. Probably one of the best taste we had ever have during our trip in Ukraine and only for this reason I d love to return again soon :)

You Might Also Like

3 comments

  1. Hahah.. Dari yang seneng sampai eneg saking itu bau Dill ada mulu ya.. Sup nya terlihat enak dehh..

    ReplyDelete
  2. haduh... shasliknya bikin laper... di Indonessai ada yang jual gak ya mbak... ?

    ReplyDelete
  3. Ini yg ga bisa aku lewatin tiap sdg trVeling, nyobain kuliner nya :D. Selalu ada kejutan di tiap rasa yg kita coba. Makanya aku srg ga ngerti kalo ada org yg niat bgt sampe bawa indomie ato apalah dr negara sendiri. Ato yg lbh lucu, ttp nyari makanan indo di negara itu :D. Pdhl nyobain makanan2 khas suatu negara gini, bukannya seru banget yaa.. Lidah jd terbiasa dgn aneka rasa :)

    ReplyDelete

Friends, Thank you so much for reading + supporting my blog, and for taking the time to leave me a comment.
Your comment support truly means so much to me.
Have a lovely day! xo, Jalan2Liburan